Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kaki Zizi


__ADS_3

Sore hari Zizi dan Keina berenang. Kemudian Daffin pun ikut berenang bersama setelah pulang dari lesnya. Jadilah mereka bertiga berenang. Mereka bertiga bahkan berlomba. Saling tawa dan teriakan mereka bertiga terkadang membuat para Mama di taman sedikit terkejut.


"Astaga! Mereka mengejutkan sekali sih." Olla.


"Biarkan saja." Melan.


"Keina pun masih seperti anak kecil saja." Tita.


"Dia bermain bersama kedua adiknya jadi biarkan saja." Melan.


Zio dan Raya datang. Raya ikut bergabung karena Zio memintanya ikut menginap setelah meminta ijin orang tua Raya sebelumnya. Raya duduk di tepi kolam renang memperhatikan ketiga orang tersebut berenang.


"Ray, ayo ikut berenang." Ajak Keina.


"Ih, kalian aja deh. Gw ga bawa baju." Raya.


"Pake punya gw aja di kamar." Keina.


"Ngga." Raya.


"Ceh, kau bilang saja malu pada Bang Zio." Ucap Keina.


Raya terdiam dan menundukkan kepalanya. Itulah alasan yang sebenarnya. Dirinya malu memperlihatkan lekuk tubuhnya di hadapan Zio. Walaupun pakaian renang Keina masih terlihat sopan.


Zayn datang bersama Nio. Zayn memperingatkan sang adik untuk menyelesaikan renangnya karena sudah terlalu lama di air. Begitulah Zayn yang selalu over pada adiknya.


"Sebentar lagi saja Bang." Zizi.


Ken dan Daren datang bersamaan dengan Abi dan Andre. Mereka masuk bersamaan. Ken langsung menanyakan keberadaan Keina pada Tita.


"Dimana Kein sayang?" Ken.


"Kein berenang bersama Daffin dan Zizi." Tita.


"Sayang, sudah cukup lama kalian berenang." Teriak Ken pada anak-anaknya.


"Daddy.." Teriak Keina kemudian berlari ke arah Ken.


"Jangan berlari sayang." Peringat Daren.


Keina menghambur kedalam pelukan Ken hingga membuat pakaian yang di kenakan Ken basah. Tapi, itu semua tak membuat Ken marah. Ken membiarkannya malahan Ken membalas pelukan Keina dengan erat.


"Kamu tidak malu manja begini sama Daddy sementara calon suami mu ada di sini." Ken.


"No Dad. Biarkan saja." Keina.


Melihat Ken tak hanya datang sendiri Zizi pun berinisiatif keluar dari kolam di susul oleh Daffin. Saat hendak berjalan menuju tempat dimana handuknya di simpan Zizi tiba-tiba saja terjatuh.


Bruug...


"Aww..." Ringis Zizi.


"Astaga! Zizi." Teriak Keina, Daffin dan Raya.

__ADS_1


Mereka bertiga mendekati Zizi untuk menolongnya.


"Aw,," Ringis Zizi saat dirinya sudah berdiri di bantu Daffin.


"Are you oke Zi?" Daffin.


"Hm... Sepertinya kaki Zi terkilir Daff." Zizi.


"Apa! Ayo naik biar Daf gendong Zi." Daffin.


"Ngga perlu Daff." Ucap Zizi.


"Tapi, kamu akan kesulitan berjalan." Daffin.


"Kau gendong saja Daf cepat." Keina.


"Duduk kan saja dulu di sana biar gw liat kakinya." Titah Raya yang memang pandai dengan urusan kaki terkilir.


Dengan sigap Daffin pun menggendong Zizi ala bridal dan mendudukkan Zizi di bangku yang ada di samping kolam renang. Yang lain hanya mengikuti saja. Raya pun melihat pergelangan kaki Zizi.


"Kenapa sudah membengkak seperti ini?" Gumam Raya.


"Kenapa Ray?" Keina.


"Sepertinya kamu terjatuh sebelumnya Zi?" Raya.


"Hm... Kok Kakak tau?" Zizi.


"Kapan?" Raya.


Deg..


Adrian tau jika dua hari yang lalu Zizi terjatuh saat menghindarinya dan Adrian membiarkannya begitu saja tanpa ingin membantunya.


"Kenapa kau sangat ceroboh." Keina.


"Zi kepleset Kak. Dan ga ada orang di sana yang bisa bantu Zi. Akhirnya Zi paksakan untuk berjalan." Ucap Zizi.


"Kita ke rumah sakit." Raya.


"Kak, itu pasti akan sakit." Rengeknya.


"Dan akan jauh lebih sakit jika kamu diamkan Dek." Raya.


Zizi menunduk dengan air matanya yang terus turun. Semua bingung harus berkata apa. Olla mendekati putrinya.


"Sayang, kakak benar nanti lukamu akan semakin sakit. Bagaimana nanti kalo Adek ga bisa jalan? Adek ga malu?" Olla.


"Zizi takut Bun." Zizi.


"Tenanglah. Nanti ada Bunda dan Kakak yang akan menemani Zi. Ada Abang-abang juga oke." Olla.


"Baiklah." Zizi.

__ADS_1


Zayn pun membawa adiknya masuk ke dalam kamar mandi di kamar Keina. Olla dan Keina membantunya untuk membersihkan dirinya kemudian Raya menunggunya di luar. Setelah selesai Zayn pun menggendongnya Kembali ke walk in closet.


Setelah selesai Raya pun keluar mencari Zio kemudian memintanya untuk membawa Zizi ke mobil karena akan di bawa ke rumah sakit. Saat Zizi dalam gendongan Zio pandangan matanya bertemu dengan Andre namun Zizi buru-buru memutus pandangannya.


Sampai di rumah sakit. Zizi di temani Olla dan Raya seperti yang di janjikan Olla tadi. Raya menahan sakitnya yang luar biasa dengan menggenggam tangan Olla dan Raya. Setelah selesai dokter mengijinkan Zizi pulang.


"Bagaimana Zi? Lebih baik?" Tita.


"Iya Onty." Zizi.


"Kau anak kuat Zi." Ken.


"Tapi, minggu depan Zi ujian Oncle bagaimana ini." Zizi.


"Minggu depan kaki mu sudah pulih Nak." Ken.


"Tidak Oncle. Dokter bilang setidaknya butuh waktu cukup lama hiks hiks." Zizi.


"Kamu jangan khawatir sayang. Nanti Bang Andre akan membantu kamu." Melan.


"Hah! Ngga usah Mam. Nanti supir Ayah akan membantu Zizi." Tolak Zizi.


"Sudah tidak apa-apa. Bila perlu Abang Mami suruh menunggu mu hingga usai di sekolah." Melan.


"Tidak usah Mam itu akan merepotkan. Abang harus bekerja." Zizi.


"Betul itu Mam. Lagian kan ada Daffin. Nanti biar Daffin saja yang membantunya." Andre.


"Tidak ada penolakan. Itu sudah keputusan bulat tidak bisa di rubah." Melan.


Zizi menatap Keina dan Keina menganggukkan kepalanya. Kini semua berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam mereka setelah ketegangan di sore tadi. Melan melayani Zizi calon menantunya.


"Mam, apa kau tidak akan memanjakan Kein?" Goda Keina.


"Tak perlu. Kau sudah sehat dan tunangan mu ada di samping mu." Melan.


"Ck, Mami. Bukankah Andre pun ada di dekat Mami." Keina.


"Astaga! Kau benar. Dre, ayo sini kau bantu Zizi makan." Ucap Melan memberikan tempat duduknya.


"Mam," Protes Andre.


"Sudahlah Mel. Anak gw bisa kok makan sendiri. Lagian kan yang sakit kakinya bukan tangannya." Olla.


"Kau ini ibunya tapi tak ada belas kasihannya. Bagaimana jika Zizi menginginkan lauk yang jauh dari jangkauannya." Melan.


Olla hanya mendengus mendengar jawaban dari Melan. Olla tau jika Zizi belum terbiasa berada dekat Andre. Namun, Olla berfikir. Mungkin ini saatnya untuk Andre dan Zizi bisa saling mengenal.


Andre dan Zizi makan dalam diam mereka. Hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar saling beradu. Keduanya masih diam tanpa suara.


Sejujurnya Zizi merasa seluruh tubunya melemah saat berdekatan dengan Andre. Entah perasaan apa itu. Entah karena takut atau bahagia berada di dekat Andre entahlah. Karena perjodohan antara dirinya dan Andre selalu di tolak oleh Andre secara terang-terangan.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2