
Keesokan harinya Tita kembali ke kantor dan meninggalkan Keina bersama Laras dan kedua mertuanya. Kali ini ada Ayumi di rumah karena dirinya absen ke butik. Ayumi sudah mengetahui cerita tentang Keina dari Laras dan di konfirmasi pada Tita.
Semua keluarga tak akan berbuat sesuatu jika Ken dan Tita saja tak melakukan apapun tapi mereka akan mendukung sepenuhnya apapun keputusan Ken dan Tita. Mereka juga merasa kasian kepada Jessie dan keluarganya. Karena walau bagaimana pun Jessie juga menjadi korban.
Di perusahaan Tita bekerja seperti biasa tanpa membuat curiga para karyawannya. Mereka berfikir jika Tita akan kembali memimpin perusahaan tanpa perantara Arif ataupun Ken suaminya. Mereka pun sedikit lega karena kedatangan Tita bukan untuk memecat salah satu karyawan.
Menjelang makan siang Tita pergi ke gudang untuk mengontrol keadaan gudang. Karena menurut penyelidikan orang tersebut akan melakukan aksinya saat jam makan siang. Tita bersikap biasa tanpa di dampingi siapapun.
"Selamat siang." Sapa Tita.
"Siang." Sapa penjaga gudang yang ternyata karyawan baru utusan cabang.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" Tanya orang tersebut lagi.
"Hm... Saya mau cek gudang." Ucap Tita dengan membawa map kontrol.
"Maaf. Saya baru melihat anda. Saya rasa anda bukan bagian kontrol gudang. Saya tidak bisa sembarang." Ucap irang tersebut.
"Anda tidak mengenal identitas yang saya kenakan? Bukannya ini sama dengan apa yang anda kenakan juga? Dan Map ini tidak mungkin saya memilikinya jika saya bukan orang perusahaan ini." Jawab Tita panjang lebar.
Kemudian Tita di ijinkan masuk dengan terus di buntuti olehnya. Tita terlihat santai dalam melakukan pengecekan. Saat ada yang tak singkron tak segan Tita menanyakannya dan dengan cepat orang tersebut menjelaskannya.
Tanpa dia ketahui Tita telah mereka semua pembicaraannya. Saat berpapasan dengan orang gudang lainnya yang mengenalnya Tita meninta orang tersebut diam dengan kode mata. Sontak saja membuat yang lain menerka-nerka jika telah terjadi kesalahan yang di buat oleh rekan kerjanya.
Tita terus berkeliling dan tidak menemukan keanehan. Selesai pengecekan bersamaan dengan jam istirahat. Tita segera pamit kepada orang gudang namun dirinya tak langsung ke kantor melainkan bersembunyi tak jauh dari gudang.
Terdengar bunyi bising kendaraan yang di yakini Tita truk yang akan mengangkut barang. Saat pegawai gudang keluar hanya ada satu orang dan itu yang menemaninya mengontrol tadi dengan di temani supir truk.
"Ini untuk pengiriman kemana?" Tanya Tita mengagetkan pegawai gudang dan supir truk.
"Hah! Saya tidak tau Bu." Jawab supir truk.
"Mana pengenal anda? Bagaimana anda bisa masuk ke sini?" Tita.
"Sebaiknya anda masuk saja. Pelaporannya sudah ada dan ini bukan urusan anda." Jawab pegawai gudang.
"Mana surat keluarnya?" Tanya Tita.
__ADS_1
"Saya minta baik-baik kepada anda sebaiknya anda masuk saja. Anda masih pegawai baru." Ucap pegawai gudang.
"Jadi, jika saya pegawai baru saya tidak berhak tau? Apa pegawai lama tau hal ini? Kenapa saat jam istirahat ada bongkaran?" Tita.
Bodyguard terlihat akan mendekat namun Tita memberi kode untuk diam sehingga mereka tetap diam di tempat dan bersiaga.
"Bukankah anda sudah mencatat tadi kenapa masih disini? Sebaiknya anda beristirahat sebelum jam istirahat habis dan biat laporan yang tadi." Titah pegawai gudang.
"Hm... Itu bukan urusan anda." Tita.
Sementara supir truk mulai ketar ketir pasalnya dia merasakan jika Tita bukan orang main-main. Supir truk mulai berkeringat dingin melihat tatapan tajam Tita.
"Saya hanya ingin surat jalannya." Tita.
"Pergilah. Nanti akan saya berikan surat jalannya." Pegawai gudang.
"Berikan atau kamu saya pecat." Tita.
"Hahaha... siapa kamu berani memecat saya?" Pegawai gudang.
"Saya kepala bagian disini." Tita.
"Hm... Baiklah." Ucap Tita kemudian dirinya mengeluarkan ponselnya dan membidikkan kameranya untuk mengambil gambar supir truk, pegawai gudang dan barang-barang apa saja yang di angkut.
"Hei, apa yang kamu lakukan. Pergi sana." Usir pegawai tersebut.
"Baiklah saya akan pergi." Tita.
Tita memerintahkan orangnya untuk menahan supir truk setelah selesai dalam tugasnya. Karena tidak mungkin supir truk tidak mengetahui kemana barang akan di kirim. Orang Tita pun bersiaga menjaga truk.
Tita melenggang masuk ke dalam ruangannya di ikuti Arif dan Tari. Setelah mereka masuk ruangan terkunci rapat dan hanya ada mereka bertiga. Ketiganya melihat arah cctv untuk berjaga-jaga sambil berdiskusi.
Tita pun menyambungkan sambungan Video call kepada Ken agar Ken juga tau apa yang sednag di hadapinya. Ken meminta Tita untuk berhati-hati begiru juga dengan Arif dan Tari. Walaupun ketiganya memiliki ilmu beladiri tetap saja Ken merasa khawatir.
Ken tidak bisa datang ke sana karena Tita melarangnya. Tita tak ingin semua staf divisi merasa curiga dengan kehadiran semua petinggi. Tita, Tari dan Arif juga Ken melewati makan siang mereka demi kelancaran misi mereka.
Setelah lebih tenang dan penangkapan supir truk berjalan mulus Tita, Tari dan Arif pun keluar dari ruangan Tita. Ketiganya keluar dari perusahaan dan memutuskan makan siang yang tertunda di restoran dekat perusahaan. Ketiga tidak membahas apapun yang berurusan dengan perusahaan.
__ADS_1
Setelah makan siang Tita memutuskan untuk pulang sementara Arif dan Tari kembali ke kantor. Tita mengendarai mobilnya sendiri di ikuti oleh orang-orang nya tentu saja karena Ken tak ingin terjadi sesuatu pada istri kesayangannya.
Sampai di rumah terlihat Keina bermain bersama Laras dan Ayumi. Keina tampak riang melihat kedatangan Tita. Tita tak melihat keberadaan Mertuanya. Mungkin mereka tengah beristirahat di dalam kamar.
"Mommy.." Teriak Keina.
Tita pun berdiri di atas lututnya untuk mensejajarkan tingginya dengan Keina. Keina memeluk Tita dan di balas oleh Tita. Mereka sejenak saling berpelukan.
"Mommy kok ama?" Tanya Keina mengurai pelukannya.
"Iya sayang. Tadi ada sedikit urusan jadi Mommy sedikit terlambat. Kenapa? Keina kangen Mommy?" Tita.
"Ya." Jawab Keina.
"Bukannya ada Kakak dan Buna yang menemani Keina. Ada Opa dan Oma juga bukan?" Tita.
"Opa cama Oma pelgi Mom." Jawab Keina.
"O..Ya. Kemana Opa dan Oma?" Tanya Tita lagi.
"Ndak au." Jawab Keina.
"Opa dan Oma pergi ke rumah Tante Ai Onty." Jawab Laras.
Tita pun mengerti. Keina masih enggan menyebutkan tempat Tante nya itu. Dirinya begitu takut mendengar rumah itu. Bahkan Tuan dan Nyonya Ito pun tidak menyebutkan kemana mereka akan pergi pada Keina.
"Bagaimana sudah beres?" Tanya Ayumi.
"Sedikit demi sedikit Kak. Tapi, Tita sudah tau siapa dalangnya." Tita.
"Benarkah? Siapa?" Tanya Ayumi antusias.
"Tita tak ingin gegabah Kak. Karena walau bagaimana pun Tita dan Kak Nio masih menghormati beliau. Walau sepertinya beliau semakin tak terkendali setelah kepergian Paman Kevin." Tita.
"Orang kepercayaan Kevin?" Tebak Ayumi.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏