Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Coret dari KK


__ADS_3

Gladys pun membuatkan sayur lobak sesuai permintaan sang suami. Gladys dengan terampil memainkan alat masak dan segala bumbu dapur. Angga tak pernah menyangka jika Gladys juga bisa memasak.


Angga memang mengenal Gladys dengan kemandiriannya tapi Angga tak menyangka jika Gladys pun tak sungkan turun ke dapur. Angga merasa jadi pria paling beruntung telah mendapatkannya.


"Sayang, masih belum selesai?" Tanya Angga menghampiri Gladys di dapur.


"Sudah. Tinggal goreng ayam saja. Sudah lapar ya?" Tanya Gladys santai sambil memasukkan ayam goreng ke dalam penggorengan.


"Tidak hanya menanyakan saja." Angga.


Para bibi membantu menyiapkan segalanya di meja makan. Mereka memang sudah terbiasa jika para nyonya mereka turun ke dapur. Mereka pun senang karena para Nyonya mereka tak segan berperang di dapur.


Angga duduk di kursi meja makan menunggu samg istri sambil meminum air putih yang di ambilnya dari lemari pendingin. Angga terus memperhatikan Gladys yang terlihat lebih cantik dengan apron yang terpasang.


Jika tidak ada bibi mungkin Angga akan memeluk Gladys dari belakang seperti adegan-adegan pada film. Namun, Angga menghargai para bibi yang berada di sana.


"Bi, jangan lupa antarkan sayuran yang tadi ke rumah Tante Ai ya." Pesan Gladys.


"Iya Nona. Semua baru saja di bersihkan olah Mamang." Jawab salah satu Bibi.


"Baiklah. Terima kasih Bi." Gladys.


"Sudah selesai sayang?" Angga.


"Sudah. Ke kamar dulu yuk. Glad mau bersih-bersih dulu." Ajak Glad.


"Baik Nyonya Angga." Goda Angga.


"Ceh, " Ucap Gladys dengan wajah yang bersemu.


Keduanya pun berjalan bergandengan menuju kamar mereka. Tak lama mereka pun kembali keluar dari kamar dengan wajah lebih segar karena telah mandi dan berganti pakaian.


Tuan dan Nyonya Ito telah berada di meja makan begitu juga dengan Tita yang sudah terbangun. Hanya Keina yang masih terbuai dengan mimpinya.


"Ayo Angga cicipi masakan istri mu." Ajak Nyonya Laura.


"Hah, iya Oma." Jawab Angga.


"Wah, spesial dong nih." Tita.


"Tentu Onty." Angga.


Semua pun menikmati makan siangnya. Angga begitu menikmati masakan sang istri yang baru di rasakannya. Karena Gladys belum pernah memasak untuknya saat mereka pacaran.


"Bagaimana Ngga?" Tanya Tuan Ito setelah menyelesaikan makannya.

__ADS_1


"Setelah ini mungkin Angga akan selalu meminta di masakin oleh istri Angga Opa. Karena masakan dia bisa membuat Angga tambah. Dan berat badan Angga pasti akan naik." Angga.


"Kau benar. Lihatlah Oncle kalian. Setelah menikah dengan Onty kalian berat badannya bertambah walaupun masih terlihat seksi menurut Onty kalian." Puji Nyonya Laura.


"Ibu..." Protes Tita.


"Wah, Onty juga masakin buat Oncle ya?" Angga.


"Iya. Tapi sesekali saja. Jika dulu sebelum ada Keina iya." Tita.


"Kau juga tidak perlu setiap hari sayang. Tapi di usahakan untuk masak untuk Kakak ya." Ucap Angga pada Gladys.


"Kalo hanya itu yang Kakak minta mah gampang banget." Gladys.


"Kau menantang orang yang salah sepertinya." Tuan Ito.


"Hahaha... Opa benar. Tambah cinta deh Opa sama Istri Angga." Angga.


"Heh,, sudahlah. Ayo sudah kalian masih mau duduk di sini." Gladys.


Mereka pun berkumpul di ruang utama melanjutkan obrolan dari meja makan tadi. Bibi pun membawakan puding yang di buat Tita kemarin untuk hidangan penutup mereka.


Keina bangun dan meminta makan. Keina pun makan di temani Tita di meja makan. Bibi membawakan satu porsi makanan untuk Keina. Tita dengan telaten menyuapi Keina hingga makanan dalam piring pun tandas semua.


"Hebat anak Mommy makannya habis semua." Puji Tita.


"Boleh. Sebentar Mommy ambilkan ya." Ucap Tita.


Tita pun mengambilkan es krim untuk Keina sementara Keina ke ruang utama menemui Opa, Oma dan kedua kakaknya. Keina duduk di samping meja bersiap menunggu Tita membawakan es krim untuknya.


Tita menyodorkan es krim yang di bawanya untuk segera Keina santap. Keina menerima es krim dari tangan Tita dengan suka cita. Terpancar binar bahagia dari mata bulatnya.


"Astaga! Kenapa makan es krimnya begitu sayang?" Tegur Angga yang melihat Keina belepotan es krim.


"Biarkan saja Ngga. Agar dia tau mana yang benar dan salah." Tita.


"Ah, Onty benar." Angga.


Setelah menyelesaikan makan es krim nya Keina tidak membiarkan Angga dan Gladys yang ingin beristirahat dapat beristirahat. Keina terus menarik Gladys untuk bermain dan Keina akan memarahi Angga jika Angga mengajak Gladys ke kamar.


Tuan dan Nyonya Ito bersantai siang di tanan belakang dan nampaknya mereka memejamkan matanya dan tertidur. Semua membiarkannya karena memang sudah terbiasa begitu. Di gazebo terdapat alas cukup empuk yang bisa mereka tiduri.


"Sayang, main sama Mommy ya." Bujuk Tita.


"Ya, Mommy uga tata." Jawab Keina.

__ADS_1


Dan akhirnya Gladys pun mengalah bermain bersama Keina dan Tita. Angga tertidur di sofa karena lelah menunggu Gladys yang terus bermain bersama Keina.


Ayumi datang dari butik dengan berbagai paper bag di tangannya. Apalagi kalau bukan makanan pesanan dari Gladys dan Tita. Mereka berdua selalu memesan makanan dari mall tempat butik Ayumi berada.


Dengan riang gembira Tita pun mengambil pesanannya dan membawanya kedalur untuk di pindahkan kedalam wadah. Tanpa menunggu apapun Tita pun melahapnya hingga tandas begitu juga dengan Gladys.


Dengan bantuan Ayumi Keina pun memakan kue yang di beli Ayumi untuknya. Angga terbangun karena kehebohan istri dan Ontynya. Alhasil Angga pun mengerecoki makanan yang di pesan Gladys.


"Dek, Kak Gagah udah ngabarin besok jam berapa mereka mendarat?" Ayumi.


"Ngga Bun. Kakak cuma bilang besok mereka pulang." Gladys.


"Ya ampun kalian ini memanglah. Apa susahnya coba memberikabar." Ayumi.


"Beda dong Bun. Kalo kami memang sengaja mau kasih surprise." Gladys.


"Ceh,, sama saja." Ayumi.


"Sabar Kak. Tinggal coret mereka di KK gampang." Tita.


"Iya awas aja ya kalian." Ayumi.


"Lah, emang kan Kak Gagah sama Glad udah pisah dari KK Bunda Sama Ayah. Kan kita udah nikah." Jawab Gladys.


"Loh, iya dong Ta. Kamu gimana sih ngasih saran kok salah." Ayumi.


"Hahaha... Lagian Kakak main iya aja." Tita.


"Ih, dasar kamu ya. Kamu ngerjain Kakak." Ayumi.


"Makanya Bunda jangan marah-marah. Bunda tenang aja. Besok mereka pulang kok." Angga.


"Iisshh... Sama aja kamu." Ayumi.


Semua pun tertawa melihat kejengkelan Ayumi. Ayumi pun segera menghubungi Gagah dan menanyakan kapan mereka kembali dan setelah mendapat jawabannya Ayumi pun segera mengakhiri panggilannya.


"Gimana Bunda? Udah puas dapet jawaban dari Kakak?" Gladys.


"Puas dong.." Ayumi.


"Eh, tapi tunggu.." Lanjut Ayumi.


"Apalagi Bunda..." Gladys.


"Tadi Kakak kamu bilang besok pulang siang jadi nyampe sini sore soalnya Laras ga bisa pagi-pagi. Lah, emang kenapa Laras ga bisa pagi?" Tanya Ayumi.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2