Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Memperkenalkan Riana


__ADS_3

Akhirnya semua mengalah dan memilih untuk pulang ke rumah utama. Sampai di rumah utama Tuan dan Nyonya Ito baru saja selesai berkebun. Mereka berdua tengah bersantai di belakang di temani tukang yang tengah memperbaiki kolam ikan Keina.


"Hai Om, Tante.." Sapa Angga.


"Hai calon pengantin. Mana calon mu?" Nyonya Laura.


"Ada Tan. Di belakang sama Keina." Angga.


"Kalian belum ke rumah Ai?" Tuan Ito.


"Belum Om. Keina nangis histeris begitu kita bilang akan ke sana. Jadi, mungkin sedikit di undur Om." Angga.


"Ayumi sudah menjelaskan?" Tuan Ito.


"Belum Om. Kata Kak.Ayu nanti saja di rumah." Angga.


"Ya, dan sebaiknya jika Keina tak bersama kita." Nyonya Laura.


"Ya. Tidak masalah Tan. Nah, ini dia calon Angga Om Tante." Tunjuk Angga pada Riana yang tengah berjalan menuju ke arahnya bersama Keina dan yang lainnya.


"Wah,, pinter juga kamu cari calon istri." Ucap Tuan Ito.


"Om bisa aja." Angga.


Mereka pun saling berkenalan. Riana tampak sedikit canggung berada di antara orang-orang yang dia hanya mengenal namanya saja tanpa tau orangnya. Riana sering melihat mereka di televisi dan tak menyangka jika calon suaminya adalah keluarga mereka juga.


"Hena, apa kamu sudah membawa calon menantumu itu ke dokter mata?" Tanya Tuan Ito.


"Hah! Untuk apa Kak?" Hena.


"Siapa tau dia salah penglihatan melihat anak mu." Jawab Tuan Ito di akhiri gelak tawanya.


"Astaga! Itu juga yang kami harapkan Kak. Semoga Riana tetap salah matanya melihat si anak pecicilan ini." Bagas.


Semua pun tertawa mendengarnya. Riana tampak tersipu dan menundukkan kepalanya. Sementara Angga hanya acuh karena memang sudah terbiasa dengan ke anehan keluarga itu.


"Sayang, benarkan apa Mas bilang. Keluarga ini ga ada akh lak." Angga.


"Hush! Mas ih..." Protes Riana.


"Ya termasuk yang ngomongnya juga sih Ri Hahahaaa..." Ayumi.


"Sabar Ri, Beruntung Gladys sudah di bawa suaminya." Hena.


"Jangan salah Tan. Laras pun sama jailnya dengan Gladys." Ayumi.

__ADS_1


"Ayu benar Hen. Laras sekarang sudah bisa berbaur dengan kita. Dan Laras sudah bisa menunjukan rasa marah, senang dan manjanya dia." Nyonya Laura.


"Syukurlah. Bagaimana kehamilannya? Dia belum mau ke rumah orang tuanya?" Bagas.


"Ini sedang pergi kontrol bersama Gagah. Mungkin sebentar lagi datang. Dan untuk bertemu orang tuanya sepertinya Laras masih santai. Sejauh ini Kepergian Ayumi yang selalu di tangisi olehnya." Nyonya Laura.


"Benarkah?" Hena.


"Ya, bahkan saat mereka berbulan madu Laras merengek ingin pulang dan bertemu dengan Ayu. Karena baru saja dua hari di sana Gagah mencegah dengan berbagai cara sampai akhirnya Laras sakit setelah di periksa ternyata Laras hamil. Jadilah setelah Laras baikan Gagah segera membawa pulang Laras." Nyonya Laura.


"Wah,, bagus tuh biar Ayu ga bisa kemana-mana." Bagas.


"Kalo Ayu sih seneng aja Om. Yang manyun tuh Mas Rehan sama Gagah." Ayumi.


"Kok gitu?" Angga.


"Gagah sama Rehan ga ada yang ngelonin Hahahaaa...." Tuan Ito.


"Ri, kalo hamil nanti jangan di kuasai ya Mami nya." Ucap Bagas.


Blush...


Wajah Riana seketika langsung memerah mendengar ucapan Bagas calon Papi mertuanya. Jangankan terfikir memiliki anak berdekatan dengan Angga saja sudah membuatnya panas dingin.


Tak lama Gagah dan Laras datang dengan menenteng beberapa paper bag. Riana langsung menghambur kedalam gendongan Gagah. Mereka pun berkumpul di halaman belakang saling bercengkrama bersama.


Riana pun merasa senang berada di tengah-tengah keluarga Angga. Karena selama ini dirinya tak memiliki banyak keluarga seperti Angga. Riana hanya anak tunggal. Sama halnya dengan Ayahnya yang anak tunggal. Satu-satunya saudara yang dimilikinya hanya adik dari ibunya.


Adik dari ibunya memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil karena jarak antara Ibu Riana dan adiknya cukup jauh. Laras yang duduk di samping Riana tampak memperhatikan cara Angga memperlakukan Riana.


"Kamu tenang aja Tante Ri. Dulu Laras juga merasa canggung di keluarga ini sampai akhirnya Laras bisa menyesuaikannya." Laras.


"Eh, iya Kak." Riana.


"Eh, panggil Laras saja. Tante ini kan calonnya Om aku." Laras.


"Eh, " Riana.


"Yang, Kakak mau bawa Keina ke depan dulu. Ri mau es krim." Gagah.


"Laras di rumah aja deh ga apa-apa kan?" Laras.


"Iya ga apa. Kamu mau sesuatu?" Tawar Gagah.


"Apa yang Kakak inget buat aku beli aja pasti aku makan hehehe.." Laras.

__ADS_1


"Om, Tante mau titip?" Gagah.


"Beli apa aja cemilan Gah." Angga.


"Siap Om." Gagah.


Gagah pun membawa Keina ke mini market yang terdapat di depan komplek perumahan mereka. Mereka berdua pergi menggunakan mobil Gagah dengan menggunakan supir karena Keina yang tidak mau duduk sendiri.


Sepeninggalnya Gagah dan Keina Ayumi pun menceritakan kejadian yang menimpa Keina di rumah Aiko. Bagas dan Hena sempat tersulit emosi namun keduanya kembali tenang setelah Ayumi berhasil meyakinkan keduanya.


"Apa Keina sudah di visum?" Hena.


"Tidak. Ken tidak melakukannya. Tapi, mereka cukup memiliki bukti untuk dia." Tuan Ito.


"Tapi, penting juga visum Kak." Bagas.


"Semua sudah terekam Gas. Tita lebih mengerti apa yang harus dia lakukan terhadap anaknya." Tuan Ito.


"Ya kau benar Kak. Lantas bagaimana sekarang kelanjutannya?" Bagas.


"Jessie sedang melakukan prosesnya. Karena dia juga harus bisa memulihkan kedua anak kembarnya. Dan untuk sementara waktu Duo A di pindahkan ke rumah mertuanya dengan alasan Jessie ingin melakukan terapi untuk Maminya sendiri." Tuan Ito.


"Lantas si perawat itu?" Hena.


"Masih ada di rumah Aiko. Artur sudah mengetahuinya juga Aldi. Jadi mereka hanya menunggu waktu yang pas untuk menyeret perawat tersebut." Tuan Ito.


"Pasti Jessie merasa terpukul sekali." Angga.


"Ya. Om benar. Bahkan Kak Jess ga henti-hentinya menyalahkan diri sendiri atas kejadian ini. Apalagi jika melihat Keina yang menangis histeris ketika melihat Duo A." Laras.


"Ya Tuhan. Apa Keina akan di bawa ke terapis?" Angga.


"Tidak. Tita yang akan melakukannya sendiri. Tapi, beberapa hari ini Tita harus mengurus perusahaan yang tengah goyang." Tuan Ito.


"Ada apa?" Bagas.


"Orang kepercayaan Kevin dulu telah menyelewengkan dana dan tidak sedikit." Tuan Ito.


"Orang kepercayaan? Siapa dia? Kenapa dia bisa berbuat seperti itu?" Bagas.


"Tita tengah menyelidikinya dan sepertinya Tita telah memiliki jawabannya hanya saja kau tau sendiri Tita tidak banyak bicara." Tuan Ito.


Semua pun terdiam sejenak. Semua diam dengan fikiran masing-masing. Hanya Riana yang masih bingung dengan keadaan di sana karena Riana juga belum mengetahui semua keluarga Angga.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2