Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Rencana Zayn


__ADS_3

Setelah mengucapkan terima kasih pada Andre dan di angguki oleh Andre kini Andre di huat terkejut karena Zizi tiba-tiba saja menghambur kedalam pelukannya. Zizi memeluk erat Andre dan Andre pun membalas pelukkan Zizi. Andre mengusap lembut punggung Zizi.


"Terima kasih Abang mau sabar untuk Zi." Ucap Zizi dalam pelukkan Andre.


"Karena segala sesuatu yang di landasi dengan emosi tidak akan berakhir bahagia. Hanya penyesalan yang akan di terima." Andre.


"Zi akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Abang. Abang tolong tegur Zi jika Zi melakukan kesalahan. Apalagi jika Zi memikirkan almarhum. Abang boleh menegur Zi." Ucap Zizi pelan.


"Sayang," Panggil Andre mengurai pelukkannya membuat Zizi merasa ada yang salah dengan ucapannya.


Andre menangkup kedua pipi Zizi dan memandangnya lekat.


"Almarhum adalah bagian dari hidup kita. Dan Abang sangat berterima kasih kepadanya yang membuat Abang yakin dengan perasaan Abang. Hanya saja Abang menyayangkan pertemuan kita dengan cara kehilangan dia untuk selama-lamanya."


"Karena rasa terima kasih Abang padanya Abang meminta ijin padamu untuk melakukan sesuatu pada Sinta."


Deg...


"Maksud Abang?" Tanya Zizi dengan perasaan yang berkecamuk.


Baru saja dirinya akan menerima Andre dan mencoba melupakan Damar. Dan entah mengapa perasaannya langsung kacau saat mendengar Andre memintanya ijin untuk melakukan sesuatu yang Andre belum katakan apa.


Sejenak dirinya berfikir jika Andre akan berpoligami dengan menikahi Sinta juga. Tak terasa bulir bening mengalir begitu saja di pipinya dengan fikiran yang engah kemana.


"Hei, sayang. Kenapa nangis?" Tanya Andre yang mengerti apa yang sedang istrinya itu fikirkan.


Zizi melepaskan pegangannya namun tangannya di cekal oleh Andre.


"Jangan memikirkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi." Ucap Andre membawa Zizi kedalam pelukannya.


Zizi mendongakkan kepalanya menatap manik mata Andre dan mencari kejujuran di sana dan benar tak ada sedikitpun kebohongan di sana.


"Zayn mengatakan sesuatu tentang Sinta dan itu membuat Abang geram. Abang merasa kita perlu melindunginya. Sinta tak tau apa-apa." Andre.


"Abang.." Panggil Zizi lirih.


"Kenapa hm? Cemburu ya?" Andre.


"Bukan." Zizi.


"Lalu?" Andre.

__ADS_1


"Jangan berbelit-belit. Zi ngga ngerti ucapan Abang." Jawab Zizi menundukkan kepalanya lagi.


"Hahahaa... Iya maaf sayang." Jawab Andre.


"Begini sayang. Kemarin tiba-tiba Zayn menannyakan tentang kekasih Sinta pada Abang. Abang jawab tidak tau karena Abang sendiri tak pernah tau tentang Sinta. Yang Abang tau Sinta adik dari Almarhum itu saja.


Kamu ingat saat kita akan pulang dari rumah sinta kita berpapasan dengan seorang pria yang baru saja datang? (Zizi menganggukkan kepala mengerti). Beberapa waktu lalu Zayn menghadiri rapat bersama salah satu kliennya di sebuah restoran dan orang itu memperkenalkan pria tersebut adalah menantunya." Jelas Andre.


"Maksud Abang Hendrik sudah menikah?" Zizi.


"Kamu tau tentang dia?" Andre.


"Hanya dari cerita Sinta. Tapi belum pernah bertemu langsung. Karena setiap kali kita berencana untuk double date Hendrik selalu berhalangan hadir." Jelas Zizi mengingat.


"Entah apa yang mendorong Zayn tiba-tiba dirinya ingin menyelidiki tentang Hendrik." Andre.


"Apa mungkin Bang Zayn menyukai Sinta?" Tanya Zizi mengira-ngira.


"Mungkin saja sayang. Hati seseorang tidak bisa di tebak." Andre.


"Hmm.... Lantas apa rencana Bang Zayn?" Zizi.


"Tapi, kondisi Sinta tidak sedang baik-baik saja Bang." Zizi tak enak hati.


"Tapi, akan lebih menyakitkan jika Sinta tau lebih lama lagi." Andre.


"Kenapa Hendrik melakukan itu?" Zizi.


"Abang juga tidak tau sayang. Yang Abang tau Abang menyayangi dan mencintai kamu sayang." Andre.


"Ish... Sempat-sempatnya gombal lagi." Zizi.


"Kita bantu Bang Zayn menyadari perasaannya untuk Sinta. Dan bantu Sinta membuka hatinya untuk Bang Zayn." Andre.


"Mmm... gimana ya?" Zizi.


"Sayang, apa kamu ga kasian liat Abang kamu jomblo begitu?" Andre.


"Ih bukan itu." Zizi.


"Terus?" Andre.

__ADS_1


"Baiklah..." Jawab Zizi setuju.


Andre pun mengutarakan kesiapan istrinya membantu Zayn dalam rencananya. Sinta memang belum berani lebih tepatnya masih mengurung dirinya di dalam kamar rumahnya. Rasanya begitu berat baginya keluar dari kamar dan menyaksikan jika keluarganya telah tiada.


Beruntung Keluarga Pamannya masih setia menemaninya walaupun dengan kesibukan pekerjaan mereka. Aisah dengan sabar membantu kakak sepupunya bangkit dan menatap kehidupannya kedepan. Karena hidup harus terus berlanjut.


Sementara Sinta hanya akan makan ketika Zayn datang mengunjunginya. Sinta pun tak mengerti saat Hendrik datang perasaannya biasa saja dan seolah tak peduli dengan kehadiran Hendrik tidak seperti dulu saat keluarganya masih utuh.


Namun, saat Zayn datang hatinya begitu senang dan memperhatikan semua gerak gerik Zayn dan dirinya pun akan membuka mulutnya lebar saat Zayn menyodorkan makanan dalam sendok atau bahkan menggunakan tangannya sendiri.


Paman Sinta pun mengatakan jika Hendrik selalu datang dan menemani Sinta hanya saja tak ada reaksi apapun dari Sinta bahkan mulutnya seolah tertutup rapat saat Hendrik menyuapi Sinta.


Paman Sinta pun merasa ada yang aneh dengan itu dan membuatnya heran. Paman Sinta pun merasa curiga terhadap Hendrik. Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan. Bahkan kedatangannya hanya sebentar saat jam makan siang saja nampak tidak perduli terhadap Sinta.


Lain hal dengan Zayn yang akan datang setiap saat Paman Sinta memintanya datang. Jam berapapun Zayn akan datang itu yang membuat paman Sinta berani mengatakan apa yang terjadi dengan Sinta dan Hendrik pada Zayn.


Sebenarnya Zayn telah menyelidikinya sebelum dirinya mengatakan pada Andre dan meminta Zizi membujuk Sinta untuk bisa keluar dari rumah. Dan setelah Zizi bersedia membantunya Zayn lun segera menyiapkan strategi agar semua tampak alami.


Zayn menghubungi orang kepercayaannya untuk menyiapkan segalanya. Zayn pun meminta Zizi untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum dirinya mengajak Sinta ke luar karena itu akan menimbulkan kecurigaan dari Sinta.


Keluarga Paman Sinta pun di beritahu tentang rencananya tersebut. Dan keluarga Paman Sinta bersedia. Karena Zayn telah memberitahukan tentang Hendrik yang ternyata sudah beristri dan istrinya tengah mengandung buah hati mereka.


"Sayang, besok kamu di minta Abang Zayn ke rumah Sinta untuk menemaninya." Ucap Andre yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"Mm... Abang ga apa-apa Zi ke rumah Kak. Sinta?" Zizi.


"Tidak apa-apa sayang. Abang awalnya sedikit tak rela. Tapi, untuk apa Abang cemburu lagi karena Almarhum sudah tenang di sana." Andre.


"Terima kasih Bang." Zizi.


"Lakukan semuanya demi Sinta dan Zayn." Andre.


"Iya Bang." Zizi.


"Sudah sore. Kamu mandi dulu ya. Sepertinya badan kamu juga sudah tidak demam." Titah Andre memegang kening Zizi.


"Iya Bang. Badan Zi juga ga enak gerah." Zizi.


"Mau Abang mandiin?"


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2