Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Demam


__ADS_3

Sampai di kamar Laras melihat Gagah masih serius di depan laptopnya. Gagah tampak tak terganggu dengan kedatangan Laras dan Laras pun langsung masuk kedalam kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi betapa Laras terkejut karena Gagah sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi.


"Astaga! Kakak. Ngagetin deh." Laras.


"Kok lama di depan tadi?" Gagah.


"Eh, emang kenapa? Kan Kakak lagi ngerjain tugas." Laras.


"Iya. Tapi, kamu kan bisa temenin Kakak di sini." Gagah.


"Mana bisa Kak. Nanti Kakak malah ga konsen lagi." Laras.


"Sekarang kamu mau apa?" Gagah.


"Tidur." Laras.


"Kok tidur?" Gagah.


"Biar nanti sore segeran." Laras.


"Ya udah Kakak temenin kamu tidur deh." Gagah.


"Ih, modus bilang aja kalo Kakak juga ngantuk." Laras.


Gagah pun naik ketempat tidur bersama Laras. Tanpa aba-aba Gagah langsung memeluk Laras. Laras pun terlihat kaget dan sedikit kaku namun juga terasa nyaman.


"Kak." Laras.


"Hm.." Gagah.


"Harus gini ya?" Laras.


"Hm.." Jawab Gagah lagi.


Laras menghembuskan nafasnya perlahan. Tapi, karena rasa kantuknya yabg sudah tak tertahankan Laras pun segera berlayar ke alam mimpi. Begitupun dengan Gagah.


Sebenarnya ada perasaan ingin bergulat bersama istrinya hanya saja Gagah tak tega melihat Laras yang masih kesulitan untuk berjalan. Jika dirinya paksakan siang ini mungkin saja nanti malam Laras tidak bisa berjalan.


Gagah pun menurunkan egonya dan memilih untuk tidur bersama istri tercintanya. Tidur dengan memeluk Laras membuatnya terasa nyaman. Begitu pun Laras merasa nyaman dalam pelukkan Gagah hanya saja dirinya masih sedikit kaku.


Sore hari semua keluarga satu persatu berdatangan untuk menghadiri pertunangan Gladys dan Angga. Pasangan Tanio dan Olla pun sudah datang bersama Zio dan Zayn. Kedunya langsung berbaur bersama siapa saja.


Tapi, tuan putri yang di nantikan tak kunjung keluar. Zio dan Zayn terus menanyakan pada siapa saja karena sejak tadi mereka hanya bermain bersama duo A.


"My, Keina belum bangun?" Zio.


"Belum sayang. Nanti tunggu ya." Olla.


Ken datang terlambat karena harus menghadiri meeting terlebih dahulu. Ken pun menyapa semua keluarganya yang telah datang terlebih dahulu sebelum naik ke kamar.


"Ken, bangunkan Tita minta dia turun." Nyonya Laura.


"Tita masih tidur?" Ken.

__ADS_1


"Sepertinya begitu." Nyonya Laura.


"Baiklah. Sebentar Ken bangunkan." Ucap Ken kemudian langsung pergi ke kamarnya.


Saat Ken membuka kamar Ken tak mendapati Tita di kamarnya Ken mencari ke kamar mandi pun kosong dan kering seperti belum ada yang memasukinya. Ken pun berinisiatif mencari ke kamar Keina karena sejak datang tadi Ken tak melihat putrinya.


Sebelum ke kamar Keina Ken melepaskan jasnya dan menaruhnya ke dalam keranjang cucian kotor. Ken menggulung lengan kemejanya hingga ke siku kemudian melepaskan sepatunya dan menggantinya menggunakan sandal rumah.


Saat Ken membuka pintu kamar Keina benar saja Tita berada di dalam kamar Keina dan betapa terkejutnya Ken melihat Tita dan Keina berpelukkan namun Tita tak mengenakan bajunya begitipun dengan Keina.


"Sayang." Panggil Ken perlahan kemudian duduk di samping tempat tidur Keina.


Tita membuka matanya dan mengarahkan telunjuknya di depan bibirnya pertanda Ken tidak boleh berisik. Kemudian Ken bertanya kenapa tanpa mengeluarkan suara hanya menggerakkan mulutnya sambil mengangkat tangannya.


"Panas." Tita berbisik.


Kemudian Ken menempelkan telapak tangannya pada kening Keina dan benar saja anaknya demam.


"Sudah di beri obat?" Tanya Ken berbisik.


"Sudah." Tita.


"Daddy mandi dulu setelah itu gantian sama Daddy ya. Kasian Adik di dalam perut Mommy." Ken.


Tita pun hanya menganggukkan kepalanya. Ken keluar dari kamar Keina kembali masuk kedalam kamarnya. Ken menyelesaikan mandinya dengan cepat karena Ken tau Tita sudah terlalu lama melakukan skin to skin bersama Keina.


Ken kembali ke kamar Keina dan menggantikan posisi Tita namun saat Ken mengangkat tubuh Keina, Keina menangis seolah tak ingin terpisahkan dengan Mommynya.


"Sstt... Ini Daddy sayang. Kakak Keina bobok sama Daddy ya. Mommy mandi dulu." Bujuk Ken.


"Ta, kamu di cari Ibu. Baru bangun?" Aiko.


"Eh, iya Maaf Kak. Keina demam." Tita.


"Hah! Terus udah di kasih obat?" Aiko.


"Sudah Kak. Sekarang maaih bobo." Tita.


"Kamu tinggal?" Aiko.


"Sama Daddy nya Kak. Karena Keina harus menempel salah satu di antara kita jika sedang sakit." Tita.


"Owh! Astaga. Ya sudah kamu mandi sana. Kakak buatkan bubur untuk Keina." Aiko.


"Terima kasih Kak." Tita.


"Ya sudah sana. Nanti cepat temui ibu dulu ya." Aiko.


"Iya Kak." Tita.


Tita pun masuk ke dalam kamarnya untuk mandi sementara Aiko ke dapur membuatkan bubur untuk Keina. Aiko memang berubah setelah Jesiie kembali dan melahirkan Duo A.


Ayumi melihat Aiko yang tengah berada di dapur kemudian mendekatinya karena penasaran apa yang Aiko buat sementara banyak makanan di depan.

__ADS_1


"Ai, ngapain? Di depan kan banyak makanan." Ayumi.


"Keina demam Kak. Ai lagi bikin bubur untuk Keina." Aiko.


"Hah! Bukannya tadi anak itu bermain bersama duo A?" Ayumi.


"Iya. Mungkin tidak terlalu di rasa karena senang ada teman." Aiko.


"Hm.. Ya. Keina memang Tita banget. Ga pernah mengatakan apa yang di rasakannya." Ayumi.


"Ibu belum tau Kak. Bagaimana memberitahukannya? Pasti Ibu panik deh." Aiko.


"Biar Tita nanti yang mengatakannya. Kamu udah suruh Tita ketemu ibu?" Ayumi.


"Udah Kak. Sekarang Tita lagi mandi. Mungkin juga udah ke tempat Ibu." Aiko.


"Ya udah Kakak liat dulu." Ayumi.


"Ya. Ini juga udah mau selesai kok." Aiko.


Setelah menyelesaikan mandinya Tita langsung mencari keberadaan Nyonya Laura. Tita pun menyapa Kakaknya dan keluarga yang ada. Tita tidak mengatakan jika Keina demam. Tita hanya mengatakan jika Keina tidur.


"Ibu cari Tita?" Tita.


"Ish.... Kamu kemana aja? Semua keluarga sudah datang kamu malah ga ada." Gerutu Nyonya Laura.


"Maaf Bu. Keina demam." Tita.


"Apa?!" Nyonya Laura.


"Sssttt... Ibu tenang ya. Keina cuma demam bu." Tita.


"Terus sekarang kamu tinggal dia?" Tanya Nyonya Laura panik.


"Tidak Bu. Keina bersama Daddy nya." Tita.


"Terus sekarang gimana sudah turun demamnya?" Nyonya Laura.


"Masih naik turun Bu. Kak Ai sedang membuatkan bubur untuk Keina." Tita.


"Kenapa kamu ga kasih tau dari tadi?" Nyonya Laura.


"Maaf Bu. Ponsel Tita tertinggal di kamar dan tidak ada yang masuk ke kamar Keina jaid Tita ga bisa bilang siapa-siapa." Jelas Tita.


"Astaga! Ya sudah sana kamu kasih makan Keina dulu terus salah satu di antar kalian harus keluar ya." Nyonya Laura.


"Iya Bu. Maaf ya Bu buat Ibu panik." Tita.


"Sudahlah tidak apa-apa. Kalo ada apa-apa cepat beritahu. Jangan lupakan Kakak mu Ayu dia seorang dokter Anak." Nyonya Laura.


"Tentu Bu." Tita


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2