
Sampai di kediaman Ito. Tuan dan Nyonya Ito, Laras dan Gladys menyambut kedatangan Ken, Tita dan Keina. Turun dari mobil Keina langsung berlari menghambur ke dalam pelukkan Opanya.
"Opa,,,," Panggilnya sambil memeluknya erat.
Tuan Ito yang berdiri dengan tumpuan lututnya menyambut hangat cucu kesayangannya. Nyonya Laura merentangkan tangannya untuk Tita dan Tita pun menyambutnya.
"Kami sangat merindukan kalian sayang." Ucap Nyonya Laura.
"Maaf kami pergi terlalu lama Bu." Tita.
"Selamat datang kembali di rumah." Ucap Gladys pada mereka bertiga.
"Tata..." Panggil Keina kemudian beralih dari pelukkan Opanya pada Gladys dan Laras.
"Apa kalian akan tetap disini ayo masuk." Ajak Ken.
"Hah... Betul sekali. Ayo masuklah. Kalian pasti sangat lelah.
"Dimana Kak Ayu?" Tita.
"Bunda pergi ke butik Onty. Ada klien penting. Kami kira kalian akan datang sore nanti." Gladys.
"Ya, maafkan kami. Kemarin hanya memberitahukan Anton untuk menjemput kami." Tita.
"Tidak masalah sayang." Tuan Ito.
Tak ada kata lelah Keina langsung membongkar mainan yang baru di belinya saat di negara orang. Keina menunjukkannya satu persatu pada kedua kakaknya dan Omanya. Keina pun langsung meminta Gladys dan Laras untuk menemaninya bermain.
Tuan Ito dan Ken membicarakan pekerjaan di ruang kerja. Sementara Tita berpamitan ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Tita pun memberikan satu koper oleh-oleh untuk semua pekerja di kediaman Ito tak lupa juga satu koper oleh-oleh untuk keluarganya.
Tita meminta Gladys dan Laras untuk membukanya karena semua telah di berinama oleh Tita jadi tak akan tertukar. Kepergian mereka memang tidak untuk jalan-jalan tapi Tita meminta orang Mikha untuk membelikan oleh-oleh khas sana untuk keluarga dan para pekerja.
Setelah membersihkan dirinya Tita menghampiri Keina yang tengah asik bermain bersama Laras dan Gladys dengan pantauan Nyonya Laura.
"Bagaimana kemarin? Semua berjalan lancar?" Tanya Nyonya Laura.
"Alhamdulillah iya Bu. Paman di tempatkan teoat di samping makan Bibi sesuai permintaannya." Tita.
"Syukurlah. Bagaimana Mikha?" Nyonya Laura.
"Mikha dan Angel terlihat lebih tegar Bu. Mungkin karena mereka melalui proses merawat Paman dari pada Tita." Jawab Tita dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kalian harus kuat dan rukun. Orang tua kalian pasti tidak menginginkan memiliki anak-anak yang rapuh." Nyonya Laura.
"Ya Bu. Walaupun Tita begitu terpukul. Tapi, Mas Ken benar hidup masih terus berlanjut. Ada Keina yang membutuhkan Tita." Tita.
"Kau benar sayang. Ada kami juga yang akan selalu ada untuk kamu." Nyonya Laura.
__ADS_1
"Terima kasih Bu. Tita sangat beruntung. Bahkan Bukan hanya Ibu dan Ayah. Tita dan Kak Nio pun memiliki orang tua baru yakni Bapak dan Ibu." Tita.
"Kau benar sayang. Sayangilah mereka seperti kau menyayangi kami nak." Nyonya Laura.
"Onty, kau membelikan oleh-oleh untuk Ibu dan Ayah?" Laras.
"Tentu saja. Mereka orang tua Onty." Tita.
"Terima kasih Onty. Tapi, bagaimana menberikannya? Apa kita akan kesana?" Laras.
"Kau begitu merindukan mereka?" Tita.
"Tentu." Laras.
"Ajaklah suamimu berkunjung ke sana sebelum kalian pergi berbulan madu nanti." Tita.
"Memang Paman dan Bibi tidak akan datang di pernikahan Glad?" Gladys.
"Akan sangat berbeda rasanya ketika kita yang berkunjung dan di kunjungi Glad." Nyonya Laura.
"Kau akan merasakannya nanti ketika kau sudah tinggal bersama Mama dan Papa mertuamu. Dikunjungi kami di sana dan mengunjungi Kami disini." Tambah Tita.
"Hmmm... Kenapa terdengar menyedihkan." Gladys.
"Tidak akan menyedihkan jika kamu menikmati setiap prosesnya." Laras.
"Elti Abang Zayn ya My edih alo Eina indal." Celetuk Keina yang mereka fikir Keina tak menghiraukan pembicaraan mereka.
"Hah! Iya sayang. Tapi tidak akan lama. Karena kita akan sering bertemu." Tita.
Perbincangan mereka pun terus berlanjut. Keina masih belum mau mandi. Ken menghampiri Tita dan memintanya menyiapkan pakaian santainya karena Ken akan mandi. Begitupun Tuan Ito yang meminta Nyonya Laura menemaninya.
"Sebentar lagi suami Kakak datang dan akan meninggalkan Glad dan Keina." Gladys.
"Kau akan merasakannya nanti Gladys." Laras.
Mereka bertiga pun asik bermain. Hingga tak mendengar Ayumi, Rehan dan Gagah datang. Rehan dan Gagah datang terlambat karena keduanya ada jadwal operasi. Sementara Ayumi harus menemui kliennya.
"Loh, cantiknya Bunda sudah datang? Kapan datang?" Tanya Ayumj yang melihat Keina tengah bermain bersama Gladys dan Laras.
"Sekitar tiga jam yang lalu Bun." Jawab Laras.
Bukan menghambur ke dalam pelukan Ayumi Keina malah berlari menuju Rehan yang berada di belakang Ayumi. Ayumi pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis kecilnya.
Laras menghampiri Gagah mencium punggung tangannya dan Gagah mendaratkan ciuman hangatnya di pipi Laras. Ayumi melihat keduanya dan hatinya begitu menghangat.
Ayumi pun menciumi pipi gembul Keina menyalurkan rasa rindunya dan rasa bahagianya melihat Laras dan Gagah yang akur. Ayumi pun memeluk Keina dan Rehan bersamaan.
__ADS_1
"Aaa.... Kalian mengabaikan Glad." Teriak Gladys.
"Ulu....ulu... Kesayangan Bunda cemburu rupanya." Ayumi.
"Jahat Huhuhu...." Rajuk Gladys berpura-pura menangis.
Ayumi mendekatinya memeluk Gladys dengan erat kemudian menciumi seluruh wajahnya membuat Gladys merasa risih.
"Bundaaa...." Protes Gladys.
Semua pun tertawa termasuk Keina. Jangan lupakan wajah Gladys yang memerah karena ulah Ayumi. Rehan menurunkan Keina kemudian beralih pada Gladys dan melakukan hal yang sama seperti Ayumi.
"Ayaaah..." Teriak Gladys yang mendapatkan serangan dari Rehan.
Setelah Rehan melepaskannya kini giliran Gagah yang melakukannya dan Gladys pun kembali berteriak. Tita segera keluar mendengar teriakan Gladys. Tita sedikit berlari dan ternyata keponakannya itu tengah di kerjai oleh Orang tua dan Kakaknya.
"Kak.Laras tolong Glad. Suami Kakak jahat nih." Teriak Gladys tersendat.
Namun, bukan menolongnya Laras malah menertawakannya. Tita yang melihat hal itu pun kembali ke dalam kamarnya. Bersamaan dengan masuknya Tita Ken keluar dari kamar mandi.
"Dari mana sayang?" Tanya Ken.
"Barusan Tita dengar Glad menjerit dan ternyata Kak.Rehan, Kak Ayu dan Gagah tengah mengerjainya dengan menciumi Glad." Tita.
"Astaga! Mereka ini. Sudah tau Glad paling tidak suka di ciumj begitu mereka terus saja melakukannya." Ken.
"Ya begitulah." Tita.
"Apa mereka melakukannya seperti ini." Ucap Ken kemudian mendaratkan ciuman bertubi-tubi pada seluruh wajah Tita.
"Mas...." Protes Tita.
"I love you sayang." Ucap Ken di akhir aksinya.
"Love you too Daddy.." Tita.
"Apa si merah telah usai?" Ken.
"Kau begitu tak sabar sayang. Baru saja sepuluh hari. Masih ada tiga puluh hari lagi." Tita.
"Sayang..." Rengek Ken.
"Tita akan menyerahkannya jika si merah telah usai." Goda Tita.
"Ah, sayang, kau memang selalu tau apa yang aku mau." Ken.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏