Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kecelakaan


__ADS_3

Hari ini rencananya Zizi akan pergi ke rumah Sinta menjalankan aksinya tapi saat dirinya datang ke rumah Sinta ternyata Sinta tak ada di rumah. Pamannya bilang Sinta pergi sejak pagi tadi.


"Kemana kira-kira Paman Kak Sinta pergi?" Tanya Zizi.


"Dia tidak mengatakannya Zi. Sinta hanya berpamitan akan keluar sebentar dan sepertinya Sinta terburu-buru." Paman Sinta.


"Ya Tuhan. Apa mungkin Kak Sinta ke makam?" Zizi.


"Tidak ada Zayn sudah mendatangi makam dan tidak ada." Paman Sinta.


"Zayn!" Zizi.


"Ya. Paman menghubungi Zayn begitu Sinta pergi." Paman Sinta.


"Baiklah Paman. Zizi pamit dulu. Nanti Zizi hubungi Abang menanyakan Kak Sinta." Pamit Zizi.


"Baiklah Nak. Hati-hati di jalan. Hubungi Paman jika sudah sampai di rumah." Pesan Paman Sinta.


Zizi pun pergi dari rumah Sinta. Zizi memesan taksi online untuk pulang. Saat di tengah jalan Zizi melihat ada keramaian di depan mobilnya. Zizi mencondongkan badannya ke depan menelisik apa yang terjadi.


"Ada apa Pak?" Tanya Zizi pada sopir taksi online.


"Sepertinya kecelakaan Neng." Jawab sopir taksi sopan.


"Ya Tuhan. Hati-hati Pak." Pesan Zizi.


"Iya Neng. Itu Neng, mobilnya. Sepertinya kecelakaan tunggal. Menabrak rambu lalu lintas." Jelas Sopir taksi.


Zizi melihat ke arah yang di tunjukan oleh Supir taksi online. Dan berapa terkejutnya Zizi saat mengenali mobil yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut.


"Astaga! Tepikan mobilnya Pak." Titah Zizi.


"Neng, mengenalnya?" Tanya sopir taksi tersebut.


"Iya Pak." Jawab Zizi singkat.


Zizi merogoh tasnya dan mengambil benda pipihnya. Zizi menghubungi Zayn dan Zayn segera menjawab panggilannya. Setelah itu Zizi mengirimkan lokasi terjadinya kecelakaan yang ternyata Sinta.


Zayn yang tengah di jalan mencari Sinta pun segera datang ke tempat yang di tunjukan oleh Zizi. Zizi pun melihat Sinta yang tak sadarkan diri di dalam mobil. Tak teras air matanya jatuh begitu saja melihat Sinta di dalam mobil.


"Mba, Mba kenal orang di dalam mobil ini?" Tanya orang yang mengerubungi mobil Sinta dan berusaha membukanya.


"Ya. Saya kenal Pak." Jawab Zizi.


"Apa boleh kaca mobilnya kami pecahkan Mba? Takut ada apa-apa." Tanya yang lainnya lagi.


Zizi pun hanya mengangguk saja mengiyakan pertanyaan orang tersebut. Karena yang terpenting baginya adalah keselamatan Sinta. Saat kaca bagian samping kemudi di pecahkan Zayn datang dengan tergesa.


"Bang," Panggil Zizi lirih.


"Mana Sinta Dek?" Tanya Zayn.


"Di dalam." Tunjuk Zizi.


Zayn pun segera membantu Sinta keluar dari mobilnya. Kemudian Zayn menggendong Sinta menuju mobilnya. Ruli asisten Zayn datang untuk mengurus mobil Sinta. Sementara Zayn dan Zizi membawa Sinta ke rumah sakit keluarga.

__ADS_1


Sementara Sinta di periksa Zayn dan Zizi menunggu di luar ruangan. Andre datang dengan paniknya ke rumah sakit karena Andre mengira jika Sinta bersama dengan Zizi. Andre berlari menuju IGD.


"Sayang, kamu ga apa-apa?" Tanya Andre melihat seluruh tubuh Zizi.


"Abang, Zizi ngga apa-apa. Yang kecelakaan itu Kak Sinta." Jawab Zizi yang tubuhnya di bolak balik oleh Andre.


"Hah! Bukannya kamu bersama Sinta sayang?" Andre.


"Ngga Bang, tadi Zi ke rumah Kak Sinta. Ternyata Kak Sinta sudah pergi sejak pagi. Dan saat Zi akan pulang Zi melihat adanya kecelakaan tunggal dan ternyata mobil Kak.Sinta." Jelas Zizi.


"Alhamdulillah syukurlah. Lalu bagaimana keadaan Sinta?" Tanya Andre menatap Zizi dan Zayn bergantian.


"Sedang di tangani dokter." Jawab Zizi.


Zayn hanya diam memaku tatapannya lurus kedepan dengan fikiran yang entah kemana. Paman Sinta sudah di beri tahu dan tengah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Begitupun Olla dan Abi telah di beritahu tentang kejadian yang menimpa Sinta.


"Maaf Pak, Ini barang-barang Nona Sinta. Dan saya menemukan ponselnya di bawah jok. Karena terus berdering." Ucap Ruli menyodorkan tas milik Sinta juga ponselnya pada Zayn.


Zayn menatap Ruli dan mengambil tas milik Sinta.


"Terima kasih Rul." Zayn.


"Sama-sama Pak." Ruli.


Saat ponsel Sinta dalam genggaman Zayn tiba-tiba ponselnya berbunyi dan menampilkan nama Sayangku di layar. Zayn membukanya tanpa bersuara.


📱Sayangku


Sayang, Aku akan jelasin. Aku mohon katakan dimana kamu sekarang. Aku bisa jelasin semuanya. Kamu salah faham. Sayang, halo sayang. Kenapa kamu diam. Sayang ayolah. Aku akan menemui kamu dan menjelaskan semuanya.


Zayn menutup panggilannya dan menggengam erat ponsel milik Sinta menekan amarahnya. Kemudian Zayn pun membuka ponsel Sinta dan menemukan beberapa panggilan tak terjawab dari orang yang sama.


Kemudian Zayn membuka kotak pesan dan terdapat nomer baru mengirimkan pesan bergambar. Dan ternyata itu foto-foto Hendrik dan istrinya yang tengah bergandengan berjalan di lorong rumah sakit. Dan beberapa foto tampak mereka berdua tengah menunggu di kursi tunggu sepertinya sedang menunggu antrian dokter.


Kemudian Sinta mengirim pesan pada Hendrik jika dirinya ingin bertemu tapi Hendrik mengatakan jika dirinya tidak bisa karena harus menghadiri rapat penting. Dan dapat Zayn simpulkan jika Sinta pergi menemui Hendrik dan istrinya.


"Kamu cari tahu siapa pemilik nomer ini." Tunjuk Zayn pada Ruli.


"Baik Pak." Ruli.


Ruli pun segera mengotak-atik tablet miliknya tak sampai lima menit Ruli telah mendapatkan siapa pemilik dari nomer tersebut. Belum sempat Ruli memberi tahukan pada Zayn ruangan pemeriksaan Sinta terbuka.


Seorang dokter dan perawat keluar dari ruangan tersebut. Zayn segera berdiri dan menyambut dokter tersebut.


"Bagaimana keadaannya Dok?" Tanya Zayn.


"Pasien baik-baik saja Pak. Hanya syok saja mungkin beberapa jam lagi dia akan sadar atau bisa jadi lebih cepat. Jika pasien sadar kalian bisa membawanya pulang karena tidak ada luka yang serius." Pesan Dokter.


"Terima kasih Dok. Bisa kita lihat ke dalam?" Zayn.


"Tentu boleh. Silahkan."


Zayn pun segera masuk kedalam ruangan Sinta. Zizi dan Andre juga Ruli hanya diam menunggu di luar ruangan. Mereka memberikan waktu kepada Zayn. Karena mereka melihat Zayn begitu mengkhawatirkan Sinta.


"Sayang, bagaimana kamu sudah melihatnya bukan betapa Zayn mencemaskan Sinta?" Andre.

__ADS_1


"Iya Bang. Bahkan saat menolong Kak Sinta tadi Bang Zayn meneteskan air matanya.


Sejenak mereka terdiam. Lantas manik mata Zizi melihat ke arah tangan Ruli yang memegang ponsel Sinta.


"Kak.Ruli.." Panggil Zizi.


"Ya Nona." Jawab Ruli sopan. Karena Zizi merupakan adik dari Zayn atasannya walaupun Zayn juga sahabatnya.


"Apa ada sesuatu di ponselnya Kak Sinta?" Tanya Zizi.


"Hm... Ya Nona. Ada yang mengirimkan gambar kekasihnya Nona Sinta padanya." Jawab Ruli.


"Astaga! Benarkah? Siapa?" Zizi.


"Nomer tidak di kenal Nona." Ruli.


"Jangan bilang Kak Ruli belum mengetahuinya. Katakan." Titah Zizi.


"Maya. Itu nama pemilik ponselnya Nona." Jawab Ruli singkat.


"Maya?!" Ucap Zizi mengingat.


Kemudian Zizi merogoh tasnya dan mengambil benda pipihnya. Saat dirinya membuka layar benda pipihnya. Paman Sinta datang bersamaan dengan Olla dan Abi. Zizi pun meminta mereka untuk masuk kedalam ruangan Sinta.


Kemudian Zizi kembali mendekati Ruli bersama dengan Andre yang terus menempel Zizi tentunya. Andre memiliki kewaspadaan sendiri ketika Zizi dekat dengan seorang lelaku siapapun itu.


"Apa ini nomernya Kak?" Tunjuk Zizi pada layar ponselnya kepada Ruli.


"Hah! Ah, benar Nona. Apakah anda mengenalnya Nona?" Ruli.


"Ya, dia sahabat dari Kak Sinta." Zizi.


"Kamu yakin sayang?" Andre.


"Iya." Jawab Zizi.


"Tapi, kenapa tidak ada identitasnya di ponsel Nona Sinta?" Ruli.


"Itu karena ponsel Kak Sinta baru. Jadi belum tersave nomernya. Kan ponsel Kak Sinta yang lama hilang saat kecelakaan itu." Zizi.


"Astaga! Kamu benar. Terus apa motif Maya mengirimkan gambar itu?" Andre.


"Karena Kak Maya selalu menentang hubungan Kak Sinta sama Kak Hendrik. Menurut Kak Maya, Kak Hendrik tidak tulus mencintai Kak Sinta." Jelas Zizi.


"Jadi, untuk apa Hendrik mendekati Sinta?" Tanya Andre.


Sementara Ruli hanya diam menjadi pendengar.


"Kak Hendrik sahabatnya Almarhum. Dan Almarhum menitipkan Kak Sinta padanya." Zizi.


"Sinta tau?" Andre.


"Tidak."


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2