
Setelah itu Angga keluar dari kamar Ken dan Tita. Ken segera menghubhngi Dokter Rini untuk memintanya mengosongkan jadwal untuk Tita melakukan pemeriksaan. Dokter Rini pun dengan sigap meminta Ken dan Tita datang sore itu ke rumah sakit.
Ken pun setuju untuk membawa Tita ke rumah sakit segera mungkin. Karena Ken ingin Tita segera mendapatkan penanganan jika memang Tita tidak mengandung. Sementara Angga hanya memberikan obat anti mual dan pusing sementara saja.
Gagah datang bersama Keina dan melihat semua tengah berkumpul di ruang keluarga termasuk Angga di sana.
"Hai, cucu Opa. Dapat apa itu?" Tanya Tuan Ito yang melihat Tita memegang balon di tangannya.
"Lon Pa Lon." Oceh Keina.
"Hai, cantiknya Kakak." Sapa Gladys.
"No, tata No." Ucap Keina.
"Astaga! Tidak sayang. Kakak Glad hanya menyapa mu." Gagah.
"Hai cantik." Sapa Angga.
"Tata lon tata." Ucap Keina menunjukkan balonnya pada Angga.
"Ceh, bocah ini masih marah dia sama Glad." Gladys.
"Marah kenapa?" Angga.
"Pagi tadi Keina ingin ikut bersama Gagah dan Gladys menahannya karena Gagah tidak mungkin ikut bersama Gagah. Akhirnya Keina marah pada Glad." Jelas Ayumi.
"Owalah... Cantiknya Kakak bisa marah juga toh." Ucap Angga.
"Gagah, sampai kapan kamu sekolah?" Tanya Nyonya Laura.
"Kenapa memangnya Oma?" Gagah.
"Kau ini di tanya malah balik bertanya. Sudah jawab saja pertanyaan Oma." Nyonya Laura.
" Sekitar dua tahun lagi Oma." Gagah.
"Kau Glad?" Nyonya Laura.
"Satu tahun penuh Oma. Jika skripsinya lancar." Gladys.
"Ada apa sayang kamu menanyakan sekolah mereka." Tuan Ito.
"Jika mereka terus bersekolah kapan mereka kasih cicit buat kita." Nyonya Laura.
"Oma, bukannya Oma sudah punya cicit dari Kak Jessie." Gladys.
"Berbeda Glad. Oma ingin punya cicit dari kalian." Nyonya Laura.
"Kau kapan menikahi adik ku Ga?" Gagah.
__ADS_1
Glek
"Hah!" Gladys dan Angga.
"Kakak! Kenapa jadi aku?" Gladys.
"Ya, kau sajalah dulu yang memang sudah jelas ada calonnya." Gagah.
"Kakak mu benar Glad. Kasihan Angga menunggu mu terlalu lama." Ayumi.
"Hah! Bunda." Rengek Gladys.
Seperti mendapatkan angin segar Angga pun mengeluarkan isi hatinya.
"Jika Glad mau besok aku minta ibu dan Ayah datang melamar." Angga.
"Bagus. Lebih cepat lebih baik. Begitu saja Opa setuju." Tuan Ito.
"Baik Opa. Besok Angga bawa orang tua Angga ke sini." Angga.
Sementara Gladys diam tak berkomentar lagi. Dalam hatinya sangat senang mendengar jika Angga akan datang membawa irang tuanya datang melamarnya namun dalam hatinya pun ragu apa mungkin Angga hanya bercanda dengannya.
Tita dan Ken langsung memasuki ruangan Dokter Rini karena Dokter Rini telah menunggu mereka berdua. Seorang suster menyambut kedatangan keduanya. Tita pun segera di bantu untuk merebahkan dirinya di bed.
Dokter Rini segera melakukan pekerjaannya tanpa banyak bertanya melihat kondisi Tita yang begitu mengenaskan. Setelah selesai dengan tugasnya Dokter Rini pun kembali duduk di kursi kebesarannya. Tita di bantu perawat untuk duduk di samping Ken.
"Kau benar-benar melupakan tamu bulanan mu Ta?" Dokter Rini.
"Ceh, bagaimana bisa seorang Tita Martin melupakan hak seperti ini.." Dokter Rini.
"Keina sedang sangat aktif Kak." Tita.
"Hm.. Aku mengerti. Dan selamat buat kalian berdua ya. Tita mengandung dan sekarang usianya menginjak dua bulan." Ucap Dokter Rini.
"Kau yakin Kak?" Ken.
"Salahkan pembuat alatnya jika pemeriksaan ku salah." Rini.
"Haha... Kau ini Kak. Terima kasih Kak." Tita.
"Beristirahatlah Kakak resepkan obat anti mualnya ya. Tapi, pasti akan datang lagi. Jadi tidak perlu khawatir. Kakak juga memberikan resep vitamin agar kamu sedikit lebih segar." Dokter Rini.
Setelah Itu mereka pun segera keluar dari ruang pemeriksaan Dokter Rini. Saat Ken mendorong Tita mereka berpapasan dengan Aldi yang baru saja akan pulang.
"Loh, Onty kenapa Om?" Aldi.
"Tidak apa-apa Al. Onty hanya perlu banyak istirahat. Apa kau sudah akan pulang?" Ken.
"Syukurlah. Iya Om." Aldi.
__ADS_1
"Tolong Om untuk menebus obat dan vitamin ini ya. Nanti tolong sekalian kamu ke rumah ya." Ken.
"Baik Om." Aldi.
Aldi pun menerima kertas resep tanpa tahu apa isinya. Aldi segera membawa kertas tersebut ke apotik. Apoteker pun segera melayani Aldi.
"Wah, selamat ya Dokter istrinya hamil lagi ya." Apoteker.
"Hah! Itu bukan untuk istriku." Aldi.
"Waduh, siapa dong Dok ini yang lagi hamil?" Apoteker.
"Tante, eh, berarti Onty hamil." ucap Aldi.
"Maksudmu siapa Dok. Dan Dokter tidak tau itu resep apa?" Apoteker.
"Tidak. Aku bertemu dengan Om dan tante istriku dan aku fikir itu resep obat biasa dan ternyata Onty mengandung. Alhamdulillah." Ucap Aldi yang membuat apotekenya bingung.
Aldi segera mengambil obat tersebut dan meluncur menuju rumah utama tak lupa Aldi menghubungi istri tercintanya jika dirinya akan terlambat datang ke rumah karena harus mengantarkan vitamin untuk Tita ke rumah utama dan Aldi pun tak lupa memberi tahu Jessie jika Onty Tita tengah mengandung anak ke duanya.
Jessie begitu senang mendengarnya dan Jessie segera bersiap menyusul suaminya ke rumah utama. Jessie pun segera menyiapkan perlengkapan dua jagoannya. Setelah itu meminta supir unukku menyiapkan mobil untuk mengantarkannya ke rumah utama.
Jessie pun menghubungi Mami nya memeberitahukan jika Tita tengah mengandung. Aiko pun tampak senang dan segera menghubungi suaminya untuk segera pulang dan pergi ke rumah utama.
Ken dan Tita datang lebih dulu ke rumah utama. Semua tengah menantikannya termasuk Angga yang belum beranjak.
"Bagaiman hasilnya?" Tanya Tuan Ito to the poin saat melihat Tita dan Ken datang.
"Alhamdulillah Yah, Bu Tita positif hamil." Ken.
"Alhamdulillah...." Ucap Semuanya.
Nyonya Laura menghampiri menantunya kemudian membawanya ke dalam pelukkannya. Menciumi seluruh wajah Tita. Dan Tita pun hanya diam memasrahkan diri.
Tak lama Aldi sampai di rumah utama dan memberikan vitamin yang dia bawa dan tak lupa memberi selamat pada Ken dan Tita. Karena saat di rumah sakit Aldi belum menyadarinya.
"Terima kasih ya Al, Maaf merepotkan kamu." Ken.
"Tidak Om. Bagaimana merepotkan hanya membawa Obat saja." Aldi.
"Mas Rehan juga sudah pulang Al?" Ayumi.
"Om ada operasi tadi Tan. Mungkin sedikit terlambat. " Aldi.
"Owh! Begitu." Ayumi.
Ken langsung membawa Tita masuk kedalam kamar karena Tita pusing dan ingin tidur. Ken pun memberikan Vitamin pemberian dari dokter. Ken dengan setia menemani istri tercintanya.
Keina melupakan sejenak Mommy dan Daddy nya. Keina bermain bersama Gagah dan Angga. Keina masih belum bisa di dekati oleh Gladys. Keina masih menolak Gladys walaupun Gladys sudah meminta maaf. Keina selalu mengatakan No! Jika Gladys mendekati mereka.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏