
Sejak tengah malam tadi Tita merasakan mulaa pada perutnya tapi dirinya hanya melakukan ala yang Dokter Rini arahkan dirinya tetap tenang dan mengatur nafasnya. Sampai pagi menjelang pun Tita masih menguasai dirinya.
"Jadi gimana? Mas ga usah ke kantor aja ya?" Ken.
"Hm... Tapi Tita ngga tau apa ini mau melahirkan atau ngga Mas." Tita.
"Ya udah ngga apa-apa. Dari pada Mas juga ga tenang sayang. Mas hubungi Anton sebentar ya." Ken.
Tita hanya pasrah menganggukkan kepalanya. Mereka berdua turun untuk sarapan pagi. Tuan dan Nyonya Ito heran karena melihat Ken yang masih mengenakan pakaian rumah.
"Loh, ga ke kantor?" Nyonya Laura.
"Ngga Bu. Sejak semalam perut Tita terasa kram dan ada sedikit mulai yang hilang timbul." Ken.
"Sudah menghubungi Rini?" Tuan Ito.
"Sudah Yah. Dan Tita masih bisa menahan karena memang belum seperti Kak Rini bilang." Ken.
"Kamu hubungi Ayu Sayang. Minta dia datang untuk menemani Tita." Tuan Ito.
"Ngga usah dulu deh Yah. Kan ini juga belum tentu mau melahirkan sekarang." Tita.
"Ya ngga apa-apa biar Kakak kamu itu siap ngga keluyuran." Tuan Ito.
Saat mereka menikmati sarapan beberapa kali Tita merasakan mulasnya datang dan rasanya lebih sering datangnya. Namun, Tita terus berusaha tenang dan terus melanjutkan makan.
Setelah selesai makan Nyonya Laura menghubungi Ayumi dan memintanya untuk datang menemani Tita karena takut dirinya malah panik sendiri. Ayumi pun dengan senang hati datang ke rumah utama.
Nyonya Laura melihat Tita yang semakin pucat dengan keringat yang bercucuran.
"Mulasnya masih ada?" Tanya Nyonya Laura.
"Ada dan rasanya semakin sering Bu." Tita.
"Astaga! Ya sudah Ken cepat persiapkan semua perlengkapan bersalinnya." Nyonya Laura.
"Sudah Bu. Semuanya sudah di dalam mobil." Ucap Ken santai.
"Ayo bawa istri kamu sekarang." Nyonya Laura.
Sementara Tita sudah tidak dapat di tanya lagi. Dirinya sudah menahan mulas yang datang terus menerus. Akan tetapi dirinya masih melakukan apa yang di perintahkan Dokter Rini.
__ADS_1
Ken menyetir sendiri mobilnya sementara Tita berada di sampingnya. Ayumi yang baru saja datang di minta untuk segera menyusul Tita dan Ken ke rumah sakit. Ayumi menghubungi suaminya dan menintanya untuk menyiapkan persalinan untuk Tita.
Dokter Rehan pun segera menguhubungi Dokter Rini memberitahukannya jika Ken dan Tita sudah menuju rumah sakit. Dokter Rini oun segera menyiapkan perlengkapannya walaupun dirinya tak mengetahui apa Tita sudah akan melahirkan atau hanya sekedar kontraksi palsu.
"Sayang, kok kesini?" Tanya Tita saat mobil Ken memasuki area parkir rumah sakit.
"Anak kita akan di lahirkan di sini sayang.". Ken.
"Tapi Mas,, Aww..." Ucap Tita terjeda karena serangan mulas yang datang kembali.
"Pasrah ya sayang demi buah hati kita." Ken dan Tita hanya menganggukkan kepalanya.
Ayumi menghampiri mobil Ken dan menbantu Tita keluar dari mobil. Olla dan Tanio sudah berada di rumah sejak dua hari yang lalu hanya saja belum sempat menjenguk Tita. Baru saja menerima kabar dari Anton jika Tita di bawa ke rumah sakit.
Tanio dan Olla pun segera menuju rumah sakit. Zio mereka titipkan pada bibi dan akan ada orang tua Olla yang akan menemani Zio nantinya.
Tita berjalan seperti biasa menuju ruangan bersalin hanya saja jalannya sedikit tertatih. Ken sudah menawarkan untuk menggunakan kursi roda tapi Tita menolaknya karena dirinya masih merasa mampu berjalan.
Sampai ruang bersalin Tita mengatur nafasnya yang sedikit ngosngosan. Ayumi segera memberikan minum yang dirinya bawa dari mobil. Tita pun langsung menegak air mineral pemberian Ayumi.
"Mari Tita, Kakak periksa dulu ya." Ajak Dokter Rini.
"Iya Kak." Tita.
"Wah, pembukaannya sudah lengkap ini. Mom Tita hebat ya." Puji Dokter Rini.
Ayumi menunggu proses persalinan di luar sementara Ken terus menemani istri tercinta. Sepuluh menit kemudian terdengar tangisan bayi dari dalam ruang bersalin bersamaan dengan Rehan, Aldi, Tanio dan Olla datang.
"Alhamdulillah." Ucap syukur Ayumi.
"Sayang? Sudah melahirkan?" Rehan.
"Baru saja Mas. Tita hebat bisa menahan mulasnya. Sampai di sini tadi pembukaan sempurna." Ucap Ayumi berkaca-kaca.
"Alhamdulillah." Ucap Tanio dan Olla.
"Adik kamu begitu hebat Nio. Kakak sangat bangga padanya." Ucap Ayumi pada Tanio.
"Terima kasih Kak." Tanio.
Olla memeluk Tanio menumpahkan rasa bahagianya. Dalam hati Aldi berucap syukur dan Aldi berharap Jessie akan melewati proses persalinan bayi-bayi mereka dengan tenang seperti Tita.
__ADS_1
Jessie datang bersama Aiko dan Artur. Tampak Jessie duduk di kursi roda di dorong oleh Artur. Aldi yang melihatnya segera menghampiri Ayah mertuanya untuk bergantian mendorong kursi roda sang istri.
"Bagaimana sudah melahirkan?" Artur.
"Sudah Yah sepuluh menit yang lalu." Aldi.
"Loh, kok cepet." Aiko.
"Menurut Tante Ayumi katanya tadi datang sudah pembukaan sempurna." Aldi.
"Wah, hebat banget Tita. Ngga bikin heboh seperti istri ku dulu." Artur.
"Papi.." Aiko.
Setelah selesai Tita oun di pindahkan ke ruang VIP untuk melakukan perawatan pasca bersalin. Karena Dokter Rini tidak mengijinkan Tita untuk segera pulang. Hingga Tita sedikit pulih.
Di ruang perawatan Tita semua sudah berkumpul bahkan Tuan dan Nyonya Ito pun sudah datang. Mereka semua menyambut kelahiran anak pertama dari Ken dan Tita.
"Selamat sayang." Ucap Olla memeluk sahabat dan adik iparnya tersebut.
"Terima kasih Kak." Tita.
"Kau hebat. Aku bangga padamu Ta." Olla.
"Semua karena Kakak yang selalu mendo'akan yang terbaik untuk ku." Tita.
Mereja berdua pun melerai pelukkannya bergantian dengan Tanio membawa Tita kedalam pelukkannya. Di hujaninya seluruh wajah Tita oleh ciumannya.
Semua bergantian memberikan ucapan selamat pada Tita. Bayi Tita belum di berikan oleh perawat bagian anak karena masih di lakukan pemeriksaan. Hanya tinggal duo G yang belum datang.
Gagah berada di rumah sakit yang sama hanya saja dirinya tengah menjalani praktek dan tidak bisa seenaknya meninggalkan tugasnya karena dirinya hanya seorang mahasiswa praktek. Sedangkan Gladys sedang ujian di sekolahnya.
"Permisi Mommy,, Dede cantiknya mau ketemu Mommy." Ucap Perawat yang membawa bayi Tita masuk.
Ayumi terus membuntuti perawat tersebut sejak dari ruang bersalin hingga kini di bawa ke ruangan Tita karena Ayumi ingin memastikan semuanya baik-baik saja. Dan kebetulan juga dirinya seorang dokter anak.
"Dede cantiknya coba di beri ASI ya Mom." Titah perawat tersebut yang sudah mengenal dekat Tita dan dirinya salah satu pengagum Tita.
"Terima kasih Onty." Ucap Tita.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏