
Tita mendudukkan dirinya di atas sofa mengingat tak ada satupun yang bisa di mintai bantuannya. Suaminya masih tertidur dan akan meeting pagi. Jika dirinya meminta orangnya untuk datang akan memakan banyak waktu.
Ketika Tita tengah kebingungan duduk bersama Ayumi di ruang keluarga Aldi keluar dari kamar bermaksud akan pergi ke dapur mengambilkan minum untuk Jessie.
"Al," Panggil Tita.
"Ya Onty." Jawab Aldi formal karena berada di lingkungan rumah dan ada Ayumi di sana.
"Onty bisa minta tolong?" Tita.
"Ada apa?" Aldi.
"Tolong antarkan ini ke rumah Kak.Nio bisa?" Tita.
"Hah! Ng... Bi bisa Onty. Sekarang?" Ucap Aldi gugup. Pasalnya keduanya sangat jarang berkomunikasi.
"Iya. Pamitlah dulu pada Jessie kemudian tolong antarkan ini. Maaf ya merepotkan pagi-pagi." Tita.
"Tidak apa-apa Onty. Sebentar Al pamit Jessie dulu." Aldi.
Aldi pun bergegas kedapur membawakan minum untuk Jessie kemudian mengantarkannya dan berpamitan untuk pergi ke rumah Tanio. Jessie pun tak keberatan dan mengijinkannya. Tak lama Aldi pun sudah siap dan membawa paper bag yang masih berada di tangan Tita.
Sampai di rumah Tanio Aldi di tahan oleh penjaga di dalam. Aldi pun menjelaskan siapa dirinya dan apa tujuannya datang ke rumah tersebut. Setelah beberapa pertanyaan di lontarkan Aldi pun di persilahkan masuk.
Di rumah utama Aldi di minta duduk di ruang tamu oelh Bibi. Bibi pun mempersilahkan Aldi untuk duduk teras rumahnya.
"Astaga! Senadainya dulu dia mau di kenalkan dengan Kakaknya Tita mungkin sekarnag dirinyalah yang menjadi suami Tita." Batin Aldi.
"Loh, Al ada apa?" Tanio.
"Hm.. Ini Kak saya di minta mengantarkan ini oleh Onty Tita." Ucap Aldi menyodorkan paper bag yang di bawanya.
"Owh! Iya terima kasih Al. Ayo masuk dulu." Tanio.
"Saya langsung pamit saja Kak. Tadi pamit sebentar sama istri." Aldi.
"Baiklah. Terima kasih Al." Tanio.
"Sama-sama Kak. Kalo begitu saya permisi Kak." Aldi.
Tanio pun bersikap biasa saja pada Aldi. Tanio menganggap jika Aldi adalah orang yang baru dia kenal. Aldi suami dari Jessie keponakan dari Ken. Seperti halnya Tita yang bisa melupakan masa lalunya bersama Aldi begitu juga Tanio.
"Siapa Mas?" Olla.
"Aldi." Tanio.
"Hah! Ngapain dia ke sini?" Olla.
"Ini mengantarkan ini dimintai tolong oleh Tita." Tanio.
"Astaga! Anak satu itu memang antik ya." Olla.
"Sudahlah. Nih kasih pada Zio." Tanio.
__ADS_1
"Huh... Syukurlah!" Olla pun pergi menuju kamar buah hatinya.
Aldi kembali dari rumah Tanio dan di lihatnya Jessie tengah berjalan-jalan bersama Tita di halaman depan rumah utama. Perasaannya menghangat melihat pemandangan itu. Aldi bersyukur karena Tita memiliki hati yang tulus.
Tita tidak memiliki dendam padanya maupun pada Jessie walaupun dirinya dan Jessie pernah menyakiti hati Tita. Aldi mendekati mereka berdua yang terlihat asik berjalan santai dengan saling bergandengan.
"Jess, Onty." Aldi.
"Mas."
"Al."
"Mainannya sudah Al berikan Onty." Aldi.
"Terima kasih Al. Maaf merepotkan pagi-pagi ya." Tita.
"Tidak Onty. Al juga kebetulan sudah bangun. Dimana Om?" Aldi.
"Sedang mandi. Kalian mandi dan bersiaplah. Kita sarapan bersama." Tita.
"Oke Onty. Onty juga masuk kan?" Jessie.
"Tentu saja. Tita juga gerah mau mandi." Tita.
Mereka bertiga pun masuk bersama-sama. Mereka tak tau jika dari atas ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka. Siapa lagi kalo bukan Ken dan satunya adalah Gagah. Gagah melihat Ontynya berjalan keluar rumah bersama Kakak sepupunya karena khawatir Gagah pun mengawasinya dari balkon kamarnya.
Gagah begitu bangga pada Tita yang memiliki hati tulus. Tita pun begitu sederhana dengan limpahan harta yang dia miliki warisan orang tuanya dan kini di tambah lagi harta milik suaminya. Bahkan Tita sangat jarang atau bisa di bilang tak pernah mengenakan barang branded.
Tita selalu tau tempat dimana dirinya harus terlihat mahal dan dimana dirinya harus biasa saja. Seperti halnya di rumah Tita selalu mengenakan pakaian sopan tanpa harus branded.
"Mas nunggu kamu olah raga dulu sayang." Ken.
"Loh, nanti kesiangan dong ke kantor?" Tita.
"Ngga apa-apa kan Mas yang punya kantor." Ken.
"Ish... Jangan gitu dong kan Mas contoh buat karyawan Mas." Tita.
"Hei, ibu bos yang satu ini juga ga pernah masuk kantor tuh." Ucap Ken menjawil hidung Tita.
"Semenjak hamil aja ya Tita ga pernah ngantor sebelumnya Tita ngantor kok." Ucap Tita mengerucutkan mulutnya.
"Jangan begitu mulutnya bikin Mas gemas sayang." Ken.
"Iiih,, udah ayo mandi." Tita.
"Olah raga dulu ya Yang." Ken.
"Hm.. Apa lagi coba. Mandi sama-sama itu kan modusnya Mas." Tita.
"Hahaha... Kamu selalu tau apa yang Mas mau sayang." Peluk Ken dari belakang.
Anton datang untuk menjemput bosnya ke rumah utama. Sementara yang akan di jemput belum juga turun dari kamarnya. Sementara anggota keluarga yang lain sudah berkumpul di meja makan.
__ADS_1
"Ton, duduk dan sarapan saja dulu." Tuan Ito.
"Hm.. Baiklah Tuan." Anton.
Tepat ketika Anton mendaratkan pantatnya Ken dan Tita turun dari kamar mereka. Terlihat keduanya begitu segar. Tak dapat di pungkiri Tita semakin menunjukkan aura kecantikannya semenjak kehamilannya.
"Pagi semuanya." Ken.
"Pagi."
"Ayo sarapan. Anton sudah menunggumu Ken." Tuan Ito.
"Maaf Yah." Ken.
"Hei, minta maaflah pada Anton." Tuan Ito.
"Eh, iya. Maaf ya Ton." Ken.
"Tidak apa-apa Bos." Anton.
"Sudah ayo makan nanti semakin terlambat." Tita menyimpan piring makan yang sudah berisi nasi dan lauknya untuk Ken.
Semua pun menikmati sarapan paginya.
"Oncle, Glad ikut ya. Kak.Gagah masuk siang." Gladys.
"Ya sudah ayo cepet." Ken.
"Ini udah siap." Gladys.
"Ayo." Ken.
Mereka bertiga pun pergi bersama. Rehan dan Aldi pergi menggunakan satu mobil yang sama. Tuan Ito dan Nyonya Laura pergi ke kebun mininya di belakang rumah untuk memanen sayur. Sementara yang lainnya hanya memperhatikan dari teras belakang rumah.
Gagah, ikut membantu Tuan dan Nyonya Ito. Karena dirinya penasaran dengan apa yang sering di lakukan Opa dan Omanya.
"Kak, pas hamil dulu berat badan naik melesat ngga?" Tita.
"Jangan di tanya Tita. Kakak setiap kali hamil membulat. Sebentar Kakak kasih liat ya." Jawab Ayumi membuka ponselnya.
"Nih, ini pas hamil Gagah dan ini Gladys." Tunjuk Ayumi.
"Hah! Beneran ini?" Tita dan Jessie pun ikut melihatnya.
"Bener Ta, kamu mah malah menurut Kakak ga ada perubahan selain perut kamu yang semakin maju aja." Ayumi.
"Ih, ini udah naik banyak Kak. Tita ngerasa udah ga cantik gitu. Badan makin meleber." Tita.
"Onty, jangan bilang gitu dong. Apa kabar Jess nih. Hamil baru empat bulan aja perut udah nonjol banget hampir sama kaya Onty berat badan jangan di tanya idung. Aaa... pokoknya ga ada cantik-cantiknya." Keluh Jessie.
"Hahaha.... Kalian ini. Udah ngga apa-apa nanti kalian rajin olah raga setelah anak-anak kalian lahir nanti juga badan kalian bagus lagi." Ayumi.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏