Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Malam Pertama


__ADS_3

Pasangan pengantin baru itu pun kembali keluar kamar setelah mandi dan lebih segar. Gladys tampak sibuk menjaga Keina bersama dengan Angga. Orang tua Angga pun tampak hadir di sana. Ini bukan kali pertama bagi Gladys bertemu Mamanya Angga tapi bertemu Ayahnya Angga ini yang pertama.


Orang tua Angga begitu lapang menerima Gladys calon menantunya yang selalu di banggakan Angga. Mama Angga pun melihat ketelatenan Gladys dalam menjaga Keina dan duo A. Duo A sudah ikut bersama orang tua Aldi menyisakan Keina saja.


Gagah dan Laras ikut bergabung bersama keluarga yang lainnya. Ayumi memeperkenalkan menantunya pada keluarganya.


"Tata... Tata..." Rengek Keina melihat Gagah.


"Eh, Keina sama Kakak aja dulu ya." Gladys.


"No Tata." Ucap Keina lagi.


"Sayang, mam es krim mau?" Tawar Gladys agar adik sepupunya tak ingin pergi darinya.


"Au im au." Keina.


"Oke. Ayo kita ambil esnya." Ajak Gladys.


Gladys pun membawa Keina ke dapur untuk mengambil es krim. Gladys melihat ada Olla dan Zayn yang sedang merajuk. Olla tampak kewalahan membujuk anaknya.


"Kenapa Abang Zayn?" Gladys.


"Biasalah Kakak merajuk." Olla.


"Abang mau Es krim ngga? Keina mau makan es krim nih." Ucap Gladys mendudukkan Keina di kursinya.


"Au Ban au?" Ucap Keina menawarkan.


"Tuh, mau es krim adek?" Tawar Olla karena usia Keina dan Zayn hanya terpaut satu tahun. Zayn lebih muda dari Keina tapi Zayn menjadi abang karena anak dari Tanio kakak dari Keina.


Zayn menganggukkan kepalanya. Gladys pun memberikan es krim pada Olla untuk Zayn dan dirinya memegang satu untuk Keina. Gladys menyuapi Keina karena takut baju yang di pakainya kotor terkena lelehan es krim.


Angga mencari keberadaan Gladys karena Orang tuanya akan pulang lebih dulu untuk menyiapka acara besok malam. Angga menemukan Gladys yang sedang menyuapi Keina di dapur.


"Glad, Kakak cari kamana-mana ternyata disini." Angga.


"Kenapa?" Gladys.


"Mama sama Ayah mau pulang duluan." Angga.


"Owh! Oke. Ayo sayang udahan mam es krimnya kita ke depan." Ajak Gladys.

__ADS_1


Angga pun berinisiatif untuk menggendong Keina. Kemudian Angga berpamitan kepada Olla yang masih menyuapi Zayn es krim. Gladys menyusul di belakangnya setelah mencuci tangan san berpamitan pada Olla.


"Glad, Ayah sama Mama pamit dulu ya. Besok kita ketemu lagi." Pamit Mama Angga.


"Eh, iya Ma. Mama sama Ayah hati-hati di jalan." Ucap Gladys.


Gladys pun mencium punggung tangan Ayah dan Mama Angga tak lupa mencium pipi kanan kiri Mama Angga. Mereka mengantarkannya hingga ke depan. Keluarga Aiko pun sudah pulang menyisakan keluarga Bagas dan Angga saja. Tepatnya Duo Angga.


"Ras, walaupun pernikahan kalian mendadak dan sedikit terpaksa Bunda harap kalian bisa cepet kasih Bunda cucu ya." Ayumi.


Glek


Blus..


Gagah terlihat tegang sementara Laras wajahnya sudah memerah bagaikan udang rebus.


"Ayu,, Kamu ini cucu saja." Hena.


"Makanya Tante cepetan suruh Angga nikah biar dapet cucu juga." Ayumi.


"Ceh, kamu ga liat ini Tante lagi nimang cucu." Ucap Hena yang tengah memangku Keina.


"Iya deh Iya. Angga jangan kerja terus cepet cari calon istri." Ayumi.


"Ceh, Kakak tunggu loh." Ayumi.


"Sayang, sebaiknya kita istirahat saja. Biarkan yang muda-muda ini mengobrol." Ajak Tuan Ito.


"Ayah,, yang pengantin itu Gagah sama Laras lah kok Ayah sama Ibu yang duluan mau ke kamar." Protes Ayumi.


"Hei, memangnya pengantin baru saja yang boleh bermesraan kita juga dong." Rangkul Tuan Ito pada Nyonya Laura.


Semua pun tertawa bersama melihat keromantisan pasangan Tuan dan Nyonya Ito.


Malam semakin larut Keluarga Bagas pun berpamitan pulang. Setelah mengantarkan mereka Tita masuk membawa Keina ke kamarnya untuk tidur. Dan Ken masuk ke kamarnya lebih dulu.


Pasangan pengantin baru pun masuk ke dalam kamar Gagah. Keduanya belum memutuskan untuk pergi berbulan madu karena semuanya serba mendadak. Bahkan Gagah dan Laras baru bertemu lagi setelah pertemuan pertamanya dua tahun silam.


Setelah membersihkan wajahnya dan bergosok gigi Laras pun tampak gugup saat akan naik ketempat tidur. Sedangkan Gagah baru saja masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi.


Saat Gagah keluar dari kamar mandi tampak Laras tengah duduk di samping tempat tidur dengan menggunakan piyama yang biasa dia gunakan di kos. Gagah mendekatinya dan duduk di samping Laras.

__ADS_1


"Ras," Gagah.


"Ya." Laras jawa lb Laras gugup.


"Apa kamu mm... sudah benar-benar menerima saya?" Gagah.


"Kenapa bertanya seperti itu? Apa Kakak belum bisa menerima Laras?" Tanya Laras mengabaikan pertanyaan Gagah.


"Bukan begitu. Hanya saja ini begitu serba mendadak. Kita belum saling mengenal satu sama lain. Kamu belum mengenal Kakak begitupun sebaliknya. Apa kamu tidak takut jika Kakak hanya mempermainkan Kamu?" Gagah.


"Hidup Laras sudah pahit Kak. Laras hanya bisa pasrah. Jika Kakak memang tidak bisa menerima Laras tidak apa-apa. Laras menerima apapun yang akan terjadi pada hidup Laras. Laras hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya pada Tuhan Kak." Jawab Laras.


"Kita sama-sama berjuang ya Ras. Berjuang untuk rumah tangga kita. Saling terbuka satu sama lain dan jangan ada yang di tutupi apapun itu." Ucap Gagah menggenggam tangan Laras.


Deg...


Deg...


"Astaga! Aduh, semoga Kak Gagah ga bisa denger jantung aku." Batin Laras yang semakin gugup ketika Gagah menggenggam tangannya.


"Iya Kak." Jawab Laras.


Kemudian keduanya hening tanpa mengeluarkan satu patah kata pun. Tangan Gagah masih asik menggenggam tangan Laras dan Laraa hanya diam menikmatinya.


"Ras," Gagah.


"Hm.." Jawab Laras.


Keduanya saling berpandangan hingga entah siapa yang memulai. Keduanya semakin mengikis jarak diantara keduanya. Dan keduanya saling menempel hingga Gagah melepaskannya.


"Boleh, aku meminta hak ku malam ini?" Bisik Gagah dan Laras hanya menganggukkan kepalanya pasrah.


Laras tak ingin durhaka kepada suami jika menolak ajakan Gagah. Hingga terjadilah malam panjang bagi Gagah dan Laras. Keduanya sama-sama baru merasakannya dan keduanya hanya mengikuti naluri saja.


Baru pertama merasakan membuat Gagah ketagihan. Dan bukan cuma sekali Gagah melakukannya hingga berkali-kali. Keduanya pun tidur sangat larut dan hampir pagi. Laras sudah tak berdaya dan lebih dulu terbang ke alam mimpinya.


Pagi hari semua terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Gladys harus lergi ke kampus terlebih dahulu sebelum acara pertunangannya dengan Angga malam nanti. Rehan pun bersiap menjalankan tugasnya terlebih dahulu sebagai dokter.


Begitupun dengan Ken yang harus menghadiri rapat penting pagi ini. Tita tampak mengurus Keina sendiri karena Ayumi dan Nyonya Laura harus menyiapkan persiapan untuk malam nanti. Walaupun sudah ada yang menyiapkannya mereka tak ingin diam begitu saja.


Melihat Tita yang kewalahan Tuan Ito pun membantu Tita menjaga Keina yang tampak aktif kesana-kemari. Dan jangan tanyakan kemana pengantin baru. Keduanya masih bergemul di bawah selimut tebalnya tanpa sehelai benang menempel di tubuh mereka berdua.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2