
Hari ini Bunga dan Daren kembali setelah berbulan madu. Angel dan Mikha menyambutnya di bandara. Angel memeluk erat dan mendaratkan ciuman hangatnya di kening menantu kesayangnnya. Bunga pun membalas semua perlakuan ibu mertuanya itu.
Bunga dan Daren memutuskan pulang ke apartemen terlebih dahulu sebelum ke mansion menemui keluarganya. Angel dan Mikha pun menurutinya saja. Angel dan Mikha memang tinggal di apartemen begitu juga dengan Daren setelah mereka memutuskan pindah. Karena rumah terlalu besar untuk mereka itu menurut mereka.
Namun, setelah Daren menikah mereka memutuskan akan pindah ke rumah yang di beli Mikha saat awal kepindahan mereka. Daren dan Bunga tak keberatan jika harus tinggal bersama Angel dan juga Mikha karena tanpa mereka Daren bukanlah siapa-siapa.
Sementara di mansion suasana begitu ramai pasalnya Intan yang tengah berbadan dua ternyata tak hanya satu tapi baby twin yang ada di dalam perutnya. Bersama anak masing-masing Zizi, Sinta, Raya dan Keina semua berkumpul di mansion.
Satu minggu yang lalu Keina dan Daren memutuskan untuk berpindah ke rumah baru mereka yang berada tak jauh dari mansion. Daren sengaja membelinya ketika ada rekan bisnisnya menawarkan rumah tersebut tentunya atas persetujuan Keina juga. Karena walau bagaimanapun mereka tak mungkin selamanya tinggal di mansion.
"Pantas saja perut kamu terlihat lebih besar dari usianya ya Tan." Zizi.
"Iya Kak. Aku fikir karena aku suka makan jadinya perut aku terlihat besar nyatanya ada twin di dalam sini." Intan.
"Pasti lucu-lucu deh nanti pas keluar." Sinta.
"Jita saja punya anak deketan gini udah kaya kembar ya Kak?" Zizi.
"Iya. Apalagi itu beneran kembar. Iiih,,, gemes deh." Sinta.
"Jadi pengen hamil lagi tapi kembar." Raya.
"Kayanya kode nih anak ke dua." Zizi.
"Ih, ngga. Arka saja masih kecil gitu. Nanti tunggu dia gede dulu ah." Raya.
"Kalo Tuhan berkehendak apa mau di kata Kak." Keina.
"Betul itu Kak." Zizi.
"Ish... Kalian ini..."Raya.
"Daren sama Bunga udah datang?" Tanya Raya mengalihkan pembicaraan.
"Udah. Sore nanti mereka ke sini." Keina.
__ADS_1
"Tambah personil gosip nih kita." Zizi.
"Eh, ngomong-ngomong Onty kemana?" Sinta.
"Mommy sama Daddy pergi menghadiri undangan relasi bisnisnya." Intan.
"Loh sama kaya Bunda sama Ayah dong." Sinta.
"Ya sama dong pastinya Kak. Mami sama Papi juga pergi." Zizi.
Obrolan ibu-ibu muda dan calon ibu itu terus berlanjut di temani beberapa cemilan dan minuman hasil perburuan dari belanja online. Meringankan tugas bibi di dapur karena para ibu-ibu muda dan calon ibu itu sedang ingin menikmati makanan dari luar tapi malas ke luar karena akan di repotkan dengan putra dan putri mereka.
Walaupun di rumah dan di luar pun putra dan putri mereka tetap dalam pantauan baby sitter. Tapi, mereka lebih memilih tetap di rumah. Di tambah Marni tengah berada di rumah Laras karena Laras sedang menemani Gagah ke luar kota. Jadi Marni bertugas menemani Galuh dan Galih.
Galuh dan Galih menang sudah besar tapi Marni selalu khawatir jika mereka di tinggal hanya berdua saja dengan bibi dan yang lainnya. Terlebih Galuh yang selalu pulang cukup larut membuat Marni khawatir pada Galih yabg sendiri di rumah.
"Bu, ada paket di depan." Lapor bibi pada Intan.
"Dari siapa untuk siapa?" Intan.
"Tidak ada pengirimnya Bu katanya untuk Bapak Daff." Bibi.
"Tidak ada Bu. Hanya tertera untuk Bapak." Bibi.
"Sebentar saya hubungi Bapak. Karena tidak ada komfirmasi apa-apa dari Bapak." Intan.
Intan pun menghubungi Daffin yang tengah berada di kantor Andre. Karena Daffin tengah menyelesaikan magangnya. Dan ternyata Daffin tak memesan apapun sehingga Daffin meminta paket tersebut untuk di kembalikan saja.
"Bi, kembalikan saja paket pada kurirnya. Dan jangan lupa beri uang pada kurirnya." Intan.
"Iya Bu." Bibi.
"Daff tidak memesan apapun atau temannya yang mengirimkan apa gitu?" Keina.
"Katanya ngga ada Kak. Daripada si pengirim merasa kesenengan katanya jadi Mas Daff minta di balikin aja ke kurirnya." Jelas Intan.
__ADS_1
"Loh, tapi ngga ada pengirimnya bagaimana bisa kurirnya balikin." Zizi.
"Entahlah itu urusan ekspedisinya." Intan.
"Jangan-jangan itu dari penggemar Daff lagi Tan." Sinta.
"Terserah Kak. Toh Mas Daff ga mau terima." Intan.
"Astaga! Bener juga sih. Ngapain kita ambil pusing. Ya kan?" Raya.
"Betul itu." Keina.
"Kamu belum cuti Tan?" Zizi.
"Belum Kak. Lumayan nasih bisa buat jalan kok. Walaupun sebagian dosen sudah meminta Intan untuk masuk kelas online." Intan.
"Iya ga apa-apa Tan yang penting kamu ga ketinggalan." Raya.
"Iya Kak. Masih ada dua dosen yang tidak mau jadi mau ga mau Intan harus tetap ke kampus." Intan.
"Ga apa-apa. Biar lahiran nanti lancar tanpa kendala berarti." Keina.
"aamiin" Jawaban semuanya kompak.
Sinta dan Zizi berpamitan masuk ke dalam kamar karena putra dan putri mereka sudah minta di amunisi lagi. Sedangkan Raya dan Keina pun melakukan hal yang sama pada kedua putra dan putrinya. Memberikan amunisi.
Sejenak obrolan mereka pun berakhir untuk memberikan asupan kepada putra dan putri mereka. Menyisakan Intan. Karena sudah lama duduk Intan pun masuk ke dalam kamar untuk merebahkan dirinya sejenak. Walaupun kehamilannya masih kecil tapi perutnya sudah lumayan mengganjal membuat Intan sedikit kurang nyaman.
Usia kehamilan tiga bulan yang biasanya belum terlihat menyembul pada kehamilan Intan sudah tampak menyembul karena dua bayi dalam perutnya. Intan merebahkan dirinya sejenak sebelum kembali bergabung bersama yang lain untuk makan siang.
Sementara Bunga dan Daren sudah berada di apartemen Ange dan Mikha untuk makan siang bersama. Angel menyiapkan makan siang istimewa untuk putra dan menantunya. Bunga pun ikut membantu Angel menyiapkan makanan sementara Daren dan Mikha berbincang santai mengenai bisnis mereka.
Mereka berencana akan pergi ke mansion setelah makan siang. Karena Tita dan Ken sedang tidak ada di rumah juga. Mikha yang seharunya juga ikut menghadiri acara tersebut berhalangan karena Mikha ingin menyambut kedatangan Putra dan menantunya.
Bunga benar-benar di perlakukan istimewa oleh Daren dan kedua orang tuanya. Bahkan Daren bisa lebih terbuka berbicarapada Ayah dan Ibunya tidak seperti saat pernikahan sebelumnya. Daren menceritakan perjalanan bulan madunya bersama Bunga bahkan kehadiran mantan istrinya pun tak luput Daren ceritakan.
__ADS_1
Angel merasa tak enak pada Bunga namun Bunga bisa meyakinkan Angel jika semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu di khawatirkan. Hubungan Daren dan mantan istrinya sudah selesai dan sekarang hanya ada dirinya di hati suaminya. Semua ketegaran dan keikhlasan Bunga membuat Angel bangga pada menantunya.
🌻🌻🌻