
Semua menikmati makan malam bersama. Aiko di bantu Jessie makan sedang Duo A di bantu oleh perawat yang di bayar untuk menjaga Aiko.
Sementara Ken dan Tita akan menikmati makan malam di restoran yang sudah di pesan oleh Ken secara privat. Dan ternyata bukan hanya mereka berdua melainkan ada Tanio dan Olla.
"Loh, kok ada Kakak juga?" Tanya Tita heran.
"Kenapa? Ga mau di ganggu ya?" Tanya Olla.
"Ceh, bukan begitu Kakak ku sayang. Kenapa Mas ga bilang kalo kita pergi sama Kakak juga." Tita.
"Ga surprise dong sayang kalo bilang." Ken.
"Makasih Mas." Ucap Tita memeluk Kdn dari samping.
"Jangan lupakan kami Nyonya Kenzo." Ucap seseorang di belakang Ken dan Tita.
Tita pun langsung menoleh pada suara yang dia kenali.
"Melaaan.." Teriak Tita menghambur ke dalam pelukkan Melan.
Mereka berdua pun saling berpelukkan meluapkan rasa rindu setelah hampir tiga tahun tak bertemu. Tita pun tak kuasa membendung air matanya begitu juga dengan Melan dan Olla.
Olla menghampiri keduanya kemudian Tita melepaskan pelukannya pada Melan dan kembali berpelukkan bertiga. Ken, Tanio dan Abimana pun ikut merasakan kebahagiaan mereka.
"Maafkan aku yang memisahkan kalian bertiga." Ucap Abimana yang membuat ketiganya melepaskan pelukannya dan menatap Abimana tajam.
"Bicara apa Kakak?" Ucap Tita sengit.
"Hah! Tidak." Ucap Abimana yang memang selalu merasa tak enak dengan Tita. Karena Tita adalah sahabat sang istri yang paling galak menurutnya.
"Jangan pernah bilang begitu Kak. Kami bahagia walaupun kami terpisah. Tidak ada yang patut di salahkan. Melan bahagia dengan jalan yang dia pilih begitu juga kami." Ucap Olla bijak.
"Ya itu benar." Ucap Tita tegas.
"Astaga! Ken bagaimana Lu bisa menaklukan singa betina ini." Abimana.
"Apa Lu bilang? Lu ngatain istri Gw?" Kesal Ken.
"Jangan Lu lupakan kalo sahabat kita ini adalah singa jantanya Bi Hahahaa...." Ucap Tanio di akhiri tawa yang menggelegar.
"Kalian ingat saat Tita datang sebelum Tita dan Kak Ken menikah?" Melan.
"Mereka berdua saling diam namun saling tatap malu-malu meong." Goda Olla.
"Eh, ngga tuh. Klo Tita sih risih aja. Soalnya Mas Ken kan adik dari Dokter Rehan yang nyebelin." Tita.
"Eh, nyebelin gini juga bikin nagih kan?" Goda Ken.
"Ish... Mas ih. Ga malu apa ada Kakak aku loh." Tita.
"Hahaa... Lu bisa di gantung Kakak ipar Lu Ken." Abimana.
"Mana berani Kakak ipar gw menggantung Kenzo Ito." Pongah Ken.
"Hei... Kenapa ga berani." Ucap Tanio.
__ADS_1
"Karena hal itu bisa melukai hati Tita ku ini." Ken.
"Ceh, dasar bucin." Ejek Abimana.
"Kau butuh cermin rupanya Bi." Ken.
"Hei,, sudahlah ayo kita makan. Keburu dingin makanan kita." Ajak Olla.
"Yah Lu bener. Aku sudah sangat lapar." Melan.
Mereka pun menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan. Melan akhirnya bisa ikut Abimana ke tanah air setelah sekian lama dirinya tak bisa ikut karena harus mengurus dua anaknya yang masih kecil-kecil.
Keceriaan tak lepas dari mereka berenam. Ken dan Tanio oun sudah sangat lama tidak bertemu dengan Abimana. Abimana termasuk kedalam pengusaha yang sulit di temui baik di tanah air maupun di negaranya.
"Kapan kalian datang?" Ken.
"Kemarin malam." Abimana.
"Apa?! Kemarin malam kalian mendarat dan tak memberitahukan kami?" Tita.
"Hei,, tenanglah Nyonya. Kami harus menemui keluarga kami terlebih dahulu." Melan.
"Hufh... Baiklah yang punya keluarga." Tita.
"Hei, sayang. Jangan begitu. Kau pun ounya keluarga sekarang jangan lupakan itu. Bahkan sejak dulu kau memiliki kami dan keluarga kami." Olla.
"Sayang, jangan bersedih. Masih ada Mas disini." Ken.
Tita pun langsung bergelayut manja pada Ken. Tita baru pertama kali merasakan berinteraksi dengan lawan jenis bersama Ken. Merasa di lindungi dan di sayangi. Bersama Ken Tita menemukan kenyamanan dan kebahagiaan.
"Yah, kau menang kali ini sayang." Melan.
"Hei, kalian bertaruh?" Tita.
"Tidak. Hanya saja saat pertemuan kita sebelum kalian menikah itu. Mas Abi sudah melihat gelagat aneh dari Kak Ken." Melan.
"Benarkah?" Ucap Tita mengerlingkan matanga menatap Ken.
"Saat itu Mas hanya berfikir untuk apa gadis rese asisten Kak Rehan datang kesini begitu saja." Jawab Ken menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Jadi Tita rese? Terus kenapa Mas deketin Tita?" Tanya Tita membulatkan matanya pada Ken.
"Kan sayang." Jawab Ken menampakkan deretan gigi putihnya.
"Ga ada jatah nanti malam." Ancam Tita.
"Apa!" Teriak Olla.
"Astaga! Olla, Sayang." Teriak Tanio dan Melan.
"Kenapa sih La?" Ucap Tita.
"Kamu belum 40 hari." Ingat Olla.
"Eh," Ucap Tita tak meneruskan kalimatnya.
__ADS_1
Semua menatap Tita dan Ken. Sementara Tita Sudah bersembunyi di balik punggung Ken. Ken hanya diam mwnyunggingkan senyumannya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Astaga! Ken. Lu benar-benar tidak sabaran." Abimana.
"Kenzo.." Tanio.
"Tenang-tenang. Istri gw hanya keceplosan. Dia lupa jika Kenzo Ito belum mendapatkan jatah sejak kami kehilangan anak kami." Ucap Ken.
"Yakin? Benar?" Tanya Tanio dan Olla bersamaan.
"Sudahlah. Tidak apa-apa bukan. Toh Mas Ken suami Tita." Ucap Tita.
"Tita!!!" Olla, Melan.
"Hehe... Kasian Mas Ken Kak." Ucap Tita polos meminta belas kasihan Olla.
"Astaga! Kalian Kakak beradik yang menggemaskan." Melan.
"Melan!" Olla, Tita.
"Nah, kau lihat Mas. Mereka berdua memang selalu bersekongkol. Lihat saja sekarang. Olla mau dinikahi pria yang jauh lebih dewasa karena tak ingin pisah dari sahabatnya. Dan lihat Tita juga mau dinikahi Kak Ken karena sahabat Kakaknya." Jelas Melan di buat seolah dirinya paling menderita.
"Jangan lupakan sahabat kami yang juga mau dinikahi Pria yang di jodohkan dengannya yang katanya udah tua." Cibir Olla.
"Mami nyebelin. Masa gw mau dinikahin sama cowok yang udah tua." Ucap Tita menirukan gaya Melan saat tau dirinya di jodohkan dengan Abimana.
"Benar begitu sayang?" Goda Abimana.
"Ih, ngga ah. Mana ada Gw ngomong gitu." Elak Melan.
"Sudahlah. Kalian sama saja." Tanio.
"Masud Mas?" Olla.
"Ya kalian sama-sama menyukai pria tua." Tanio.
"Mas,,, ih nyebelin." Olla.
"Nyebelin gini juga bikin kamu mendesah tiap malam." Ucap Tanio tak berfilter.
"Mas.... Ada adik kamu loh ini." Protes Olla.
"Ceh, ngapain malu. Adik Mas juga udah dewasa. Dan Mas rasa suaminya juga melakukan hal yang sama seperti yang Mas lakukan sama kamu." Jelas Tanio acuh.
"Hahahaaa.... Mereka memang sangat menggemaskan sayang." Ucap Abimana pada Melan melihat tingkah pasangan kakak beradik itu.
"Memang begitu sayang jika mereka bertemu." Melan.
"Melan!"
"Abi!"
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1