Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Rasa Nyaman


__ADS_3

Laras memasuki kamarnya dengan gugup. Gagah yang tengah menyelesaikan tugasnya merasa ada yang aneh dengan perempuan yang baru beberapa hari yang lalu dinikahinya itu. Laras masuk kedalam kamar mandi tanpa menyapa Gagah.


"Sayang, ada apa?" Tanya Gagah begitu melihat istrinya keluar dari kamar mandi.


"Hah! Ngga ada." Jawab Laras gugup.


Tapi Gagah merasa ada yang di sembunyikan oleh istrinya.


"Kemarilah duduk sini." Pinta Gagah menepuk pahanya.


"Hah! Ga usah Kak. Nanti Kakak terganggu mengerjakan tugasnya." Tolak Laras.


"Kemarilah. Kamu tidak pernah menggangguku." Gagah.


Dengan perlahan Laras berjalan mendekati Gagah yang tengah duduk di sofa. Laras pun duduk di pangkuan Gagah. Gagah melingkarkan tangannya memeluk pinggang ramping Laras.


"Ada apa hm?" Tanya Gagah masih memeluk Laras.


"Ngga ada Kak." Laras.


"Jangan bohong sayang. Kakak tau ada yang sedang kamu sembunyikan." Tebak Gagah.


"Hm... Tapi janji Kakak jangan ngetawain Laras." Laras.


"Iya. Ada apa?" Gagah.


Kemudian Laras pun menceritakan hal yang baru dia dengar dari ibu mertuanya kepada Gagah. Gagah menahan tawanya. Laras memang anak kedokteran tapi dirinya tak begitu paham mengenai hubungan suami istri.


Karena Laras pun tak menyelesaikan kuliahnya karena Ayah tirinya yang mengeluarkannya dari kampus. Laras memang begitu polos sehingga mudah di manfaatkan oleh Ayah tirinya. Sedangkan Ibu kandungnya tak memiliki kuasa atas dirinya.


"Sayang, bukankah kamu pernah bersekolah di kedokteran?" Gagah.


"Hm.. Tapi, kan ga ada pelajaran tentang itu." Laras.


"Tapi kamu mengerti?" Tanya Gagah dan Laras menganggukkan kepalanya.


"Nah, kalo udah teori biasanya kita ngapain?" Gagah.


"Praktek." Jawab Laras polos kemudian dengan cepat Laras menutup mulutnya.


Gagah pun tak kuat lagi menahan tawanya dan meledaklah tawa Gagah yang sudah berusaha di tahannya. Jangan lupakan wajah Laras yang memerah karena malu.


"Kakak. Iiih... Udah jangan ketawa terus. Laras malu." Ucap Laras berusaha turun dari pangkuan Gagah.


"Iya ngga iya. Kakak berhenti. Tapi, boleh juga Yang di coba yang tadi itu." Goda Gagah.

__ADS_1


"Aaa... Kakak mesum." Ucap Laras lari menuju tempat peraduan mereka.


Gagah mematikan laptopnya dan tak lupa mengsave pekerjaannya. Kemudian Gagah menyusul Laras ke atas tempat tidur. Laras menutup dirinya menggunakan selimut tebalnya hingga menutupi kepalanya.


"Sayang,,, ayo doong kita coba.." Goda Gagah menyingkap selimut yang menutupi tubuh Laras.


"Ngga mau. Kakak sana ih.." Laras.


"Sayang, dosa loh menolak ajakan suami." Gagah.


Mendengar kata dosa Laras pun menyembulkan kepalanya menatap dalam manik mata Gagah yang di penuhi dengan gairah. Gagah menganggukkan kepalanya. Dengan ragu Laras pun tak berani menolak lagi mengingat kata dosa yang di ucapkan suami tercintanya.


Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Pangalaman baru lagi bagi keduanya. Gagah begitu menikmati servis yang di berikan oleh istrinya. Walaupun baru pertama melakukannya Laras cukup menguasainya walau ada sedikit kaku di awal.


Gagah menciumi wajah Laras setelah pertempurannya selesai. Dengan penuh peluh Laras pun menyunggingkan senyumannya. Gagah memeluk erat Laras.


"Terima kasih Sayang. I Love you." Gagah.


"Sama-sama. You too." Laras.


Gagah pun mengangkat Laras ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Setelah itu Gagah membiarkan Laras tidur lebih dulu dan Gagah kembali menyelesaikan tugasnya.


Sementara di kamar Tita dan Ken. Tita tak mau lepas dari pelukkan Ken. Ken pun dengan senang hati memeluk istri tercintanya. Ken terus mengecup puncak kepala Tita penuh kasih. Tita pun merasa nyaman dan tenang berada di pelukkan Ken.


"Apa anak Daddy tidak merindukan Daddy?" Usap Ken di perut buncit Tita.


"Kenapa hm? Mommy yang merindukannya? Kalo Daddy sih sangat merindukannya." Goda Ken.


Tita pun pasrah menerima serangan yang di berikan oleh Ken. Tita menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya. Hingga terjadilah sesuatu yang mereka inginkan.


Tak hanya sekali Ken melakukannya hingga dua kali. Tita menolaknya ketika Ken menginginkan yang ketiga karena Tita cukup kelelahan dengan perut buncitnya.


"Maaf sayang. Kamu selalu membuat Mas candu." Ucap Ken mengecup kening Tita.


Tita pun menyusupkan kepalanya di dada bidang Ken. Tak butuh waktu lama Tita pun sudah berlayar ke alam mimpi dalam dekapan hangat Ken. Ken begitu menyayangi Tita lebih dari apapun.


Terkadang Ken selalu berfikir kenapa dirinya tak pernah mengenal Tita adik dari sahabatnya sendiri. Bahkan sejak lama dirinya bersahabat dengan Tanio tak sedikit pun Ken merasa penasaran dengan adik dari sahabatnya itu.


Bahkan dirinya selalu memandang sebelah mata pada Tita yang seorang asisten dari Kakak iparnya. Apalagi saat semua keluarganya membanggakan Tita Ken masih merasa Tita bukan siapa-siapa. Tapi begitu Ken mengenal dekat Tita Ken merasa tak ingin lagi melepaskan Tita.


Ken berjuang mengembalikan senyuman Tita yang menghilang karena perlakuan Aldi yang sekarang menjadi suami dari keponakannya sendiri. Bahkan Ken begitu memuji Tita yang bisa berlapang dada membantu saat keponakannya sedang kesulitan walaupun pria yang berada di sampingnya pernah memberikan luka di hatinya.


"Mas,," Gumam Tita membuyarkan lamunan Ken.


"Iya sayang." Ken.

__ADS_1


"Jangan tinggalin Tita sama anak-anak." Gumam Tita lagi.


"Tidak akan pernah sayang. Mas selalu ada untuk kalian terutama untuk mu." Ken.


Tita mengeratkan pelukkannya dan Ken pun membalasnya. Tak lama Ken pun ikut berlayar ke alam mimpi bersama Tita.


Pagi hari Rehan di buat kelimpungan karena Keina ingin ikut bersamanya. Sementara tempat kerja Rehan bukan tempat yang baik untuk membawa Keina yang masih kecil.


"Sayang, gimana kalo kita main aja sama Kakak." Bujuk Gagah.


"No tata. Eina au Yayah." Keukeuh Keina.


"Kita main ke mall aja gimana sama Kakak Laras juga." Bujuk Gagah lagi.


"No tata no.. Huaaa...." Tangis Keina pun pecah.


"Sayang, main di rumah saja ya sama Mommy?" Bujuk Tita.


"No huaaa... No... Eina au Yayah huaaa..." Tangisnya pecah lagi.


"Iya iya sayang udah jangan nangis ya. Kita ke rumah sakit ya sama Ayah juga Kakak Gladys ya." Ucap Rehan dan seketika tangis Keina pun berhenti.


"Ayah! Glad mau kuliah." Gladys.


"Kuliah mu siang. Setelah di sana kamu bisa bujuk adik mu pulang." Rehan.


"Bunda aja gimana?" Gladys.


"Bunda ada janji sama klien Glad." Ayumi.


"Keina ikut Daddy aja gimana?" Ajak Ken.


"No." Jawab Keina cepat.


"Ayo Glad ikut dengan Ayah dan keina. Hubungi Angga dan minta dia menemani kamu." Rehan.


"Kak Angga juga masuk kerja Yah." Elak Gladys.


"Kau mah bohongi Ayah. Angga lepas malam hari ini." Angga.


"Apalagi lepas malam. Kasian dong Yah Kak Angga nya pasti ngantuk." Ucap Gladys.


Rehan membuka matanya memberi kode pada Gladys karena melihat Tita menyeka air matanya. Gladys pun di buat panik jika Onty nya sudah mengeluarkan air matanya.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2