Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kepergian Tuan Dan Nyonya Ito


__ADS_3

Pagi ini semua berkumpul untuk sarapan bersama. Ken sekeluarga memutuskan untuk menginap di rumah utama. Semua sudah berkumpul di meja makan siap menikmati sarapan pagi masing-masing.


Setelah menyelesaikan makannya Gagah berpamitan ke rumah sakit begitu juga dengan Angga. Hari ini Rehan berisitirahat di rumah. Karena Rehan hanya sesekali saja pergi ke rumah sakit jika di perlukan.


Daffin, Galuh dan Gean pergi bersama menggunakan mobil Galuh. Sedangakan Gea di antar oleh Keina ke sekolahnya. Karena hari ini Keina akan ke kampus untuk mengurus kelulusannya.


"Terima kasih Kak." Ucap Gea setelah mencium punggung tangan Keina.


"Sama-sama cantik. Sekolah yang pinter ya." Pesan Keina.


"Oke Kak." Gea.


Setelah di pastikan Gea masuk ke dalam kelasnya Keina kembali melajukan mobilnya menuju kampusnya. Di sana Keina juga bertemu dengan Raya di kantin kampus. Mereka berdua memang sudah membuat janji untuk bertemu hari ini.


Di rumah utama menyisakan Tita, Ayumi, Rehan, Laras, Gladys, Tuan dan Nyonya Ito. Karena Ken sudah pergi ke Kantor sejak pagi tadi. Keluarga Aiko tidak menginap karena rumah mereka sangat dekat dengan rumah utama.


"Bagaimana kabar Bapak Ras?" Tita.


"Sudah membaik Onty. Hanya saja Ibu takut Ayah kambuh lagi jika di bawa perjalanan." Laras.


"Ya, sebaiknya Bapak banyak istirahat." Tita.


"Apa tidak sebaiknya mereka tinggal di rumah kalian saja Ras?" Ayumi.


"Kak. Gagah sudah mengajak mereka Bun. Tapi, Ayah dan Ibu menolaknya. Katanya mereka tak ingin merepotkan kami." Laras.


"Justru kalo mereka tetap di sina kita menjadi khawatir Ras." Ayumi.


"Entahlah Bun. Kak Gagah dan Laras juga sudah membujuknya." Laras.


"Coba kamu yang bujuk Ta. Siapa tau Ibu dan Ayah kalian mau tinggal di sini." Ayumi.


"Nanti Tita coba bujuk deh. Rencananya Tita sama Mas Ken mau jenguk Bapak akhir pekan ini." Tita.


"Ya sudah Onty sekalian bujuk Ayah sama Ibu. Biar mau tinggal sama Laras. Jangan sama Onty ya. Nanti malah ngerepotin Onty lagi." Laras.


"Ceh, Onty tidak pernah merasa di repotin sama mereka. Onty senang mereka mau tinggal di mansion." Tita.


"Astaga! Kalian malah berebut. Dimana pun orang tua kalian mau tinggal terserah yang terpenting mereka pindah ke kota ini." Ayumi.


"Bunda yang membuat mereka berebut Bun." Gladys.


"Hahaha... Iya Kak." Tita.


"Ayah kemana Bun?" Gladys.


"Di ruang kerjanya. Katanya ada yang harus di kerjakan." Ayumi.


"Di rumah juga masih aja kerja." Tita.


"Seperti Ken tidak saja kamu Ta." Ayumi.


Mereka pun asik berbincang bersama hingga melupakan jika Tuan dan Nyonya Ito tak berada di tengah-tengah mereka semua. Mereka semua baru menyadari ketika Keina datang dan menyapa semuanya.


"Hai semuanya... Selamat siang?" Keina.

__ADS_1


"Siang.."


Kompak mereka berempat.


"Sudah selesai sayang?" Tita.


"Sudah Mom." Keina.


"Syukurlah. Yakin ga lanjut Kein?" Gladys.


"Ngga Kak. Kein mau santai aja dulu." Keina.


"Nunggu lamaran aja ya Kein." Laras.


"Apapun deh. Yaya mana?" Keina.


"Yaya sedang ada kerjaan di ruang kerjanya." Ayumi.


"Opa sama Oma?" Keina.


"Astaga! Kenapa kita melupakan Oma dan Opa." Gladys.


"Apa mereka ke kebun?" Laras.


"Tidak." Tita.


"Coba kalian lihat di kamar. Kayanya Bunda ga liat mereka ke luar setelah sarapan tadi." Ayumi.


Laras, Gladys dan Keina pun berlari menuju kamar Tuan dan Nyonya Ito. Sementara Tita dan Ayumi menyusul di belakangnya. Laras segera mengetuk pintu kamar Tuan dan Nyonya Ito dengan lembut.


"Opa,, Oma." Panggil Laras.


Sudah ketukan dan panggilan yang kesekian kalinya belum juga ada jawaban dari dalam kamar. Mereka pun saling pandang.


"Atau mereka pergi tanpa memberitahukan kita?" Gladys.


"Tidak mungkin Kak. Opa dan Oma tidak begitu." Keina.


"Apa kita buka saja pintunya?" Laras.


"Sebaiknya begitu saja Kak." Gladys.


Laras pun menggerakkan heandle pintu dan ternyata pintu tidak terkunci. Mereka bertiga menyembulkan kepala mereka mengecek keadaan di dalam kamar. Dan Mereka melihat Opa dan Omanya tengah tertidur dengan saling berpelukkan.


Laras pun segera menutup kembali pintu perlahan. Kemudian mereka bertiga kembali ke ruang utama.


"Tunggu." Ucap Keina membuat Laras dan Gladys menoleh.


"Apa boleh Kein masuk membangunkan mereka? Sepertinya mereka tertidur sudah cukup lama sejak pagi tadi. Kein takut mereka sakit." Keina.


"Ya sudah lihat saja. Kakak mau jemput Gea dulu ke sekolahnya." Ucap Gladys yang langsung pergi mengambil tasnya.


Gladys pun berpamitan pada yang lainnya. Sementara Keina coba masuk kedalam kamar Opa dan Oma nya. Keina melangkah mendekati tempat tidur mereka berdua yang terlihat tengah tidur saling berpelukkan.


"Opa, Oma.." Panggil Keina lembut.

__ADS_1


Tak ada reaksi dari keduanya. Keina duduk di tepian tempat tidur di samping Omanya. Kemudian Keina memegang bahu Nyonya Laura perlahan.


"Oma..." Panggil Keina.


Pluk...


"Astaga! Oma.." Panggil Keina yang tidak melihat ada reaksi apapun dari Nyonya Laura.


Namun saat Keina sedikit mengguncangkan badan Nyonya Laura pelukannya terlepas dan posisi nyonya Laura terlentang begitupun dengan Tuan Ito. Keina bangun dari duduknya dan menutup mulutnya.


"Aaaa.... Opa....Oma...." Jerit Kiena.


Ayumi, Tita dan Laras berlari menuju kamar tuan dan nyonya Ito. Begitupun Rehan yang tengah berada di ruang kerjanya segera keluar begitu mendengar jeritan Keina.


"Ada apa Bi?" Tanya Rehan yang baru saja keluar dari ruang kerjanya begitu melihat bibi di hadapannya.


"Itu Tuan. Non Keina menjerit di kamar Tuan dan Nyonya besar." Jawab Bibi yang kemudian ikut berlari menyusul Rehan dair belakang.


Rehan pun masuk dan melihat semuanya tengah berada di dalam kamar. Tita tengah memeriksa Nyonya Laura dan Ayumi tengah memeriksa Tuan Ito sedang Laras mendekap Keina yang tampak menangis.


"Innailaihi wa innailaihi rojiun..." Ucap Ayumi dan Tita bersamaan.


"Ada apa?" Tanya Rehan.


"Mas,," Panggil Ayumi lirih menahan isak tangisnya.


Laras menangis dan mempererat pelukannya pada Keina. Tita terkulai duduk di lantai. Dan Rehan menghampiri Ayumi.


"Ada apa?" Tanya Rehan masih dengan pertanyaan yang sama.


"Ayah dan Ibu telah pergi." Ucap Ayumi kemudian langsung menghambur kedalam pelukan Rehan dan tangisnya pun pecah.


"Innailaihi wa innailaihi rojiun." Ucap Rehan lirih.


Rehan membalas pelukkan Ayumi dan mengusap punggung Ayumi menberi ketenangan. Rehan meminta Bibi menghubungi RT di sekitar rumahnya untuk memberitahukan kepergian orang tuanya.


"Mommy.." Teriak Keina yang melihat Tita terkulai di lantai.


"Astaga! Onty..." Panggil Laras.


Keina dan Laras pun mendekati Tita yang terkulai di lantai tak sadarkan diri. Ayumi melerai pelukkannya dan melihat Tita. Rehan segera mengangkat Tita dan menidurkannya di kamar Tita dan Ken.


"Hubungi suami mu Ras." Titah Ayumi.


"Sudah Bunda, Laras juga sudah menghubungi Angga karena Kak Gagah tidak membalas telfon Laras. Tapi Laras sudah menuliskan pesan untuknya." Laras.


"Daddy mu sudah di hubungi Kein?" Ayumi.


"Sudah Buna." Keina.


Keina pun meminta supir pribadi keluarganya untuk menjemput Adik-adiknya di sekolah. Juga telah menghubungi supir yang membawa Gladys menjemput Gea. Keina memintanya untuk segera pulang.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2