
"A.... A..." Teriak Keina saat tiba di rumah bersama Gagah.
Duo A pun langsung berlarian heboh yang membuat Omanya kewalahan karena takut mereka bertubrukan dan terjatuh. Gagah memperingati Keina untuk tidak berlari dan berteriak namun bocah kecil nan menggemaskan itu tak menghiraukannya.
Mereka bertiga pun berpelukkan membuat para orang dewasa merasa gemas. Setelah itu Keina meminta mandi pada Tita karena kepanasan setelah berjalan-jalan bersama Gagah. Tita pun dengam sigap memandikan Keina.
Saat Tita dan Keina keluar dari kamar Keina bersamaan dengan datangnya Nyonya Laura, Ayumi dan Gladys dari pasar. Gladys memeluk dan menciumi pipi Keina dengan gemas apalagi bocah itu sudah mandi dan wangi.
Keina merasa terusik karena ingin segera bermain bersama duo A sehingga menangis kencang karena gangguan dari Gladys.
"Huaa....Huaaa..."
Keina menjerit dan menangis karena kesal. Duo A yang melihatnya merasa perlu membela Keina mereka pun menyerang Gladys dengan memukuli dan menendang Gladys. Gladys berlarian menghindari Duo A.
"Aaaa.... Bunda,, tolong Glad di kejar tuyul.." Teriak Gladys menghindari serangan Duo A.
Keina yang awalnya menangis malah tertawa riang melihat Gladys ketakutan. Keina pun meminta turun dari gendongan Tita dan ikut menyerang Gladys.
"Ish... Selalu saja mereka begitu." Omel Nyonya Laura.
"Glad memang jahil. Itulah sekarang Keina memiliki teman untuk mengejarnya." Ayumi.
"Walau begitu mereka tetap saling sayang." Aiko.
Sementara para orang tua menyiapkan sarapan Gladys mendapat serangan dari tiga bocah. Gladys terkapar di karpet dengan tiga bocah yang masih menyerang Gladys dengan menaiki tubuh Gladys. Gagah kewalahan menjaga takut-takut ada yang terjatuh atau malah bertubrukan.
"Ampun... Nyerah Kakak nyerah.." Ucap Gladys mengangkat kedua tangannya keudara.
Merasa menang ketiga bocah itu pun bersorak dan saling tos satu sama lain kemudian saling berpelukan.
"Huh... Dasar bocah. Jadi haus kan." Oceh Gladys menuju dapur.
"Glad, ayo ajak yang lain sarapan dulu." Tita.
"Oke Onty." Gladys.
Gladys pun memanggil semua penghuni rumah untuk sarapan terlebih dahulu. Termasuk tiga bocah menggemaskan itu. Mereka semua makan dengan hidmat tanpa ada suara ataupun gurauan manja.
"Kemana Jessie Ai?" Tanya Tuan Ito setelah menyelesaikan makannya.
"Ada Yah. Nanti menyusul sekalian Aldi ke rumah sakit." Aiko.
"Sekalian Rehan ikut Yah." Rehan.
"Loh, kamu ga bawa mobil sendiri?" Tuan Ito.
"Mobil Rehan di rumah sakit Yah. Kemarin pulang ikut bersama Tita dan Ayumi." Rehan.
"Owh! Bagaimana persiapan ulang tahun rumah sakit? Ada acara apa saja?" Tuan Ito.
__ADS_1
"Pelayanan gratis selama dua hari Yah sama ada khitanan masal." Rehan.
"Idenya Nyonya Ken itu Yah." Ayumi.
"Wah, bagus itu." Tuan Ito.
"Pendaftarannya sudah di mulai?" Aiko.
"Pendaftaran apa?" Ayumi.
"Khitan masal." Aiko.
"Hari ini akan mulai di umumkan Kak." Tita.
"Mau daftarin siapa?" Ken.
"Tuh." Tunjuk Aiko pada dua cucunya.
"Hah! Bukannya mereka sudah di khitan?" Nyonya Laura.
"Haha.. Iya Bu. Ai cuma becanda." Aiko.
"Ceh, kau ini. Lagian mana ada anak dokter ikut khitanan masal." Nyonya Laura.
"Lah, kenapa? Ya ga apa-apa dong Bu." Aiko.
"Ceh, Kakak ini." Aiko.
Tak lama Jessie dan Aldi pun datang. Aldi dan Rehan segera berpamitan pergi ke rumah sakit begitu juga dengan Gagah dan Gladys berpamitan kuliah. Sementara Tiga bocah bermain dengan pengawasan dua bibik. Tuan dan Nyonya Ito pergi memenuhi undangan sahabatnya.
Tinggallah Ayuni, Aiko, Jessie dan Tita yang sedang berbincang santai membicarakan acara ulang tahun rumah sakit yang akan di adakan minggu depan.
Jessie dan Ayumi yang notabene seorang dokter pun sangat antusias begitupun dengan Tita yang seorang perawat. Hanya Aiko yang kurang mengerti akan kesehatan. Namun, kali ini Aiko mau duduk manis mendengarkan percakan anak dan saudaranya.
Saat sedang asik berbincang terdengar suara tangisan yang begitu kencang dari salah satu Duo A. Jessie dan Tita pun segera beranjak untuk melihat apa yang terjadi.
"Sayang kenapa menangis?" Tanya Jessie lembut.
"Tadi tidak sengaja Bu Axel mendorong Abian sehingga terjatuh." Jelas Bibi.
"Uuu.. Sayang anak Bunda. Ga apa-apa kan Kakak Axel ga sengaja. Kakak Axel sudah minta maaf sayang?" Tanya Jessie dan Axel pun menganggukkan kepalanya.
"Mom.." Ucap lirih Keina.
"Kenapa sayang? Capek ya? Ngantuk?" Tanya Tita.
Keina menyandarkan kepalanya di dada Tita tanda dirinya sudah kelelahan bermain. Tita pun segera membawa Keina ke dalam kamar dan meminta bibi untuk membuatkan susu untuk Keina.
Sementara Jessie dan Aiko berpamitan pulang dengan membawa serta duo A yang terlihat rewel karena mengantuk juga. Ayumi pun beristirahat sejenak menonton televisi setelah kegaduhan yang di timbulkan oleh bocah-bocah tadi.
__ADS_1
Setelah Keina tertidur Tita pun ikut bergabung bersama Ayumi menonton drama di televisi sambil memacan camilan dan minum jus. Udara di luar cukup panas sehingga keduanya memilih diam di dalam rumah.
"Jangan pulang ya Kak. Menginap lagi." Pinta Tita.
"Kalo Kakak soh mau saja. Nanti lihat Mas Rehan mengijinkan atau tidak." Ayumi.
"Ceh, pokonya Tita nanti bujuk Kak.Rehan biar mau nginep lagi. Rumah sepi Kak kalo ga ada kalian." Tita.
"Terus rumah kami juga tak berpenghuni dong." Ayumi.
"Bagaimana kalo di kontrakan saja Kak. Terus kalian tinggal di sini." Tita.
"Astaga! Pinter sekali ini adikku." Ayumi.
"Ayolah Kak." Bujuk Tita.
"Mana bisa begitu sayang." Ayumi
"Bisa dong Kak. Lihat rumah ini begitu besar hanya di huni kami saja. Bibik jika malam sudah pulang ke paviliun." Tita.
"Huh! Ayah juga kenapa membuat rumah sebesar ini." Ucap Ayumi melihat sekeliling rumah besar.
"Karena Ayah dan Ibu ingin anak cucunya berkumpul bersama Kak." Tita.
Ayumi pun hanya diam tanpa berkomentar lagi. Keduanya saling diam beberapa saat sibuk dengan fikiran masing-masing. Kemudian tak lama Tuan dan nyonya Ito datang. Tuan Ito langsung masuk ke kamar untuk beristirahat sedangkan Nyonya Laura bergabung sebentar bersama kedua anaknya.
"Bu, apa ibu setuju jika Kakak pindah di rumah ini saja." Tita.
"Setuju sekali. Apa kau mah Ay?" Nyonya Laura.
"Ceh, Ibu dan Tita ini sama saja. Ayu sih mau saja Bu. Tapi, bagaimana dengan Mas Rehan?" Ayumi.
"Kita bujuk Kak.Rehan." Tita.
"Setuju." Nyonya Laura.
"Ibu,,, Tita..." Rengek Ayumi.
"Kau pun tak akan kesepian sendiri jika suami dan anak-anak sibuk sendiri. Kau bisa mengobrol bersama Ibu atau Tita." Nyonya Laura.
"Bener tuh Kak. Tita juga kan ada temen kalo Ibu pergi bersama Ayah." Tita.
"Hmm... Baiklah. Nanti Ayu bicarakan bersama Mas Rehan dan anak-anak." Ayumi.
"Yeay." Tita dan Nyonya Laura.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1