
Hari ini Zizi libur kuliah karena memang setiap weekend tak ada jadwal kuliah. Zizi sedikit bermalas-malasan sebelum dirinya mandi dan keluar untuk membantu Melan menyiapkan sarapan.
"Abang ga ke kantor?" Tanya Zizi yang melihat Andre hanya mengenakan kaos dan celana jeans.
"Loh, kamu belum mandi juga?" Andre balik bertanya. Pasalnya saat dirinya keluar dari kamar mandi Andre meminta Zizi untuk mandi tapi tak di indahkan oleh Zizi karena Zizi masih tertidur.
"Hah! Emang Abang nyuruh Zi mandi." Zizi.
"Astaga! Iya sayang. Kita kan penerbangan pagi." Andre.
"Penerbangan? Emang kita mau pergi? Tapi, Zi belum packing apapun Bang?" Zizi.
"Mami belum bilang?" Andre.
"Bilang apa?" Tanya Zizi yang benar-benar tak tau menau tentang rencana kepergiannya.
"Astaga! Pantas saja. Ya sudah yang terpenting sekarang kamu mandi dulu Yang." Andre.
Zizi pun secepat kilat masuk ke dalam kamar mandi. Sedang Andre menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa ke pulau untuk dua hari kedepan. Andre mendapatkan tiket pulang pergi ke pulau dari Abi.
Saat Andre sibuk menyiapkan pakaian dirinya dan juga Zizi terdengar ketukan di pintu. Andre pun menghentikan aktivitasnya dan membuka pintu kamarnya.
"Loh, kalian belum siap?" Tanya Melan.
"Mami bagaimana kenapa Zizi tak di beritahu kalo kita akan pergi pagi ini. Zizi belum menyiapkan pakaian kita Mam." Kesal Andre pada Melan.
"Santai dong sayang. Mami sudah menyiapkan koper kalian di bawah. Ayo cepat pergi. Nanti terlambat." Titah Melan.
"Jadi Mami.." Ucap Andre terputus.
"Sudah. Ayo. Dimana Zizi?" Melan.
"Masih mandi." Tunjuk Andre pada pintu kamar mandi yang masih tertutup.
"Astaga! Ayo cepat panggil keburu telat." Titah Melan.
Andre pun menggedor pintu kamar mandi dengan cepat Zizi keluar dari kamar mandi yang sudah lengkap dengan pakaiannya karena sebelumnya Zizi sudah mengambil pakaiannya sebelum dirinya masuk kedalam kamar mandi.
"Ayo Yang. Ternyata Mami sudah menyiapakan semuanya." Ajak Andre.
"Kita mau kemana sih Bang?" Tanya Zizi yang bingung snediri.
"Nanti Abang ceritakan sekarang kita pergi dulu." Andre.
"Tapi,. Zi belum sarapan." Rengek Zizi.
"Ini bekal untuk kalian makanlah saat di pesawat nanti. Karena tidak akan cukup waktu jika kalian makan di rumah." Melan.
__ADS_1
"Mami tau kita mau pergi?" Tanya Zizi.
"Tentu sayang. Hati-hati di jalan ya. Bye... Happy honeymoon baby..." Teriak Melan karena Andre dan Zizi sudah memasuki mobil.
"Honeymoon.." Gumam Zizi saat mendengar sayup-sayup suara Melan.
"Jadi kita..." Ucap Zizi dan Andre bersamaan.
"Honeymoon."
Sesaat suasana di dalam mobil hening hanya suara deru mobil yang terdengar. Zizi dan Andre sibuk dengan fikiran masing-masing.
"Bang," Panggil Zizi memecah suasana.
"Ya." Jawab Andre singkat.
"Hm..."
"Kenapa?" Andre.
"Tidak." Zizi.
"Jika kamu belum siap kita bisa hanya berjalan-jalan saja di sana. Abang tidak enak menolak pemberian Papi dan Mami." Andre.
"Iya Bang." Zizi.
Sampai di villa Zizi di buat takjub dengan pemandangan di sana. Dan seketika tubuhnya terasa kaku ketika melihat tak ada sekat penutup di sana. Villa yang di sewa oleh Abi dan Melan benar-benar di peruntukkan untuk pasangan berbulan madu.
Sama seperti Zizi Andre pun merasa terkejut namun dirinya dengan cepat menetralkan raut wajahnya. Andre dengan santai membawa koper mereka ke dekat lemari untuk di simpan di sana.
"Zi, mandilah Abang ke luar dulu mencari makan siang untuk kita." Pamit Andre.
"Hah! Iya Bang." Jawab Zizi gugup.
Kali ini Zizi terbebas dari rasa malunya karena Andre keluar dari kamar. Zizi pun segera membersihkan badannya yang terasa lengket selama perjalanan. Dan naasnya pakaian yang di bawa Melan semuanya tak sesuai harapan.
Zizi pun tak mungkin menggunakan pakaian yang dia pakai tadi pagi. Alhasil dirinya menggunakan bathrobe kembali setelah mengenakan pakaian yang begitu seksi menurutnya.
"Loh, sayang. Belum pake baju? Ga bisa di buka kopernya?" Tanya Andre yang baru saja datang dengan nampan di tangannya.
"Hm... Sudah. Kopernya sudah bisa di buka kok." Ucap Zizi gemetar.
"Lalu kenapa masih pakai bathrobe sayang? Nanti masuk angin." Andre.
"Hmm... Lebih akan masuk angin kalo ga pake ini Bang." Zizi.
"Hah! Mana bisa begitu Sayang." Ucap Andre gemas.
__ADS_1
Karena kesal Zizi pun membuka bathrobe nya dan menampilkan dirinya yang hanya menggunakan kain tipis pakaian dinas malam yang di bawakan Melan.
"Nih, coba Abang percaya?" Tanya Zizi santai.
Tanpa menjawab Andre mendekati Zizi yang hanya menggunakan pakaian dinas. Bukan maksud Zizi menggoda Andre hanya saja Zizi ingin membuat Andre percaya jika dirinya akan lebih masuk angin menggunakan pakaian itu dari pada menggunakan bathrobe.
"Sayang," Bisik Andre si telinga Zizi.
Deg...
"Astaga! Apa yang gw lakuin. Aduh.. Kepalang basah deh. Lagian Mami ngapain sih bawain gw pakaian kaya gini." Batin Zizi.
Tanpa aba-aba benda kenyal milik Andre pun bersilaturahmi dengan milik Zizi. Hanya Andre yang tampak antusias dalam kunjungannya kali ini. Zizi hanya diam menahan nafasnya. Kemudian Andre pun mengehntikan acara silaturahmi nya.
"Nafas sayang. Nikmati saja." Andre.
"Bang," Panggil Zizi dengan gemetar.
"Astaga! Maaf sayang. Abang terbawa suasana. Kalo begitu kamu boleh mengenakan bathrobe nya lagi." Ucap Andre melepaskan Zizi.
Kemudian Andre duduk di sofa yang ada di sana dan membuka menu makan yang di bawanya.
"Kemarilah. Makan dulu. Pasti kamu udah laper kan." Ajak Andre tanpa melihat ke arah Zizi.
Zizi melangkahkan kakinya mendekati Andre. Dengan sedikit ragu karena takut Andre menolaknya Zizi pun duduk di pangkuan Andre dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Andre.
"Bang, maafin Zi ya. Seharusnya kita sudah melakukannya beberapa minggu yang lalu setelah pernikahan kita. Tapi, Abang harus menahannya begitu lama. Jika hari ini adalah waktunya Zi ikhlas Bang." Jelas Zizi.
"Sayang." Ucap Andre.
"Lakukanlah Bang. Bukankah Zizi milik Abang?" Zizi.
"Kamu yakin?" Tanya Andre yang memang sudah di liputi kabut gairah. Apa lagi dengan posisinya sekarang ini.
"Zizi yakin Bang. Zizi tidak ingin menjadi istri yang durhaka karena menolak ajakan Abang untuk beribadah. Karena walau bagaimana pun Abang adalah suami Zizi. Abang berhak tasa diri Zizi." Zizi.
"Terima kasih sayang." Ucap Al
"Tapi..." Ucap Zizi menggantung.
"Tapi apa?" Andre.
"Pelan-pelan ya Bang." Bisik Zizi di telinga Andre.
"Tentu sayang. Menurut orang akan sakit tapi Abang tidak akan menyakiti kamu.." Andre.
Gaaaaassss...
__ADS_1
🌻🌻🌻