
Wajah Laras memerah karena pertanyaan Tita. Dan Tita pun berhasil mendapatkan jeweran dari Ayumi karena pertanyaannya namun Ayumi pun juga tak lepas dari jeweran Nyonya Laura.
"Aw,, Kakak."
"Aduh Ibu."
Begitulah pekikan keduanya saat nendapatkan jeweran di telinganya masing-masing walaupun sebenernya ga sakit mereka berlebihan menanggapinya.
"Makanya kamu kalo ngomong itu hati-hati. Kamu juga punya tangan jangan main jewer aja." Nyonya Laura memarahi keduanya.
"Jangan dengerin mereka berdua ya Ras. Tapi, gimana semalam? Bisa Kan?" Nyonya Laura.
"Ibuuu...."
"Hahahaa....."
Tawa Nyonya Laura pun menggema mendengar protes dari anak dan menantunya. Laras pun semakin menundukkan kepalanya.
"Bi, siapin makan untuk makan siang ya." Titah Tita melihat Bibi melintas di dekatnya.
"Iya Nyonya." Bibi.
Tak lama Keina pun datang bersama Tuan Ito dan tak sengaja berbarengan dengan Gladys dan keluarga Aiko minus Artur dan Aldi karena masih bekerja.
"My... My..." Teriak Keina dari pintu utama.
Nyonya Laura, Ayumi, Tita dan Laras pun menoleh ke arah sumber suara.
"Hei, anak Mommy kenapa berteriak?" Tegur Tita.
"Iat My. Anya jajah tata. Ada A uga My." Lapor Keina.
"Wow! Pinter banget anak Mommy belanja banyak makanan. Duo A? Mana?" Tita.
"Ma,,,"
"Ma..."
Panggil Duo A pada Tita.
"Halo cucu-cucu Oma." Sapa Tita pada duo A.
"Tuh liat adik mu. Tadi saja cemberut pas di bilang bakal dapet cucu dari Gagah dan Laras. Tuh liat bahkan dia sudah punya cucu dua di usianya sekarang. Hahaa." Ucap Nyonya Laura di akhiri tawanya.
"Hah! Kau hamil Ras?" Ayumi.
Pletak
"Aw, Ibu sakit. Kenapa sih Ibu dari tadi jewer Ayu sekarang pukul Ayu." Ayumi.
"Omongan kamu itu. Gimana cucu menantu ku bisa hamil kalo proses pencetakan anaknya saja baru tadi malam." Nyonya Laura.
Uhuk...Uhuk..
__ADS_1
Laras tersedak air ludahnya sendiri mendengar penuturan Omanya Gagah yang tanpa filter. Ayumi memberikan minum pada Laras.
"Udah ga usah malu. Mulut Oma emang gitu ga ada filternya." Ayumi.
"Ketularan Ibu kamu ini Ras." Bela Nyonya Laura.
"Dari mana-mana juga dari atas dulu Bu." Ayumi.
Saat keduanya berdebat rombongan Aiko pun menghampiri mereka semua. Begitu juga dengan Tuan Ito dengan belanjaan di tangannya, Gladys, Tita dan Keina dalam tuntunan Tita.
"Langsung ke meja makan aja yuk makan dulu. Itu Bibi udah selesai siapin makanannya." Ajak Tita.
"Kamu datang tepat waktu Ai. Atau sengaja kamu mau makan siang di sini?" Nyonya Laura.
"Tentu saja mau makan di sini dong Bu." Aiko.
"Ceh, gimana ga makin kaya tuh Jess Mami kamu. Makan aja masih numpang orang tua." Canda Nyonya Laura.
"Ga apa-apa dong Oma sekali-kali. Biar uang Mami kan bisa buat duo A nanti." Bela Jessie.
"Astaga! Salah bicara aku ini." Gumam Nyonya Laura yang masih bisa di dnegar semuanya.
Dan semua pun tertawa mendengarnya. Laras tak ikut makan karena dirinya baru saja makan. Jadilah dirinya hanya membantu menyuapi Keina saja. Duo A tak mau di suapi Laras. Mereka berdua hanya ingin di suapi Jessie dan Aiko.
Dengan suka rela Aiko dan Jessie pun menyuapi anak dan cucunya terlebih dahulu. Setelah kedua bocah itu makan barulah Jessie dan Aiko makan bersama.
"Semuanya Glad, pamit duluan ya. Glad mau bobo cantik dulu." Gladys.
"Kau hanya bertunangan Glad bukan menikah kaya Laras." Nyonya Laura.
"Hei, jangan macem-macem ya kamu." Ayumi.
"Ish... Apa sih Bunda. Glad ngantuk berat nih cape abis kuliah." Keluh Gladys.
"Iya udah sana cepet pergi." Tita.
"Ceh,, Onty mengusirku." Gladys.
"Cepet tidur biar bisa bangun nanti pas acara atau mau sambil tidur tunangannya." Tita.
"Iya...Iya.." Gladys.
Gladys pun segera menuju kamarnya dan merebahkan badannya setelah mencuci mukanya terlebih dahulu.
Sementara di luar Keina dan Duo A heboh dengan belanjaan yang Keina beli bersama Tuan Ito tadi. Ketiganya saling berebut makanan yang di inginkannya membuat Tita dan Jessie kewalahan.
Dan dengan kebijakannya Tuan Ito pun duduk bersila di dekat cucu dan kedua cicitnya kemudian membaginya dengan adil tanpa ada protes dari ke tiga bocah itu. Tita dan Jessie pun bernafas lega.
"Onty udah engap ya perutnya?" Jessie.
"Lumayanlah Jes." Tita.
"Udah di cek laki-laki perempuannya Onty?" Jessie.
__ADS_1
"Ngga. Oncle kan gitu dulu Keina juga ga sengaja keliatan." Tita.
"Owh! Iya ya." Jessie.
"Tapi, banyak yang bilang perempuan sih katanya keliatan dari bentuk perutnya." Tita.
"Iya Onty. Waktu Jess hamil Duo A kan perut Jess manyun banget ke depan mana dua lagi di perut." Ucap Jessie.
"Iya ya. Katanya gitu juga sih kata temen-temen Onty juga gitu. Kalo perempuan perutnya lebih datar." Tita.
"Oncle mau laki-laki ya Onty?" Jessie.
"Ngga juga. Kan ini juga alga ada rencana hamil. Jadi apapun jenis kelaminnya ya di syukuri aja." Tita.
"Onty masih muda bisa tambah lagi." Jessie.
"Oh No. Stop dua aja. Biaya nya mahal Jess." Tita.
"Ya ampun sultan kaya Onty dan Oncle aja masih mikir biaya gimana rakyat di luaran sana yang banyak anak tapi biaya minim?" Jessie.
"Ada beberapa faktor alasan Jess." Tita.
"Salah satunya?" Jessie.
"Ya biaya itu tadi. Jangankan untuk membeli pil kontrasepsi atau berbagai jenis kontrasepsi lainnya untuk makan sehari-hari saja tak ada uang." Tita.
"Terus gimana tuh nasib anak-anak mereka." Jessie.
"Kamu ambil aja angkat sebagai anak dan biayai hidupnya beres bukan." Tita.
"Ish Onty." Protes Jessie.
Tita pun mengajak tiga bocah untuk sama-sama tidur siang bersama di kamar Keina dan ketiganya menurut begitu saja. Tita dengan hati-hati menggiring ketiganya sampai di kamar Kein.
Kemudian sebelum ketiganya tidur Tita meminta ketiganya untuk mencuci tangan dan kakinya terlebih dahulu. Setelah itu ketiganya pun tidur dengan posisi nyaman masing-masing.
Jessie dibuat geleng-geleng dengan kedua anaknya. Pasalnya di rumah kedua bocah kembar itu sangat sulit ketika di ajak tidur.
"Kenapa kamu Jess?" Tita.
"Duo A itu sulit di ajak tidur siang Onty. Tapi, lihatlah mereka begitu manis tertidur dengan pulas tanpa perlawanan." Jessie.
"Karena Keina juga tertidur mungkin." Tita.
"Iya juga mungkin ya." Jessie.
Kemudian keduanya kembali bergabung dengan Ayumi, Aiko dan Laras. Tuan dan Nyonya Ito sudah bersembunyi di kamar mereka.
"Ras, istirahat juga sana. Biar nanti malam seger ga ngantuk-ngantuk." Tita.
"Hmm,,. Iya Onty." Laras.
Kemudian Laras pun bangkit dari duduknya dan berpamitan untuk istirahat terlebih dahulu. Tita pun berpamitan tidur siang karena perutnya sudah mengajak dirinya beristirahat.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏