
Seharian di rumah Aiko Keina tak mau turun dari Ayumi bahkan saat ke kamar mandi Keina akan terus mengikuti Ayumi. Ada rasa bersalah dari Jessie melihat Keina yang tak mau lepas dari Ayumi. Bahkan Gladys dan Laras begitu juga Gagah tak bisa membujuknya.
Keina akan menangis kencang saat Duo A datang menghampirinya. Keina benar-benar tak ingin di dekati oleh Duo A. Jessie sempat menitikan air matanya karena merasa bersalah terhadap Keina.
"Tidak apa-apa Kak. Semua akan baik-baik saja." Ucap Gladys menenangkan Jessie.
"Bahkan anakku saja tak dapat menyenangkan anak Onty." Lirih Jessie.
"Mereka masih anak-anak Kak." Laras.
"Iya. Bersabarlah. Sedikit besar nanti mereka akan tambah akur Kak." Gagah.
"Jess harap begitu." Jessie.
"Sayang, sini sama Opa." Ajak Tuan Ito.
"No. Buna." Keina.
"Bagaimana kalo kita kasih makan ikan di belakang bersama Om?" Ajak Artur yang kasihan melihat Ayumi.
"No." Jawab Keina lagi.
"Biarkan saja. Keina lagi kangen Ayu kayanya." Jawab Ayumi santai.
Ayumi memang tak keberatan jika Keina terus menempelinya dan ini bukan kali pertamanya. Sejenak Keina masih mau dengan Nyonya Laura tapi Ayumi merasa kasihan jika Keina terlalu lama bersama Nyonya Laura.
"Ke ma na Ti ta?" Tanya Aiko terbata.
"Tita ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan untuk beberapa hari kedepan Ai." Ayumi.
"Ke kan tor?" Aiko.
"Ya. Ken masih memantau karena ini di kantor Tita jadi masih wewenang Tita." Tuan Ito.
"Kamu tidak ke kantor Ar?" Nyonya Laura.
"Ke kantor Bu. Hari ini kebetulan tidak ada kegiatan jadi bisa menemui kalian semua. Paling nanti cek kerjaan di email." Artur.
"Kamu atur saja. Kenapa tidak melibatkan Aldi?" Tuan Ito.
"Maunya begitu Yah. Tapi, Aldi masih menangani Kantor Ayahnya menunggu adiknya lulus kuliah." Artur.
Sore hari mereka pun berpamitan kembali ke rumah utama setelah Rehan dan Aldi datang dari rumah sakit. Keina langsung menempel pada Yaya nya begitu Rehan masuk ke dalam rumah Aiko. Aldi mengernyitkan keningnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Aldi pada Keina.
Tapi tak ada jawaban dari Keina. Keina menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Rehan. Aldi pun menoleh pada Ayumi.
"Kedua anakmu tidak mau membagi es krimnya jadilah dia merajuk." Ayumi.
"Owh! Mau kakak belikan sayang?" Tawar Aldi. Dan lagi-lagi Keina hanya diam dan semakin memeluk Rehan.
"Biarkanlah. Nanti di rumah juga ada." Ayumi.
Kemudian Aldi, Rehan dan Ayumi pun masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kenapa anak-anak?" Tanya Aldi pada Jessie.
"Sejak pagi tadi Mas." Jawab Jessie.
"Apa! Sejak pagi?" Aldi.
Jessie menganggukkan kepalanya kemudian menunduk lesu.
"Kita akan memberikan pengertian pada anak kita untuk bisa berbagi dengan yang lainnya. Sabar ya. Mereka masih anak-anak." Ucap Aldi mengerti apa yang di rasakan istrinya.
"Ya. Itu juga yang di katakan Gagah, Gladys dan Laras." Jessie.
Aldi pun merangkul pinggang Jessie dan berjalan menuju kamar mereka. Sementara itu semua keluarga berpamitan pulang. Aldi dan Jessie tidak mengantarkannya karena semua mengerti kondisi Jessie.
Sampai di rumah utama Tita menyambut kedatangan keluarganya begitu juga dengan kesayangannya Keina.
"Sayangnya Mommy..." Sambut Tita merentangkan kedua tangannya.
Namun, tanpa di sangka Keina menangis histeris dan menjulurkan tangannya dalam gendongan Rehan.
"Loh, kenapa? Kangen Mommy ya?" Ucap Tita.
Tapi Keina terus menangis histeris menumpahkan kesedihannya. Memeluk erat Tita membuat Tita terheran apa yang terjadi dengan putrinya.
"Dia tidak di bagi es krim oleh dua A." Ucap Ayumi membuat Tita menemukan jawabannya.
"Owh! Sayang. Keina mau es krim. Ayo Mommy ambilkan ya. Keina mau rasa apa?" Ucap Tita membawa Keina ke dapur.
"My,," Panggil Keina.
"Iya sayang? Keina mau rasa apa? Hm?" Tanya Tita lembut mendudukkan Keina di meja.
"Mau ke kamar dulu?" Tanya Tita dan Keina mengangguk.
Gladys memeluk Angga dari samping melihat keadaan Keina yang seperti tengah patah hati. Begitu juga dengan Laras dan Gagah.
"Kasian Keina." Gladys.
"Kenapa dia seperti tersakiti begitu ya?" Laras.
"Ada sesuatu yang membuatnya begitu. Kakak rasa bukan hanya karena es." Gagah.
"Maksud Kakak?" Angga.
"Apa sebelumnya mereka bertengkar?" Gagah.
"Sepertinya tidak." Gladys.
"Tidak. Sepertinya ada yang lain Dek." Gagah.
Kemudian mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum kembali ke luar untuk makan malam.
Sementara Tita dan Keina di dalam kamar Keina berdua. Tita memandikan Keina terlebih dahulu. Dengan wajah Keina yang masih muram tanpa kata.
"Nah, sudah cantik. Anak Mommy mau apa? Jalan-jalan ke mini market atau main di rumah?" Tawa Tita.
__ADS_1
Namun, Keina malah duduk di atas tempat tidur dengan menatap Tita sendu.
"Kenapa Hm?" Tanya Tita.
"My,, tenapa Aa ahat ama Kei?" Ucap Keina kemudian menitikan air matanya.
"Maksudnya? Coba Keina tenang dulu baru ceritakan sama Mommy." Ucap Tita mengusap lembut kepala hingga ke punggungnya.
"Kei idak boeh ain my Kei di ubit meleka. Kei duda idak di asih etim My huaaa.... Akit My..." Ucap Keina.
"Sayang... Mana yang sakit?" Tanya Tita.
Kemudian Keina menunjukkan dimana letak cubitan yang di berikan oleh Duo A. Dan benar saja ada luka memar di sana. Tita tak begitu memperhatikannya saat memandikannya tadi. Mungkin begitu sakit bagi anak seusia Keina.
"Mommy obati ya." Ucap Tita dan Keina mengangguk.
Tita mengoleskan obat luka memar pada kulit Keina.
"Tutel uga My." Ucap Keina.
"Suster?" Tanya Tita balik.
"Iya." Jawab Keina.
"Kenapa suster mencubit Keina?" Tanya Tita pelan.
"Kalena Kei mau ainan Aa." Keina.
"Hm... Nanti Keina bawa mainan Keina sendiri ya jika kesana lagi." Jawab Tita.
"No My Kei No te tana agi." Keina.
"Kenapa begitu?" Tita.
"Di canah banak olang ahat My." Jawab Keina.
Keina yang usianya mendekati tiga tahun memang sudah sedikit lancar hingga mampu bercerita. Tita selalu senang jika Keina mau bercerita padanya karena apapun yang terjadi di luar sana Keina akan selalu bercerita padanya.
"Karena kita tidak terlalu kenal dan mereka tidak terlalu mengenal kita makanya kita salah faham sayang. Nanti jika sudah terbiasa tidak begitu kok sayang." Ucap Tita menenangkan.
"No My. Cama Mommy caja." Keina.
"Iya sayang." Jawab Tita menampilkan senyumannya dan memeluk Keina.
"Kita ke luar yuk." Ajak Tita.
"My,," Panggil Keina.
"Hm?" Tita.
"Au aso." Keina.
"Boleh. Tadi Mommy buatkan puding juga buat Keina mau?" Tanya Tita.
"Au My au." Jawab Keina antusias.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏