
Beberapa bulan pun berlalu kini kehamilan Olla memasuki usia sembilan bulan. Olla tengah menantikan kelahiran anak ketiganya. Tanio mulai harap-harap cemas. Dirinya selalu dilema setiap pagi antara pergi ke kantor atau tetap di rumah.
Namun, Olla selalu meyakinkan jika dirinya belum merasakan apapun jadi Tanio tetap bisa pergi ke kantor seperti biasanya tanpa harus mengkhawatirkannya. Beruntung juga Olla di bantu sang Mama dalam mengurus kedua anaknya.
Melan pun selalu menyempatkan diri menjemput Zayn terlebih dahulu sebelum ke sekolah. Karena Zayn dan Andre satu sekolah. Begitu juga dengan Zio dan Daren hanya Zio lebih dulu sekolah sedang Daren satu tingkat di bawahnya.
Tita tak di ijinkan Ken untuk bertemu dengan Olla beberapa waktu kedepan karena Ken dan Tanio khawatir jika Olla kontraksi maka Tita akan ikutan kontraksi juga sementara usia kehamilan Tita belum memasuki usia persalinan.
"Mom, apa Kei harus sekolah seperti Abang?" Keina.
"Tentu. Apa Keina ingin bersekolah di tempat Abang bersekolah?" Tita.
"Tidak Mom. Keina ingin bersekolah sendiri." Keina.
"Hm.. Kenapa? Bukannya senang di sekolah nanti ada Abang yang menjaga?" Tita.
"Tidak Mom. Nanti tidak rindu Abang lagi dong." Keina.
"Tahun ini Keina Mommy daftarkan bersekolah ya. Tapi, dekat sini saja ya sayang? Tidak apa?" Tita.
"Tidak apa Mom. Agar Kei bisa menjaga adik juga." Keina.
"Dimana pun Kei bersekolah berikanlah yang terbaik untuk diri Kei sendiri bukan untuk Daddy ataupun Mommy." Tita.
"Oke Mom." Keina.
Begitulah kesehatian Keina dan Tita. Keduanya banyak melakukan hal berdua karena Ken amat sangat protektif setelah Tita di nyatakan kembali hamil buah cinta mereka. Ken dan Tita pun memilih untuk tetap tinggal di mansion.
Rumah yang sudah Ken beli dan renovasi Ken berikan pada Laras dan Gagah. Awalnya Gagah menolaknya karena tak enak selalu merepotkan Oncle dan Onty nya namun Ken bersikeras dan rumah itu di berikan atas nama Laras.
Kini hanya tinggal Ayumi dan Rehan yang masih tinggal di rumah utama bersama Tuan dan Nyonya Ito. Angga dan Gladys pun telah pindah ke apartemen Angga karena jarak dari rumah Angga ke rumah sakit cukup memakan waktu di tambah Mamanya selalu mengikuti kemana Ayahnya bertugas.
Gladys hanya menggunakan satu orang jasa asisten rumah tangga karena apartemen mereka tak terlalu besar. Namun cukup untuk keluarga kecil mereka. Awalnya Rehan menyarankan mereka untuk tinggal di rumah Rehan tersahulu. Namun, Angga menolaknya secara halus.
Jadilah rumah Itu Rehan kontrakan. Dan ada rekan satu profesinya yang mengontrak di sana mengingat dirinya sudah lama menginginkan membawa keluarganya berpindah ke kota yang sama. Karena selama ini mereka tinggal terpisah. Beruntung Rehan mengontrakkan rumahnya dengan harga yang terjangkau.
Sejak semalam Olla sudah merasakan tak nyaman pada perutnya. Hingga pagi menjelang rasa itu semakin bertambah. Olla pun segera membangunkan Tanio untuk segera bersiap ke rumah sakit.
"Mas,,," Panggil Olla lembut.
"Hm.." Jawab Tanio dengan mata yang nasih tertutup. Namun, dirinya setengah sadar jika istrinya itu memanggilnya.
__ADS_1
"Bangun. Ayo antar aku ke rumah sakit." Olla.
"Hah! Jam berapa ini kau meminta ku untuk mengantatkanmu?" Tanya Tanio bangkit dari tidurnya.
"Jam 3 Mas." Jawab Olla di tengah rasa mulasnya.
"Astaga! Sayang. Apa tidak bisa besok pagi saja." Ucap Tanio kembali merebahkan tubuhnya tak sadar dengan ucapannya sendiri. Namun tiba-tiba...
"Astaga! Anak kita akan lahir?" Tanya Tanio kembali bangkit dari tidurnya dan menatap Olla.
Olla hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Kemudian Tanio langsung bergegas mengenakan pakaian yang sudah di sediakan jika sewaktu-waktu Olla merasakan kontraksi.
Tanio pun langsung memapah Olla ke mobil. Sebelumnya Tanio sudah membangunkan Mama Olla untuk memberitahukan jika istrinya akan segera melahirkan. Mama Olla pun segera menghubungi Ken untuk mengabarinya.
Mama Olla tidak ikut ke rumah sakit karena harus menjaga kedua cucunya. Setelah sang adik lahir barulah Mama Olla akan membawa keduanya ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya.
Tanio sudah beberapa kali mendapatkan cakaran di tangannya namun tak di hiraukannya. Tanio tetap sabar menemani Olla melalui proses persalinan. Berbeda saat pertama kali menemani Olla saat akan melahirkan Zio.
Tanio sangat kacau saat harus menemani istrinya melahirkan. Tapi, saat proses persalinan Zayn dan kini Tanio lebih rileks. Di luar ruangan Ken, Abi dan Melan harap-harap cemas menunggu kelahiran anak ke tiga Tanio.
"Kok lama ya Mas?" Tanya Melan cemas.
"Sabar sayang. Kamu dulu juga kan berproses untuk melahirkan dua jagoan kita." Abi.
"Huss... Kamu mau lagi bener?" Goda Abi.
"Hah! Iiih... Ngga ya. Cukup Daren dan Andre." Melan.
Melan memang tak ingin melahirkan kembali dirinya cukup trauma saat proses kelahiran Andre dulu. Melan mengalami perdarahan hebat yang mengharuskannya segera melahirkan Andre melalui proses operasi sesar.
"Bagaimana Tita Ken?" Abi.
"Tadi dia ingin ikut kemari tapi gw larang. Takut ikutan ngeden." Ken.
"Hah! Mana mungkin Kak." Melan.
"Eh, siapa tau. Nanti saja gw jemput setelah bayinya lahir." Ken.
"Kau ini ada-ada saja." Abi.
"Nio akan marah jika Tita gw bawa ke sini sekarang." Ken.
__ADS_1
"Hais.. Kalian berdua memang cocok jadi saudara. Sama-sama aneh." Abi.
"Memangnya Lu ngga?" Ken.
"Ngga lebih parah dari kalian berdua." Melan.
"Ck... Sayang..." Abi.
Dering ponsel Ken berbunyi di saku celananya. Tita menghubunginya untuk menanyakan apakah keponakannya sudah lahir atau belum. Ken dengan santai mengatakan lada istrinya sudah dan sekarang sedang di bersihkan. Sebentar akan di pindah ke ruang perawatan.
Ken pun berkata akan segera pulang menjemputnya setelah menemui Tanio. Abi dan Melan mengerutkan kening mereka berdua mendengar jawaban Ken.
"Kenapa Lu bohong Ken?" Abi.
"Siapa bilang?" Ken.
"Tadi Kakak bilang Olla sudah malahirkan." Melan.
Oek... Oek...
Terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin menandakan bayi Olla dan Tanio sudah lahir.
"Nah, kalian dengar bukan jika bayinya sudah lahir." Ken.
"Astaga! Kalian memang keluarga cenayang." Melan.
"Hei, kau mengatai kami Mel." Ken.
"Terserah." Melan.
Tak lama Tanio pun keluar dari dalam ruangan bersalin. Senyumannya mengembang saat dirinya melihat kedua sahabatnya di luar ruang bersalin. Ken, Abi dan Melan segera menghampiri Tanio.
"Bagaimana Kak? Olla dan bayinya sehat bukan?" Melan.
"Alhamdulillah Mel. Sekarang Olla sedang di bersihkan sebentar akan di pindahkan. Begitupun dengan bayi kami." Tanio.
"Girl or Boy?" Abi.
"Girl dong..." Bangga Tanio.
"Selamat Bro... Akhirnya belah juga." Ucap Ken merentangkan kedua tangannya dan Tanio pun menghambur masuk kedalam pelukan adik iparnya itu.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏