
Ken dan Tita sepakat akan merahasiakan kehamilannya terlebih dahulu dari para sahabat dan keluarganya. Tita ingin bersikap biasa saja seolah dirinya tak hamil. Mereka pun mengajari Keina untuk tidak mengatakannya terlebih dahulu kepada siapapun.
Begitu banyak pertanyaan dari Kiena yang heran mengala dirinya tak boleh mengatakan jika ada adik bayi di dalam perut Mommy nya. Dan dengan lembut Tita dan Ken memberika.n pengertian jika adik bayinya maish terlalu kecil. Nanti setelah di pemeriksa selanjutnya barulah Ken dan Tita mengijinkan Keina untuk bercerita kepada siapapun.
Keina pun mengerti dan mau menuruti apa yang di perintahkan oleh kedua orang tuanya. Walaupun itu salah mengajarkan anak berbohong tapi, mereka berdua lakukan untuk menghindari kata pamali kata orang tua jika masih kecil kehamilannya sudah di gembor-gembor.
Mereka pun melakukan aktifitas seperti biasa Keina dan Tita lebih memilih menghabisakn waktunya do rumah bermain apa saja yang bisa mereka berdua lakukan. Dari mulai berkebun berenang bermain sepeda walaupun Tita hanya mengamati Keina bersepeda dan apapun yang membuat Keina senang.
Ken pun bekerja seperti biasa. Tuan dan Nyonya Ito pun sesekali menjenguk Keina dan Tita yang selalu berada di rumah. Mereka berdua tak akan pergi kemanapun tanpa pengawasan Ken.
Tiga bulan berlalu dari Tita dan ken memeriksakan kandungannya kini kandungan Tita memasuki usia 18 minggu itu berarti sudah memasuki usia empat bulan. Namun, hingga kini Tita tak merasakan ngidam apapun begitu juga dengan Ken.
Kini hanya terlihat perubahan lada perutnya yang sedikit menonjol jika Tita mengenakan pakaian sedikit ketat. Keina pun selalu mengusap lembut perut Tita sebagai ungkapan rasa sayangnya kepada sang Adik.
"Sayang, apa sudah membuat janji dengan Dokter Rini?" Tanya Ken setelah sarapan.
"Sudah Mas. Jam Sepuluh nanti kita berencana bertemu." Tita.
"Baiklah. Kita nanti ketemu di rumah sakit saja ya. Dan ingat kamu harus menggunakan supir saat pergi nanti." Peringat Ken.
"Iya Mas. Tita juga harus di temani bibi agar Nanti tidak kerepotan bersama menjaga Keina. Bukan begitu?" Tita.
"Pintar! Istri Mas sekarang." Ken.
__ADS_1
"Kan belajar dari Mas." Tita.
"Eh,," Ucap Ken mengecup singkat bibir Tita.
Mereka berdua pun turun untuk sarapan pagi. Dan di sana sudah ada Keina di temani bibi. Setelah sarapan Ken berpamitan pada Tita dan Keina untuk pergi ke kantor karena ada meeting penting. Ken akan ke rumah sakit setelah meeting.
Pukul setengah sepuluh Tita, Keina dan Bibi sudah bersiap menuju rumah sakit. Tita menggunakan dres cantik yang menampilkan perutnya yang sedikit membuncit karena kehamilannya. Tita sudah tak mempermasalahkannya lagi karena memang berencana akan membuka kehamilannya pada seluruh keluarganya nanti malam.
Nanti malam Tita dan Ken akan mengadakan acara makan malam di mansion yang bertujuan untuk memberitahukan tentang kehamilan Tita pada seluruh keluarganya dan juga sahabat mereka.
Sebenarnya Tita ingin sekali Mikha hadir malam nanti hanya saja Mikha berhalangan hadir karena berbagai hal. Dan Mikha pun tak mengetahui apa maksud dari undangan Tita dan Ken yang memintanya pulang.
Mikha ingin sekali pindah dan menetap satu negara bersama kedua saudaranya hanya saja Angel sang istri tidak mungkin meninggalkan kedua orang tuanya yang sudah berumur seorang diri di sana. Karena Angel merupakan anak tunggal juga.
Bahkan perkiraan lahirnya sudah di depan mata. Karena itu juga yang membuat Mikha dan Angel tidak dapat pulang atas permintaan Ken dan Tita. Bahkan Mikha sempat merahasiakan kehamilan Angel pada Tita. Karena trauma Tita.
Tapi, kini semua telah tau bahkan Tita pun tak dapat di bohongi lagi. Tita mengetahuinya ketika Angel dan Tita saling berkomunikasi. Tita meresa heran sekaligus bahagia. Heran karena anak mereka masih kecil dan bahagianya karena dirinya akan kembali memiliki keponakan baru.
Bahkan kini Olla sang kakak ipar sekaligus sahabatnya juga tengah berbadan dua dan usia kandungannya tak jauh beda dengan Tita. Hanya terpaut dua bulan saja. Olla lebih dulu dua bulan dari Tita. Dan kehamilannya kali ini berjenis kelamin perempuan.
Olla dan Tanio berencana akan menyudahi memproduksi anak lagi jika memang anaknya nanti terlahir dengan jenis kelamin perempuan. Tanio dan Olla merasa cukup dan akan mengurus ketiga buah hatinya saja. Sedangkan Tita berencana tak akan melihat jenis kelamin dari bayi yang di kandungnya.
Tita dan Ken akan mengetahuinya nanti saja saat Tita melahirkannya sebagai kejutan dari sang kuasa. Bahkan Tita dan Ken akan menyiapkan dua nama sekaligus karena tak ingin mengetahui jenis kelamin anaknya terlebih dahulu.
__ADS_1
Sekarang Tita, Bibi dan Keina sudah sampai di rumah sakit. Sebelumnya Ken sudah menunggu karena datang lebih dulu. Jarak dari kantor ke rumah sakit memang membutuhkan waktu cukup lama dari situlah Ken pergi lebih dulu begitu selesai meeting.
Sementara Tita pergi setengah jam sebelum waktu berjanji. Karena jarak dari mansion ke rumah sakit hanya memerlukan waktu lima belas menit. Itu juga yang menjadi alasan Ken dan Tita untuk bertahan di mansion sebelum mereka berpindah ke rumah baru mereka yang berada di dekat rumah Aiko.
Rumah baru mereka tah selesai di renovasi namun Aiko curiga saat petugas renov kembali datang untuk renovasi. Aiko heran apa lagi yang akan di buat adiknya itu. Tapi, Aiko pun tak ingin ikut campur dan hanya memantau para pekerja dari rumahnya saja.
"Mas, sudah lama?" Tanya Tita yang melihat Ken.
"Tidak sayang. Baru saja Mas sampai. Ayo kita langsung ke ruangan Dokter Rini." Ajak Ken.
Mereka pun berjalan berdampingan dengan Keina yang berjalan di samping Bibi. Ya, Bibi mengikuti Tuan dan Nyonya nya hingga ke tempat praktik Dokter. Saat tiba di sana ternyata Dokter Rini sudah menunggu mereka. Ken, Tita juga Keina segera masuk dan bibi menunggu di depan ruangan tersebut.
Saat bibi menunggu seorang diri tampak bibi melihat Tanio dan Olla yang berjalan mendekatinya. Bibi tampak bingung harus menjawab apa jika Tanio menanyakan apa yang di lakukan bibi disana.
"Loh, bibi? Sedang apa? Bibi dengan siapa?" Tanya Tanio bertubi-tubi.
"Eh, Tuan Nyonya. Nyonya akan memeriksa kandungan Nyonya?" Tanya Bibi mengalihkan pertanyaan Tanio.
"Eh, Bi. Tuan bertanya pada Bibi kenapa bibi malah balik bertanya pada saya?" Ucap Olla gemas melihat tingkah pekerja di mansionnya itu.
"Eh, itu Tuan Nyonya..." Jawab Bibi menggantung.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏