Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Keina Merajuk


__ADS_3

Seperti yang telah di bicarakan olehnya dengan Ibu dan adik iparnya Ayumi pun membicarakan tentang permintaan Ibu dan adik iparnya pada Rehan saat keduanya sudah siap akan tidur. Ayumi berbicara sambil memeluk Rehan dari samping.


"Mas, ibu meminta kita pindah lagi ke rumah ini. Gimana?" Ayumi.


"Kenapa?" Rehan.


"Entahlah. Ibu selalu bilang rumah ini sepi. Jika kita pindah lagi ke sini maka rumah akan kembali ramai begitu katanya." Ayumi.


"Mas sih bagaimana baiknya saja sayang. Lalu rumah kita bagaimana?" Rehan.


"Belum tau Mas." Ayumi.


"Bicarakan lagi dengan anak-anak. Takutnya mereka punya fikiran masing-masing. Kalo Mas tidak keberatan. Dari dulu yang menginginkan pindah kan kamu." Rehan.


"Iya sih. Ayu ngerasa kita perlu prifasi sendiri Mas. Tapi, melihat Ibu begitu mengiba Ayu jadi ga tega." Ayumi.


"Bagaimana dengan Tita dan Ken? Apa mereka tidak keberatan jika kita berada di sini?" Rehan.


"Kalo Tita sih ngga Mas. Tapi, Tita juga akan membicarakannya lagi dengan Ken." Ayumi.


"Ibu selalu menginginkan kita berada di rumah ini sayang. Sejak dulu saat aku memintamu." Rehan.


"Iya Mas. Kata Ibu tinggal terpisah dengan keluarga itu rasanya tidak enak. Bahkan ibu sempat depresi hanya gara-gara Om.Bagas pindah rumah." Ayumi.


"Kita ikuti saja keinginan Ibu. Dan untuk rumah biarlah maid mengurusnya. Kamu bicarakan pada anak-anak dan beri pengertian pada mereka. Jika kita butuh famili time kita bisa menginap di rumah." Rehan.


"Terima kasih Mas." Ayumi.


Begitupun dengan Tita. Dirinya menceritakan keinginan ibu agar Ayumi dan keluarganya kembali pindah di rumah utama. Tita menceritakan bagaiaman awal Nyonya Laura menyampaikan keinginan itu padanya sampai mereka bicarakan dengan Ayumi.


"Hm... Ibu memang selalu ingin kami tinggal di sini." Ken.


"Tapi, ibu juga tak menyampaikan ini pada Kak Aiko." Tita.


"Karena Kak Aiko bukan anak Ibu sayang hanya di anggap anak karena orang tuanya telah pergi." Ken.


"Hm.. Kenapa Ibu tidak ingin Kak.Aiko tinggal di sini juga?" Tita.


"Keinginan itu pernah ada hanya Kak Aiko pernag menolak ibu dengan kasar jadilah sampai saat ini hanya aku dan Kak Ayu yang selalu di desak Ibu untuk tetap tinggal di rumah ini." Ken.


"Hm... Ini bukan kali pertama berarti Ibu memginginkan hal ini?" Tita.


"Bukan. Ini sudah yang kesekian kalinya." Ken.


Tita pun menelusupkan kepalanya ke dada bidang Ken. Ken pun memeluk Tita dan mengusap lembut punggung Tita serta mendaratkan ciumannya di puncak kepala Tita.


Pagi hari Keina sudah berteriak-teriak karena Gagah harus pergi pagi. Sedangkan Keina ingin berjalan-jalan pagi bersama Gagah. Gagah dan Gladys sudah membujuknya agar Keina mau berjalan-jalan bersama Gladys tapi Keina malah tambah histeris.


Tita segera berlari dari arah dapur melihat apa yang terjadi yang membuat Keina menangis histeris.


"Ada apa?" Tanya Tita melihat Gladys kesulitan menggendong Keina.


"Adik ingin berjalan-jalan bersama Kakak. Tapi, Kakak harus pergi ke rumah sakit pagi sekali." Gladys.


"Astaga! Kenapa begitu sayang. Anak Mommy kan bisa pergi bersama Kakak Glad." Bujuk Tita.


"No..no... no..." Ucap Keina dalam tangisnya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa menangis?" Tanya Ken yang baru saja turun.


"Dy... huaaaa ...." Ucap Keina menangis.


"Kenapa?" Tanya Ken menggendong Keina.


"Keina menangisi Gagah." Tita.


"Uuu... sayang Daddy. Ga usah nangislah besok kan bisa." Ken.


"No...No..." Keina.


"Ikut Daddy ke kantor mau?" Ken.


"U.. Dy u..." Keina.


"Baiklah. Kita sarapan dulu ya." Ken.


Keina pun menganggukkan kepalanya. Tita menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.


"Hufh... Tau begini tadi Glad minta Oncel membujuknya." Gladys.


"Kamu susul nanti Keina ya di kantor Oncle." Tita.


"Ceh, kenapa Glad. Onty saja. Glad mau ketemu Kak.Laras." Gladys.


"Onty ga enak badan Glad." Tita.


"Minta Bunda saja deh Onty." Gladys.


"Biar saja sayang. Nanti kalo Keina rewel Mas bawa pulang. Kamu istirahat saja ya." Ucap Ken memeluk Tita dan mendaratkan ciuman di kening Tita.


"Ceh, kau kemanakan dokter itu." Ken.


"Oncle. Sudah ku bilang Glad tidak ada hubungan apapun dengannya." Gladys.


"Makanya jangan terlalu menutup diri Glad. Biarkan dia masuk." Tita.


Gladys tak menggubris onty dan oncle nya. Mereka semua bergabung ke meja makan. Setelah selesai makan. Gladys berpamitan pergi. Ken membawa Keina ke kantor. Rehan ke rumah sakit. Menyisakan Tuan dan Nyonya Ito, Ayumi dan Tita.


"Kamu sakit Ta?" Tuan Ito.


"Ga enak badan Yah." Tita.


"Istirahat Ta." Ayumi.


"Iya Kak maunya gitu tapi ga bisa tidur." Tita.


"Rebahan saja sana di dekat kolam renang sekalian berjemur." Nyonya Laura.


"Iya Bu. Kayanya enak berjemur." Tita.


"Jangan terlalu lama." Tuan Ito.


"Iya Yah." Tita.


"Kemarin kalian kemana saja?" Tuan Ito.

__ADS_1


"Tidak kemana-mana. Kita hanya mengobrol. Tapi, Ayu lihat sejak kemarin Tita sudah pucat Ayu tanya katanya ga apa-apa." Ayumi.


"Bi, tolong buatkan jahe hangat untuk Tita." Nyonya Laura.


"Baik Nyonya." Bibik.


Setelah membuatkan jahe hangat untuk Tita bibi pun segera memberikan jahe hangat itu untuk Tita yang tengah berbaring berjemur di luar.


"Nyonya, ini jahe hangatnya." Bibik.


"Hah, iya terima kasih Bi. Bi, Tita minta tolong ambilkan obat pusing ya Bi sama air putih. Kepala Tita pusing." Tita.


"Baik Nyonya. Apa tidak sebaiknya Nyonya pindah ke kamar saja. Disini banyak angin." Bibik.


"Iya Bi. Sebentar setelah minum obat. Kepala Tita pusing sekali." Tita.


"Baik Nyonya." Bibik.


Bibik pun segera membawakan obat dan air mineral untuk Tita. Saat Bibi menuangkan air mineral pada gelas Ayumi melihatnya.


"Untuk siapa obat itu?" Ayumi.


"Maaf Nyonya ini untuk Nyonya Tita." Bibik.


"Kenapa Tita?" Ayumi.


"Katanya pusing Nyonya. Saya sudah memintanya pindah tapi katanya nyonya ingin meminum obat terlebih dahulu." Bibik.


"Astaga! Sini biar saya saja Bi." Pinta Ayumi kemudian mengambil alih obat dan gelas yang berisikan air putih.


Bibi pun memberikannya. Ayumi pergi ke belakang melihat kondisi Tita dan memberikannya obat.


"Loh, kemana Bibi?" Tita.


"Kamu kenapa Ta? Apa ga sebaiknya kita ke rumah sakit?" Tanya Ayumi menghiraukan pertanyaan Tita.


"Ga usah Kak. Hanya pusing." Tita.


"Ceh, jangan di biarkan Ta." Ayumi.


"Ga apa-apa Kak. Setelah minum obat juga pasti mendingan." Tita.


"Kalo begitu kita masuk saja." Ayumi.


"Biarkan obatnya bereaksi dulu Kak. Tita takut terjatuh saat menaiki tangga." Tita.


"Tidak nanti. Ayo Kakak bantu kamu ke kamar." Ayumi.


Tita pun tak menolak lagi Tita bangkit dari rebahannya di bantu Ayumi kemudian Ayumi memapah Tita masuk ke dalam hingga ke kamarnya. Ayumi membaringkan Tita dan menyelimutinya.


"Jika ada apa-apa cepat hubungi Kakak. Ini ponsel mu." Ucap Ayumi menaruh ponsel di atas tempat tidur di samping Tita.


"Terima Kasih Kak." Tita.


"Istirahatlah. Kakak kebawah dulu ya." Ayumi.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2