
Mereka semua masuk ke dalam rumah utama. Tuan dan Nyonya Ito yang tengah bersantai kaget dengan kedatangan Ibu dari Laras. Pasalnya mereka semua berencana akan membujuk Ibu Laras setelah resepsi pernikahan Gagah dan Laras.
Ayumi pun menceritakan kejadian di mall dan Tuan dan Nyonya Ito pun mengerti. Nyonya Laura menjamu Ibu Laras dengan penuh kehangatan. Nyonya Laura meminta Ibu Laras untuk beristirahat di kamar yang telah di siapkan oleh bibi.
"My... My..." Teriak Keina yang merasa tak menemukan Mommy nya.
"Owh! Astaga! Maafkan Bunda sayang. Ayo kita ke Mommy." Ayumi.
"Baru saja Ken kembali ke kamar membawakan obat untuk Tita. Sepertinya Tita kelelahan dan sedikit pusing." Nyonya Laura.
"Pantas saja Keina meminta pulang." Ayumi.
"My.... My.... Huaaa....." Tangis Keina pun pecah.
Ken yang mendengar suara tangis Keina pun segera keluar dari kamar sementara Tita yang semula ingin menemui Keina di minta untuk berbaring saja oleh Ken dan Ken yang akan membawa Keina.
"Sayang, hei,,, Cantiknya Daddy kenapa menangis?" Tanya Ken mendekati mereka semua.
"Dy... My... Huaaa..." Keina.
"Sssttt... Mommy sedang tidur sayang. Ayo kita ke Mommy ya." Ajak Ken mengambil alih Keina dari gendongan Ayumi.
Ken pun kembali ke kamar dengan Keina dalam gendongannya. Ken tidak mengetahui jika Ibu Laras sudah berada di rumahnya.
"Ga nyangka Ken bisa sehangat itu pada Istru dan Anaknya." Rehan.
"Begitupun Ayah. Ayah fikir Ken akan bersikap dingin dan acuh pada istrinya." Tuan Ito.
"Saat Oncle pacaran dengan orang aneh dulu Oncle tak sehangat bersama Onty. Bahkan Onty bisa bersikap manja pun Oncle selalu melayaninya dengan sabar." Gagah.
"Kau contoh Oncle mu itu. Boleh garang di tempat kerja tapi di rumah dia begitu lembut." Ayumi.
"Ceh, Bunda nyindir Ayah." Gagah.
"Hei, kenapa Ayah?" Rehan.
"Ayah dimana-mana tetap saja garang. Tak lembut." Gagah.
"Yak... Kau ini. Kau tidak tau saja Ayah selalu bersikap lembut pada Bundamu." Bela Rehan.
"Hush... Sudah ih. Iya Ayah paling best pokoknya." Ayumi.
"Ceh, kalian lihatlah Opa, Oma. Anak menantu kalian memang bucin." Gagah.
"Belum saja kamu tunjukan kebucinan mu itu pada Laras." Nyonya Laura.
Dan saat Nyonya Laura menyebut nama Laras sangat kebetulan Laras datang karena baru saja mengantar ibunya ke kamar.
__ADS_1
"Ada apa? Kalian membicarakan Laras?" Tanya Laras polos.
"Nah, coba Opa ingin tau bagaimana sikapmu padanya?" Tuan Ito.
"Ada apa?" Tanya Laras pada Gagah.
"Ga ada apa-apa sayang. Mereka lagi becanda." Gagah.
"Ceh, kau ini. Apa bedanya kau sama Rehan." Nyonya Laura.
"Hahahaa.... Buah ga jatuh jauh dari pohonnya Gah." Ucap Ayumi sambil tak sanggup menahan tawanya.
"Bunda ih. Ayo sayanv kita ke kamar." Ajak Gagah.
"Heh... Eh,..." Laras.
Gagah pun mendorong tubuh ramping Laras untuk segera memasuki kamar mereka. Sementara Ibu Laras begitu kaget saat membuka papar bag di tangannya.
Ternyata bukan hanya gaun yang di berikan oleh Ayumi melainkan satu set sepatu dan Tas branded. Ibu Laras begitu tersanjung karena Ayumi sudah menyiapkan semuanya dengan rapih. Ibu Laras tak tau harus berbuat apa untuk membalas kebaikan keluarga besannya.
Ibu Laras membuka ponselnya dan terdapat beberapa kali panggilan dari suaminya dan beberapa chat dari suaminya yang berisikan ancaman padanya. Ibu Laras menggenggam erat ponsel miliknya. Air matanya terus mengalir deras tanpa di minta. Dadanya terasa sesak.
Di kamar Ken dan Tita. Keina tengah bermanja pada Tita. Keina meringkuk di samping Tita dan memeluk Tita dari samping. Bahkan Ken tak di ijinkannya untuk mendekat dan ikit berpelukkan.
"No Dy nanah." Ucap Keina saat Ken mencoba mendekati mereka.
"Yayang My." Ucapnya.
"Mommy juga sayang Keina." Ucap Tita mendaratkan ciuman di puncak kepala Keina.
"Daddy juga sayang Mommy dan Keina." Ucap Ken mencoba mendekat lagi.
"Ote. yapi top Dy. Nanan ini." Larang Keina lagi.
"Sayang,, Daddy mau peluk kalian berdua. Boleh yah." Bujuk Ken.
"No." Jawab Keina santai.
"Sayang.." Rengek Ken pada Tita.
"Bersabaah Dad. Coba Daddy lebih gigih lagi membujuknya." Ucap Tita.
"Kalo berhasil Daddy dapat jatah ya." Goda Ken.
"Daddy..." Ucap Tita membuka matanya lebar
"Hahaha... Becanda sayang." Ken.
__ADS_1
Di kamar Gagah dan Laras. Gagah terus membujuk Laras untuk memuaskannya. Karena mengingat takut dosa akhirnya Laras pun dengan pasrah melayani suaminya dengan berbagak cara aman karena dirinya masih palang merah.
"Sayang berapa lama lagi?" Gagah.
"Sekitar dua hari lagi Kak." Laras.
"Dua hari lagi kan resepsi kita sayang." Gagah.
"Hmm.." Laras.
Gagah pun menikmati pelayanan Laras padanya. Laras memang cukup pintar menangkap pelajaran yang di berikan para orang tua dalam melayani suami sehingga dirinya begitu menguasai suaminya.
"Terima kasih sayang." Ucap Gagah setelah Laras menjalankan aksinya.
Dan begitu pula di kamar Ayumi dan Rehan. Rehan mendapatkan servis full dari Ayumi sebagai hadiah ulang tahunnya dan Rumah sakit. Rehan begitu bahagia mendapatkan Ayumi yang begitu sempurna menurut Rehan.
"Apa Aiko dan Artur tidak akan kemari?" Tuan Ito.
"Aiko bilang dia akan mendampingi Artur tugas seminggu kedepan. Jadi, resepsi Gagah pun mereka tak bisa hadir. Jessie dan duo A di titipkan di orang tua Aldi." Nyonya Laura.
"Kenapa mereka tak menyewa jasa baby sitter saja sih." Tuan Ito.
"Ya itu sudah menjadi keputusan mereka Yah. Ibu pun tak ingin ikut campur. Apalagi kita tau bagaimana keranya Aiko." Nyonya Laura.
"Apa Jessie tidak berencana hamil lagi?" Tuan Ito.
"Tidak sayang. Jessie ingin total mengurus duo A saja dulu." Nyonya Laura.
"Ceh, anak itu sama saja dengan Ibunya." Tuan Ito.
"Biarkan saja Sayang. Bagas dan Hena akan datang besok." Nyonya Laura.
"Katakan juga pada dia. Jangan terlalu memanjakan Keina. Nanti Keina tidak mandiri." Tuan Ito.
"Biarkan saja Yah. Ken dan Tita pasti bisa mendidik Keina menjadi mandiri." Nyonya Laura.
Percakapan keduanya terus berlanjut hingga tak terasa waktu makan malam sudah tiba. Bibik mendekati keduanya untuk bertanya mengenai makan malam mereka.
"Maaf Tuan dan Nyonya Besar. Apa makan malamnya akan disiapkan sekarang?" Bibi.
"Ah, iya Bi siapkan saja. Dan jangan lupa beritahu semuanya untuk turun makan." Nyonya Laura.
"Baik Nyonya. Permisi." Pamit Bibi padanya.
Bibi pun kembali ke dapur dan meminta rekan kerjanya untuk segera menyiapkan makan malam untuk keluarga Ito. Dan meminta salah satu bibi untuk memanggil semua anggota keluarga.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏