
Tanpa berkata lagi Aiko memeluk anak dan menantunya. Air matanya luruh tak tertahankan lagi. Semua yang berada di ruangan itu hanya bisa diam tanpa mau ikut campur.
"Maafkan Mami." Lirih Aiko.
Aldi dan Jessie mengusap lembut punggung Aiko.
"Sudahlah Mi. Itu semua ujian kita untuk menghadapi kehadiran kembar di antara kita semua." Aldi.
"Terima kasih Nak. Kamu sudah mau bersabar untuk anak Mami terutama mengahadapi Mami dengan ke egoisan Mami." Aiko.
"Sudah Mi. Ini pelajaran buat Jess menjadi seorang Ibu apalagi bukan hanya satu bayi melainkan dua sekaligus." Jessie.
"Maaf Nak. Sekali lagi maafkan Mami." Aiko.
"Ngga ada yang salah Mih. Ini semua murni salah faham." Aldi.
"Terima kasih Al. Mami sangat malu." Aiko.
"Untuk apa Mami malu. Aldi yang seharusnya malu sama Mami dan Papi karena Aldi belum memberikan yang terbaik untuk Jessie." Aldi.
Aiko melerai pelukannya. Di tatapnya satu persatu anak dan menantunya dengan air mata yang terus luruh. Jessie mengusap lembut pipi Aiko yang penuh dengan air mata. Olla yang berada tak jauh dari Jessie memberikan tissue untuk Jessie.
Jessie pun menerimanya dan melanjutkan mengusap sisa air mata di pipi Aiko. Jessie menarik ujung bibirnya sehingga terbentuk lengkungan senyum yang begitu manis. Aiko pun membalas senyuman itu walau masih dengan sisa tangisannya.
Nyonya Laura mendekati anak dan cucunya mengusap lembut pundak Aiko. Aiko menoleh ke arah Ibunya kemudian menghambur kedalam pelukkannya.
"Terima kasih Bu. Ibu selalu mengajarkan Ai untuk bersabar dan tidak egois. Dan sekarang karena keegoisan Ai, Ai hampir kehilangan anak Ai satu-satunya." Ucap Aiko sambil terisak.
"Sudahlah. Perbaiki diri dan mulai semuanya dengan baik." Nyonya Laura.
"Terima kasih Bu. Maaf Ai belum bisa menjadi anak baik untuk Ibu dan Ayah." Aiko.
"Minta maaflah pada suami dan Tuhan mu Ai." Tuan Ito.
"Iya Yah. Terima kasih semuanya. Terima kasih." Ucap Aiko menangkupkan kedua tangannya dan sedikit membungkukkan badannya.
Aiko menyisir semua yang berada di ruangan tersebut.
"Dimana Tita Ken?" Aiko.
"Tita istirahat Kak." Ken.
Semua pun bersikap seperti biasa kembali. Jessie yang terus menempel pada Aldi dan para Ibu mulai wara-wiri menyiapkan persiapan pengajian. Keluarga dari Bagas sudah datang. Begitupun dengan Artur. Aiko pun sudah memonta maaf pada Artur dan semua kembali seperti semula.
__ADS_1
Tita turun bersama Ken dengan menggunakan abaya dan jilbab di kepalanya. Tita sangat begitu anggun dan Ken mengenakan baju koko dengan warna senada dengan Tita.
Istri dari Bagas menghampiri Tita dan Ken kemudian menggandeng lengan Tita. Olla yang melihat Istri Bagas begitu sigap dirinya hanya diam memperhatikan. Karena anak-anak yatim telah berkumpul acara pun segera di mulai.
Selama acara berlangsung semua pun dengan khidmat nengikuti beberapa rangkaian do'a untuk Tita dan si jabang bayi dalam perutnya. Para tamu pun diberikan hampers berupa Al-Qur'an dan beberapa makanan serta tumbler.
"Terima kasih semuanya." Ucap Ken menangkupkan kedua tangan di dadanya.
Setelah semua tamu undangan pulang semua keluarga pun berkumpul di ruangan keluarga. Tuan Ito berterima kasih kepada semua yang sudah menyempatkan hadir di acara pengajian untuk cucunya.
"Semuanya, Saya dan istri pamit undur diri." Tanio.
"Loh, tidak menginap Nak?" Nyonya Laura.
"Tidak Bu. Besok Ayah dan Ibu mertua kebetulan datang dari luar kota." Tanio.
"Owh! Begitu. Ya sudah. Salam untuk mereka ya Nak." Nyonya Laura.
"Baik Bu. Nio sampaikan besok. Mari semuanya." Ucap Tanio menangkupkan kedua tangannya di dada dan di ikuti Olla sang istri yang tengah menggendong Zio.
"Sayang, Kakak pulang dulu ya." Tanio.
"Makasih ya Kak." Ucap Tita memeluk cinta keduanya.
"Jaga Tita Ken." Tanio.
"Sehat selalu ya Mommy dan Dede utun." Olla.
"Amin Onty cerewet." Tita.
Setelah mengantarkan kepulangan Tanio dan keluarganya Ken dan Tita kembali masuk kedalam dan bergabung dengan yang lainnya. Gagah dan Gladys seperti biasa menempel pada Tita.
"Onty, apa tidak ada tempat untukku?" Jessie.
"Kemarilah." Ucap Tita menepuk pahanya.
"Ih, Kak Jess udah gede, udah punya suami mau punya anak lagi." Gladys.
"Tapi kan Onty Tita Onty Jess juga." Jessie.
"Kemarilah. Kalian boleh deket Tita semuanya." Tita.
Ken menatap istri tercintanya dan mengusap lembut kepala Tita. Ken begitu bangga pada Tita yang memiliki hati begitu tulus.
__ADS_1
"Puas-puasin Jess. Setelah anak-anak kamu lahir nanti malu masa Mommy nya manja sama Ontynya." Ledek Ayumi.
"Ih, emang ga boleh klo Jess manja sama kalian?" Jessie.
"Boleh Jess." Nyonya Laura.
Semua pun tertawa karena Jessie merajuk. Tita pun pasrah di kerubungi oleh tiga keponakannya. Bagas dan istri bahagia melihat Tita begitu bahagia. Dirinya tak menyangka wanita yang pernah di rendahkannya ternyata justru wanita yang seharusnya dia lindungi sejak dulu.
"Kak.Bagas kalian menginap kan?" Tuan Ito.
"Tidak. Kami pulang. Angga akan pergi ke luar kota besok meninjau proyek di sana." Bagas.
"Hm.. Baiklah. Hati-hati Angga. Jangan terlalu sibuk juga mengurus usaha Ayah mu. Santai sejenak untuk mencari pendamping." Tuan Ito.
"Astaga Paman. Mana ada yang mau sama Duda ceroboh seperti Angga." Angga.
"Aiko saja yang keras kepala Artur begitu menyayanginya. Kau pun pasti akan ada yang mau dengan mu. Bahkan mungkin banyak dan kau tidak menyadarinya." Tuan Ito.
"Ayah, kenapa Ai di bawa-bawa." Protes Aiko.
"Kenyataan kan begitu." Tuan Ito.
"Ayah." Rajuk Aiko memanyunkan bibirnya.
Artur menarik pinggang Aiko mendekatinya.
"Ceh, Kak.Artur. Tidak perlu begitu. Jangan lupakan anak-anak Kakam Ayumi yang masih jomblo juga." Angga.
"Om, Kenapa bawa-bawa kami." Gladys.
"Ssstt... Sudah kita semua bersaudara. Jadi kita pasti saling berkaitan. Jaga nama baik kita semua di hadapan orang lain." Nyonya Laura.
Semua pun tertawa karena memang begitulah adanya. Bagas dan keluarga pun berpamitan di susul Aiko dan Artur. Keluarga Rehan memilih menginap juga Jessie dan Aldi. Kebetulan Rehan dan Aldi besok tugas bersamaan.
Pagi hari Tita sudah di hebohkan karena Kakaknya melupakan mainan kesayangan putranya sehingga membuat Zio rewel ketika menyadari mainan kesayangannya tidak ada. Sehingga pagi sekali Olla sudah menelfon Tita dan meminta supir mengantarkan mainan Zio.
"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Ayumj ketika melihat Tita yang membawa paper bag turun dair lantai dua.
"Ngga kemana-mana Kak. Ini mainan Zio tertinggal Tita mau minta orang mengantarkannya." Tita.
"Supir keluar semua Ta. Satu mengantar bibi belanja. Satu di tugaskan Ayah untuk mengambil pesanannya dan yang satu pulang." Ayumi.
"Ya Tuhan.." Tita
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏