
Akhirnya Melan pulang bersama Abi karena Zizi tak ingin pisah dari Andre. Andre pun membiarkannya tetap di kantor. Entah mengapa Zizi merasa nyaman berada dekat dengan Andre.
Saat Zizi berjalan menuju pantri Zizi melihat Rika mantan sekretaris Andre yang baru saja di pecatnya dan berpindah menjadi sekretaris asisten Amar sedang berbincang bersama rekannsatu kantornya.
"Gw kan ga tau ya kalo bos udah punya istri. Eh, tiba-tiba dia nyalahin gw pas gw tegor. Mana main pecat seenaknya aja lagi. Tapi, masih untung sih gw cuma di pindahin jadi sekretaris nya Pak Amar." Oceh Rika.
"Bu, mau buat minum?" Tanya OB yang kebetulan baru keluar dari pantri.
"Iya." Zizi.
Deg, Rika dan yang lainnya menoleh ke arah pantri dan sialnya orang yang sedang mereka bicarakan berada di sana. Rika dan yang lainnya membubarkan diri.
"Biar saya buatkan Bu. Ibu mau minum apa?" Tanya OB lagi.
"Saya mau air putih dingin aja Mas. Kalo ada pake es batu ya." Pinta Zizi.
"Ada Bu. Sebentar saya ambilkan. Ibu bisa kembali ke ruangan Bapak biar nanti saya antarkan." Ucap OB.
"Tidak perlu biar saya tunggu di sini saja." Zizi.
"Baik Bu." OB.
OB pun segera membawakan apa yang di minta Zizi dan langsung memberikannya pada Zizi yang menunggu di depan pantri.
"Silahkan Bu." Ucap OB menyodorkan air berisikan air mineral beserta es batunya.
"Terima kasih." Zizi.
"O..Ya Mas. Bekerjalah dengan sepenuh hati ya. Karena apa yang atasan kita lakukan pada kita bukan karena dia galak atau semena-mena tapi ada apa dengan diri kita. Selama kita bekerja sesuai dengan pekerjaan kita maka atasan kita akan memperlakukan kita dengan baik juga." Ucap Zizi menyindir Rika dan kawanannya tadi.
"Iya Bu." OB.
"Semangat!" Zizi.
"Semangat Bu." Ucap OB penuh semangat dengan mengangkat tangannya.
Zizi kembali ke dalam ruangan Andre. Andre menyambutnya dengan senyuman. Zizi kemudian duduk di sofa sambil meminum air yang di bawanya.
"Bang, panggilkan Amar dong." Pinta Zizi.
"Ada apa sayang? Ada yang kamu inginkan?" Tanya Andre.
"Iya dan Zi mau Amar yang melakukannya." Zizi.
"Baiklah. Sebentar Abang panggil dia." Andre.
Tak berapa lama Amar pun datang ke ruangan Andre.
"Iya Pak ada yang bisa saya bantu?" Tanta Amar pada Andre.
__ADS_1
"Bukan saya tapi istri saya." Tunjuk Andre pada Zizi yang tengah duduk di sofa.
"Owh! Ada yang bisa saya bantu Bu?" Tanya Amar berbalik pada Zizi.
"Apa profil Abang tidak di ganti?" Tanya Zizi.
"Maksudnya Bu?" Tanya Amar kembai tak mengerti.
"Status Abang." Zizi.
"Sudah sejak setelah menikah Bu." Amar.
"Minta sekretaris kamu ke sini juga." Zizi.
"Maksud Ibu Rika?" Amar.
"Entahlah. Pokoknya sekretaris kamu yang baru." Zizi.
"Baik Bu." Amar.
Amar menatap Andre saat akan ke luar ruangan Andre dan Andre hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau apa-apa. Tak membutuhkan waktu lama Rika dan Amar pun kembali masuk ke dalam ruangan Andre.
"Maaf Bu ini Rika." Amar.
"Ya." Zizi.
Andre kini sudah duduk bergabung bersama dengan Zizi di sofa. Andre khawatir Zizi melakukan sesuatu. Karena apapun yang dilakukan Zizi akan di setujui oleh Abi dan Melan begitu juga dengan dirinya.
"Siapa? Saya?" Tanya Rika.
"Ya. Tentu saja. Untuk apa saya tanya Amar. Saya sudah tau berapa lama Amar disini." Zizi.
"Dua minggu." Rika.
"Sudah berapa kali kamu keluar masuk ruangan ini?" Tanya Zizi lagi.
"Hah! Hm... Saya tidak menghitung Bu. Setiap hari saya bolak balik ke ruangan ini memberikan apa yang Bapak perlukan." Rika.
"Kamu punya mata?" Zizi.
"Hah! Ten....Tentu Bu." Jawab Rika lagi.
"Kau lihat bukan ada berapa pajangan foto di sini bahkan di meja itu." Tunjuk Zizi pada meja kerja Andre.
"Lihat." Rika.
"Kau tau jika Bos mu sudah menikah?" Zizi.
"Tidak." Rika.
__ADS_1
"Hm.." Amar berdehem.
Andre hanya diam memainkan jemari tangan Zizi. Amar merasa geram karena Andre hanya diam dengan perlakuan Zizi. Sebelum menjadi istri Andre Zizi memang kerap bolak-balik ke kantor ini untuk menemui Abi. Itulah mengapa Zizi banyak di kenal di perusahaan milik Abi ini.
"Kamu tidak takut kehilangan pekerjaan kamu?" Zizi.
"Saya tidak melakukan kesalahan Bu." Jawab Rika.
"Nampaknya kamu tidak membutuhkan pekerjaan ini ya? Atau mungkin kamu memilih bekerja disini karena bos nya masih muda." Zizi.
"Maksud Ibu? Ibu cemburu pada saya?" Ucap Rika.
Deg...
Amar menoleh pada Rika yang dengan sangat berani berbicara pada Zizi. Begitu juga dengan Andre.
"Saya tidak ada maksud apapun. Saya memanggil kamu bukan karena saya cemburu. Wanita lebih cantik dan seksi saja di suguhkan pada suami saya dia tidak akan tertarik. Karena saya lebih istimewa dari pada kalian." Ucap Zizi menampilkan kesombongannya.
"Ibu yakin?" Rika.
"Hm..." Dehem Amar memberik kode Rika untuk diam.
"Saya tau ibumu sedang sakit dan saya bisa membuat ibumu tak di terima di rumah sakit manapun dan di keluarkan dari rumah sakit dimana ibumu di rawat sekarang." Zizi.
Deg..
"Dari mana Bu Zizi tau Ibu di rumah sakit." Batin Rika.
"Saya tau kesombongan yang kamu tunjukan hanya untuk menutupi kelemahan kamu. Karena kamu di khianati oleh ke kekasih kamu di tambah ibumu jatuh sakit setelah mengetahui jika kalian gagal menikah karena kekasih kamu ternyata sudah menghamili wanita lain." Ucap Zizi santai.
Deg...
"Astaga! Apa dia cenayang?" Batin Rika.
"Berlakulah sopan jika kamu masih menginginkan pekerjaan ini untuk pengobatan ibumu. Dan kamu harus ingat tidak semua pria seperti mantan kekasih kamu yang di goda sedikit saja langsung lumer." Zizi.
"Aduh,,,, Pasti Leon nih." Batin Amar.
Leon adalah orang kepercayaan Andre yang selalu berada di balik layar. Namun, Amar mengenalnya. Dan Amar tau jika informasi yang di dapat Zizi pastilah dari Leon. Andre yang sudah mengetahuinya hanya diam.
"Jadi, jangan coba-coba menggoda laki-laki yang sudah memiliki pasangan hanya karena kamu sakit hati pada mantan kekasih kamu. Karena tidak semua laki-laki sama seperti dia." Zizi.
Rika hanya diam menunduk ketika Zizi mengatakan semua kebenaran hidupnya. Rika tak menyangka jika Zizi mengetahui masa lalunya. Dan Rika pun tak tau lagi harus bersikap bagaimana pada istri Bosnya itu.
"Saya beri kamu kesempatan dengan menjadi sekretaris Amar bukan bersyukur kamu malah menjelekkan saya di belakang saya." Zizi.
"Kembalilah bekerja dan jangan pernah melakukan kesalahan apapun. Jaga bicara kamu." Titah Zizi.
Amar dan Rika pun keluar dari ruangan Andre. Kemudian Zizi pun kembali bermanja pada Andre.
__ADS_1
🌻🌻🌻