Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Keina, Gladys dan Laras


__ADS_3

Laras, Keina dan Gladys memasuki mobil mereka. Dan orang tersebut hanya memandangi mereka bertiga dengan wajah penuh tanya. Pasalnya Laras yang dia kenal saat berkuliah dulu adalah gadis sederhana dan tak memiliki adik tentunya.


Karena tak satupun mengenal Lili adik sambung Laras. Laras terkenal sebagai anak tunggal. Namun, irang tersebut pun merasa yakin jika itu Laras yang dia kenal. Dia pun bertanya-tanya siapa anak kecil yang bersama mereka.


"Apa kau mengenalnya Kak?" Tanya Gladys mengejutkan Laras.


"Sepertinya dia teman kuliah Kakak dulu Glad." Ucap Laras lirih.


"Kenapa Kakak bersikap seolah tak mengenalnya?" Gladys.


"Karena dia menyimpan rasa untuk Kakak bahkan dia pernah menyatakannya." Laras.


"Wow! Pantas saja dia begitu yakin padamu." Gladys.


"Dan bisa repot jika Kakak mu tau jika aku berbincang bersama pria lain." Laras.


"Kau memang istri idaman Kak. Bahkan rela berpura-pura tak mengenal teman pria nu demi menjaga perasaan suamimu yang jelas-jelas tak ada bersama mu." Gladys.


"Kita perlu menjaga jarak dengan lawan jenis ketika kita memutuskan menjalin hubungan dengan satu orang. Apa lagi ini hubungan suami istri. Jadi, bersama atau tak bersama pasangan kita sudah seharusnya kita saling menjaga dan menghargai." Jelas Laras.


"Glad bangga pada Kakak." Ucap Glad.


"Eina uga banga tama tata." Ucap Keina membuat dua orang dewasa itu salung pandang dan menyunggingkan senyumannya kemudian mencium pipi gembul Keina bergantian.


"Tata..." Teriak Keina tak terima.


Setelah sampai rumah mereka tak langsung memasuki rumah. Namun, mereka terduduk di teras rumah tanpa beralaskan apapun menikmati es krim yang mereka beli.


Laras dan Gladys membiarkan Keina makan dengan belepotan agar Keina tak terlalu bergantung pada siapa pun.


"Ici... Tata Na au ici." Celoteh Keina meminta cikinya.


"Kau yakin akan memakan cikimu sekarang?" Tanya Gladys.


Keina hanya mengangguk. Gladys membukakan ciki untuknya. Mereka bertiga tampak asik memakan hasil buruan mereka. Tanpa mereka sadari Tuan Ito merekam semua aktivitas ke tiganya hingga semua hasil buruan mereka habis dengan Keina yang sudah di penuhi berbagai macam makanan di bajunya.


Laras segera membawa Keina masuk ke dalam kamarnya untuk di mandikan bersama Gladys juga. Tuan Ito tersenyum melihat tingkah ketiga nya yang bagaikan anak-anak. Rasanya memiliki tiga Keina.


"Taraaaa.... Sudah cantik lagi." Laras.


Karena kenyang dan segar karena sudah mandi Keina pun mengantuk. Tanpa rewel Keina pun tertidur di tempat tidurnya di temani Laras dan Gladys. Ketiganya tertidur dengan berbagai posisi yang tak beraturan.


Tuan Ito mengintip dan benar saja ke tiganya tertidur dengan lasak. Tuan Ito pun kembali mengabadikan momen ketiga cucu menantunya itu. Setelah mendapatkan beberapa hasil jepretan.


"Kau sedang apa?" Tanya Nyonya Laura mengagetkan Tuan Ito.


"Astaga! Kau mengagetkan ku sayang." Ucap Tuan Ito mengusap dadanya.


"Ada apa dengan mu?" Nyonya Laura.


"Lihat." Tuan Ito menunjukkan hasil karyanya pada Nyonya Laura.


Nyonya Laura pun mengambil alih ponsel milik Tuan Ito dan melihat apa yang telah Tuan Ito ambil. Dan Nyonya Laura pun tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Mereka begitu manis bukan?" Tuan Ito.


"Bagaimana bisa mereka tak menyadarinya jika kau mengabadikan mereka?" Nyonya Laura.


"Itulah yang membuatku heran sayang. Mereka begitu menikmati makanan mereka sehingga tak menyadari kehadiran ku." Tuan Ito.


"Biarkanlah mereka beristirahat nanti makan siang di bangunkan." Nyonya Laura.


"Dimana Tita?" Tuan Ito.


"Di kamar. Kepalanya pusing melihat lalu lalang orang-orang." Nyonya Laura.


"Biarkan dia istirahat." Tuan Ito.


"Hm.." Jawab Nyonya Laura singkat.


Lalu mereka pun meninggalkan kamar Keina dan kembali melakukan aktivitas mereka lagi. Ayumi terlihat masih bersemangat menyiapkan acara nanti malam. Sementara Marni saat ini tengah melakukan rutinitas pengantin yang menurutnya tidak perlu tapi Ayumi memaksanya.


"Bi, tolong siapkan makan siang ya untuk mereka." Titah Ayumi.


"Baik Nyonya." Bibik.


Ayumi masuk ke dalam dan melihat orang tuanya tengah berjalan mendekatinya.


"Ayah dan Ibu dari mana?" Tanya Ayumi.


"Tidak dari mana-mana. Ibu hanya melihat anak-anak." Nyonya Laura.


"Tidur." Nyonya Laura.


"Hm.. Baiklah. Biarkan saja mereka tidur." Ayumi.


"Kau tidak ingin melihat sesuatu Yu?" Tuan Ito.


"Melihat apa?" Ayumi.


Kemudian Tuan Ito menyodorkan ponselnya pada Ayumi yang sebelumnya sudah dirinya buka vidio hasil bidikannya. Ayumi tertawa dan menggelengkan kepalanya tak percaya anak menantunya begitu kompak memakan jajanan mereka tanpa memperdulikan sekitarnya.


Setelah itu Ayumi melihat foto mereka bertiga yang tengah tertidur dengan lasaknya. Ayumi menutup mulutnya dan membulatkan matanya melihat foto tersebut.


"Astaga! Mereka seperti bukan perempuan saja tertidur seperti itu." Ucap Ayumi.


"Biarkan saja. Mereka terlalu lelah." Nyonya Laura.


"Bibik sedang menyiapkan makan siang Bu. Mereka biarkan saja tidur. Ayu akan melihat Tita dan Marni." Ayumi.


"Tita biar Ibu saja. Kau lihat besan mu saja." Titah Nyonya Laura.


"Baiklah Bu." Ayumi.


Ayumi pun pergi ke kamar dimana Marni berada. Nyonya Laura menemui Tita di kamarnya. Nyonya Laura mengetuk lerlahan pintu kamar Tita dan terdegar suara Tita meminta masuk.


"Ibu, masuklah." Pinta Tita yang melihat Nyonya Laura.

__ADS_1


"Bagaiamana apa masih pusing?" Nyinya Laura.


"Lebih baik Bu. Dimana Keina? Apa dia rewel?" tit.


"Keina baik-baik saja. Sekarang mereka tertidur di kamar Keina." Nyonya Laura.


"Mereka?" Tita.


"Ya, kedua keponakan mu dan Putri cantikmu." Nyonya Laura.


"Ah, terima kasih Bu." Tit.


"Jangan berterima kasih pada Ibu. Ibu tidak melakukan apapun hanya mengawasi." Nyonya Laura.


Berbincang sebentar kemudian Nyonya Laura mengajak Tita untuk makan siang bersama. Tita pun mengikuti Nyonya Laura keluar dari kamarnya menuju meja nakan.


"Wah, mereka cepat sekali. Dengan sekejap rumah kita menjadi indah." Tita.


"Karena mereka di bayar untuk itu Ta." Nyonya Laura.


"Ya. Ibu benar." Tita.


Sementara Ayumi di kamar Marni. Meskipun awalnya menolak akhirnya Marni mau mengikuti segala yang di tawarkan Ayumi. Tak henti Marni berterima kasih pada Ayumi.


"Apa masih lama?" Tanya Ayumi.


"Tidak. Ini sudah selesai Nyonya." Jawab orang salon.


"Segera bereskan dan kalian pergi makan siang." Titah Ayumi.


"Baik Nyonya." Jawab salah satu di antara mereka.


Ayumi mendekati Marni yang tampak sumringah.


"Mas Burhan akan semakin tergila-gila padamu Mba." Ayumi.


"Ceh, kau bisa saja." Jawab Marni tersipu malu.


"Hm.. Sepertinya Laras akan segera punya adik." Goda Ayumi.


"Tentu tidak Mba. Aku menggunakan kontrasepsi." Marni.


"Hei, kenapa? Buatlah adik untuk Laras." Goda Ayumi.


"Dan aku akan bersaing dengan anakku merawat bayi." Jawab Marni tertawa.


"Hahaha... Kau ini. Nikmatilah kebersamaan Mu dengan suami mu Mba." Ayumi.


"Terima Kasih Mba. Semua karena keluarga ini." Marni.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2