Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Cicit Baru


__ADS_3

Gagah hanya menggelengkan kepalanya melihat keluakuan Bundanya. Gagah pun membantu Laras berjalan hingga keduanya sampai di meja makan.


Nyonya Laura memperhatikan cara jalan Laras kemudian tersenyum sendiri. Tita yang melihatnya pun menghampirinya.


"Bu, kok senyum-senyum sendiri sih?" Tegur Tita.


Kemudian Nyonya Laura memberi kode untuk melihat Laras dan Gagah yang sedang berjalan menuju meja makan. Tita kemudian ikut tersenyum melihatnya.


"Kayanya Ibu bakalan celet dapet cicit deh." Goda Tita.


"Terus kamu jadi Oma." Balas Nyonya Laura.


"Ibu lupa jika duo A memanggilku apa." Ucap Tita cemberut.


Nyonya Laura pun tertawa mendengarnya. Dirinya lupa jika Duo A memanggilnya Oma. Dan Tita juga Ken menolaknya. Mereka meminta Duo A untuk memanggilnya Mommy dan Daddy saja. Tapi, Tuan Ito melarangnya sehingga duo A tetap memnaggilnya Oma.


Nyonya Laura terus tertawa sedangkan Tita semakin mengerucutkan bibirnya. Laras dan Gagah menoleh ke arah keduanya Laras melirik ke arah Gagah dan Gagah hanya menaikkan kedua bahunya.


"Ibu kamu ngetawain apa sih? Sampe menantu Ayah cemberut gitu." Tanya Tuan Ito yang menghampiri keduanya dengan Keina dalam gendongannya.


"Ini menantumu Yah. Pake godain Ibu mau cepet dapet cicit. Dia ga sadar, kalo ibu dapet cicit ya dia dapet cucu lah." Ucap Nyonya Laura menghentikan tawanya.


"Memang Jessie hamil lagi?" Tuan Ito.


"Bukan Jessie." Nyonya Laura.


"Siapa?" Tuan Ito.


Kemudian Nyonya Laura menunjuk ke arah pengantin baru Laras dan Gagah. Tuan Ito tersenyum pada keduanya yang membuat Gagah dan Laras semakin di buat bingung.


"Kok kalian berfikir begitu?" Tuan Ito.


"Ayah ga liat cara jalan cucu menantu Ayah?" Tita.


"Tidak. Kan Ayah dari tadi sama Keina." Tuan Ito.


"Ya sudah. Nanti Ayah tunggu berita bahagianya saja." Nyonya Laura.


"Ceh, kalian ini memang Ibu dan anak sama saja. Mana itu satu lagi si Ayu?" Tanya Tuan Ito.


"Kenapa Ayah tanya Ayu?" Jawab Ayumi yang baru saja datang mendekati mereka.


"Hufh! Kalian lanjutkanlah. Ayah mau membawa Keina ke minimarket." Oamit Tuan Ito.


"Dada My." Ucap Keina melambaikan tangannya pada Tita.

__ADS_1


"Jajan yang banyak ya Nak. Mumpung perginya sama Opa." Pesan Tita.


"Ceh, kau ini seperti kekurangan uang saja." Tuan Ito.


"Biar uang ku utuh Yah." Tita.


"Itu caranya kaya Yah." Ayumi.


"Kau sama saja." Tuan Ito.


"Jangan lupa belikan istri mu ini sesuatu ya Ayah." Pesan Nyonya Laura.


"Apapun untuk mu sayang." Tuan Ito.


" Cie..." Ucap Ayumi dan Tita bersamaan.


Kemudian Tuan Ito pun membawa Keina pergi meninggalkan para wanita yang dia sayangi. Keina terlihat semang karena akan di bawa ke minimarket oleh Opanya.


Ketiga wanita yang di tinggalkan pun kembali ke obrolan mereka mengenai persiapan pertunangan Gladys nanti malam. Tita yang tidak di ijinkan menangani apapun hanya bisa memberi masukan saja.


Ada EO yang menanganinya Nyonya Laura dan Ayumi pun hanya memantau jalannya acara saja. Tunjuk sana sini sesuai yang mereka inginkan. Karyawan Ayumi pun sudah datang membawakan gaun yang akan di kenakan Gladys dan juga semua anggota keluarga lainnya.


Pakaian itu rencananya akan di kenakan pada acara ulang tahun Rumah sakit lima hari kedepan tapi batal dan di putuskan untuk di kenakan pada acara pertunangan Gladys dan untuk ulang tahun rumah sakit dengan terpaksa Ayumi harus mendesign lagi. Tapi, untungnya Ayumi memiliki stok rancangan yang belum dia pakai jadilah tak butuh waktu lama baginya membuat design kembali dengan menambahkan rancangan untuk Laras dan Angga.


Gagah dan Laras ikut bergabung setelah menyelesaikan sarapan yang di sertakan dengan makan siang karena tak lama lagi waktu makan siang. Laras duduk di samping Gagah.


"Kenapa minta maaf sayang. Ga apa-apa semua juga sudah ada yang menangani. Bunda hanya memperhatikannya saja." Ayumi.


"Kalian fokus saja membuatkan cucu untuk kedua calon Oma ini." Nyonya Laura.


"Ibu.." Ayumi dan Tita.


Gagah hanya diam sedangkan Laras jangan di tanya wajahnya sudah memerah menahan malu. Dirinya mengingiat pergulatannya bersama Gagah semalam.


"Apa kau tidak ingin mengajak istrimu menginap do hotel menghabiskan waktu libur mu Gah?" Nyonya Laura.


"Hah! Tidak Oma. Tidak akan sesantai di rumah Oma." Gagah.


"Ceh, kau bilang saja tidak ingin bermodal. Mintalah pada Onty mu yang sultan ini." Nyonya Laura.


"Jangan memalukan Gah. Bukannya kau bisa masuk dengan akses yang sudah Onty berikan padamu." Tita.


"Hehe... Nanti saja Onty. Sekarang kita menikmati kebersamaan di rumah saja dulu. Laras juga kan sudah lama tidak merasakan suasana rumah." Ucap Gagah mengusap lembut punggung Laras.


Laras menengok kearah Gagah dan Gagah menatapnya hangat membuat Laras merasakan kehangatan di hatinya.

__ADS_1


"Kau benar Kak. Lagian Bunda juga masih kangen sama Laras. Masa kamu main ambil aja menantu Bunda." Ayumi.


"Ceh, kau seperti tak pernah muda saja Yu." Nyonya Laura.


"Ibu, bukankah di rumah juga mereka bisa melakukannya tanpa gangguan. Bukan begitu Ras?" Ayumi.


"Hah! Iya Eh, apa Bun?" Jawab Laras grogi.


"Sudah jangan dengarkan omongan Bunda. Kamu mau istirahat di kamar?" Tawar Gagah.


"Lihatlah Bu. Di rumah juga keponakan Tita itu bisa mengurung istrinya di kamar." Tita.


"Ceh, Onty bukan begitu. Bukannya nanti malam kita akam ada acara. Jadi Gagah menyuruh Laras untuk beristirahat sebentar." Gagah.


"Hei, bukankah kalian baru saja keluar dari kamar. Jangan lupakan itu ya Gah. Onty tau apa yang ada di fikiranmu." Tita.


"Hm... Laras di sini saja dulu Kak. Kalo Kakak mau ke kamar Laras ga apa-apa kok sama Bunda, Onty dan Oma di sini." Laras.


"Nah, itu bedanya Gagah. Kamu tidak akan bisa mengurung istrimu begitu saja jika di rumah. Karena istrimu akan memilih bersama kami daripada berperang bersama mu di kamar." Nyonya Laura.


"Ibu."


"Oma."


"Ceh, apa? Benar bukan." Nyonya Laura.


Ayumi dan Tita hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Ibu mereka. Sementara Laras sudah menahan rasa malunya dengan menundukkan kepalanya.


"Kalo gitu Kakak ke kamar dulu ya menyelesaikan tugas Kakak yang tadi." Pamit Gagah.


"Iya Kak. Laras boleh kan di sini dulu." Ijin Laras.


"Tentu boleh dong sayang. Asal kamu hati-hati saja jangan sampai ketularan mereka." Gagah.


"Hei, apa maksudmu Kak? Kamu mengatai Bunda mu?" Ayumi.


"Tidak." Jawab Gagah santai kemudian berlalu pergi ke kamarnya.


Tita bangkit dari duduknya dan berpindah ke samping Laras yang terlihat mencari kenyamanan untuk duduk. Tita duduk di samping Laras kemudian mengusap lembut perutnya yang semakin membuncit.


"Gimana? Keponakan Onty garang kan?" Tita.


"Tita."


"Onty."

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2