
Suara tangisan Bunga membuat semua panik tapi tidak dengan Tita. Tita tersenyum lebar melihat tangis bahagia Bunga. Bunga berhasil meyakinkan jika keponakannya tidaklah seperti yang di katakan mantan istrinya. Sekarang terjawab sudah mengapa dulu D tak pernah memiliki keturunan dari mantan istrinya.
Angel dan Ibu Bunga sama-sama memeluk Bunga membuat mereka bertiga saling berpelukan. Tita merentangkan tangannya pada kakak sepupunya dan Mikha pun menghambur kedalam pelukan Tita. Terdengar juga tangisan bahagia D dari sebrang telfon. D begitu tak percaya jika dirinya benar-benar bisa menghamili istrinya.
"Bunga dan Mas D berhasil Mam." Ucap Bunga di sela tangisnya.
"Iya sayang. Selamat ya Nak." Angel.
Setelah drama tangisan bahagia dari mereka Tita pun berpamitan pada Dokter Rini karena tak ingin lebih lama lagi membuat kekacauan di ruagan Dokter Rini. Dokter Rini pun memakluminya karena sebelumnya Tita menceritakan riwayat pasien membuat Dokter Rini tak banyak bertanya lagi.
Ibu Bunga ikut pulang ke rumah Bunga dan D bersama Bunga, Mikha dan Angel. Sedangkan Tita berpamitan langsung pulang setelah mengantarkan keluarga sepupunya. Saat memasuki kawasan mansion Tita melihat mobil A di depannya membuat Tita mengernyitkan dahinya karena tidak biasanya A mengunjunginya. Dan benar saja mobil A memasuki halaman Mansion.
"A, Apa kabar?" Tanya Tita setelah mereka sama-sama keluar dari mobil.
"Baik Oma. Oma apa kabar?" Tanya A kemudian mencium punggung tangan Tita.
"Seperti yang kamu lihat Oma baik-baik saja." Tita.
"Oma sendiri? Darimana?" Tanya A yang melihat Tita hanya sendiri.
"Oma dari tempat Om Mikha. Opa ada di dalam. Ada apa?" Tanya Tita.
"Hm... A mau pamit Oma." A.
"Pamit? Kemana?" Tita.
"Sebentar. Kita masuk saja dulu. Opa mu juga ada di dalam." Ajak Tita sebelum A menjawabnya.
Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam mansion. Tita menanyakan keberadaan Ken pada Maid. Ternyata Ken tengah berada di ruang kerjanya. Tita pun mengajak serta A menuju ruang kerja Ken. Sebelumnya Tita meninta Maid untuk membawakan minuman ke dalam ruang kerja Ken.
"Mas," Panggil Tita menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Sayang, sudah datang. Masuklah." Ken.
"A bersama Tita Mas." Tita.
Ken mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Tita dan A. Ken pun tersenyum dan menyambut uluran tangan A padanya.
"Apa kabar A? Kemana saja?" Ken.
"Kabar baik Opa. Ada Opa. Langsung saja Opa. Kedatangan A kesini mewakili keluarga untuk berpamitan." A.
"Pamitan? Maksudnya?" Ken.
__ADS_1
"Setelah kepergian Opa Artur kami memutuskan untuk pindah ke jepang Opa. Semua kepindahan sudah di urus. Kami hanya tinggal berangkat saja." A.
"Astaga? Lantas bagaimana perusahaan Papi kalian?" Ken.
"Untuk pusat di pindahkan ke jepang Opa. Tapi, untuk sementara masih dalam proses. Papi masih mengurusnya." A.
"Apa kalian yakin? Kalian akan jauh dari kami." Tita.
"Yakin Oma. Kami sudah mempertimbangkannya." A.
"Bagaimana dengan keluarga Papi kamu?" Ken.
"Opa dan Oma ikut kami pindah Opa. Adik A juga tengah berpamitan pada Opa Rehan dan Oma Ayumi. Maaf jika kurang sopan. Papi dan Mami tengah mengurus yang lain juga." A.
"Istri-istri kalian?" Keukeuh Tita.
"Tentunya ikut bersama kami." A.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian. Opa hanya bisa mendukungnya. Jika terjadi sesuatu jangan sungkan hubungi Opa. Sebisa mungkin Opa akan membantu kalian." Ken.
"Terima kasih Opa, Oma. Kami tidak akan melupakan kalian. Dan jika Opa dan Oma ke jepang hubungi kami agar kami dapat menjamu kedatangan kalian." A.
"Tentu saja. Dan kalian harus menjamin selama keberadaan kami di sana." Tita.
"Akan kami sampaikan. Hati-hati di jalan." Ken.
"Kapan kalian akan pergi?" Tita.
"Malam ini Oma." A.
"Kami akan sempatkan mengantar kalian ke bandara." Tita.
"Terima kasih Oma." A.
Ken dan Tita pun mengantarkan A hingga ke depan. Hingga mobil A tak terlihat lagi di balik pintu gerbang yang menjulang tinggi. Ken menggandeng pinggang ramping Tita dan membawanya masuk kedalam. Sejenak keduanya larut dalam fikiran masing-masing. Mereka duduk di sofa ruang utama. Tita menyandarkan kepalanya di dada bidang Ken dan Ken memeluknya dari samping.
"Apa kita salah memperlakukan Jess Mas?" Tanya Tita tiba-tiba.
"Tidak sayang. Mas sebenarnya sudah mendengar kabar ini dari Kak Ayu. Kak Ayu bertemu dengan Jess dan Jess menyampaikan jika dirinya akan pindah." Ken.
"Benarkah? Kenapa Kak Ayu tidak bilang sama Tita?" Tita.
"Belum sempat. Karena kemarin Mas dan Kak Ayu tak sengaja bertemu dan Kak Ayu menyampaikannya secara terburu-buru." Ken.
__ADS_1
"Hufh... Semoga mereka selalu bahagia." Tita.
"Aamiin.." Ken.
"Lantas apa yang terjadi dengan Bunga yang membuat Kak Angel begitu panik?" Tanya Ken kemudian.
"Astaga! Hampir saja Tita melupakannya." Tita.
"Bunga baik-baik saja hanya saja Bunga sekarang tengah berbadan dua. Bunga dan D berhasil. Bunga hamil sekarang usia kehamilannya seluluh minggu." Tita.
"Alhamdulillah... Lalu bagaimana reaksi Bang Mikha? Dimana D? Kenapa tidak langsung dia baea ke rumah sakit?" Ken.
"D ke luar kota sudah hampir satu minggu dan selama itu juga Bunga malas makan dan ternyata semua itu efek dari kehamilannya. Bunga sendiri mengira jika penyakit asam lambungnya kumat gara-gara dirinya tidka bernafsu kepada makanan." Tita.
"Hah... Berarti yang di katakan perempuan mantan istri D itu semua bohong dong?" Ken.
"Tentu saja bohong Mas. Itu buktinya Bunga bisa hamil." Tita.
"Astaga jahat sekali ya perempuan itu." Ken.
"Demi ambisinya dia rela melakukan apapun bahkan menggagalkan rencana pernikahan D dan Bunga." Tita.
"Kau benar sayang." Ken.
Mereka berdua pun larut dengan obrolan mereka mengenai banyak hal hingga tak menyadari jika Intan sudah datang dan ikut duduk bersama mereka berdua setelah menyimpan tasnya di dalam kamar. Intan terus memperhatikaan keduanya namun sepasang suami istri itu tak menyadarinya.
"Astaga! Intan. Sejak kapan kamu duduk di situ?" Tanya Tita.
"Sejak Mommy dan Daddy bercanda." Jawab Intan.
"Apa?" Tita.
"Memangnya kenapa Mom?" Tanya Intan.
"Tidak hanya saja kamu mengagetkan kami." Tita.
Mereka pun berbincang bersama. Tita juga menyampaikan jika tadi kedatangan A untuk berpamitan pindah. Ken dan Tita berencana akan mengantarkan ke bandara dan meminta Intan untuk tetap di rumah. Ken akan menghubungi Daff untuk pulang lebih cepat.
Seperti halnya Tita dan Ken. Rehan dan Ayumi pun akan mengantarkan Jessie dan kelaurganya ke bandara. Sebagai wujud dukungan mereka untuk Jessie dan keluarganya.
πΌπΌπΌ
Huft... Udah double Up ya sahabat. Kita lanjut besok lagi ya...
__ADS_1
π»π»π»