Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kepulangan Tita


__ADS_3

Dokter pun datang untuk meneriksa keadaan Tita yang sudah sadar sepenuhnya. Ken membiarkan Dokter memeriksa Tita bersama susternya. Setelah selesai Dokter pun menjelaskan keadaan Tita yang sudah cukup baik.


Tita mengutarakan keinginannya untuk pulang dan Dokter mengijinkannya karena kondisi Tita yang sudah cukup baik. Dan Dokter yakin Tita akan jauh lebih baik jika berada di rumah. Ken pun segera memberitahu Anton untuk menjemputnya di rumah sakit.


Saat Tuan dan Nyonya Ito datang bersamaan dengan Anton yang juga datang ke rumah sakit untuk menjemput Ken dan Tita.


"Anton." Panggil Tuan Ito.


"Tuan, Nyonya. Selamat siang." Sapa Anton.


"Bagaimana apakah Tita sudah sadar?" Tuan Ito.


"Sudah Tuan. Saya datang untuk menjemput Tuan dan Nyonya." Anton.


"Ah, syukurlah." Nyonya Laura.


"Tapi, maaf Tuan Nyonya. Mungkin Tuan Ken tidak akan pulang ke rumah Utama." Ucap Anton menunduk.


"Iya Ton. Kami sudah mengetahuinya. Ken sudah berbicara dengan Rehan dan Kami." Tuan Ito.


"Iya Tuan." Anton.


"Kami akan menemui Tita." Tuan Ito.


"Silahkan Tuan Nyonya." Ucap Anton mempersilahkan Tuan dan Nyonya Ito untuk berjalan lebih dulu.


Anton berjalan mengikuti Tuan dan Nyonya Ito. Hatinya begitu was-was jika Ken akan mengamuk kepada Tuan dan Nyonya Ito. Tapi, begitu sampai di ruangan dimana Tita di rawat. Dugaannya salah. Ken mempersilahkan Tuan dan Nyonya Ito masuk untuk menemui Tita.


"Ayah, Ibu. Masuklah." Ken.


"Bagaimana keadaan Tita Ken?" Tanya Tuan Ito seolah tak pernah ada yang terjadi di antara mereka.


"Sudah membaik Yah. Hari ini kami akan pulang." Ken.


"Ibu,, Ayah." Panggil Tita dari atas tempat tidur.


"Sayang, bagaimana keadaan kamu sayang?" Nyonya Laura.


"Lebih baik Bu. Tapi Tita sudah ga betah dan mau cepat pulang." Tita.


"Anton sudah berada di sini kita akan pulang." Nyonya Laura.


"Tapi Bu..." Ucap Tita terjeda.

__ADS_1


"Tapi, kenapa sayang?" Ucap Nyonya Laura mengusap kepala Tita.


"Mas Ken mengatakan jika kita akan pulang ke mansion Durant." Ucap Tita menunduk.


"Tidak apa-apa sayang. Di rumah ada bayi Laras Ken tidak ingin istirahat kamu terganggu dengan tangisannya. Dimana pun kalian tinggal asalkan membuat kalian nyaman Ibu dan Ayah tak mengapa." Nyonya Laura.


"Maaf Bu." Ucap Tita menunduk.


"Tidak perlu meminta maaf sayang. Dimana pun kalian tinggal sering-seringlah datang ke rumah untuk mengunjungi kami." Nyonya Laura.


"Tentu Bu." Ucap Tita.


Tita pun memeluk Nyonya Laura dari samping. Dirinya sudah mampu mengendalikan dirinya. Rasa traumanya berangsur hilang dan hatinya jauh lebih tenang. Ken pun mengetahuinya dari dokter yang menangani Tita.


"Sudahlah. Ayo. Kami akan mengantarkan kalian juga ke mansion." Tuan Ito.


"Terima kasih Yah." Tita.


Ken mendudukkan Tita di atas kursi roda karena Ken tak ingin Tita kelelahan dengan berjalan menuju lobi rumah sakit dimana mobil Anton akan menunggu di sana. Tita sempat menolaknya namun Ken tetap keukeuh hingga akhirnya Tita mengalah.


Ken mendorong Tita sementara Tuan Ito berjalan di samping Ken dan Nyonya Laura di samping Tita dengan menggandeng tangan Tita. Ada sedikit perasan tak rela di hati Nyonya Laura dengan keputusan Ken untuk berpisah tempat tinggal tapi semua harus dirinya terima.


Apa yang terjadi pada anak-anaknya adalah kesalahannya yang tak menginginkan anak-anaknya pisah dari rumah. Dirinya melupakan jika anak-anaknya memiliki kehidupan sendiri setelah berumah tangga.


Dengan kesabaran Tuan Ito memberikan pengertian kepada istri tercintanya. Karena walau bagaimana pun mereka harus siap di tinggalkan anak-anaknya. Dan beginilah sekarang Ken dan Tita harus meninggalkan rumah.


Maklum saja penjaga di sana belum mengenal Anton dan juga mobilnya. Setelah mobil Anton masuk di susul mobil Tuan dan Nyonya Ito. Penjaga tersebut pun kembali menundukkan kepalanya begitu mengetahui jika Tuan Ito yang berada di dalamnya.


Ya, mereka mengenal Tuan Ito teman dari almarhum Tuan Martin. Walaupun mereka tak cukup dekat kala itu. Tapi pernah beberapa kali Tuan Ito mendatangi mansion tersebut untuk bertemu dengan Tuan Martin.


Ken membantu Tita untuk keluar dari dalam mobil dan Ken memapah Tita untuk berjalan menuju kedalam rumah. Bibi menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya mereka dengan suka cita. Mereka merasa senang akhirnya rumah yang begitu megah akan kembali ramai dengan kehadiran Tuan dan Nyonyanya kembali.


"Selamat datang Tuan Nyonya." Sambut Bibi.


"Terima kasih. Kalian bisa kembali bekerja." Ken.


Dan semua pun kembali pada pekerjaan masing-masing. Ken dan Tita mengajak Tuan dan Nyonya Ito duduk di ruang utama. Sementara Anton membawa barang bawaan Ken dan Tita masuk kedalam setelah itu Anton pun berpamitan untuk kembali ke kantor.


"Permisi Tuan, Nyonya saya pamit kembali ke kantor." Pamit Anton.


"Baiklah. Terima kasih banyak Ton." Ken.


"Sama-sama Tuan." Anton.

__ADS_1


Setelah cukup lama Tuan dan Nyonya Ito berada di kediaman Durant mereka pun berpamitan pulang karena tidak ingin mengganggu istirahat Tita. Karena Tita baru saja tersadar dari tidur panjangnya.


"Kami pamit ya sayang. Sering-seringlah datang ke rumah kami. Dan untuk kamu jangan terlalu kelelahan ya sayang. Jaga kesehatan kamu." Pesan Nyonya Laura.


"Iya Bu." Tita.


Tuan dan Nyonya Ito pun meninggalkan mansion Durant. Setelah mobil Tuan Ito tak terlihat lagi Ken pun membawa Tita masuk ke dalam. Tita bergelayut manja di lengan Ken.


"Sayang, Keina kapan di jemput?" Tita.


"Nanti sore Kak Nio ke sini mengantarkannya." Ken.


"Benarkah?" Tita.


"Iya. Sekarang istirahat dulu ya." Ken.


"Di peluk tapi." Manja Tita.


"Dengan senang hati sayang." Ken.


Mereka berdua pun masuk kedalam kamar yang sudah di siapkan. Tanio sudah menyiapkannya saat Ken mengutarakan akan menempati rumah tersebut. Tanio ingin membuat sang adik dan keluarganya merasa nyaman tinggal di rumah itu.


Sementara di rumah Utama keluarga Ito. Laras mulai terbiasa mengurus bayi Galuh sendiri. Sesekali Ayumi membantunya karena Marni sudah kembali setelah satu minggu Laras melahirkan. Sementara Gladys tengah menantikan detik-detik kelahiran sang buah hati.


Mama Angga tak pernah ikut Papa Angga lagi ke luar kota karena takut Gladys melahirkan saat dirinya tangah menemani sang suami tugas di luar kota.


"Opa, Oma. Sudah pulang? Bagaimana keadaan Onty?" Tanya Laras yang melihat kedatangan Tuan dan Nyonya Ito.


"Alhamdulillah Tita sudah sadar dan sekarang sudah pulang." Nyonya Laura.


"Benarkah? Dimana Onty?" Tanya Laras celingukan mencari sosok Tita.


"Mereka pulang ke mansion Durant." Tuan Ito.


"Hah! Kenapa?" Laras.


"Ken yang menginginkannya." Nyonya Laura.


"Ken takut Tita merindukan keluarganya jadi Ken membawa Tita pulang ke sana." Tuan Ito.


"Baiklah. Tapi, apa kita boleh mengunjunginya?" Laras.


"Tentu. Dan jangan tanyakan apapun padanya tentang kejadian kemarin." Nyonya Laura.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2