
Acara syukuran empat bulan kehamilan Tita pun semakin mendekati jam nya. Para tamu undangan sudah sebagian memenuhi tempat yang sudah di sediakan. Keluarga Ito yang baru saja datang pun di kejutkan dengan para tamu undangan yang hadir di sana.
"Ada apa ini?" Tanya Tuan Ito melihat mansion Durant begitu ramai.
"Bukannya ini undangan makan malam keluarga?" Nyonya Laura.
"Coba Gagah lihat lagi Opa." Ucap Gagah yang berada satu mobil dengan Tuan dan Nyonya Ito.
Setelah di lihat ulang memang hanya undangan makan malam dengan kostum muslim. Gagah sampai memberikan ponselnya pada Laras memintanya untuk membaca ulang dan hasilnya masih tetap sama.
"Iya Oma. Makan malam dengan kostum muslim." Laras.
"Terus mereka semua ngapain?" Nyonya Laura.
"Sebaiknya kita turun saja dulu Opa Oma." Gagah.
Rehan, Ayumi, Gladys dan juga Angga sama halnya seperti Tuan Nyonya Ito dan juga Gagah dan Laras. Mereka semua bingung ada acara apa. Rombongan Aiko pun mendekati mereka dan bertanya hal yang sama. Tak lama Abimana datang bersama istri dan kedua anaknya.
Abimana terlihat heran melihat semua keluarga Ito tengah berdiri mematung melihat ke arah tempat acara. Abi pun tak kalah terkejutnya sebenarnya hanya saja melihat keluarga Ito pun hanya diam membuat Abi dan Melan bertambah di buat bingung.
"Selamat sore semuanya." Sapa Abimana.
"Sore." Jawan semuanya serempak.
"Kau tau ada acara apa Bi?" Tanya Tuan Ito saat Abi bersalaman dengannya.
"Abi tidak tau Yah. Tidak ada penjelasan dari undangan Ken hanya meminta kita untuk mengenakan pakaian muslim." Abimana.
"Tapi, itu bukannya mobil Nio?" Tunjuk Ayumi pada mobil Tanio yang sudah terparkir dengan cantik di tempatnya.
"Ya sudah ayo kita masuk saja agar kita tau ada acara apa sebenanrnya." Ajak Rehan memecah suasana.
Mereka pun memasuki ruang utama melewati deretan para tamu yang hadir. Namun, bukannya masuk para orang event meminta mereka untuk menempati tempat yang sudah di sediakan.
Tuan dan Nyonya Ito pun protes dengan apa yang mereka lakukan namun apa daya itu sudah atas permintaan pemilik acara. Akhirnya mau tak mau mereka menurutinya.
Acara pun berlangsung. Mereka semakin di buat bingung dengan rangkaian acaranya. Ayumi pun bertanya pada salah satu tamu yang berada tak jauh darinya.
"Maaf Buk. Ini acara apa ya?" Ayumi.
"Syukuran empat bulanan Bu." Jawab Ibu yang di tanya Ayumi.
__ADS_1
"Owh! Terima kasih." Jawab Ayumi.
Kemudian Ayumi pun memberi informasi jika acara yang sedang berlangsung adalah pengajian empat bulanan. Sejenak mereka ber oh ria mendengar penjelasan Ayumi.
"Bukannya Olla usia kehamilannya masuk tujuh bulan ya. Terus siapa yang hamil lagi?" Melan.
"Apa?"
Semua kompak bertanya pada Melan membuat Baby Galuh dan Gean terkejut dan menangis. Laras dan Gladys pun berusaha menenangkan keduanya. Sedangkan Duo A duduk dengan tenang di samping Ayah dan Ibunya.
"Apa mungkin Tita hamil lagi?" Aiko.
"Alhamdulillah." Nyonya Laura.
"Ai sedang bertanya Bu." Aiko.
"Di syukuri saja dulu." Nyonya Laura.
Setelah para tamu undangan bubar kini hanya tinggal keluarga Ito dan Abimana. Para panitia acara pun tengah membereskan bekas acara. Tuan dan Nyonya Ito bergegas masuk ke dalam ruang utama.
Tampak Tita tengah tersenyum menyambut semua kedatangan keluarganya. Nyonya Laura dan Ayumi membulatkan matanya ketika melihat kearah perut Tita yang sedikit menyembul.
"Alhamdullilah.." Ucap Nyonya Laura berkaca-kaca.
Setelah semua tenang. Tita dan Ken pun mengajak mereka semua untuk duduk lesehan di atas karpet yang masih terbentang. Tita di apit Ken dan Nyonya Laura.
"Bagaimana bisa kalian menyembunyikan kehamilan ini Ta?" Ayumi.
"Maaf Kak." Tita.
"Semuanya Saya pribadi dan istri meminta maaf pada Ayah, Ibu dan semuanya. Ken tidak bermaksud menyembunyikan kehamilan Tita. Kami pun mengetahuinya tanpa sengaja ketika kami pulang menjenguk Gladys dan baby Gean." Jelas Ken.
"Maksud Oncle. Pas jenguk Glad. Kalian juga memeriksakan kandungan?" Gladys.
"Awalnya tidak. Kami hanya bertujuan menjenguk kalian saja. Tapi, jika kamu ingat Keina merajuk saat kami akan pulang. Saat itu Keina ingin melihat adik di dalam perut Tita. Sementara kami tau Tita tidak hamil. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi menemui Dokter Rini.
Dan tanpa di duga ternyata Tita sudah hamil. Saat itu usianya baru 6 minggu. Dan kami pun meminta Dokter Rini untuk merahasiakan kehamilan ini sebelum usia kehamilan Tita menginjak 4bulan.
Bersyukur kehamilan kali ini Tita tidak menunjukan gejala yang mencolok. Yang membuatnya bisa wara-wiri kerumah utama dan ke kerumah Bang Nio dengan bebas." Jelas Ken panjang kali lebar.
"Ya Tuhan kalian ini selalu membuat kejutan yang luar biasa." Aiko.
__ADS_1
"Terima kasih kalian tetap mau datang walau undangan acara sangag tidak jelas." Tita.
"Kami hanya heran kenapa undangan makan malam tapi mengenakan dress code muslim." Gladys.
"Awalnya kami memang hanya akan mengadakan makan malam biasa saja. Tapi, ada masukan dari bibi bagaimana jika di adakan acara pengajian juga untuk mendo'akan bayi dan juga ibunya. Karena itu niat baik kami pun setuju." Ken.
"Terus Lu baru tau juga Nio?" Abimana.
"Kalo saja tadi siang kita ga ketemu di rumah sakit. Mungkin gw juga baru tau sekarang seperti kalian semua." Tanio.
"Tadi pagi ke rumah sakit?" Rehan.
"Ya Kak. Untuk memastikan usia kehamilan Tita." Ken.
"Berarti selama empat bulan ini Onty sama Oncle bolak-balik ke rumah sakit dong?" Angga.
"Tidak. Hanya saat menjenguk istri dan anak kamu saja sama tadi." Ken.
"Ya sudah. Sekarang kita do'akan saja kehamilan Tita lancar hingga melahirkan nanti. Sehat Mommy dan bayinya." Tuan Ito.
"Amin."
Semua kompak mengamini ucapan Tuan Ito.
"Sebentar, bukannya Olla juga hamil kan?" Melan.
"Iya Mel. Gw juga hamil. Dan gw juga kena prank adik ipar gw. Padahal gw udah ga nyaman banget takut dia kefikiran gitu. Tapi, ternyata dia hamil juga." Olla.
"Hahaha... Terus deketan dong lahirnya?" Melan.
"Hanya selisih 10 minggu saja." Olla.
"Wow! Oncle gercep ya selepas Onty sadar." Gagah.
"Kan temu kangen Gah. Masa gitu aja ga tau." Tanio.
Saat semua pun bercanda gurau tiba-tiba Gladys mengingat sesuatu yang bagaimana bisa rahasia itu tak terbongkar sama sekali. Padahal di usianya bisa saja dia membongkar semuanya.
"Tunggu! Bagaimana bisa Keina juga tidak membocorkan berita bahagia ini?"
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏