Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kembali


__ADS_3

Tanio tak tega melihat keadaan Ken yang sangat kacau. Tanio pun mengerti karena Ken tak pernah tau masa lalu keluarganya. Dengan berat Tanio pun mengajak Ken ke rumahnya untuk bertemu dengan Tita.


Tanio duduk di balik kemudi sementara Ken di bangku penumpang. Ken terlihat kacau sesekali air matanya luruh di pipinya. Tanio sangat tidak tega melihatnya. Sampai di rumah Tanio memarkirkan mobilnya di samping mobil Tita.


"Gw harap Lu bisa bersabar jika Tita menolak malam ini." Tanio.


Ken hanya mengangguk pasrah.


Mendengar suara deru mobil suaminya Olla segera menghambur keluar karena khawatir dengan Tita yang terus terdiam sementara air mata terus mengalir di pipinya. Olla tak tau apa yang terjadi.


"Sayang, Tita." Ucap Olla kaget melihat keadaan Ken yang juga sama kacaunya dengan Tita.


"Bawa Zio masuk dan biarkan Ken dan Tita menyelesaikan masalahnya." Tanio.


Olla pun mengerti. Olla meminta bibik untuk masuk juga dan Olla membawa Zio ikut serta dengannya dan Tanio masuk kedalam kamar mereka. Tita berada di taman belakang rumah Tanio.


"Sayang, apa tidak apa-apa?" Olla.


"Tidak sayang. Hanya kesalah pahaman antara Tita dan Ken." Tanio.


"Kok bisa?" Olla.


"TY corp." Ucap Tanio dan Olla langsung menutup mulutnya.


Olla mengetahui cerita tentang keluarga Durant langsung dari Tanio ketika Tita mengalami guncangan seperti yang di alaminya sekarang. Sementara Ken sama sekali tak mengetahui apapun.


"Mas salah Sayang. Seharusnya Mas ceritakan masalah TY corp pada Ken saat mereka memutuskan menikah." Tanio.


"Semua sudah kehendakNya Mas. Kita hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk mereka." Olla.


"Terima kasih sayang." Tanio memeluk Olla erat.


Tanpa mereka sadari Zio memperhatikan orang tuanya. Zio menghampiri Papi dan Maminya kemudian ikut berpelukkan. Tanio dan Olla mereasakan tangan kecil ikut berpelukkan. Keduanya melerai pelukkan mereka dan membawa Zio berpelukkan bersama.


Sementara Ken melihat nanar ke arah Tita yang hanya duduk terdiam dengan tatapan kosong kedepan. Ken mendekati Tita perlahan. Ken duduk di samping Tita tanpa menatapnya.


"Maafkan Mas sayang. Mas sudah membatalkan semuanya." Ucap Ken terdiam.


Tita melihat kearah Ken dan dilihatnya sang suami dalam keadaan kacau. Air mata terus mengalir di pipi pasangan itu. Tita terus yang meratapi kepergian orang tuanya sedangkan Ken bersedih karena tak bisa memahami Tita. Seharusnya dirinya lebih peka sebagai seorang suami.


"Maafkan Mas yang tidak terlalu peka terhadapmu Sayang." Ken.


"Mas begitu bodoh hingga tak bisa mengerti kamu. Maafkan Mas juga yang tak pernah tau kejadian itu." Ken menunduk dalam dan air matanya terus mengalir.

__ADS_1


Tita menatap dalam Ken dengan kekacauannya namun dirinya nasih tetap diam.


"Kamu boleh menghukum Mas tapi tolong jangan tinggalkan Mas Sayang. Mas ga tau harus berbuat apa tanpa kamu." Ucap Ken di sela tangisnya.


Tita menghambur kedalam pelukan Ken dari samping karena terganjal perut buncitnya dan Ken membalas pelukkannya. Tita menumpahkan segala rasanya di dada bidang Ken. Ken mengusap lembut rambut Tita menciuminya berkali-kali. Ken pun mengeratkan pelukannya.


"Maafkan Tita Mas. Tita yang salah. Tita pergi begitu saja tanpa menjelaskan apapun pada Mas. Maaf Mas. Tita ngga sanggup." Tita.


"Tidak perlu sayang. Mas tak perlu penjelasan kamu. Yang Mas perlukan hanya kamu terus berada di sisi Mas. Jangan pernah tinggalkan Mas." Ken.


"Kejadian itu begitu menyakitkan Mas." Tita.


"Jangan di lanjutkan sayang. Tanio sudah menjelaskannya. Mas tau ini sulit bagimu. Tanio meminta Mas untuk menemuimu besok tapi bagaimana bisa Mas melewati malam tanpa mu disisi Mas." Ken.


"Tetaplah bersama Tita Mas. Jangan pernah lelah menguatkan Tita dan jangan pernah bosan selalu mengingatkan Tita tentang kebaikan. Jangan tinggalkan Tita." Tita.


"Tidak akan sayang." Ucap Ken lirih.


Keduanya saling berpelukan untuk menumpahkan segala rasa yang ada.


"Kita pulang sayang." Ajak Ken.


Tita menganggukkan kepalanya. Ken pun menuntun Tita masuk dan berpamitan pada Tanio dan Olla.


"Klo marah jangan suka kabur dan nabrakin mobil. Bicarakan baik-baik." Tanio.


"Minta maaflah pada Suami dan keluarganya juga kepada Allah SWT." Tanio.


"Iya Kak. Sekali lagi terima kasih Kak, Kakak ipar." Tita.


"Masalah selalu datang pada setiap rumah tangga sayang. Hadapi dan cari solusinya jangan menghindarinya." Olla.


"Terima kasih Mom." Tita memeluk Olla.


"Ini bukan Tita yang Kakak kenal. Tita yang Kakak kenal pantang menyerah." Olla.


"Terima kasih Kak." Tita.


Saat Tita dan Ken berjalan menuju mobil Tita langkah Tita terhenti. Ken melihat ke arah Tita.


"Ada apa?" Ken.


"Mobilnya." Tunjuk Tita.

__ADS_1


"Penyok?" Ken.


Tita mengangguk lemah.


"Tidak apa-apa. Mas minta Anton bawa ke bengkel nanti." Ken.


"Maaf." Ucap Tita.


"Tidak apa-apa sayang." Ucap Ken membawa Tita kedalam pelukkannya.


Tanio dan Olla saling berpelukkan dan tersenyum melihat pasangan Ken dan Tita. Tanio dan Olla berharap semoga keduanya bisa saling bergandengan hingga maut memisahkan.


Setelah mobil Tita keluar dari halaman rumah Tanio, Tanio pun membawa Olla kembali masuk. Olla bergelayut manja pada suami tercintanya.


Sepanjang perjalanan Ken dan Tita keduanya hanya diam. Ken dengan konsentrasinya mengendarai mobil Tita sementara Tita asik memandang ke luar jendela mobil menikmati hiruk pikuk jalanan sore. Dengan tangan kiri Ken menggenggam tangan kanan Ken.


Sampai di rumah Tita di sambut hangat oleh Nyonya Laura. Ya hanya ada Nyonya Laura dan Tuan Ito di kediaman Ito karena semua telah kembali ke rumah masing-masing.


"Sayang," Sambut Nyonya Laura memeluk Tita.


"Maafin Tita Bu." Lirih Tita.


"Kamu ga salah sayang. Anak Ibu ini yang nakal." Ucap Nyonya Laura melerai pelukkannya.


"Kalo Ken nakal katakan pada Ayah sayang jangan pergi ya." Tuan Ito.


Tita menatap Ayah mertuanya kemudian menghambur kedalam pelukkannya.


"Terima kasih Yah." Tita.


"Istirahatlah. Kasian bayi di perut kamu." Tuan Ito.


Tita mengangguk kemudian naik bersama dengan Ken. Ken merangkul pundak Tita berjalan bersama menuju kamar mereka. Sebelumnya Ken meminta bibi membawakan makan ke atas. Karena sejak tadi siang mereka belum sempat makan.


"Tita mandi dulu ya Mas." Tita.


"Iya sayang. Mas nyusul aja. Takut Bibi datang bawa makan." Ken.


"Hm.." Tita.


Tita pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya. Ken duduk di sofa menunggu bibi mengantarkan makan sambil membuka email yang masuk dan membalasnya satu persatu. Ken pun membalas chat dari Anton mengenai pembatalan kerja sama lebih tepatnya ngga jadi kerja sama dengan TY corp.


Dan untungnya kerjasama dengan TY corp baru saja akan di mulai jadi Ken tidak perlu susah memutus kontrak. Ken benar-benar menyesal dan tidak adan ceroboh lagi. Ken akan lebih memperhatikan istri tercintanya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2