Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Sensitifnya Perasaan Bumil


__ADS_3

Kecemasan Nyonya Laura hilang sudah dengan berlangsungnya acara pernikahan Angga dan Riana yang berjalan dengan lancar. Semua tamu undangan satu persatu hadir untuk memberikan selamat pada pasangan mempelai.


Keina menjadi pusat perhatian setiap orang karena kelucuannya. Keina yang mengenakan pakaian rancangan Ayumi tampak menggemaskan dengan celotehannya yang terus tak berhenti. Apalagi Keina di satukan dengan Zayn dan Zio.


Jessie dan Aldi belum mendekatkan anak kembarnya dengan Keina begitupun dengan Tita dan Ken. Mereka berdua belum mengijinkan Aldi maupun Jessie mendekatkan Keina dengan Duo A.


Sedikit demi sedikit mereka akan memperbaiki rasa trauma masing-masing terlebih dahulu. Kedua belah pihak pun sudah menyetujuinya. Duo A sebenarnya ingin mendekati Keina ketika melihat Keina bermain bersama Zio dan juga Zayn namun suster mengalihkannya pada yang lain.


Ya, Jessie dan Aldi menggunakan jasa suster kembali namun berbeda orang. Jessie tak ingin kejadian yang menimpa Aiko terulang kembali. Jadi, kemanapun Jessie dan duo A pergi selalu di dampingin oleh suster.


"Ta, anaknya si Aldi belum lu deketin sama Keina." Olla.


"Belum Kak. Keina masih menjaga jarak dengan keduanya. Biarkan saja seperti ini dulu sambil pelan-pelan kita arahkan jika mereka bersaudara dan tidak akan saling menyakiti." Tita.


"Ya. Keputusan ada pada kalian orang tuanya. Semoga cepat pulih ya. Kasian juga liat Duo A seperti yang terasing dalam keluarganya sendiri." Olla.


"Iya Kak. Kita juga gitu sih. Tapi, mau gimana lagi kita menjaga perasaan Keina." Tita.


"Sabar. Semua akan ada waktunya." Olla.


Saat keduanya asik berbincang dengan obrolan yang cukup serius Gladys dan Laras mendekati keduanya. Laras duduk di samping Tita dan Gladys di samping Olla.


"Gimana bumil sudah ngidam apa aja?" Olla.


"Dia ngidamnya enak banget loh Kak." Tita.


"Apaan?" Olla.


"Semua berhubungan dengan Bunda sama Oma Tante. Kak Laras ga asik masa ngidamnya dia ga ada nyusahin Ka Gagah sama sekali." Gladys.


"Masa sih?" Olla.


"Iya. Dia ngidamnya pengen deket Kak Ayu sama Ibu terus. Itu juga bikin Gagah, Ayah dan Kak Rehan repot juga sih." Tita.


"Kok gitu Onty?" Gladys.


"Iyalah. Gagah, Kak. Rehan sama Ayah jadi ga bisa bono kelonan." Tita.

__ADS_1


Semua pun tergelak mendengar jawaban Tita. Laras mengerucutkan bibirnya. Dirinya berfikir apa benar Ayah mertua, Opa Mertua dan suaminya tersiksa karena keinginannya. Laras menundukkan kepalanya.


Olla melihat perubahan pada Laras kemudian Olla menyenggol lengan Tita dan memberi isyarat menunjuk Laras. Tita pun menjadi merasa tak enak. Tita lupa jika perasaan ibu hamil begitu sensitif.


"Sayang, jangan di ambil hati perkataan kita tadi ya. Onty minta maaf. Kita juga tau jika keinginan ibu hamil itu terkadang sangat aneh. Bahkan dulu Onty sampai harus mengikuti kemana Oncle pergi dan semuanya itu terbersit begitu saja tanpa kita mau." Jelas Tita.


Laras masih diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


"Iya Ras. Olla juga dulu gitu kok. Selain keinginan yang aneh perasaan kita juga ga nentu kadang happy kadang sedih pokoknya campur aduk. Dan itu semua wajar kok sayang." Olla.


"Bener. Jadi, kamu jangan merasa ga enak ya." Tita.


"Nanti Glad juga akan ngalamin hal yang sama ya Onty, Tante?" Gladys.


"Iya. Semua ibu hamil akan merasakan hal yang sama. Beruntung kita di kelilingi orang yang sayang sama kita hingga apa yang kita mau di penuhi. Banyak di luar sana yang merasakan hal yang sama seperti kita tapi juga tak dapat terpenuhi karena banyak faktor." Olla.


"Jangan sedih lagi ya. Opa, Ayah Rehan dan Gagah pasti sangat mengerti." Tita.


"Makasih Onty, Tante." Laras.


"Jangan sungkan bertanya jika ada hal yang mengganjal di hati. Kita keluarga dan sudah sepatutnya kita lebih tau keluarga kita sendiri daripada orang lain. Jadi, sesakit apapun kuta perlu membicarakannya bersama keluarga." Tita.


Mereka berempat pun saling berpelukkan. Marni dan Ayumi datang menghampiri ke empatnya. Ayumi dan Marni saling pandang seolah bertanya ada apa dengan mereka berempat.


"Kalian kenapa?" Ayumi.


"Eh, Bunda." Gladys.


"Kenapa sayang?" Tanya Marni pada Laras.


"Ngga apa-apa. Kita hanya sedang membahas seputar kehamilan. Dan semua begitu terharu terutama bumil yang satu ini. Jadilah kita semua sama-sama terharu dan saling berpelukkan." Tita.


"Woalah... Bunda fikir ada apa. Sudahlah. Ayo kita foto bersama setelah itu kita pulang. Kasian juga kamu nanti kelelahan." Ajak Ayumi pada semuanya.


Mereka pun berjalan bersama mendekati panggung pelaminan. Disana sudah terdapat pasangan mereka masing-masing beserta anak-anaknya juga. Tita menghampiri Ken dan Keina, Olla menghampiri Tanio dan Kedua anaknya Zio dan Zayn, Laras menghampiri Gagah dam Gladys menghampiri Angga.


Begitupun dengan Ayumi dan Marni keduanya pun menghampiri pasangan masing-masing. Suasana menjadi riuh ketika keluarga besar Ito dan Durant naik keatas pelaminan untuk berfoto bersama.

__ADS_1


Keluarah dari pihak Riana begitu tak menyangka jika Riana menikahi saudara dari Keluarga Ito dan Durant. Kebanggaan tergambar jelas di wajah mereka hanya saja mereka begitu segan untuk berdekatan dengan mereka.


"Sayang, sini." Panggil Tuan Ito pada Tita dan Ken.


Tuan Ito menanggil mereka untuk mendekatinya karena keluarga Artur juga naik keatas panggung pelaminan untuk berfoto bersama. Ken dan Tita yang mengerti tanpa haris bertanya lagi. Segera Ken dan Tita membawa Keina menghampiri Tuan dan Nyonya Ito.


Setelah berfoto bersama semua keluarga besarpun berpamitan pulang. Ken dan Tita tak main-main memberikan mereka kado mobil mewah keluaran terbaru untuk Angga dan Riana. Rehan dan Ayumi memberikan tiket jalan-jalan ke jepang.


Tuan dan Nyonya Ito memberikan satu set tempat tidur yang harganya lumayan waw banget. Sementara yang lain memberikan kado alakadarnya sesuati kemampuan mereka masing-masing.


"Pak, Bapak sama Ibu nginep di rumah dulu kan?" Tita.


"Ngga nak. Bapak sama Ibu langsung saja." Burhan.


"Yah,, kenapa? Kami masih kangen sama Bapak dan Ibu." Tita.


"Begitu juga dengan Bapak dan Ibu. Tapi, kami juga ga enak sama orang-orang disana jika terlalu lama pergi." Burhan.


"Pak, tidak jadi masalah jika Bapak satu atau dua hari meninggalkan mereka. Mereka juga pasti sangat mengerti." Ken.


"Bapak akan kirim email laporan perkembangan peternakan padamu Nak." Ucap Burhan tersirat ada sesuatu yang tak ingin dia bicarakan di hadapan Tita.


"Bapak, kenapa Bapak malah ngomongin usaha sih." Rajuk Tita.


"Hahaha... Iya nak Iya. Bapak janji nanti Bapak sama Ibu akan menginap di rumah untuk satu atau dia hari." Burhan.


"Awas loh Pak Janji." Ucap Tita ulang.


"Iya Nak." Burhan.


Sementara Laras yang menjadi anaknya santai saja bergelayut manja pada Ayumi dan Gagah. Dirinya tak mempermasalahkan kepergian Burhan dan Marni.


"Lihatlah anak kandung kalian saja santai bersama mertua dan suaminya." Ledek Tuan Ito.


"Kau benar Tuan. Kami malah marasa Tita lah anak kandung kami." Burhan.


Semua pun tertawa sedangkan Tita dan Laras mengerucutkan bibir mereka masing-masing. Tita sebal karena Burhan dan Marni tidak bisa menginap sedangkan Laras sebal karena terus di ledek karena bergelayut pada Ayumi. Laras pun tak dapat menolak keinginannya untuk terus berada dekat Ayumi.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2