
"Dokter.." Gladys.
"Angga. Jangan panggil saya dokter." Angga.
"Ini?" Tunjuk Angga pada Keina.
"Ini Keina anak Onty Tita." Gladys.
"Owh! Dimana dia?" Tanya Angga memutar mencari sosok Tita.
"Hm... Tidak ada. Keina hanya bersama Glad dan Bunda." Gladys.
"Bunda." Angga.
"Ya, Bunda di butik. Glad ajak Keina ke sini karena Glad mau mencari ini." Tunjuk Gladys pada buku yang di pegang nya.
"Owh! Boleh aku gendong?" Angga.
"Jangan. Ngga enak. Biar Glad aja." Gladys.
"Hm.. Baiklah. Sini mana buku kamu biar sekalian aku bayar." Pinta Angga.
"Eh, jangan." Gladys.
"Hei, lihat Keina terkejut." Angga.
"Up's! Maaf sayang. Adek kaget ya. Maaf ya Kakak ga sengaja. Kita ke butik Bunda ya." Ucap Gladys menenangkan Keina yang akan menangis dan Keina pun kembali diam.
Angga pun tanpa bicara lagi mengbil buku yang akan di beli Gladys dari tangan Gladys. Gladys pun tak dapat menolak karena takut Keina malah menangis. Mereka bertiga pun keluar dari gedung toko buku.
"Terima kasih ya Kak sekali lagi." Gladys.
"Iya. Sama-sama." Angga.
Keina meronta menunjuk seseorang. Gladys menyadarinya.
"Kenapa sayang? Sebentar ya Kita ke tempat Bunda sekarang." Ucap Gladys menenangkan.
"Dia lucu ya. Cantik kaya yang gendong." Puji Angga.
"Eh, bisa aja." Gladys.
"Boleh pinjam ponselnya?" Angga.
"Untuk apa?" Gladys.
"Mencatat sesuatu." Angga.
"Hm... Sebentar." Gladys pun membuka tasnya dan menyerahkan ponselnya pada Angga.
"Sudah. Ini." Ucap Angga memberikan ponsel Gladys kembali.
Tanpa melihat ponselnya lagi Gladys pun langsung memasukkan ponselnya kedalam tasnya kembali.
"Maaf tidak bisa mengantar ke butik Bunda kamu ya." Ucap Angga tak enak.
"Eh, ngga apa-apa. Tadi aku juga cuma berdua Keina." Gladys
__ADS_1
"Salam untuk Bunda. Lain kali Aku main ke rumah. Boleh kan ya?" Angga.
"Hah! Eh, Iya boleh. Siapa yang melarang." Ucap Gladys kaget.
"Ya sudah. Hati-hati ya." Angga.
"Iya. Sama-sama." Gladys.
Setelah Angga pergi Gladys bernafas lega. pasalnya sejak Angga di dekatnya entah kenapa jantungnya bekerja dengan cepat. Padahal tak ada perlakuan istimewa yang Angga lakukan padanya tapi entah mengapa detak jantungnya begitu cepat.
Begitupun dengan Angga. Setelah dirasa cukup jauh dengan Gladys Angga membuang nafas kasar.
"Astaga. Ada apa dengan jantung ku ini." Batin Angga mengusap dada bidangnya.
"Kenapa setiap kali berdekatan dengan Gladys jantungku selalu berdetak lebih cepat. Dan sialnya tadi dia terlihat lebih cantik dan Sek si dengan pakaian yang sangat sederhana bahkan dia menggendong seorang bayi." Batin Angga lagi.
Gladys pergi ke butik Bundanya dan ternyata Bundanya sudah menunggu mereka berdua karena kliennya sudah pulang. Ayuniy tampak tengah memberikan pesan pada pegawainya.
"Assalamu'alaikum Bunda." Ucap Gladys menirukan suara anak kecil.
"Astaga Cantiknya Bunda. Kakak bawa kamu kemana sih hm... Capek ya?" Tanya Ayumi pada Keina.
Dan ajaibnya Keina malah tertawa riang melihat aksi dari Ayumi yang sedang mengasihinya. Keina menggerakkan kaki dan tangannya meronta riang membuat Gladys harus menjaganya ekstra.
"Kenapa? Kangen Bunda ya?" Tanya Ayumi lagi yang membuat Keina semakin tergelak dan membuat seisi butik merasa gemas melihatnya.
"Bunda ih,, ini berat tau." Protes Gladys.
"Berat katanya Cantiknya Bunda berat. Ngga yah. Kakak aja yang lebay." Ucap Ayumi mengambil alih Keina dalam gendongannya.
Keina malah berteriak senang ketika Ayumi menggendongnya. Ayumi pun menciumi pipi gembul Keina yang terus tertawa membuat Ayumi gemas di buatnya.
Gladys pun membawa tas Ayumi dan perlengkapan Gladys. Mereka bertiga berpamitan untuk pulang lebih dulu karena kasian pada Keina jika mereka tetap di butik. Memang ada ruangan Ayumi yang terdapat tempat tidur kecil. Tapi, Ayumi tidak tega akhirnya dirinya pun membawa kedua anaknya pulang.
Keina sangat anteng dalam gendongan Ayumi. Di mobil Keina pun tertidur di pangkuan Ayumi tanpa mimik. Ayumi semakin menyayanginya begitupun Gladys.
"Kalo Glad nikah dan punya anak. Pengen deh kaya adik gini anteng." Gladys.
"Gimana mau anteng. Orang kamunya aja pecicilan gitu." Ayumi.
"Bunda. Iya in aja kenapa sih sekali-kali." Protes Gladys.
"Iya deh iya." Ayumi.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampaj di rumah. Ayumi menidurkan Keina di kamarnya sambil Ayumi merebahkan dirinya juga di samping Keina.
Sementara Gladys langsung masuk ke dalam kamarnya dan membuka buku yang di belinya tadi dan langsung membacanya. Ketika sedang asik membaca terdengar bunyi notifikasi pada ponselnya. Tanpa melihatnya Gladys merogoh ponselnya yang berada di dalam tas yang dia bawa tadi.
💌Angga
Hi,, masih di butik?
💌 Gladys
Udah di rumah.
💌Angga
__ADS_1
Ganggu ya?
💌 Gladys
Ngga. Lagi baca buku.
Gladys membalas pesan tanpa melihat siapa si pengirim pesan. Kemudian ponselnya pun berbunyi tanda panggilan masuk. Gladys membukanya tanpa sadar jika itu panggilan Vidio.
📱Angga
Asik bener bacanya...
Gladys menengadahkan kepalanya melihat pada layar dan bengong.
📱Angga
Kok bengong...
📱 Gladys
Hah! Eh, iya. Ada apa?
📱Angga
Ngga ada. Pantesan jawab chatnya singkat-singkat. Lagi asik baca rupanya.
📱 Gladys
Chat??
📱Angga
Jangan bilang kamu juga ga sadar tadi chat sama aku?
Gladys menampilkan deretan gigi putihnya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
📱 Gladys
Maaf..
Obrolan mereka pun berlanjut cukup lama dan membicarakan hal yang entah apa dan kenapa mereka berdua membicarakannya. Sampai ketukan di pintu kamar Gladys menghentikan obrolan keduanya.
"Ya, Masuk." Ucap Gladys meminta orang yang mengetuk pintu masuk.
"Kakak,,, jagain adik dulu dong. Bunda mau mandi." Ucap Ayumi menirukan suara anak kecil masuk ke dalam kamar Gladys.
"Waah,,,, udah cantik aja nih adek. Udah wangi lagi. Sini gendong Kakak ya." Ucap Gladys mengulurkan tangannya.
Keina pun tampak senang di gendong Gladys. Kemudian Gladys pun membawa Keina keluar dari kamarnya dan membawanya ke taman belakang rumahnya untuk melihat bunga-bunga yang bermekaran sekaligus memberikan udara segar bagi Keina.
Saat keduanya asik bermain Gagah dan Rehan pun datang di susul Ken dan Tita. Keina tampak antusias melihat kedatangan Ken dan Tita. Terlihat Keina begitu merindukan Tita.
"Uuuhh... Chayangnya Mommy. Kangen ya sama Mommy." Ucap Tita mengambil alih Keina dari gendongan Gladys. Keina pun memeluk erat Tita seolah takut do tinggal lagi. Tangan mungilnya melingkar di leher Tita.
"Hei, cantiknya Daddy.. Kangen banget sama Mommy ya? Maaf ya Daddy pinjam Mommy seharian tadi." Ucap Ken.
Keina pun mengulurkan tangannya dan mengusal lembut pipi Ken seolah berkata tidak apa-apa Dad. Ken meraih tangan mungil Keina dan mengecupnya lembut kemudian beralih pada kedua pipi gembul Keina.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏