Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Membawa Pulang Laras


__ADS_3

"Laras." Panggil Gagah.


"Dokter Gagah." Laras.


"Tata....tata..." Sorak Keina gembira. Karena Keina sudah pernah bertemu dengan Laras.


"Hai cantik. Apa kabar?" Laras.


"Ni ta atan ma tata." Keina.


"Makan sama Kakak Keina maksudnya." Gagah.


"Hm... Kalian hanya berdua?" Tanya Laras.


"Ya. Kenapa?" Gagah.


"Hah! Eh, Ngga." Laras.


"Duduklah. Kamu sendiri?" Gagah.


"Ya. Apa boleh?" Laras.


"Tidak ada yang melarang. Duduk dan pesanlah." Gagah.


Laras pun duduk di depan Keina kemudian memesan makanan yang dia mau. Karena pesanan Gagah dan Keina lebih dulu datang Laras pun menyuapi Keina terlebih dahulu. Sekilas mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.


Saat makanan Laras datang Keina belum selesai menghabiskan makanannya dan Gagah pun bergantian menyuapi Keina. Laras begitu takjub melihat Gagah yang begitu telaten menyuapi Keina.


Tanpa mereka sadari Ada dua pasang mata terus memperhatikan mereka bertiga. Mereka pun membiarkan Laras, Gagah dan Keina selesai makan setelah itu keduanya menghampiri mereka bertiga.


"Bagus ya. Ini alasan kamu tidak mau kami jodohkan karena kamu telah hamil di luar nikah dan sekarang anak kalian sudah besar." Ucap Si Pria salah salah satu dari keduanya.


Sementara yang perempuan menatap nanar ke arah Laras dan Keina. Keina yang tak mengerti hanya diam dan asik dengan mainannya. Gagah masih diam memperhatikan Laras dan kedua orang tersebut.


Laras tampak diam tak mengeluarkan kata apapun. Dimatanya tampak raut kesedihan terbaca oleh Gagah. Gagah yang mengerti akan situasi segera mengajak Laras dan Keina pergi.


"Sudah selesai makannya?" Tanya Gagah pada Laras.


Laras menatap Gagah dan menganggukkan kepalanya.


"Ayo sayang kita pulang." Ajak Gagah pada Keina.


Gagah memakai tas ransel miliknya dan mengaitkan tas perlengkapan Keina di bahunya kemudian memakaikan tas ransel kecil milik Keina ke punggung Keina dan menggendong bocah kecil itu. Karena Laras hanya diam Gagah pun menarik tangan Laras agar mengikutinya.


"Ayo sayang. Kasian anak kita sudah kelelahan." Ajak Gagah tanpa memperdulikan sepasang orang tadi.


"Hah! Iya." Jawab Laras bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Gagah.


Si Pria menatap geram mereka bertiga sementara Si Wanita terlihat mengusap air matanya yang terjatuh.


"Kau lihat anak durhaka itu. Bahkan dia tak memperdulikan kita lagi." Ucap si Pria yang tak lain ayah sambung Laras dan si Wanita merupakan Ibu kandung Laras.


Laras terus mengikuti langkah Gagah hingga ke parkiran. Saat Gagah melepaskan tangannya Laras pun terkejut dan menatap Gagah.


"Kamu mau kemana?" Gagah.


"Hah!" Jawab Laras bengong.


"Sebaiknya kamu ikut kami saja dulu. Ayo masuk." Ajak Gagah.

__ADS_1


Laras pun masuk kedalam mobil dan duduk di samping kemudi memangku Keina. Keina tampak senang duduk di pangkuan Laras. Gagah memutar memasuki pintu kemudi kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah utama.


Laras tak mengenali jalan yang di tuju Gagah. Laras berfikir dia akan di bawa kemana tapi matanya sedikit terbelalak ketika mobil Gagah memasuki halaman rumah yang berdiri kokoh dan megah bak istana.


"Ayo turun." Ajak Gagah membukakan pintu mobil dan mengambil Keina yang tertidur dalam gendongan Laras.


Laras membiarkan Keina di gendong Gagah kemudian Laras mengikutinya dengan membawa tas Keina dan Gagah.


"Loh, tidur dia?" Tanya Nyonya Laura yang sedang menyiram bunga.


"Iya Oma kekenyangan deh kayanya. Tadi dia makan lahap banget." Gagah.


"Ya sudah sana bawa masuk." Nyonya Laura.


Nyonya Laura menatap perempuan yang mengikuti langkah Gagah.


"Kamu siapa?" Tanya Nyonya Laura begitu Laras mendekatinya.


"Dia teman Gagah Oma." Teriak Gagah dari depan pintu.


"Owh! Kenalkan saya Omanya Gagah." Nyonya Laura.


"Laras Oma." Ucap Laras menyodorkan tangannya.


"Masuklah. Oma selesaikan ini dulu." Titah Nyonya Laura.


"Terima kasih Oma." Laras.


Laras pun masuk dan duduk di sofa ruang utama menunggu Gagah. Setelah menidurkan Keina Gagah kembali ke bawah menemui Laras.


"Mau minum apa Ras?" Tanya Gagah mendekati Laras.


"Apa aja Dok." Laras.


"Eh, mana bisa begitu. Saya tidak enak." Laras.


"Apapun deh asal jangan dokter." Gagah.


"Mm... Baik Kak." Laras.


"Nah, begitu lebih baik." Gagah.


Kemudian Gagah pun meminta bibik untuk mengambilkan minum dan camilan untuknya dan Laras.


"Glad." panggil Gagah.


"Maaf Mas. Mba Gladys sedang berenang di belakang." Jawab salah satu maid.


Gagah pun mengangguk kemudian mengajak Laras ke belakang menemui Gladys.


"Ras, ke belakang aja yuk. Gladys sedang berenang." Ajak Gagah.


Laras pun bangkit dan mengikuti Gagah dari belakang. Gladys terlihat tengah menggerak-gerakkan tubuhnya di dalam air.


"Glad," Panggil Gagah.


Gladys yang mendengar ada yang memanggilnya kemudian menghentikan renangnya dan menepi ke pinggir kolam.


"Hai,, Kak Laras." Pekik nya ketika keluar dari kolam.

__ADS_1


Gagah melemparkan handuk ke arah Gladys.


"Kok, bisa sama Kakak?" Gladys.


"Hm,, tadi tidak sengaja bertemu." Laras.


"Ehem... Ada yang seneng dong yah." Lirik Gladys pada Gagah.


"Kalian mengobrol saja dulu saya mau ke kamar dulu." Gagah.


"Loh, kok gitu? Ngga sekalian di ajak ke kamar Kak?" Canda Gladys.


"Gladis!."


"Cie... kompak. Kagetnya bareng-bareng." Ledek Gladys membuat wajah Laras bersemu.


Gagah pun berusaha tenang dan terus melajukan langkahnya menuju kamarnya. Saat langkah kakinya sedikit lagi sampai di dekat kamarnya terdengar tangis Keina dari dalam kamarnya.


"Huaaa.... My,, Huaaa...."


Gagah segera berlari menuju kamar Keina. Terlihat Omanya tengah menenangkan Keina yang menangis.


"Ada apa Oma?" Gagah.


"Keina bangun dan menangis mau sama Mommy sedangkan Onty mu belum datang dari kantor Oncle." Nyonya Laura.


"Ceh, jangan harap pulang cepat jika sudah berada di sana." Gagah.


"Kau ini seperti tau saja apa yang terjadi." Nyonya Laura.


"Hai sayang Kakak. Mau berenang sama Kakak?" Tanya Gagah pada Keina yang masih menangis.


"U ya U." Jawab Keina di tengah isaknya.


"Baiklah. Ayo Kakak bantu ganti pakaiannya." Ucap Gagah mengulurkan tangannya untuk menggendong Keina.


"Hei, dimana kekasihmu tadi?" Nyonya Laura.


"Siapa?" Gagah.


"Jangan berpura-pura pada Oma Gagah. Akan Oma nikahkan kamu jika terus berpura-pura." Nyonya Laura.


Gagah tak menanggapi omongan Omanya. Dirinya segera membantu Keina mengenakan pakaian renangnya dan Keina pun tampak lucu menggunakannya. Gagah mengganti bajunya dengan kaos santai dan menggunakan celana pendek yang pres body.


Gagah menggendong Keina menuju kolam renang. Disana tampak Laras dan Gladys tampak serius berbicara hingga perhatian keduanya teralihkan pada Gagah dan Keina.


"Tata lenan Ta." Teriak Keina pada Gladys dan Laras.


"Wealah.. Sudah bangun rupanya." Laras.


"Keina tertidur?" Gladys.


"Ya, perjalanan pulang tadi Keina tidur." Laras.


"Pasti dia tadi nangis dan mencari Mommy nya." Gladys.


"Mommy nya tidak ada?" Laras.


"Sedang ke kantor Oncle." Gladys.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2