
Tita pun meminta semuanya langsung menuju meja makan untuk menikmati sajian makan malam istimewa. Tak lama Daren pun turun dengan Keina dalam gendongannya. Keina menemplok bagaikan koala.
"Astaga! Ada apa? Kenapa menantu Mami?" Panik Melan mendekati Daren yang menggendong Keina.
"Ga apa-apa Mi. Kein ga apa-apa." Jawab Keina menarik kepalanya dari dada Daren.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Melan.
"Yakin Mi. Kein juga bisa jalan sendiri kok." Jawab Keina.
"Iya Mi. Ga apa-apa kok." Daren.
"Sudah-sudah ayo sini duduk. Abang juga pasti udah capek gendong Kakak. Ayo sinu." Ajak Tita.
Abi menatap Ken seolah bertanya ada apa. Ken hanya menaikkan bahu dan alisnya sambil tersenyum mencurigakan. Abi sedikit kesal pada sahabatnya itu karena dari gerak-geriknya Abi tau ada yang di sembunyikan Ken.
Daren mendudukkan Keina di kursi samping dirinya kemudian mendekatkan kursinya rapat dengan Keina. Melan kembali menanyakan keadaan Keina karena merasa khawatir.
"Kamu yakin sayang?" Tanya Melan lagi.
"Yakin Mi. Kita makan dulu ya Mi. Kein laper." Jawab Keina.
"Eh, iya ayo. Kamu makan yang banyak ya." Ucap Melan.
Tita tak merasa risih kala Melan memberikan perhatian lebih pada putrinya bahkan jika di hadapannya. Dan itu pun di lakukan Melan pada Zizi. Dan untungnya Melan dan Abi tidak mempermasalahkan jika Zizi lebih memilih Damar.
Bahkan dalam hitungan bulan Zizi akan segera melangkah je jenjang pernikahan melangkahi Zayn yang masih betah menjomblo. Entah gadis seperti apa yang di carinya sampai-sampai dirinya betah menjomblo.
Sementara Ken mengajak semua keluarganya duduk di taman belakang menikmati udara malam setelah menyesaikan makan malam mereka. Abi dan Melan pun mengikutinya saja begitu juga dengan Andre yang masih betah bergabung dengan semua keluarganya.
"Hm... Bi, Mel. Ada berita yang harus kalian dengar dari Daren dan Keina." Ucap Ken dengan wajah datar.
Deg...
Wajah Melan memucat mendengarnya. Entah apa yang akan di katakan keduanya membuat Melan deg-degan. Melan takut jika keduanya berpisah karena Keina belum hamil. Karena saat di rumah Zio Keina tampak murung.
"Pi, Mi.." Ucap Daren membuyarkan lamunan Melan.
"Ini untuk kalian." Ucap Keina mengulurkan sebuah kotak pada Melan.
"Apa ini sayang?" Tanya Melan.
__ADS_1
"Buka saja Mi." Daren.
Dengan tangan bergetar Melan membukanya pelan. Sementara Tita sudah menahan tawanya sejak tadi melihat ketegangan di wajah sahabatnya itu. Tita tau Melan cemas dari raut wajahnya. Tita tau betul apa yang di rasakan sahabatnya itu.
Kotak segi empat itu pun terbuka dengan jelas menampilkan foto USG dengan bertuliskan "Hai Opa,, Hai Oma" yang di tulis tangan oleh Keina. Melan menutup mulutnya. Matanya berkaca-kaca melihat isi kotaknya. Melan menatap anak dan menantunya.
Abi yang melihat reaksi sang istri pun mengambil kotak persegi di tangan snag istri dan Abi pun langsung mengucapkan rasa syukurnya.
"Alhamdulillah..." Abi.
Melan tak kuasa menahan harunya hingga tangis bahagianya pun pecah. Keina langsung mendekati Melan dan mereka pun saling berpelukkan. Keina mengusap lembut punggung Melan. Tita memeluk lengan Ken ikut merasa haru melihat sahabatnya.
"Selamat ya sayang. Mami senang mendengarnya." Ucap Melan di sela tangisannya.
"Makasih Mi. Mami do'akan sehat sampai dede utunnya lahir ya Mi." Ucap Keina.
"Pasti sayang pasti Mami do'akan. Apapun yang kamu minta Mami akan berusaha penuhi sayang." Ucap Melan mengurai pelukannya dan mengusap perut Keina yang masih datar.
"Berarti Daff mau jadi Oncle dong Mom?" Celetuk Daffin.
"Tentu sayang." Tita.
"Wah... Kapan launching nya Ka?" Tanya Daffin.
"Yee.... Biarin." Daffin.
"Sekitar tujuh bulan lagi Daff. Do'akan saja semuanya berjalan lancar ya Om Daff." Daren.
"Pastinya..." Daffin.
Semua pun berbahagia dengan kehamilan Keina. Cucu pertama bagi Tita dan juga Melan. Karena sudah larut malam Abi pun berpamitan pada Ken. Sedang Daffin dan Keina sudah masuk kedalam kamar.
Sampai di rumah Andre berjalan di belakang Abi dan Melan. Abi menggunakan kode mata pada Melan menanyakan tentang Andre namun Melan hanya mengangkat bahunya.
"Ndre, kapan Kinan siap di lamar?" Tanya Abi saat Andre menapaki anak tangga pertama.
"Kapan-kapan saya Pi. Andre masih mau selesai S2 dulu." Andre.
"Kan bisa sambil nikah Ndre." Abi.
Bukan menjawab Andre malah terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga untuk sampai ke dalam kamarnya. Itu bukan pertanyaan pertama yang Abi ataupun Melan sampaikan karena Andre selalu berkilah jika di tanya soal hubungannya dengan Kinan.
__ADS_1
Walaupun kecewa Melan tetap menerima Kinan sebagai calon menantunya. Hanya saja entah mengapa Andre selalu menghindar jika di tanyakan soal Kinan. Akhir-akhir ini pun Kinan sudah jarang datang ke rumah.
Bahkan Andre pun jarang terlihat keluar rumah jika libur. Melan sedikit curiga jika Andre dan Kinan ada masalah hanya saja Melan tak terlalu ikut campur. Jika Andre ataupun Daren bercerita barulah Melan akan mengutarakan pendapatnya.
"Apa Mami sudah menanyakan pada Andre?" Abi.
"Sudah Pi. Hanya saja Andre selalu menghindar. Kinan juga udah jarang ke rumah sekarang. Terakhir sebulan yang lalu." Melan.
"Apa jangan-jangan mereka putus makanya Andre galau." Abi.
"Hmm... Apa iya ya Pi. Nanti coba Mami bicara deh sama Andre." Melan.
"Semoga mereka baik-baik aja ya Mi." Abi.
"Iya Pi. Siapapun yang akan menjadi menantu kita nanti pastinya itu yang terbaik dari Tuhan." Melan.
"Iya Mi." Abi.
"Papi, kapan fitting baju seragam nikahannya Zizi?" Melan.
"Kata Nio lusa kita ke butiknya Kak Ayu." Abi.
"Kalian bertiga?" Melan.
"Iya sayang. Keluarga kita dan Ken akan seragam serasi dengan keluarga mempelainya." Abi.
"Hm... Kak Ayu dan Kak Ai juga kan?" Melan.
"Tidak sayang mereka ada seragam sendiri. Kamu belum tau?" Abi.
"Seragam bagiannya Tita. Tadi kita mau bahas itu tapi Tita keburu di minta pulang sama Kak Ken jadi ga jadi." Melan.
"Owh! begitu. Ya sudah. Nanti Tita pasti bilang. Nanti Mami ingetin aja lagi barangkali dia lupa." Abi.
"Oke. Ya udah bobo yuk." Melan.
Mereka berdua pun tertidur dengan saling berpelukan. Begitulah Melan dan Abi setiap kali sebelum tidur selalu melakukan pillow talk terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan tertidur dengan saling berpelukan.
Sementara Zio di buat kelimpungan di saat semua orang tertidur Raya memint sesuatu yang membuat Zio harus terjaga. Raya ingin membuat kue dan Zio harus menyiapkan segala perlengkapannya.
Zio harus menunggu Raya membuat kue dan harus mencicipinya. Sedangkan Zio tak biasa makan malam apalagi makan kue. Namun, Zio harus melakukannya demi jabang bayi dalam perut istri tercintanya.
__ADS_1
🌻🌻🌻