
Setelah kata sah bergema di ruangan tersebut kini berubahlah status Gladys menjadi nyonya Angga. Lantunan do'a-do'a pun terpanjat. Tangis haru dari dua pasang orang tua pun tak terelakkan lagi.
Keina berlari menuju Ken dan Tita dari pangkuan Tanio karena jarak keduanya duduk tak begitu jauh. Keina duduk di pangkuan Ken kemudian Tita pun bergelayut manja pada Ken dan berbicara dengan Keina yang juga menyandarkan kepalanya di dada Ken.
Seketika hati Jessie bertambah panas. Karena sikap Tita menurutnya seolah menunjukkan jika dirinya jauh lebih bahagia di bandingkan Aldi dan dirinya. Udara ruangan yang begitu dingin pun terasa panas bagi Jessie.
Ketika Ken, Tita dan Keina tertawa pun seolah menertawakan dirinya. Semua hal baik dari Tita kini di salah artikan oleh Jessie. Entah pengaruh dari mana yang membuat Jessie akhirnya seperti itu.
"Sayang, ayo kita ke sana. Anak-anak ingin minum." Ajak Aldi pada Jessie membuyarkan lamunan Jessie.
"Hah! Iya." Jawab Jessie mengikuti Aldi dan kedua anaknya.
Sebenarnya Aldi pun hanya berdalih karena dirinya tau Jessie sudah memasang wajah lain sejak duduk di sampingnya tadi. Semua hanya karena Tita dan Ken duduk di hadapan mereka. Aldi sangat bingung bagaimana meyakinkan Jessie jika dirinya memang tak pernah ada hati untuk Tita.
Bahkan dulu saja dirinya hanya bermain-main dengan Tita. Hanya karena dirinya tak ingin di cap jomblo oleh teman-temannya. Tapi tak di pungkiri di awal melihat Tita dan Ken dirinya pun ada sedikit rasa cemburu apalagi setelah tau jika Tita bukan orang main-main.
Aldi sangat menyesal karena telah membuang berlian begitu saja. Tapi, dirinya pun bersyukur dengan segala perlakuannya pada Tita dirinya tak pernah mendapatkan balasan kejahatan dari Tita. Bahkan Tita membalasnya dengan segala hal kebaikan dan itu membuatnya begitu malu.
"Sayang, tolong Axel minum. Mas bantu Abian." Aldi.
"Hah! Iya." Jawab Jessie namun dirinya masih tetap diam sehingga membuat Axel mengambil gelasnya sendiri.
Prang...
"Astaga! Sayang. Apa yang kamu lakukan? Axel kenapa ga bilang sama Mami kalo mau minum. Axel tau itu kaca nak." Teriak Jessie seolah anaknya lah yang salah.
Salah seorang petugas pun membantunya membereskan pecahan gelas. Aldi menurunkan Abian kemudian mengambil Axel dan memberinya minum. Axel yang hampir menangis menuruti saja apa yang Ayah nya berikan.
"Ada apa?" Tanya Artur pada Aldi.
"Nanti Aldi ceritakan di rumah Pi." Artur.
Dan Artur pun mendengar apa yang menantunya katakan. Artur mengambil Abian dan kembali menemui istrinya.
"Ada apa Pi?" Tanya Aiko.
"Axel tidak sengaja memecahkan gelas." Artur.
"Owh! Astaga! Terus ga apa-apa? Axel ga kena?" Aiko.
"Tidak. Aldi sudah bersamanya sekarang dan petugas sudah membersihkan pecahan kacanya." Artur.
"Lantas dimana Jessie?" Aiko.
__ADS_1
"Sudah bersama Aldi dan Axel." Artur.
Aiko hanya menganggukkan kepalanya. Kenapa Jessie teledor terhadap anaknya. Padahal selama ini Jessie selalu perhatian terhadap kedua anak kembarnya. Namun, Aiko tak ingin merusak suasana bahagia acara pernikahan keponakannya.
Setelah serangkaian acara ijab kabul selesai sekarang semua bersiap untuk menghadiri acara resepsi. Semua keluarga kembali ke kamar masing-masing setelah para tamu undangan untuk ijab pulang dan akan berganti undangan resepsi.
Karena masih nanti siang jadi ada waktu untuk bersantai sejenak. Ken berinisiatif mengajak Keina dan Tita bermain di taman dekat hotel sejenak sambil mengisi waktu senggang.
Tak hanya Ken dan keluarga di sana juga ada Tanio dan keluarganya. Keina, Zio dan Zayn bermain bersama. Zio bertugas menjaga Zayn dan Keina dengan pengawasan baby sitter tentunya.
"Ta, gimana? Jadi mau buka cafe?" Olla.
"Cafe apa?" Ken.
"Buat ngisi waktu kita Mas. Tita belum ngomong sama Mas. Soalnya Tita juga masih fikir-fikir." Tita.
"Selama itu tidak membuat mu lelah boleh sayang." Ken.
"Nah, tuh gimana?" Olla.
"Nanti kita bicarain lagi ya Kak." Tita.
"Begitu tuh Sayang Tita. Dari dulu dia mah begitu." Tanio.
"Kalo di suruh pasang infus bisa ya dek." Tanio.
"Nah, kalo itu bisa." Tita.
"Buat anak juga ya sayang." Goda Ken.
"Mas ih... Mesum. Ga malu apa sama iparnya." Tita.
"Ceh, dia lebih parah dari Mas sayang. Kamu belum tau aja." Ken.
"Iih,,, Ayang suka bilang-bilang Ken ya." Olla.
"Cuma godain dia aja sayang pas dia belum nikah. Itu juga sama Abi juga." Tanio.
"Kamu sih Yang ngumpetnya kelamaan coba dari dulu kita ketemunya." Ken.
"Ceh, kalo dari dulu ketemunya terus mau apa?" Tita.
"Mau Mas nikahin lah kamunya." Ken.
__ADS_1
"Masa sih sayang." Tita.
Mereka pun tertawa bersama. Secara kebetulan Jessie melintas bersama Abian. Jessie melihat Tita dan yang lainnya tengah tertawa riang. Namun, entah mengapa Jessie merasa mereka tengah menertawakannya.
Jessie menghentakkan kakinya kemudian berjalan dengan cepat tanpa menghiraukan Abian bersamanya. Abian yang melihat Maminya berjalan meninggalkannya begitu saja pun menangis sejadinya.
Ken dan yang lainnya mendengar ada anak menangis mengira Zio atau Keina namun mereka tengah bermain dengan tenang. Olla melihat anak kecil di trotoar.
"Sayang itu." Tunjuk Olla.
Mereka pun menjerit bersama ketika Abian terlihat akan berjalan ke arah tengah jalan. Tanio yang lurus sejajar dengan arah Abian pun segera berlari dan menangkap Abian. Membawanya ke tepi tanpa menghiraukan sekitar Tanio pun terjatuh mengenai batu sehingga tangannya terluka karena menopang dirinya dan Abian.
"Abian." Ucap Ken dan Tita.
"Kalian mengenalnya?" Olla.
"Dia anak dari Jessie." Ken.
"Hah! Olla dan Tanio.
"Sayang, tangan kamu luka." Olla.
"Ayo kita ke bagian kesehatan." Ajak Tita.
Olla pun meminta baby sitter membawa ke dua anaknya dan Keina. Mereka semua pergi ke layanan kesehatan yang terdapat di hotel Ken. Tanio mendapatkan perawatan pada lukanya. Untung saja lukanya todak terlalu dalam.
"Bagaimana bisa Si breng shek itu meninggalkan anaknya begitu saja." Umpat Tanio.
"Sabar Kak. Anak-anaknya tak mengerti apa-apa." Ken.
"Dimana sekarang anak itu?" Tanio.
"Bersama Kak Olla dan Tita juga anak-anak." Ken.
"Dimana otaknya orang itu hingga menelantarkan anaknya begitu saja." Tanio.
Ken segera menghubungi seluruh keluarganya kecuali Gladys dan Angga si pengantin baru. Ken mengumpulkan mereka di rooftop sebelum acara di mulai. Sementara Aldi tengah di landa kecemasan mencari anaknya yang hilang karena di tinggalkan Jessie begitu saja.
Jessie hanya bisa menangisi keteledorannya sambil mendekap Axel. Saat Aldi menerima pesan dari Ken yang meminta semuanya berkumpul di rooftop. Aldi meremas rambutnya. Belum anaknya di temukan Ken malah meminta semuanya berkumpul.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1