Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Menggugurkan


__ADS_3

Artur datang bersama dengan Anton di sambut suka cita oleh Jessie. Nyonya Laura meminta Aldi untuk memanggil Ken dan Tita yang masih berada di halaman belakang.


Aldi menuju halaman belakang dan saat dirinya sudah dekat dengan Ken dan Tita Aldi melihat Ken dan Tita tengah berpelukkan. Entah mengapa hati Aldi menghangat melihat keromamtisan Tita dan Ken.


Mungkin saat awal pertemuannya dulu Aldi selalu merasa sakit bila melihat Tita tapi lambat laun Aldi mulai bisa mengikhlaskan Tita dan menerima Jessie sepenuh hatinya.


"Om, Tante." Panggil Aldi.


"Iya Al. Ada apa?" Ucap Ken tanpa melepaskan pelukannya pada Tita.


"Papi baru saja datang." Aldi.


"Owh! Baiklah. Ayo sayang kita masuk." Ajak Ken.


Tita dan Ken pun bangkit dari duduknya dan berjalan masuk bersama Aldi.


"Hai Kak. Apa kabar?" Sapa Ken pada Artur.


"Kabar baik Ken. Bagaimana kabar Bumil dan Pamil?" Artur.


"Alhamdulillah sehat Kak." Tita.


Mereka pun duduk bersama. Jessie menceritakan jika dirinya resign dari pekerjaannya dan itu membuat Artur kaget tapi Artur tak sedikit pun marah pada Jessie.


"Papi tidak marah?" Jessie.


"Tidak sayang. Itu keputusan mu dan suamimu Papi tidak berhak marah padamu. Apapun keputusan kalian Papi akan mendukung." Artur.


"Terima kasih Pi." Jessie memeluk Artur.


"Dan ada satu berita bahagia lagi Pi." Ucap Jessie.


"Berita bahagia? Apa?" Artur.


"Disini sudah ada calon cucu Papi." Tunjuk Jessie pada perutnya yang masih terlihat rata.


"Benarkah?" Ucap Artur dengan mata yang berbinar.


Jessie dan Aldi mengangguk mengiyakan. Artur terlihat sangat bahagia dirinya langsung menarik Jessie kedalam pelukannya. Air mata bahagia pun tumpah di antara keduanya dan semua yang ada di sana.


"Sayang, apa kalian tidak akan memberitahukan berita ini pada Mami kalian?" Artur.


"Belum sekarang Pih." Aldi.


Artur mengerti dan menganggukkan kepalanya.


"Sayang, tinggallah di apartemen Papa." Artur.


Jessie menengok kearah Aldi dan Aldi hanya menganggukkan kepalanya pertanda semua keputusan ada di Jessie.

__ADS_1


"Apa Jess tidak boleh tinggal disini bersama Opa dan Oma Papi?" Jessie.


"Boleh saja sayang, tapi suatu hari Mami akan datang kemari. Biarlah kalian tinggal di apartemen sementara sampai kehamilan mu terlihat." Artur.


"Hm... Baiklah Pi. Jess akan tinggal di sana sementara. Tapi, apa Mami tidak akan datang ke sana Pi?" Jessie.


"Tidak akan sayang. Karena Mami tidak mengetahui jika Papi memiliki satu unit khusus untuk Papi beristirahat." Artur.


"Baiklah besok Jess akan pindah ke sana Pi." Jessie.


"Lebih cepat lebih baik Nak." Artur.


Saat mereka asik berbincang Tuan Ito datang setelah menghadiri pertemuan di komplek perumahannya. Tuan Ito memang sangat humble bersama dengan warga sekitar begitupun dengan Nyonya Laura.


"Karena Ayah sudah kembali. Ayo kita makan malam terlebih dahulu." Ajak Nyonya Laura.


"Terima kasih Bu. Sebaiknya Artur pulang saja sekarang.". Pamit Artur.


"Baiklah. Anton akan mengantarkan kamu kembali." Tuan Ito.


"Terima kasih Ken. Sudah meminjamkan Anton pada Kakak." Artur.


"Sama-sama Kak." Ken.


"Tapi, antarkan sampai mini market depan saja. Nanti supir Kakak menjemput di sana." Artur.


"Hati-hati Kak." ken.


Tita datang Jessie malah pergi." Keluh Tita.


"Kita masih bisa ketemuan Tante." Jessie.


"Kamu benar Jess." Tita.


Setelah menyelesaikan makan malamnya. Jessie dan Aldi segera naik dan membereskan pakaian mereka untuk bersiap pindah kembali ke apartemen milik Artur.


Pagi hari Jessie dan Aldi berpamitan karena Aldi berencana mengantarkan Jessie terlebih dahulu sebelum dirinya pergi ke rumah sakit.


"Loh, berangkat pagi ini?" Tita.


"Iya Tan sekalian Al kerja." Aldi.


"Loh, nanti sore saja sepulang kerja jemput Jess di sini. Lagian nanti Jess sendiri di sana." Tita.


"Ada Ayah Tan. Ayah akan menemani Jess." Aldi.


"Hm.. Baiklah jika begitu. Semoga kalian betah ya." Tita.


"Terima kasih Tan." Aldi.

__ADS_1


Ken berpamitan pergi ke kantor bersamaan dengan Jessie dan Aldi pergi. Menyisakan Tita dengan Tuan dan Nyonya Ito. Seperti biasa Tita akan menemani Tuan dan Nyonya Ito berkebun sebentar selepas itu biasanya Tita akan menghabiskan waktu menonton drama atau merecoki bibi di dapur.


"Bu, kenapa Kak Ai menginginkan Al dan Jess berpisah?" Tanya Tita di sela kegiatannya.


"Menurur Jess karena Jess tak kunjung mengandung Ai fikir Aldi lah yang tidak bisa menberikan keturunan." Nyonya Laura.


"Loh, bukannya sekarang sudah hamil ya Bu? Kenapa Kak Ai tidak di berikabar?" Tita.


"Ai ingin menjodohkan Jess dengan anak sahabatnya dari kota M." Nyonya Laura.


"Astaga! Kenapa begitu? Tapi, siapa tau Kak Ai berubah fikiran setelah nengetahui Jess hamil Bu." Tita.


"Ai memilih menggugurkan kandungan Jess jika Jess sudah terlanjur mengandung. Itu isi salah satu ancaman yang Aiko kirimkan melalui pesan chat pada Jess dan Aldi lah yang menerimanya. Karena Jess sudah tak memegang ponselnya sejak kepergian mereka ke pulau." Nyonya Laura.


"Ya Tuhan. Kenapa Kak Ai tega Bu?" Tita.


"Karena sahabatnya lebih kaya dari keluarga Aldi." Nyonya Laura.


"Memangnya siapa sih Bu?" Tita semakin penasaran.


"Kalo ga salah dengar kata Aldi anaknya Keluarga Bara Mardiono yang punya BM grup." Nyonya Laura.


"Hah!" Tita.


"Kamu mengenal mereka sayang?" Tuan Ito.


"Tentu saja Yah." Tita.


"Om Bara itu pernah melakukan penggelapan dana pada proyek hotel dan Restoran yang di kota B. Bahkan beberapa kerjasamanya di tolak berbagai perusahaan karena kelakuan minus anak dari BM grup." Tita.


"Apa!" Tuan Ito.


"Hm... Jika Ayah ingin cerita lengkapnya Ayah bisa tanyakan langsung pada Om Kevin. Beliau yang menutup kasusunya karena proyek itu bersangkutan dengan anak perusahaan miliknya." Tita.


"Om Kevin memilih membatalkan kerjasamanya sehingga BM grup harus membayar kerugiannya sendiri." Jelas Tita lagi.


"Loh, bisa jadi sekarang perusahaannya sedang collapse dan Aiko tak tau itu. Sehingga dia berencana menikahkan Jessie dengan anak dari BM grup dan BM grup akan memanfaatkan Jessie untuk kepentingan mereka." Tuan Ito.


"Mungkin saja Yah." Tita.


"Apa perusahaan Suami mu bekerja sama dengan mereka?" Tita.


"Tidak Yah. Karena semua yang berhubungan dengan MD grup pasti telah mengetahui kebobrokan perusahaan beliau. Bahkan maaf perusahaan Kak Artur saja sulit untuk bekerja sama dengan Perusahaan Mas Ken apalagi masuk MD grup." Jelas Tita.


"Bagus. Artur memang sangat sulit di bujuk. Dulu Ayah sudah memintanya bergabung bersama KI tapi dia menolaknya. Katanya dia ingin mandiri." Tuan Ito.


"Apakah Artur tidak mengetahui tentang BM grup?" Nyonya Laura.


"Mungkin saja tau Bu. Hanya saja Kak Artur tak mengetahui jika Kak Ai akan menjodohkan Jessie dengan anak dari BM grup." Tita.

__ADS_1


**🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏**


__ADS_2