Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Drama Keina dan Ken


__ADS_3

Suasana rumah utama Ito bertambah hangat dengan kehadiran Bagas dan Hena. Mereka datang karena rasa rindunya kepada Keina di tambah lagi mereka menyampaikan berita bahagia jika anaknya Angga akan segera melepas masa lajangnya.


Angga mendapatkan perempuan yang ternyata adalah tetangganya sendiri. Angga diam-diam menyukai gadis manis anak dari tetangganya. Bak gayung bersambut ternyata gadis manis itupun menaruh hati pada Angga.


Tak menunggu waktu mereka pun akhirnya meminang gadis tersebut yang masih berkuliah. Gadis itu tak keberatan jikabharus meneruskan sekolahnya dan menikah bersama Angga. Riana nama gadis tersebut anak tunggal dari tetangga Bagas dan Hena sendiri.


Mereka dari golongan orang biasa. Ayah Riana hanya seorang tenaga oengajar di salah satu universitas swasta sementara Ibunya memilih menjadi ibu rumah tangga. Riana yabg ceria selalu menarik perhatian Angga.


"Jadi, ceritanya Om Angga udah nandain Tante Riana dong Oma?" Tanya Gagah.


"Sepertinya begitu. Hanya saja mungkin Angga terlalu malu karena usianya yang terpaut begitu jauh." Hena.


"Berapa Tahun?" Ayumi.


"Sekitar dua belas tahun kalo ga salah. Iya kan Yah?" Tanya Hena mencari kebenaran melalui Bagas.


"Iya. Riana saat ini berusia 22thn sedangkan Angga 34." Bagas.


"Wow! Dapet daun muda rupanya Angga." Ken.


"Ya begitulah. Seperti kamu juga bukan." Goda Bagas.


"Eh, Ken dan Tita tidak berjarak begitu jauh Om." Bela Ken.


"Ceh, Tita saja sekarang usianya baru menginjak 28thn dan kamu sudah hampir empat puluh." Bagas.


"Hah! Onty belum genap 30?" Tanya Laras kaget.


Tita hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Jangan melebihkan Om. Aku dan Angga hanya terpaut dua tahun dan Angga lebih tua dariku." Ken.


Semua pun tertawa mendengar rajukan Ken. Laras masih tak menyangka jika Tita dengan wajah cantiknya ternyata seiring sejalan dengan usianya. Laras fikir wajah Tita lebih muda dari usianya.


Saat semua tergelak datang Tuan dan Nyonya Ito. Mereka berdua menyapa Bagas dan Hena yang baru datang setelah beberapa minggu tak datang karena kesibukan Bagas.


"Bagaimana keadaan Aiko Kak?" Tanya Bagas.


"Sudah lebih baik." Nyonya Laura.

__ADS_1


"Syukurlah. Bagaimana bisa terjadi Kak? Dan kenapa tak ada yang mengabariku?" Bagas.


"Kau yakin? Astaga! Maafkan kami semua. Kami begitu terkejut mendengar beritanya. Kami pun tak mengetahui awal mulanya. Tiba-tiba saja Artur mengabari kami jika Aiko stroke." Nyonya Laura.


"Tidak masalah. Kami akan kesana besok Kak. Karena hari ini kami tanpa persiapan. Tak enak jika kesana dengan tangan kosong." Bagas.


"Terserah kau saja. Asal kau tak melupakan keponakan mu itu." Nyonya Laura.


Setelah sebentar bercengkrama Tuan dan Nyonya Ito pun berpamitan ke kamar untuk membersihkan diri sebelum makan malam. Bagas dan Hena pun makan malam bersama di rumah utama Ito.


Setelah makan malam mereka pun berpamitan dengan Keina yang ingin ikut bersama Bagas dan Hena. Setelah drama yang cukup alot antara Keina dan Ken akhirnya Keina di ijinkan pergi bersama Bagas dan Hena.


Ken merasa tak enak pada Om dan Tantenya jika harus di repotkan dengan membawa serta Keina menginap begitu juga dengan Tita. Tapi, Keina begitu keukeuh ingin bersama Bagas dan Hena karena rasa rindunya. Keina memang sangat dekat dengan Hena dan Bagas. Seperti dengan Ayumi dan Rehan.


Sudah di bujuk oleh Rehan pun Keina tetap tak mau. Gagah yang biasanya bisa meluluhkan Keina pun tak mempan jika sudah berurusan dengan Bagas. Akhirnya dengan berat hati Ken mengijinkan Keina ikut bersama Bagas dan Hena.


"Maaf merepotkan ya Tan." Ucap Tita tak enak.


"Jangan berkata seperti itu. Keina cucu kami. Semua akan baik-baik saja sayang." Hena.


"Iya Tan. Makasih Tante." Tita.


"Tetap semangat ya sayang." Hena.


"Sayang, jangan merepotkan Opa dan Oma ya sayang. Jadi anak baik." Pesan Tita.


"Ote Mommy." Jawab Keina mantap.


Sebelumnya Tita memberitahu jika Bagas dan Hena akan pergi ke rumah Aiko Bagas dan Hena di minta untuk mengembalikan Keina terlebih dahulu dan Tita juga Ken berjanji akan menceritakannya besok ketika mereka bertemu lagi.


Bagas dan Hena pun setuju dan tak banyak bertanya lagi. Setelah mobil Bagas keluar dari halaman rumah Ito Tita dan yang lainnya pun masuk ke dalam rumah kembali. Tuan dan Nyonya Ito langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Begitu juga dengan Ayumi dan Rehan. Menyisakan Gagah, Ken, Tita dan Laras. Mereka masih bersantai di ruang utama. Mereka berempat berbincang santai sambil menonton acara televisi.


Tita menyenderkan kepalanya pada bahu Ken dan Laras bergelayut manja di lengan Gagah. Laras mengusap perutnya yang sedikit membuncit. Tita memperhatikan gerakan Laras. Dirinya kembali mengingat saat mengandung Tiara yang berakhir harus kehilangannya.


"Sayang, besok ke perusahaan?" Ken.


"Ya Mas. Sampai minggu depan Tita masuk ya Mas. Setelah itu Tita pasrahkan semuanya pada kalian." Tita.

__ADS_1


"Baiklah. Mas hanya mengingatkan saja pada kamu untuk selalu waspada oke." Ken.


"Onty masih mengurus perusahaan?" Gagah.


"Mau bagaimana lagi." Tita.


"Bersantailah Onty. Saatnya bersantai dan biarkan Oncle yang bekerja." Gagah


"Ceh, kau ini. Giliran minta uang saja kau cari Onty mu. Tapi, Onty malah di suruh tidak bekerja." Ken.


"Lah, melalui Oncle itu lama kalo melalui Onty express." Gagah.


"Hahaha... Kamu ini. Terus kalo Onty ga kerja dari mana Onty punya uang." Tita.


"Onty ga akan kehabisan uang walaupun hanya Oncle yang bekerja." Gagah.


"Kakak ini. Malu nih sama calon baby nya." Tunjuk Laras pada perutnya.


"Hahahaaa.... Lihat saja Gah. Saat junior mu lahir dunia akan berubah secepat kilat." Ken.


"Belum lahir saja dunia sudah jungkir balik Oncle." Gagah.


"Maksud Kakak apa?" Tanya Laras mengerucutkan bibirnya.


"Up's! Kita ga ikut-ikutan ah. Ayo sayang kita ke kamar. Bikin adik buat Keina mumpung Keina sama Opa dan Omanya." Ajak Ken pada Tita.


"Ceh, Oncle tanggung jawab ih.." Gagah.


"Kamu jungkir balik sendiri aja Gah. Oncle mau main kuda-kudaan." Ucap Ken berlalu.


Gagah menoleh pada Laras yang masih dalam mode cemberut. Gagah menampilkan deretan gigi putihnya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Gagah bingung harus berkata apa. Bagaimana bisa tadi dirinya berkata seperti itu pada Onclenya.


"Sa yang,,, maaf. Maksud Kakak.." Ucap Gagah menggantung.


"Apa? Ga suka kalo Laras hamil anak Kakak? Laras nyebelin, Laras ngerepotin, Laras jelek, Laras gendut." Berondong Laras kemudian bangkit dari duduknya dan pergi ke dalam kamar.


Blam...


Terdengar pintu kamar di banting oleh Laras. Gagah memejamkan matanya dan mebgatur emosinya. Berhadapan dengan ibu hamil sungguh sangat mengerikan dari pada mengahadapi pasien di ruang operasi.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2