Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Om Angga Bukan Dek Angga


__ADS_3

Bibi kembali datang menghampiri mereka semua dan mendekati Tita.


"Maaf Nyonya Ada Pak Arif dan Bu Tari." Bibi.


"Minta mereka langsung ke sini Bim" Tita.


Bibi pun kembali ke depan dan meminta Arif dan Tari masuk untuk menemui Tita di dalam. Arif dan Tari pun masuk dengan koper yang di tarik Arif. Arif dan Tari mengucapkan salam dan menundukkan kepala mereka kepada semua yang berada di ruangan tersebut.


"Maaf Bu. Ini berkas pengunduran dirinya sudah selesai dan ini berkas milik Nona Laras." Ucap Arif.


"Terima kasih Rif." Ucap Tita mengulurkan tangannya menerima map dari tangan Arif.


Melihat koper yang di bawa Arif dan Tari seketika Laras menitikkan air matanya. Gagah yang melihatnya menjadi ikut sakit hatinya melihat Laras mengeluarkan air matanya. Jngin sekali Gagah mendekapnya memberikan kekuatan jika semuanya akan baik-baik saja.


Dengan cepat Laras segera mengusap air matanya. Tari pun menyerahkan koper milik Laras dengan mengatakannya pada Tita. Tita pun kembali mengucapkan terima kasih pada Tari yang telah membantunya.


"Bi, tolong bawa koper ini ke kamar tamu. Dan tolong rapihkan kamarnya ya." Ken.


"Baik Tuan." Bibi pun segera membawa koper milik Laras.


"Tugas kalian sudah selesai. Maaf telah mengganggu waktu istirahat kalian. Bonusnya akan di kirim ke rekening kalian." Ken.


"Terima kasih Pak, Bu. Kami permisi." Pamit Arif dan Tari.


"Glad, temani Laras ke kamarnya sini biar Keina Onty ajak tidur." Tita.


Gladys pun memberikan Keina pada Tita dan mengamit tangan Laras untuk mengajaknya masuk kedalam kamar.


"Glad," Panggil Ayumi.


"Kenapa Bun?" Gladys.


"Ga pamitan sama calon suami?" Ayumi.


"Hah! Eh." Gladys.


"Pamit dulu Glad ngga sopan." Rehan.


Gladys mendengus kasar.


"Sayangnya Gladys. Gladys masuk bawa Kakak ipar dulu ya. Bye.... Kalo pulang hati-hati ya jangan kangen Gladys terus." Ucap Gladys di buat manja membuat wajah Angga bersemu merah dan semua menahan tawanya.


"Puas semuanya." Cebik Gladys menarik tangan Laras.


"Eit, tunggu!" Tuan Ito.


"Apalagi Opa...???" Kesal Gladys.

__ADS_1


"Kamu ga ngasih kesempatan buat Kakak ipar kamu berpamitan?" Tuan Ito.


"Astaga! Kenapa Glad melupakannya Opa. Ayo Kak pamit calon suami dulu." Ucap Gladys membuat Laras semakin Gugup.


"Hah! Dokter,, Laras pamit masuk dulu." Ucap Laraa gugup.


"Eh, dokter siapa? Calon suami Glad juga dokter. Suaminya Bunda juga Dokter." Protes Gladys.


"Eh, Aduh. Maaf. Kak. Gagah maksud Laras." Ucap Laras menunduk malu.


"Kok Kakak?" Nyonya Laura.


"Harusnya?" Tita.


"Sayang juga dong." Nyonya Laura.


"Begini loh Kak. Mas Gagah sayang, dedek Laras masuk dulu ya. Awas jangan kangen loh. Gitu." Gladys.


"Ngga usah di hiraukan. Masuklah dan istirahat." Gagah.


"Ceh, ga asik banget Kak." Ayumi.


Laras dan Gladys pun masuk ke dalam. Setelah Gladys dan Laras masuk Angga pun berpamitan pada semuanya untuk pulang. Gagah mengantarkannya hingga ke depan rumah.


Tita membawa Keina masuk kedalam kamarnya untuk Tidur dan tak butuh waktu lama Keina pun tertidur pulas sebelum menghabiskan susunya.


"Keina sudah tidur sayang?" Ken.


"Sudah. Bahkan susunya pun belum dia habiskan." Tita.


"Hari ini cukup menguras tenaganya hingga dia cepat tidur." Ken.


"Keina juga banyak makan Yang kata Gagah." Tita.


"Syukurlah. Kemari sayang." Ajak Ken.


Tita pun menyusul Ken menaiki tempat tidur mereka. Ken mengusap lembut perut Tita yang membuncit.


"Anak Daddy apa kabar? Kangen Daddy ngga? Mau Daddy jenguk?" Ucap Ken di perut Tita.


"Ceh, bukannya tadi siang Daddy sudah menjengukku." Ucap Tita menirukan suara anak kecil.


"Tadi siang itu kita makan siang bersama Mom. Sekarang biar Daddy jenguk dede yah." Goda Ken dengan tangannyabsudah menjelajah kemana-mana.


"Ish... Dad.." Tita.


"Anak kita merindukan Daddy nya sayang." Bisik Ken.

__ADS_1


Tita pun tak bisa menolak ajakan suami tercintanya. Dan terjadilah malam panjang bagi keduanya tak lupa mereka menyalakan layar pemantau Keina. Sementara di kamar Laras dan Gagah keduanya tak bisa memejamkan mata mengingat besok keduanya akan di satukan dalam janji suci.


Nyonya Laura, Ayumi dan Tita sudah bersiap sejak pagi tadi ketiganya benar-benar di buat sibuk karena persiapan pernikahan Laras dan Gagah yang dadakan karena ide Tuan Ito. Ayumi meminta karyawannya membawakan kebaya bernuansa putih untuk Laras pagi sekali karena acara akan di adakan siang hari.


Keluarga Bagas dan Aiko yang di beritahu pagi ini pun di buat kelimpungan begitu juga dengan Keluarga kecil Tanio. Olla terus mengeluarkan sumpah serapahnya pada Adik iparnya yang memberitahukan hal sepenting itu mendadak.


Bagas dan keluarga datang lebih dulu karena memang mereka hanya bertiga. Sedangkan Aiko dan Jessie harus mempersiapkan duo A terlebih dahulu karena Aiko dan Artur tengah berada di kediaman Jessie dan Aldi.


Gladys pun di buat rusuh oleh Keina karena gadis kecil itu selalu mengajaknya bermain saat semua tengah sibuk dengan persiapan acara Gagah dan Laras. Gagah yang baru saja tidur setelah subuh masih memejamkan matanya.


Laras yang terganggu dengan sinar matahari pun membuka matanya perlahan karena Laras pun baru bisa tidur menjelang subuh sehingga dirinya melewatkan subuhnya. Laras terperanjat ketika mendapati kamarnya yang sudah terang karena sinar matahari.


"Astaga! Aduh gimana ini. Malu banget bangun kesiangan." Ucap Laras.


Laras segera bergegas membersihkan diri kemudian segera keluar menemui penghuni rumah utama tersebut. Laras membuka pintu kamarnya menyembulkan kepalanya keluar melihat situasi di luar.


"Tata..." Teriak Keina yang tengah berlari dan melihat pintu kamar Laras di buka dan.


Brug...


"Aw....." Pekik Laras yang terjungkal akibat tubrukan Keina dan Laras kurang siap menerimanya.


"Up's! Sowi Tata." Ucap Keina bangkit dari atas tubuh Laras.


"Keina! Kak Laras. Aduh... Ayo Kak Glad bantu. Kakak ga apa-apa?" Tanya Gladys panik.


"Ga apa-apa." Ucap Laras menahan sakit di pantatnya.


"Maaf ya Kak. Keina ga mau diem sih." Gladys.


"Ga apa-apa namanya juga anak-anak Glad." Laras.


"Hei, kalian ayo sarapan. Ngapain di situ." Ajak Ayumi.


Mereka pun langsung menuju meja makan terlihat semua telah berkumpul minus Gagah yang masih setia memejamkan matanya. Laras tampak asing dengan keluarga Bagas.


"Kenalkan Sayang ini adik Oma Opa Bagas dan istrinya Oma Hena. Dan yang itu anaknya Om.Angga." Nyonya Laura.


"Laras." Ucap Laras menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Om Angga ya Kak bukan Dek Angga." Gladys.


"Eh."


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2