Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Nina yang tengah berbelanja keperluan berjualannya sangat kerepotan karena adiknya yang biasa membantunya berhalangan karena harus menemani ibunya yang sakit. Tanpa banyak bicara Daffin membantu Nina.


Tita dan Keina saling berpandangan melihat tingkat Daffin yang tak di sangka begitu juga dengan Nina. Nina menoleh ke arah Keina dan Tita mereka pun menganggukkan kepalanya. Di luar Daffin pun membantu menata barang belanjaan Nini di motor Nina.


Setelah selesai Daffin membalikkan badannya negitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Nina pun cepat tersadar dengan sikap Daffin kemudian mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih Daf." Ucap Nina.


Daffin menghentikan langkahnya sejenak kemudian melanjutkannya lagi tanpa menoleh sedikit pun pada Nina. Saat dirinya sampai di depan pintu super market Tita dan Keina sudah berdiri di sana.


"Sudah Mom?" Daffin.


"Sudah. Ayo kita makan siang dulu." Ajak Tita.


"Ke restoran biasa aja ya Mom." Ajak Keina.


"Boleh. Kamu telfon Daddy Daf. Siapa tau Daddy mau ikut makan siang bersama kita." Tita.


"Oke." Daffin.


Seperti biasa Daffin akan berubah menjadi mode manja kepada keluarganya sangat berbeda saat dirinya berada di lingkungan teman-temannya. Daffin akan terlihat sangat acuh cenderung dingin.


Ternyata Ken pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk makan siang bersama istri dan anak-anaknya. Ken segera meluncur menuju restoran yang Daffin beritahu.


Sampai di restoran Keina memarkirkan mobilnya dengan cantik. Kemudian Tita dan Daffin turun bersamaan di susul Keina. Saat mereka berjalan memasuki restoran terdengar suara orang memanggil Keina.


"Keina." Panggil orang tersebut.


Semua menoleh pada orang tersebut. Kemudian Tita menoleh ke arah Keina dan Keina hanya mengangkat bahunya tanda tak tah siapa orang yang memanggilnya.


"Kamu Keina kan?" Tanya Orang itu.


"Siapa ya?" Tanya Keina.


"Saya Bram. Kamu mungkin belum mengenal saya. Saya satu tingkat di atas kamu." Ucap orang tersebut yang bernama Bram.


"Hm.. Baiklah. Klo tidak ada yang penting saya permisi Kak." Pamit Keina tanpa berniat mengenalkan Tita dan Daffin.


"Baiklah. Silahkan." Ucap bram kikuk.


Kemudian Keina pun melanjutkan perjalanannya dengan menggandeng Mommy dan adiknya.


"Kamu ga kenalin dia sama Mommy?" Goda Tita.


"Ceh, Mommy sudah dengar kan siapa dia." Keina.


"Dia suka ya sama Kakak?" Daffin.


"Hus! Udah ah. Jangan sampe Mami tau nanti bisa heboh." Keina.


"Hahaha... Untung Daffin bukan perempuan ya Mom." Daffin.


"Ya. Tapi, kamu juga harus hati-hati dan bisa memilih perempuan yang sederhana dan penurut." Tita.


"Ya Mom. Lagian Daff masih kecil belum kefikiran cari pacar." Daffin.

__ADS_1


"Bagus. Mending kamu sekolah dulu yang bener. Sukses nanti perempuan juga pada nempel sama kamu." Keina.


"Ceh, emang perangko nempel." Daffin.


Saat mereka bertiga asik berbincang Ken pun datang menghampiri ke tiganya. Seperti biasa Ken akan mendaratkan ciuman hangatnya di kening Tita dan Keina dan mencium puncak kepala Daffin. Ketiganya pun dengan sukarela menerima perlakuan Ken.


Dan aksi Ken tak luput dari pandangan Bram yang memang berada di restoran yang sama dengan mereka juga oleh salah satu pelayan yang akan mengantarkan makanan untuk mereka.


"Kalian sudah lama?" Ken.


"Daddy datang tepat waktu." Daffin.


Mereka berempat pun makan bersama dengan suasana hangat. Ken dan Tita memang selalu menjaga kehangatan keluarga mereka. Apapun akan Tita lakukan demi menjaga keharmonisan keluarganya. Begitupun dengan Ken.


Ken tak terlalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan karena dirinya pun ingin seimbang dalam memberi perhatian keoada keluarganya. Sementara di tenpat lain Bram yang mengagumi Keina sejak pertama kali bertemu semakin membuatnya bertambah kagum setelah melihat Keina dan keluarganya.


"Setelah ini kalian kemana?" Ken.


"Sepertinya kita akan langsung pulang Dad." Tita.


"Hm.. Baiklah. Hati-hati ya. Daddy harus kembali ke kantor karena asa meeting setelah jam makan siang ini." Ken.


"Baiklah Dad. Daddy juga hati-hati ya." Tita.


"Oke. Daddy pamit duluan ya?" Ken.


Mereka bertiga pun mengangguk. Ken berpamitan dan mencium puncak kepala istri dan anak-anaknya. Ken yang penuh kehangatan selalu membuat keluarganya merasa nyaman berada dekat dengannya.


"Ayo Mom kita pulang." Ajak Keina.


"Ngga Mom. Daff mau berenang Mom di rumah." Daffin.


"Ih, kok siang-siang berenang Dek?" Keina.


"Sore nanti Kak. Pulang ini Daff mau tiduran aja dulu." Daffin.


"Hmm... Malas-malasan ya kamu." Keina.


"Mumpung libur dong Kak." Daffin.


Keina dan Daffin berjalan saling merangkul di ikuti Tita di belakang mereka. Bram menyunggingkan senyumannya melihat ke akraban Keina dengan lelaki yang di yakininya sebagai adiknya Keina.


Keina melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat mobilnya akan masuk ke gerbang mansion terlihat mobil Melan juga akan memasuki gerbang mansion.


"Mami mertua tuh Kak." Tunjuk Daffin pada mobil Melan.


"Hufh... Semoga Mami cuma mau ketemu Mommy aja." Keina.


"Hus... Ga boleh gitu Kak." Tita.


"Iya Mom maaf." Keina.


Mobil Keina pun beriringan masuk bersama mobil Melan. Setelah mobil terparkir dengan benar Tita turun dan segera memanggil salah satu penjaga untuk mengambilkan belanjaan mereka masuk.


"Hai Mel.." Sapa Tita.

__ADS_1


"Kalian baru datang juga?" Melan.


"Iya. Tadi sekalian belanja terus makan siang di luar." Tita.


"Owh!" Jawab Melan singkat.


"Hai Mam." Sapa Daffin.


"Hai Daff.. Kok ga sekolah?" Melan.


"Libur sehari ini Mam. Besok masuk lagi." Daffin.


"Kok bisa?" Melan.


"Guru di sekolahnya ada acara gitu Mel. Makanya libur." Tita.


"Loh, berarti mantu gw juga ada du rumah dong?" Melan.


"Mantu lu yang mana?" Tita.


"Zizi." Melan.


"Adalah klo ga di ajak jalan Bundanya." Tita.


"Ceh," Melan.


"Mami apakabar?" Sapa Keina yang baru saja menghampiri Tita dan Melan yang sudah lebih dulu masuk ke mansion.


"Kabar baik sayang. Gimana kuliahnya lancar?" Melan.


"Alhamdulillah lancar Mam." Keina.


"Syukurlah." Melan.


Keina pun duduk sejenak di samping Melan untuk ikut berbincang sebentar karena Tita memberi isyarat padanya untuk duduk. Dengan sedikit dag-dig-dug Keina punenurutinya.


"Sayang, lusa Mami mau jenguk Abang. Keina bisa ikut?" Melan.


"Hm... Maaf Mi. Keina belum libur." Tolak Keina lembut.


"Ga bisa ijin aja dulu Sayang." Pinta Melan.


"Hus... Lu ngajarin anak gw yang nggak-nggak." Protes Tita.


"Satu minggu aja Ta. Itu juga udah ke potong perjalanan pulang pergi." Melan.


"Ya ampun Mel. Lagian kenapa ga anak Lu aja yang di suruh balik sih." Tita.


"Kalo bisa juga gw maunya gitu. Balik dulu tunangan atau apa dulu baru lanjut S2." Melan.


Deg


Jantung Keina pun semakin tak terkendali saat mendengar kata tunangan. Padahal dirinya pun tak pernah ada komunikasi apapun dengan Daren walaun keduanya memiliki nomer ponsel masing-masing.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2