Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Selamat Jalan Tiara Kenzo


__ADS_3

Selesai Ken memandikan putri cantiknya Ken membalutnya dengan kain yang ada di sana. Ken membawanya keluar sementara Tita masih di dalam ruangan untuk di rapihkan dan di pindahkan ke ruangan khusus.


Ken menatap Tanio dan Rehan bergantian. Sekuat tenaga Ken menahan air matanya. Rehan dan Tanio menghampiri kemudian keduanya saling bergantian memeluk Ken dan menepuk bahunya memberi kekuatan kemudian keduanya pun bergantian mengecup kepala bayi yang terbalut kain.


"Ken." Panggil Nyonya Laura.


"Putri kami telah pergi Bu." Ucap Ken lirih.


"Titaaa..." Teriak Olla dan berlari memasuki ruangan dimana adik ipar sekaligus sahabatnya tengah di rapihkan.


"Bawalah pulang Nak. Biarkan para perempuan menunggu di sini." Tuan Ito.


"Baik Yah. Terima kasih." Ken.


Ken, Bagas, Tanio, Rehan, Angga dan Tuan Ito pun pulang bersama jenazah putri kedua Ken yang telah meninggal dunia.


Sementara Olla menangis tersedu memeluk adik iparnya di dalam ruangan. Kedua suster dan Dokter Rini pun ikut menitikan air matanya. Sekuat tenaga Tita menahan isak tangisnya tapi di pelukan Olla Tita tumpahkan kesedihannya.


"Maaf, biar kami pindahkan dulu Ibu Tita agar lebih nyaman." Ucap Dokter Rini meminta ijin.


Olla melerai pelukkannya dan mengusap sisa air matanya.


"Semua sudah menjadi takdirnya sayang." Ucap Olla dan Tita menganggukkan kepalanya.


Kemudian suster pun membawa Tita keluar dengan menggunakan kursi roda. Di ambang pintu Nyonya Laura dan yang lainnya menangis melihat keadaan Tita. Nyonya Laura menghampirinya kemudian mencium kedua pipi, Kening dan terakhir puncak kepala Tita.


"Maaf Bu, Tita tidak bisa menjaga cucu Ibu." Ucap Tita lirih.


"Semua sudah menjadi kehendaknya sayang. Ibu selalu berdo'a yang terbaik untuk kalian. Ikhlaskanlah Tuhan akan menggantinya dengan yang terbaik." Nyonya Laura.


"Terima kasih Bu." Ucap Tita di sela tangisnya.


Ayumi, Laras dan Gladys bergantian memeluk dan mencium Tita. Setelah itu Tita pun di bawa ke ruang perawatan untuk memulihkan kondisi Tita pasca persalinan yang begitu mendadak.


Sementara di kediaman Ito suasana begitu riuh. Keluarga Bagas pun segera datang setelah mendapat kabar dari Rehan. Begitu juga Aldi dan Jessie yang mendapat kabar dari suster Tika.

__ADS_1


Aldi dan Jessie tidak membawa serta si kembar. Aldi dan Jessie menitipkan si kembar pada Orang tua Aldi. Orang tua Angga pun ikut hadir ke kediaman Tuan Ito.


Setelah di solatkan dan di kafani di rumah kemudian mereka pun mengantarkan bayi Ken dan Tita yang di beri nama Tiara Kenzo ke rempat peristirahatan terakhirnya.


Seolah mengerti kesedihan orang tuanya Keina pun terus menangis dan memnaggilnya Mommynya. Marni dan Burhan sudah kehilangan akal di tambah lagi setelah banyak orang melayat Burhan tak dapat keluar kamar karena takut ketauan orang Hanan.


Untung saja Hena segera datang jadilah Marni di bantu Hena menenangkan Keina. Tapi, hanya sebentar saja Keina mau diam tak menangis. Tangisannya makin menjadi ketika Ken datang membawa bayi dalam gendongannya.


Ken mendekatkan adik Keina memperlihatkan pada putri pertamanya jika adiknya telah tiada. Keina terdiam kemudian mendekatkan dirinya kepada adiknya dan tanpa di duga Keina mencium kening adiknya yang begitu mungil.


Semua pun tak kuasa menahan harunya. Keina terdiam memeluk Daddy dan adiknya. Gagah pun mengambil alih Keina dan mengikuti langkah Ken hingga ke tempat peristirahatan Tiara untuk yang terakhir.


Setelah Ken menyemayamkan Tiara Ken mengambil alih Keina dari gendongan Gagah. Keina terlihat kelelahan karena sudah cukup malam pemakaman Tiara. Ken melakukannya karena tidak ingin Tiara terlalu lama di diamkan.


Setelah selesai Ken pulang untuk membersihkan diri bersama Keina yang tertidur dalam gendongannya. Ken menidurkan Keina dengan sangat hati-hati. Kemudian Ken kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan mengbil beberapa perlengkapan Tita.


Setelah siap Ken berpamitan pada semuanya untuk kembali ke rumah sakit. Gagah akan mengantarkan Ken sekaligus menjemput para wanita yang masih berada di rumah sakit menunggu Tita.


Jangan tanyakan Burhan yang sudah kembali ke kediaman Durant saat semua orang mengantarkan Tiara ke tempat peristirahatan terakhirnya. Burhan begitu sedih karena tidak dapat menemui Tita. Dirinya harus menunggu besok hari untuk bertemu dengan Tita.


"Ken, pergilah. Temani Tita. Biarkan Keina Tante yang jaga." Titah Hena yang masih berada d sana.


"Temani Tita. Pasti ini akan sangat sulit kehilangan putri kalian. Tapi, jangan berlama-lama. Ingat masih ada Keina di sini." Hena.


"Iya Tan. Terima kasih." Ucap Ken.


Kemudian Ken berpamitan pergi ke rumah sakit. Dalam perjalanan Ken hanya diam memandang jalanan yang mulai sepi kendaraan. Gagah pun hanya berkonsentrasi mengendarai mobilnya.


Sampai tiba di rumah sakit Ken menghela nafas panjang mengatur kesedihannya. Ken berusaha menekan kesedihannya untuk Tita. Tanio tiba di rumah sakit setelah mobil Ken dan Gagah.


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruang perawatan Tita. Tanio merangkul Ken memberinya kekuatan. Selain sebagai kakak ipar Ken merupakan sahabat dekat Tanio. Oleh karena itu, Tanio mampu memahami kondisi Ken saat ini.


Gagah mengetuk pintu perlahan agar tak mengagetkan orang di dalam. Laras membukakan pintu. Gagah memeluknya dan mencium kening Laras. Kemudian Gagah dan Laras masuk di susul Ken dan Tanio.


"Angga Kakak suruh pulang Dek. Besok dia dinas pagi." Ucap Gagah pada Gladys.

__ADS_1


"Iya. Makasih Kak. Tadi Kak.Angga kasih kabar Glad." Gladys.


"Bagaimana semuanya sudah beres Ken?" Nyonya Laura.


"Alhamdulillah sudah Bu. Ibu dan yang lainnya pulanglah bersama Gagah." Titah Ken.


"Ya. Besok kami kembali." Nyonya Laura.


Kemudian semua pun berpamitan pulang kecuali Olla dan Tanio yang masih berada di sana.


"Sayang, ayo kita pulang. Biarkan Tita istirahat." Ajak Tanio.


"Baiklah." Olla.


"Sayang, Kakak pulang ya. Kamu istirahat. Cepet pulih. Jangan terlalu lama disini. Ingat Keina akan merindukan kalian." Pamit Olla pada Tita.


"Iya. Terima kasih Kak. Kalian hati-hati." Ucap Tita memeluk Olla.


"Kamu adik Kakak paling kuat. I Love you." Ucap Tanio mengecup puncak kepala Tita.


Tita memeluk erat Tanio menyalurkan kesedihannya. Setelah pelukan Tita mengendur Tanio pun melepas pelukannya.


"Jangan terlalu berlarut hm..." Ucap Tanio mengusap lembut pipi Tita.


Tita menganggukan kepalanya.


"Kami pulang Ken. Hubungi kami jika ada sesuatu." Pesan Tanio.


"Baik Kak. Terima kasih." Tanio.


Tanio dan Ken juga Tita dan Olla memang bersahabat akan tetapi mereka selalu bersikap sopan jika di luaran. Ken dan Tita memanggil Tanio dan Olla dengan sebutan Kakak. Karena Ken dan Tita tidak ingin anak-anak mereka mencontoh hal-hal yang kurang baik dari mereka.


Berita kematian putri Ken dan Tita sudah sampai pada Abimana dan Melan. Keduanya memutuskan untuk pulang ke tanah air mengunjungi Tita. Beritanya pun sudah sampai kepada keluarga Kevin Durant hanya saja mereka tak dapat berkunjung karena keadaan Kevin yang semakin buruk.


Mikha sengaja tak memberitahukan beritanya pada Tita saat dirinya pulang kemarin karena kondisi Tita yang tidak memungkinkan. Dan akhirnya apa yang di takutkan terjadi Tita mengalami keguguran.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2