Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Permintaan Maaf


__ADS_3

Ayumi menatap Tita yang kembali diam membaca novel di tangannya. Laras menatap Ibu mertuanya sedih. Ayumi menarik nafas dalam kemudian membenarkan posisi duduknya menghadap Tita.


"Ta," Panggil Ayumi.


"Hmm..." Jawab Tita tak terganggu membacanya.


"Kakak minta maaf." Ayumi.


"Untuk?" Tanya Tita dengan tatapan masih fokus pada novelnya.


"Kakak tau Kakak egois. Kakak udah nyakitin hati Ibu sama Ayah. Kakak juga udah menyinggung perasaan kamu sama Ken. Kakak minta maaf ya." Ayumi.


"Ya." Jawab Tita singkat tatapannya maish belum beralih pada novel.


"Titaaa,,, kok jawabnya gitu sih. Kamu marah banget ya sama Kakak." Rajuk Ayumi.


Tita diam tak menggubris rajukan Ayumi.


"Titaaa..." Rengek Ayumi lagi.


Tita menutup novelnya dan menarik nafas dalam. Laras sedikit takut namun Ayumi masih memasang tampang memelasnya.


"Kakak,,, Karena Kakak belum merasakan rasanya kehilangan orang tua jadi Kakak ingin sekali lepas dari Ibu dan Ayah. Kakak fikir Ibu dan Ayah sebagai pengganggu dan hidup Kakak dan keluarga Kakak tidak bebas karena adanya mereka.


Tapi, Tita berbeda dengan Tita Kak. Tita sudah kehilangan Ibu dan Ayah sejak Tita kecil. Memiliki Ibu dan Ayah juga kalian adalah hal yang paling bahagia dalam hidup Tita. Tapi, jika kalian merasa dengan adanya Tita kalian terganggu Tita bisa apa. Yang Tita ingin lakukan sekarang hanya membuat orang tua kami aku dan Mas Ken bahagia itu saja." Jelas Tita panjang lebar.


Tangis Laras pecah dan langsung menghambur pada Tita. Ayumi masih diam menundukkan kepalanya.


"Maafin Suami Laras juga Laras Onty. Laras juga ga mau kehilangan kalian Laras bahagian tinggal bersama kalian. Karena kalian Laras bisa memiliki keluarga yang utuh kembali. Kalian keluarga Laras. Huhuhuuuu... Laras sama Kak Gagah ga akan pindah dari rumah ini Kak. Kami bahagia disini." Ucap Laras di iringi dersi tangisnya dalam pelukkan Tita.


Tita meneteskan air matanya dalam diam. Ayumi menatap keduanya kemudian menghambur memeluk adik dan menantunya. Mereka bertiga saling berpelukkan dan menangis.


"Maafin Kakak Ta. Maaf. Kakak selalu mementingkan ego Kakak. Maaf. Bukan maksud Kakak terganggu dengan kehadiran kalian. Kakak sayang kalian semua. Kakak bahagia berada dekat dengan kalian." Ayumi.


Tita melerai pelukannya dan menatap Ayumi dan Laras bergantian. Tita mengusap lelehan air mata di pipinya. Tangannya terulur meraih tangan Ayumi dan Laras.


"Kak, Ras. Ada dua hati yang kalian patahkan di sana. Tita bisa memaklumi dan memaafkan keinginan kalian. Tapi, Mereka. Datangilah mereka dan mintalah maaf pada mereka." Tita.


Keduanya kembali menghambur memeluk Tita mengucapkan terima kasih yang teramat dalam padanya.


Saat ketiganya saling berpelukkan Bibi datang membawakan pesanan Tita untuk di bawa ke kebun. Ayumi terheran melihat bibi membawa sebuah keranjang dan topi.


"Kamu mau kemana?" Ayumi.

__ADS_1


"Tita mau menyusul mereka ke kebun." Tita.


"Mau makan di sana?" Ayumi.


"Bukan makan berat hanya beberapa cemilan dan minum." Tita.


"Boleh Laras ikut?" Laras.


"Kakak juga?" Ayumi.


"Boleh. Siapa yang akan melarang kalian." Tita.


"Bi, ambilkan topi untuk kami. Dan tambahkan gelas minumnya untuk kami." Titah Ayumi.


"Baik Nyonya." Jawab Bibi kembali kedalam untuk mengambilkan topi dan dua gelas tambahan untuk Ayumi dan Laras.


Tak lama bibi pun datang dengan pesanan di tangannya. Dengan antusias Laras dan Ayumi segera memakai topi mereka dan bangkit dari duduknya. Tita hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.


"Sudah siap?" Tita.


"Sudah." Jawab Ayumi dan Laras kompak.


"Ayo..." Ajak Tita.


Mereka bertiga berjalan bersama menuju kebun. Bibi tersenyum melihat mereka bertiga yang sebelumnya nangis sekarang tertawa bahagia hanya karena makan cemilan di kebun. Hal yang sangat sederhana bisa membuat mereka bahagia.


"Haiii, cantiknya Mommy.." Sapa Tita.


"Ayah, Ibu ayo kita istirahat dulu. Tita bawakan cemilan dan air minum." Ajak Tita.


Tuan dan nyonya Ito mengehentikan pekerjaan mereka dan melihat Tita datang tak sendiri melainkan bersama Ayumi dan Laras. Nyonya Laura mengernyitkan dahinya melihat Ayumi yang ikut bersama Tita.


Jika hanya Laras mereka tak heran karena beberapa kalia Laras pernah ikut dengan mereka. Tapi, Ayumi putri pertamanya. Sejak kebun itu di buat tak pernah sekalipun Ayumi datang menginjakkan kakinya di kebun.


"Ibu, kenapa Ibu menatapku seperti itu?" Tanya Ayumi yang melihat tatapan Ibunya.


"Semoga panen kali ini melimpah ruah." Jawab Tuan Ito.


"Amin." Tita dan Laras.


"Amin. Memangnya kenapa?" Tanya Ayumi tak mengerti.


"Karena suatu keanehan putri Ayah mau datang ke kebun." Tuan Ito.

__ADS_1


"Ayah.... Memang Ayu tidak boleh datang ke sini?" Ayumi.


"Tidak ada yang melarang mu. Hanya kaki mu mungkin sangat enggan melangkah ke area kotor ini." Tuan Ito.


"Iiih,,, Ayah." Ayumi memeluk Tuan Ito.


"Maafin Ayu ya Yah Bu. Ayu selalu menyakiti hati kalian." Ucap Ayumi pada Tuan dan Nyonya Ito.


"Kami sudah memaafkan kamu sebelum kamu memintanya." Nyonya Laura.


"Terima kasih Bu." Ayumi.


"Opa, Oma. Laras dan Kak.Gagah juga minta maaf ya. Laras dan Kak Gagah akan tetap tinggal di sini. Karena Disinilah Laras mendapatkan keluarga. Jika di rumah sendiri Laras tak memilikinya. Laras hanya sendiri dan diam menunggu Kakak pulang." Ucap Laras.


"Sudahlah. Kami sudah memaafkan kalian. Kami pun meminta maaf karena keegoisan kami kalian mereka tertekan. Dimana pun kalian akan tinggal hanya satu permintaan kami. Jangan pernah lupakan kami itu saja." Nyonya Laura.


"Ibu."


"Oma."


Mereka bertiga saling berpelukkan.


"Kami akan tetap disini bersama kalian." Ayumi.


Tuan Ito menatap Tita. Tita tersenyum bahagia. Sedang Keina tengah asik memakana gorengan dan meminum es yang dibawa Tita tadi.


"Apa kalian tidak ingin memakan makanan yang Tita bawa? Baiklah jangan salahkan Tita jika makanan dan minuman ini kita habiskan ya Kei." Ucap Tita dan Keina mengangguk.


Mereka bertiga melerai pelukkannya dan melihat ke arah Tita dan Keina yang asik duduk di atas tanah tanpa beralaskan apapun sambil menikmati makanan yang mereka bawa tadi. Tanpa ragu Ayumi ikut duduk di samping Tita di susul Laras.


Tuan dan Nyonya Ito mengembangkan senyumannya melihat anak, cucu dan cucu menantu mereka yang begitu bersemangat makan di kebun. Mereka pun menghampiri dan duduk bersama mereka di tanah.


"Bagaimana? Enak bukan makan di kebun?" Tanya Tita pada Keina.


"Na My." Jawab Keina.


"Keina senang bermain di kebun?" Tanya Tita lagi.


"Eina da in My. Na anam ayul." Jawab Keina dengan mulut penuh.


"Owh! Benarkah? Hebatnya anak Mommy. Saat panen nanti pastilah panen akan melimpah ruah karena anak Mommy lah yang menanamnya." Puji Tita memeluk Keina dari samping.


Keempat orang dewasa lainnya tersenyum melihat Keina dan Tita yang saling bercengkrama. Pujian demi pujian selalu terucap dari mulut Tita.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2