
Beberapa bulan berlalu semua telah kembali pada kehidupan masing-masing. Tita masih menterapi Keina yang masih saja menolak jika berhubungan dengan Duo A. Tita dan Jessie membuat keadaan seolah tak sengaja mereka bertemu di taman dekat rumah mereka.
Keina langsung saja mengajak Tita pulang ketika Duo A terlihat mendekatinya saat Keina sedang asik bermain. Keina langsung saja menarik lengan Tita untuk segera meninggalkan taman.
Tita membujuknya untuk tetap bermain dan mengabaikan Duo A tapi Keina tetap merasa waspada terhadap Duo A. Melihat perubahan wajah Keina akhirnya Tita pun tak tega. Tita berpamitan pada Jessie melalui kode.
"Sayang, ayo kita pulang. Matahari sudah mulai terik."Ajak Tita.
"Ayo." Jawab Keina berbinar.
Keina pun mengamit tangan Tita dan berjalan beriringan. Sepanjang perjalanan menuju pulang Keina terus berceloteh dan Tita menjadi pendengar yang baik. Sesekali Tita menjawab pertanyaan yang terlontar dari Keina.
Raut wajah Keina begitu cepat berubah seketika begitu meninggalkan taman yang terdapat Duo A di sana. Tak sedikit pun percakapan antara Tita dan Keina yang mengarah pada Duo A. Padahal Tita sudah menyindirnya namun Keina tetap bergeming.
"Oma,,," Teriak Keina saat masuk kedalam rumah utama.
"Hai,,, Cucu Oma sudah pulang?" Sapa Nyonya Laura.
Keina lantas bercerita pada Nyonya Laura tapi tak sedikit pun dirinya membahas tentang Duo A. Tita memberi kode melalui tatapannya. Nyonya Laura pun mengerti maksud tatapan Tita.
"Hai Cantik." Sapa Laras yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Hai Kakak. Dd bayinya ga rewel kan?" Tanya Keina bagaikan orang dewasa.
"Baik kok sayang. Dd bayi ga rewel." Jawab Laras mengusap perutnya yang sudah semakin terlihat menonjol.
"Ras, katanya Gladys akan pulang minggu ini?" Tanya Tita.
"Iya Onty. Ada yang mau di sampaikan gitu katanya." Laras.
"Ceh, anak itu selalu saja buat rusuh." Nyonya Laura.
"Oma, Bunda kapan pulang?" Laras.
"Kenapa tanya Oma? Kamu ga tanya sendiri?" Nyonya Laura.
"Ngga." Laras.
"Acara Kak Rehan biasanya satu sampai dua minggu. Tergantung berapa acara yang di ikuti Kak Rehan." Tita.
"Onty tau?" Laras.
"Kan Onty pernah jadi asistennya Ayah kamu." Tita.
"Owh! Iya. Kakak pernah cerita." Laras.
__ADS_1
"Kenapa kamu tanya Bunda?" Nyonya Laura.
"Hehhee... Ga apa-apa Oma. Laras cuma kangen masakan Bunda." Laras.
"Ibu sama Bapak juga pulang Ras weekend ini." Tita.
"Hmm... Tapi, pasti Ibu sama Ayah hanya satu hari terus pulang lagi." Jawab Laras cemberut.
"Ibu akan tinggal sampai acara tujuh bulanannya kamu. Kalo Bapak mungkin iya akan sehari saja dan kembali lagi saat acara tujuh bulanan kamu nanti." Tita.
"Ayah dan Ibu mu tidak memberitahu kamu Ras?" Nyonya Laura.
"Kasih tau Oma. Tapi laras ngambek. Soalnya mereka klo ke sini paling cuma sebentar terus pulang lagi." Laras.
"Ye... pantes. Belum apa-apa udah ngambek. Ga boleh gitu ah. Mereka kembali bersama demi kamu loh Ras." Tita.
"Iya Onty. Maaf." Laras.
"Ta, bagaimana keadaan Olla?" Tanya Nyonya Laura.
"Baik Oma. Sekarang Ibu Kak Olla tinggal bersama Kak Olla. Karena adiknya dinas di luar kota bersama istrinya." Tita.
"Adiknya Kak Olla TNI ya Onty?" Laras.
"Iya." Tita.
"Baik Oma. Mereka sudah lebih ikhlas sekarang." Tita.
Beberapa minggu kebelakang Ayah Olla mengalami kecelakaan beruntun dan Ayah Olla menjadi salah satu korban meninggal di tempat. Saat itu Ayah Olla baru saja pulang dari kantornya dengan mengendarai mobilnya sendiri karena supir tengah cuti.
Mobil yang di kendarai Ayah Olla berada di tengah-tengah mobil rabrakan beruntun. Karena depan belakang kebetulan mobil besar. Jadilah mobil Ayah Olla terhimpit. Olla dan Ibunya begitu syok mendengar beritanya. Selama tiga hari Olla tak dapat bicara hanya diam termenung.
Begitu juga dengan Ibu Olla yang diam membisu selama tujuh hari kepergian belahan jiwanya. Olla segera pulih karena melihat kedua buah hatinya dan juga Ibunya yang begitu kehilangan Ayahnya. Olla berusaha tegar demi Ibu tercintanya.
Sang Adik pun merasa khawatir dengan keadaan Ibu dan Kakaknya tapi mau bagaimana dirinya tidak bisa berlama-lama di kota ini karena dirinya bertugas di luar kota. Setiap hari Tita pun selalu menyempatkan diri datang menemui mereka.
Tita mengerti bagaiman rasanya kehilangan orang yang begitu kita sayangi. Walaupun Tita belum mengerti saat kehilangan Ayah dan Ibunya tapi Tita merasakan saat Kevin berpulang.
Kini semua sudah membaik dan Tita pun tak setiap hari lagi berkunjung ke sana sekarang misinya adalah menghilangkan rasa trauma Keina terhadap Duo A. Tita dan Jessie selalu berkomunikasi bagaimana cara mereka menyatukan kembali ketiga bocah itu.
"Onty, Tahun ini Keina akan di sekolahkan?" Laras.
"Hm... Oncle meminta nanti saja setelah usianya menginjak lima tahun. Jadi, munkin tahun depan Keina akan bersekolah." Tita.
"Iya. Biarkan saja dulu dia puas bermain." Nyonya Laura.
__ADS_1
"Anak teman Laras ada yang udah di sekolahin Onty. Padahal usia anaknya sekarang baru tiga tahun." Laras.
"Astaga! Sekolah apa itu." Nyonya Laura.
"Memang ada Bu sekolahnya. Tapi, Tita sama Mas Ken kasian jika Keina sudah di sekolahkan sedangkan dia masih masanya bermain." Tita.
"Iya. Awas ya kamu Ras. Jangan paksa anak kalian sekolah sejak bayi." Nyonya Laras.
"Astaga! Oma. Tentu ngga dong." Laras.
"Besok ikutlah Oma ke kebun Ras." Ajak Nyonya Laura.
"Oma, perut Laras engap. Sepertinya besok Laras yang menemani Keina saja. Jadi, biar Onty yang menemani Oma. Iya kan Onty.." Ucap Laras mengerlingkan matanya pada Tita.
"Ceh, kau ini. Bilang saja kau malas." Cebik Tita.
"Bukan malas Onty. Engap." Elak Laras.
Perubahan tubuh Laras memang semakin hari semakin terlihat lebih berisi. Karena ngidam Laras adalah makan. Saat mereka berbincang tiba-tiba Gagah datang. Gagah hari ini memang tidak dinas di rumah sakit namun dirinya harus menyiapkan wisuda spesialisnya.
"Loh, udah pulang Gah?" Tanya Tita.
"Sudah Onty. Minggu depan Gagah wisuda." Gagah.
"Alhamdulillah Oma kira sekolah kamu akan tertunda karena punya istri." Ledek Oma.
"Ceh, tidak dong Oma. Justru tambah semangat karena semua sudah ada yang mengurus." Ucap Gagah mengusap puncak kepala Laras.
"Laras benar tidak akan melanjutkan kuliah mu?" Nyonya Laura.
"Tidak Oma. Laras manut Kakak saja." Laras.
"Kamu melarang istrimu sekolah lagi Gah?" Tita.
"Hehehe... Biar aman Onty. Soalnya nanti pasti banyak dokter-dokter yang mau deket-deket sama istri Gagah." Gagah.
"Astaga! Alasan mu tidak masuk akal Gah." Tita.
"Selain itu juga Gagah takut nanti ga ada yang urus Onty." Gagah.
"Suami kurang garam kamu. Kamu itu cari istri atau cari baby sitter sih." Kesal Nyonya Laura.
"Cari istri dong Oma." Gagah.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏