
Keina tertawa riang bersama Gagah yang menjaganya di dalam air. Keina memang sangat suka berenang apalagi di temani Daddy atau Kakaknya Gagah. Mungkin Keina lebih merasa aman bersama keduanya berbeda jika bersama Gladys.
Keina akan banyak berteriak panik dan akan dengan cepat meminta berhenti tidak ingin berenang lagi. Keina sudah bisa mengapung di air berkat ketelatenan Daddy nya yang selalu memperkenalkan Keina pada air walaupun selalu dapat protes dari Tita karena khawatir.
Laras semakin mengagumi Gagah yang begitu terlihat gagah dan hangat saat bersama Keina. Gladys memperhatikan ekspresi Laras yang tengah mengagumi kakaknya.
"Ehem... Cakep ya?" Tanya Gladys.
"Banget." Jawab Laras spontan.
"Eh, apa Glad?" Tanya Laras kelabakan.
Gladys pun tertawa terbahak mendengar jawaban Laras apalagi melihat Laras dengan wajah yang memerah karena malu. Laras kelabakan menahan tawa Gladys. Sementara Gagah menatap keduanya tak tau apa-apa.
"Kak.Laras tenang aja. Glad ga akan bilang Kakak kok." Ucap Gladys menahan tawanya.
Laras menunduk malu.
"Kenapa Kak?" Gladys.
"Kau tau Glad?" Laras.
Gladys menggelengkan kepalanya.
"Tadi aku bertemu kedua orang tuaku." Laras.
"Apa?!" Gladys.
"Glad, bisa kau kecilkan suaramu." Laras menutup mulut Gladys.
"Up's! Maaf. Terus?" Gladys.
"Tadi pulang kerja aku berniat makan di mall terlebih dahulu supaya sampai kos ga perlu cari makan lagi. Pas masuk food court aku denger suara Keina manggil dan ternyata Keina bersama Kak.Gagah." Jelas Laras tertahan.
"Kak.Gagah!" Jeda Gladys.
"Dia yang meminta aku memanggilnya begitu." Laras.
"Cie... lanjutkan." Goda Gladys dan kembali mode serius.
"Ish... Terus aku menghampiri keduanya yang aku fikir ada yang lain juga kamu misalnya atau siapapun dan ternyata hanya mereka berdua. Awalnya kita makan dengan tenang dan setelah kita selesai makan kedua orang tuaku datang dan mengira jika Keina anakku hasil hamil di luar nikah. Dan mengira kami adalah sebuah keluarga." Jelas Laras panjang kali lebar kemudian menundukkan kepalanya.
"Kak.Gagah tau itu orang tua Kakak?" Gladys.
"Bahkan dia tak menanyakan apapun." Laras.
"Hah! Terus bagaimana bisa Kakak lepas dari mereka dan sampai disini?" Gladys.
"Saat mereka terus menghinaku tiba-tiba Kak Gagah membereskan perlengkapannya dan menggendong Keina aku fikir Kak.Gagah akan meninggalkan aku begitu saja ternyata aku salah. Kak Gagah mengajak ku pergi dan ajakannya itu yang membuat aku kaget." Laras.
"Kak Gagah memarahi kedua orang tua Kakak?" Tanya Gladys panik dan Laras menggelengkan kepalanya.
"Lalu?" Gladys.
"Kak Gagah mengajakku pulang dengan menyebutku sayang dan mengatakan jika Keina anak kami." Laras.
"Hah!" Ucap Gladys tak menyangka.
Dan lagi Laras menutup mulut Gladys agar tak mengeluarkan suara kencangnya.
__ADS_1
"Kau serius Kak? Bagaimana?" Gladys penasaran.
"Ayo sayang pulang. Kasian anak kita sudah lelah. Terus menggenggam tangan aku lembut banget." Laras.
"Cie... cie... Ga jadi dokter jadi bu dokter juga." Ledek Gladys.
"Gladys." Pekik Laras.
Sementara Gagah dan Keina asik bermain air. Karena takut Keina kelelahan Gagah pun menyudahinya namun Keina masih ingin berenang.
"No tata No. Na mau." Keina.
"Nanti masuk angin sayang. Sudah ya. Besok kan kita bisa main lagi." Bujuk Gagah.
"Itit agi tata." Rayu Keina lagi.
Gagah pun memberi kesempatan satu kali lagi pada adik sepupunya. Dan tak lama Ken dan Tita datang dan menghampiri anaknya yang tengah asik bermain air.
"Kakak Keina." Panggil Ken.
Membuat Laras dan Gladys menoleh kearah sumber suara begitupun dengan Gagah dan Keina.
"Siapa Glad?" Tanya Laras berbisik.
"Itu Oncle dan Onty orang tua Keina." Gladys.
"Astaga! Pantesan Keina cantik dan lucu. Orang tuanya pasangan sempurna." Puji Laras.
"Bukan cuma Kakak yang mengatakan itu. Sudah hampir satu negara ini." Gladys.
"Eh,," Laras.
"Onty itu paket lengkap Kak." Gladys.
"Onty itu cantik, baik hati, pintar terbukti dari prestasinya, mandiri dan terakhir kaya." Gladys.
"Maksud mu?" Tanya Laras lagi tak mengerti.
"Onty itu pewaris dari MD grup Kak. Dan hebatnya Onty bisa menyembunyikan identitasnya hingga Oncle tidak mengetahuinya jika Onty itu adik dari sahabatnya sendiri yang merupakan pewaris MD grup." Gladys.
"Wow!" Laras.
"Oncle jatuh cinta pada Onty yang sederhana dan tulus. Saat melamar Onty Oncle di buat terkejut karena ternyata sahabatnya lah yang dia temui dan menjadi walinya Onty." Gladys.
"Keren ya." Laras.
Saat keduanya asik menggibahkan Oncle dan Onty Gladys. Tita menoleh pada keduanya dan menghampirinya.
"Ada tamu rupanya?" Tita.
"Iya Ty. Kenalin pacarnya Kak Gagah." Gladys.
"Eh, bukan." Jawab Laras kelabakan.
"Iya juga ga apa-apa kok." Goda Tita.
"Siapa namanya?" Tanya Tita.
"Laras Onty." Laras.
__ADS_1
"Tita."
"Kakak Keina, ayo sudah kita mandi sayang. Masa pacarnya Kak Gagah nya di cuekin sih. Ayo sini ikut Mommy sama Daddy." Ajak Tita.
"Pacar?" Ken.
"Iya Mas. Tuh kenalin pacarnya Gagah." Tunjuk Tita pada Laras.
"Eh, bukan Oncle. Dia teman Gagah." Sanggah Gagah.
"Duh, kompak bener. Perempuannya juga bilang begitu." Goda Tita.
"Beneran Onty." Gagah.
"Iya juga ga apa-apa Kak. Nikah sekalian jangan terlalu lama pacaran." Ken.
"Oncle astaga!" Gagah.
"Mandi sana kasian dia nunggu lama." Tita.
"Ish! Terserah Onty saja lah." Gerutu Gagah dan berjalan masuk kedalam rumah.
Ken tersenyum dan menundukkan kepalanya ke arah Laras dan Laras pun membalas sapaan Ken dengan sangat gugup.
"Glad, kayanya aku pamit pulang aja deh." Laras.
"Eh, jangan. Nanti tunggu Kakak dulu ya." Gladys.
"Hah! Ga usah Glad. Kakak pesen ojol aja deh." Tolak Laras halus.
"Jangan! Nanti Kakak marah sama aku." Gladys.
"Tapi," Laras.
"Ga ada tapi tapian. Ayo masuk aku mau mandi. Kakak tunggu di dalam aja nanti ada yang nyulik." Goda Gladys.
"Eh, ini kan di rumah Glad." Laras.
"Owh! Iya lupa." Ucap Gladys santai dan menarik Laras untuk masuk.
Saat masuk kedalam rumah tampak Tuan dan Nyonya Ito tengah duduk santai bersama Rehan dan Ayumi yang baru saja datang bersamaan.
"Ras, sini duduk." Ajak Nyonya Laura.
"Iya Oma." Laras.
Semua pun menoleh ke arah orang yang di panggil Nyonya Laura. Ayumi terkejut melihat Laras yang pernah di temuinya hampir dua tahun lebih.
"Laras kau kah itu?" Ayumi.
"Iya Tante." Laras.
"Apa kabar sayang?" Tanya Ayumi bangkit dari duduknya dan memeluk Laras.
"Alhamdulillah baik Tante. Tante apa kabar?" Laras.
"Alhamdulilah Bunda baik sayang." Ayumi.
Begitulah Ayumi selalu membundakan dirinya sedangkan Laras tetao memanggilnya Tante. Tuan Ito dan Rehan terheran melihat Ayumi yang begitu dekat dengan perempuan yang barh mereka lihat. Sementara Nyonya Laura tersenyum hangat.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏