
Sebulan sudah Jessie tinggal di apartemen Ayahnya. Aiko mulai kelabakan mencari dimana Jessie bahkan Aiko mengamuk di rumah sakit Keluarga tempat dimana Jessie bdan Aldi bekerja setelah mengetahui Jessie telah resign.
Aldi yang sedang berada di ruang operasi tak mengetahui jika Ibu mertuanya mengamuk di rumah sakit. Dokter Rehan yang baru saja menyelesaikan tugasnya di ruang operasi di datangi oleh Mega dengan nafas tersengal.
"Ada apa Suster?" Tanya Bruder Joko.
"Maaf Bruder dimana Dokter Rehan?" Suster Maya.
"Beliau sedang ke toilet." Bruder Joko.
Tak lama Dokter Rehan pun keluar dari toilet.
"Ada apa?" Tanya Rehan melihat wajah suster Mega yang pucat.
"Maaf Dokter ada Nyonya Aiko mengamuk di bagian Anak." Jelas Suster Mega.
"Astaga! Apa dia tidak tau jika ini rumah sakit bukan lapangan tanding?" Rehan.
Rehan pun segera menuju ruangan anak di susul Suster Mega dan Bruder Joko.
"Hubungi Ken Mega." Titah Rehan sambil berjalan.
"Baik Dok." Suster Mega langsung mendial nomer Ken.
Karena Rehan tau Aldi baru saja masuk ke ruang operasi dan tidak mungkin memanggilnya.
Sampai di ruangan Anak Aiko tengah mengamuk Rehan sedikit mengatur nafasnya sebelum dirinya menghampiri Aiki begitupun dengan Suster Mega dan Bruder Joko.
"Maaf ada masalah apa?" Tanya Rehan tenang.
"Hm... Bagus kau datang kemari." Ucap Aiko.
Rehan berusaha bersikap tenang menanggapi kemarahan Aiko.
"Anda ada perlu dengan saya?" Rehan.
"Ceh, tak perlu berpura-pura kamu Kak." Ucap Aiko masih menghormati Rehan dengan memanggilnya Kakak.
"Ada perlu dengan saya? Mari ikut saya ke ruangan saya." Ajak Rehan.
Rehan pun membalikkan badannya dan berlalu dari ruangan tersebut di ikuti Suster Mega dan Bruder Joko. Dengan kesal Aiko pun menyusul Rehan dan kedua perawatnya. Aiko menghentakkan kakinya kesal. Dokter penanggung jawab bagian anak pun ikut serta mengikuti dokter Rehan dan yang lainnya.
Ken yang mendapat telfon dari Mega segera meluncur menuju rumah sakit karena kebetulan Ken dan Anton tengah meeting bersama klien di luar. Dan beruntungnya meeting telah selesai jadi Ken dan Anton segera meluncur menuju rumah sakit.
Saat rombongan Rehan tiba di ruangan Rehan tak lama Ken dan Anton pun datang. Hanya saja Ken dan Anton di tahan Mega di luar sesuai pesan Rehan.
"Maaf Tuan. Dokter menyuruh Anda menunggu di sini." Suster Mega.
"Hm... Baiklah." Ken.
__ADS_1
Ken pun duduk di sofa bersana Anton dan Mega juga ada beberap perawat yang bertugas di mejanya masing-masing. Sementara di dalam ruangan Rehan ada Rehan, Dokter Anak dan Aiko.
"Bisa jelaskan ada apa dokter?" Tanya Rehan pada dokter Maya.
"Maaf Dok sebelumnya. Nyonya Aiko datang menanyakan Dokter Jessie dan kami mengatakan jika Dokter Jessie telah resign satu bulan yang lalu tapi Nyonya Aiko tidak mempercayainya." Jelas Dokter Maya.
"Jelas saja saya tidak percaya. Menjadi dokter adalah cita-cita Jessie dari kecil mana mungkin dia resign." Ucap Aiko.
"Maaf Aiko. Jessie memang resign dari rumah sakit ini." Rehan.
"Jangan becanda deh Kak. Kakak mau ikutan Ayah menyembunyikan Jessie dari Ai." Aiko.
"Saya tidak bercanda dan saya sudah konfirmasi pada Dokter Aldi dan dia telah mengiyakan keputusan Jessie resign." Rehan.
"Jangan bodoh Kak. Bagaimana dia hidup jika hanya mengandalkan Si Aldi." Ucap Aiko mulai meremehkan Aldi.
"Dokter Maya terima kasih keterangannya. Silahkan anda kembali ke ruangan anda." Rehan.
"Baik Dok. Saya permisi." Pamit Dokter Maya.
"Dan Maaf jika anda melihat adik saya tolong minta dia masuk." Pesan Rehan.
Dokter Maya pun mengangguk menjawab perintah Rehan.
"Maaf Tuan anda di minta masuk oleh dokter Rehan." Titah Maya saat melihat Ken yang sedang duduk di sofa.
Ken pun masuk dan Anton menunggunya di luar.
"Ada apa Kak?" Tanya Ken masuk ke dalam ruangan Rehan.
"Owh! Rupanya kalian bekerja sama." Aiko.
"Untuk?" Tanya Ken dingin.
"Jangan sok polos kamu Ken." Aiko.
"Ken, saya minta data perusahaan BM grup?" Rehan.
"Untuk apa Kakak meminta data perusahaan BM grup?" Aiko.
"Untuk membuka mata kamu Aiko." Ucap Rehan tegas.
"Apa maksud Kakak?" Tanya Aiko emosi.
Ken hanya diam membuka ipad yang di bawanya karena telah mengerti dan setelah Suster Mega mengabarinya.
"Bukanya kamu ingin menjodohkan Jessie yang jelas-jelas sudah berkeluarga dengan anak dari BM grup?" Rehan.
"Itu bukan urusan Kakak." Aiko.
__ADS_1
"Kamu sudah terdesak bukan karena keluarga mereka menginginkan pernikahan segera di laksanakan sementara Jessie belum juga di temukan dan dengan teganga kamu mengajukan perceraian anak mu sendiri di pengadilan dan pengadilan menolaknya karena data yang kamu berikan tidak lengkap." Rehan.
"Kakak membuntuti Ai?" Aiko.
"Saya tidak perlu membututi kamu Ai. Banyak mata saya bertebaran di luaran sana." Rehan.
"Ini datanya Kak." Sodor Ken pada Rehan.
"Bacalah Aiko." Titah Rehan.
Dengan kesal Aiko membaca berita mengenai BM grup dan mata Aiko membulat sempurna ketika dirinya membaca mengenai perusahaan tersebut dan Aiko semakin di buat terkejut kala melihat berita mengenai anak dari BM grup yang akan di jodohkan dengan anaknya Jessie.
"Apa masih akan kamu jodohkan Jessie dengan dia?" Rehan.
"Ini hanya karangan kamu saja kan Ken?" Aiko.
"Kakak bisa konfirmasi pada media terkait yang memunculkan berita tersebut." Ucap Ken datar.
"Apa kamu tidak ingin tau kenapa Jessie resign Aiko?" Rehan.
"Jangan omong kosong Kak. Jessie tak mungkin meninggalkan profesinya. Profesi yang sangat di inginkannya." Aiko.
"Baiklah. Sekarang apa lagi?" Rehan.
"Katakan saja dimana Dia. Selanjutnya itu urusan saya." Aiko.
"Dan sayangnya kami tidak mengetahuinya dimana dia. Bahkan Aldi dan saya pun sangat jarang bertemu karena tugas kami tak sama." Rehan.
"Ceh, jangan berpura-pura Kak. Ayolah. Kamu kirim Jessie ke rumah sakit cabang mana?" Aiko.
"Silahkan saja kamu tanyakan kepada setiap cabang apakah Jessie ada di sana atau tidak." Rehan.
"Sebaiknya Kakak pulang dan renungkan apa yang telah membuat Jessie pergi dan resign dari rumah sakit Kak." Ken.
"Maksud kamu apa Ken?" Kau meremehkan Kakak mu ini?"
"Tidak." Ken.
"Ceh, jangan kalian fikir aku tidak mengetahui niat jahat kalian pada ku ya.." Aiko.
"Jika kamu mengetahui niat jahat kami kenapa kamu masih saja bertanya tentang Jessie pada kami? Bukankah kamu hanya tinggal mencarinya saja sendiri tanpa harus menerima bantuan kami." Sindir Rehan.
"Itu berbeda Kak. Karena Jessie kalian sembunyikan.." Aiko.
"Jika sudah selesai saya pamit Kak." Pamit Ken.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1