
Tita terus saja tertawa dan Angga mencoba menenangkan Gladys yang hampir menangis. Dan tanpa berdosa Laras langsung menuju kamar bersama Gagah. Rehan menghampiri Tita, Angga dan Gladys.
"Ada apa?" Tanya Rehan dan Gladys kembali berteriak.
Tita pun semakin terbahak. Bahkan karena suara Ayahnya Gladys kembali kaget. Merasa ada yang aneh karena Tita terus tertawa Gladys memberanikan diri melihat ke arah suara orang bertanya.
"Ayah!" Gladys.
"Ada apa?" Rehan.
"Astaga!! Ontyyy....." Teriak Gladys.
"Makanya jangan suka jail sama yang lebih tua. Kualat kan sekarang kamu kaget sendiri." Tita.
"Lagian kamu penakut pake nonton film begituan." Rehan.
"Angga yang ajakin Yah. Soalnya tadi Angga lihat Kak.Laras sama Onty nonton asik banget." Angga.
"Aish... Pantas saja. Calon istri mu ini penakut Ga." Rehan.
"Benarkah Yah?" Angga.
"Ayah! Ngga Yah. Gladys ga takut cuma kaget aja." Jawab Gladys gelagapan.
Tita dengan usilnya menoel pipi Gladys dari arah belakang Gladys dan Gladys semakin teriak histeris memeluk Angga.
"Hahahaa.... Rasain kamu yah." Tita.
"Ini sih kesempatan dalam kesempitan judulnya Ta." Rehan.
"Betul itu Kak." Tita.
"Dah ah, mau cari istri." Rehan.
"Ayaaah... Glad bilangin Bunda." Gladys.
"Lah, memang kenapa?" Rehan.
"Itu tadi Ayab bilang mau cari istri." Gladys.
"Lah, Bunda kan istri Ayah. Mana mungkin lah Ayah cari istri baru. Kecuali kalian setuju ya Ayah cari." Jawab Rehan sambil melengos pergi.
"Ayaah..." Teriak Gladys.
Bersamaan dengan Rehan yang ngacir masuk ke dalam kamarnya Ken masuk dari pintu utama. Tita pun langsung bangkit dan menghambur pada Ken.
"Sayaaang..." Teriak Tita dan Gladys kembali kaget.
"Onty.... Nyebeliiin.." Teriak Gladys.
Tita tak menghiraukan. Ken memeluk erat istri tercintanya dan mendaratkan ciuman di kedua pipi dan di kening Tita. Tita pun membalas pelukkan Ken.
"Ada apa?" Tanya Ken.
"Ke kamar aja dulu yuk nanti Tita ceritain." Ajak Tita.
"Oke." Jawab Ken dan langsung menggendong Tita.
Tita menyilangkan kakinya di pinggang Ken dan mengalungkan tangannya di bahu Ken. Kepalanya di sandarkan pasa bahu Ken. Ken pun berjalan menuju kamar mereka.
__ADS_1
Gladys dan Angga melihat tingkah mereka berdua kemudian keduanya saling pandang dan jangan lupakan wajah Gladys yang bersemu merah membuat Angga semakin gemas di buatnya.
Angga pun mematikan film yang mereka tonton tadi dan menggantinya pada chanel televisi yang menampilkan acara komedi. Agar Gladys bisa melupakan cerita film tadi.
Sementara di dalam kamar Gagah dan Ken. Istri-istri mereka tengah menceritakan kejahilan Gladys hingga Gladys kena batunya sendiri karena kaget. Karena Gladys si penakut yang sok-sok an nonton film horor di hadapan tunangannya.
"Ampun banget sih tu anak." Ken.
"Makanya jangan suka jail." Gagah pada istrinya.
Angga dan Gladys memilih mencari angin di gazebo belakang. Keduanya berbicara santai saling tawa bersama bagaikan dunia hanya milik mereka. Tanpa mereka sadari Ayumi dan Rehan memperhatikan keduanya dari balkon kamar mereka.
"Semoga mereka awet terus seperti itu ya Yah." Ayumi.
"Amin." Rehan.
Rehan memeluk Ayumi dari belakang menatap anak mereka yang tengah diliputi asmara. Setelah cukup lama Rehan pun pergi mandi bersama Ayumi. Keduanya memang selalu mengutamakan keromantisan untuk menjaga hubungan mereka.
"Sayang, apa Keina belum bangun?" Tanya Ken yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sudah. Tadi sedang mandi bersama Bibi." Jawab Tita yang tengah merapihkan tempat tidur.
"Apa sudah lebih baik sekarang sayang?" Tanya Ken memeluk Tita dari belakang.
"Hm...". Jawab Tita singkat.
"Apa Mas sudah boleh?" Tanya Ken sensual.
"Sabar ya Mas. Kan belum 40hari." Tita.
"Hah! Kok lama Yang." Ken.
"Eh, sayang ko bilang begitu?" Kaget Ken memutar tubuh Tita sehingga berhadapan dengannya.
"Habisnya Mas mancing. Mas lupa setelah Keina lahir kan juga puasa 40 hari. Yang ini juga sama Mas. Walaupun Tuhan lebih sayang pada putri kita dan mengambilnya lebih cepat." Jawab Tita sendu.
"Owh! Astaga! Maaf sayang. Mas melupakannya." Ken.
Ken pun menciumi seluruh wajah Tita dan berakhir di bibir. Tita hanya pasrah menerima serangan suami tercintanya sampai terdengar ketukan kecil dari arah luar pintu. Ken melepas pangutannya kemudian menghapus bekas aksinya dan tersenyum begitupun Tita membalas senyumannya.
"Buka dulu pintunya itu pasti putri kita." Ken.
"Hmm... Mas pakai dulu bajunya." Titah Tita karena Ken masih mengenakan handuknya saja.
Tita melangkah menuju pintu kamarnya. Setelah pintu kamar terbuka tampaklah Keina dengan wajah segar telah mandi di temani bibi.
"Maaf nyonya. Nona meminta ke sini." Ucap Bibi takut.
"Tidak apa-apa. Terima kasih Bi." Tita.
"Sama-sama nyonya. Saya permisi." Pamit Bibi dan Tita hanya menganggukkan kepalanya.
Tita pun membawa Keina masuk ke dalam kamarnya menemui Daddy Keina. Ken pun keluar dari ruang ganti setelah mengenakan baju santainya.
"Hai, pricess Daddy." Sapa Ken.
"Daddy.." Ucap Keina menghambur memeluk kaki Ken.
Dengam sigap Ken langsung mengangkat putri cantiknya dan memeluknya. Kemudian Ken pun menciumi seluruh wajah Keina hingga Keina tergelak kegelian.
__ADS_1
"Hahahaa... Dy Hahahaa..." Keina.
"Sudah Dad, lihatlah putri kita sudah kegelian begitu wajahnya sudah memerah." Ucap Tita menghentikan aksi Ken.
"Baiklah... Baiklah. Habis putri Daddy ini wangi banget sih. Daddy jadi gemes." Ken.
"Tan Eina taya Mommy ani." Keina.
"Benarkah? Jadi Mommy wangi juga?" Tanya Ken dan Keina pun mengangguk.
"Ayo kita ke luar." Ajak Tita yang sudah berjalan lebih dulu.
Ken pun segera mengikuti Tita dengan Keina dalam gendongannya. Keduanya terus saja bergurau sedang Tita tak menghiraukan keduanya.
"Keinaaa.." Teriak Gladys ketika melihat Keina di gendong Ken.
"Tata Dys." Keina.
"Hmm... Wangi sekali. Sudah mandi ya?" Tanya Gladys.
"Udah." Jawab Keina singkat.
"Ayo ke taman belakang sama Kakak. Ada Kak.Angga juga." Ajak Gladys dan Keina menurutinya.
Ken menurunkan Keina dari gendongannya. Kemudian Gladys menuntuk Keina bersamanya. Ken menyusul Tita yang berjalan ke arah teras samping. Dan ternyata disana sudah ada Orang tua, Kakak dan Kakak iparnya.
"Mana Keina?" Tanya Tuan Ito.
"Ikut bersama Glad." Ken.
"Sayang, Mas mau teh hijau nya ya." Pinta Ken.
"Oke." Jawab Tita menuangkan teh untuk Ken.
"Bagaimana persiapan pernikahan Glad Ayu?" Tanya Nyonya Laura.
"Semua berjalan sesuai rencana Bu. Wisuda Gladys mundur jadi setelah pernikahannya karena ada kendala dari kampusnya." Ayumi.
"Loh, berarti nikah dulu?" Ken.
"Iya. Karena undangan sudah di buat jadilah pernikahannya dulu sebelum wisuda." Ayumi.
"Tidak masalah. Yang terpenting kuliahnya sudah selesai." Tuan Ito.
"Ayah benar. Karena itu yang terpenting." Rehan.
"Hanya saja cita-citanya bekerja dj salah satu bank negri ini harus dia simpan." Tita.
"Kenapa?" Nyonya Laura.
"Karena Glad tidak ingin bekerja setelah menikah." Tita.
"Kok begitu?" Ken.
"Karena menurut Glad Bundanya dan Tita saja meninggalkan karir kita untuk keluarga begitupun dia. Dia ingin fokus pada keluarga. Seperti Laras yang juga tidak ingin melanjutkan kuliahnya karena takut fokusnya terbagi untuk kuliah dan Keluarga kecilnya." Jelas Tita.
"Ya. Biarkan saja. Biarkan suami-suami mereka bertanggung jawab pada Gladys dan Laras." Tuan Ito.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏 🙏🙏