Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Kasus BM Grup


__ADS_3

Ketika Tita dan Gagah asik mengobrol tiba-tiba ada lengan memeluknya dari belakang siapa lagi kalo bukan Ken yang datang langsung memeluk istri tercintanya yang semakin hari semakin menggoda dengan perutnya yang semakin membuncit.


"Astaga!" Pekik Tita.


"Oncle, mengagetkan kami saja." Gagah.


"Asik banget sih ngobrolnya sampe Aku dateng kalian ga sadar." Ken.


"Ayo Mas mandi dulu. Mas kan kotor dari luar tadi." Ajak Tita.


"Mandiin Yang." Goda Ken.


"Hus! Ada yang jomblo tuh." Tunjuk Tita pada Gagah.


"Anggap aja pohon tumbang gitu." Gumam Gagah yang masih di dengar oleh Tita dan Ken.


Keduanya pun tertawa mendengar gumaman Gagah dan berlalu menuju kamar mereka. Sampai di kamar Ken langsung masuk ke kamar mandi dan Tita menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh Ken.


Setelah siap Tita menunggu Ken duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Tak butuh waktu lama untuk Ken membersihkan dirinya. Ken keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya sehingga menampilkan perut sixpack nya.


Ken dengan santainya mengenakan pakaiannya di hadapan Tita. Sedangkan Tita berusaha untuk todak tergoda dengan pemandangan di depan matanya. Ken tau Tita menghindari pandangan terhadapnya.


"Di liat aja kali Yang. Punya kamu ini." Goda Ken.


"Ish.. Apaan sih Mas." Tita.


"Ngga apa-apa kok Yang. Mau pegang juga jan udah boleh." Ken.


"Ngga. Ayo turun kalo udah selesai." Ajak Tita.


"Disini aja dulu lah Yang. Tadi belanja banyak?" Ken.


"Hm..." Tita.


"Kok, Mas ngga terima laporan penarikan? Kamu pake uang kamu?" Ken.


"Ngga." Tita.mm


"Terus?" Ken.


"Ibu sama Kak.Ayu yang bayar. Tadi Tita di larang ngeluarin dompet sama mereka." Tita.


"Ya udah ga apa-apa. Rejeki anak kita Yang." Ken.


Mereka berdua pun bercengkrama berdua sebelum turun ke bawah bergabung bersama keluarga yang lain. Saat keduanya turun ternyata di bawah sudah ada Aiko bersama Nyonya Laura dan Ayumi. Sepertinya mereka tengah bersitegang.


"Ada apa?" Ken.


"Kamu tau dimana Jessie Ken?" Nyonya Laura.


"Tidak." Ken.


"Jangan berbohong padaku Ken." Aiko.


"Seandainya aku tau pun aku tak akan mengatakannya padamu Kak. Jika niat mu bertemu dengan Jessie hanya untuk merusak rumah tangganya." Ken.


"Apa maksud Mu Ken?" Nyonya Laura.


"Tanyakan saja pada anak Ibu itu." Ken.

__ADS_1


"Aiko?" Nyonya Laura.


"M... Ai tidak tau apa maksud Ken Bu." Jawab Aiko gugup.


"Ken." Ucap Tuan Ito yang baru saja keluar dari kamarnya.


Ken tidak menjawab apapun dirinya mengeluarkan ponselnya menghubungi Anton untuk membawakan berkas tentang BM grup dan semua tentang rencana Aiko.


Aiko semakin gugup mendengar Ken menelfon asistennya. Aiko tak tau lagi harus bagaimana. Semua menatap tajam ke arah Aiko. Aiko berusaha menunjukkan muka gugupnya.


"Mas, Paman Kevin telfon." Tita.


"Angkat saja sayang." Ken.


📱Tita


Hallo Uncle...


📱Kevin


How are you Baby?


📱Tita


Okay uncle. What's wrong uncle? There must be something important here for sure.


📱Kevin


You always know what I think, honey.


📱Tita


Kevin pun menceritakan mengenai perusahaan BM pada Tita dan Tita hanya diam mendengarkan perkataan Pamannya. Karena Tita memasang wajah santai tak ada satupun yang mengira pembicaraan mereka begitu serius.


📱Tita


Well uncle, ask your people to send the file home now.


📱Kevin


Sure Baby. Thank you.


Panggilan mereka pun terputus. Tak lama Anton datang membawakan berkas yang dj minta Ken. Ken memberikannya pada Tuan Ito. Saat Tuan Ito membaca berkas yang di bawa Anton tak lama datang orang Kevin membawa berkas untuk Tita.


"Permisi Nona. Saya mau meberikan ini pada Anda." Ucap orang suruhan Kevin.


"Terima kasih. Kamu bisa kembali." Titah Tita.


"Baik Nona permisi." Pamit orang suruhan Kevin.


Tita membuka berkasnya kemudian menatap Aiko tajam.


"Apa sayang?"Ken.


Tanpa menjawab Tita memberikan berkasnya pada Ken. Dan Ken terkejut melihat berkas yang di berikan Tita padanya.


"Ton, buka laptop." Ucap Ken menyodorkan flashdisk.


Tanpa menjawab Anton segera membuka laptop dan membuka file yang berada pada flashdisk. Suasana menegang dan jangan lupakan wajah Aiko yang semakin memucat. Bukan karena Aiko terlibat dengan masalah BM grup akan tetapi Aiko takut karen dirinya akan meminta Jessie bercerai dengan Aldi.

__ADS_1


Semua memperlihatkan wajah tenang saat layar pada laptop menampilkan gambarnya. Hanya Aiko yang membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tita hanya menyandarkan kepalanya di bahu Ken sambil mengusap perut buncitnya.


"Kau sudah melihatnya bukan Aiko." Ucap Tuan Ito tegas.


"Kalian semua bersekongkol." Aiko.


"Itu laporan dari paman untuk perusahaan sebenarnya Yah." Tita.


"Lalu bagaimana? Orang perusahaan sudah mengetahuinya?" Tuan Ito.


"Sudah Yah. Itu hanya kopiannya." Tita.


Suasana pun hening. Aiko sudah tak dapat lagi menyimpan rasa takutnya. Wajahnya memucat. Tuan Ito meminta Artur datang ke rumahnya. Ken meminta Anton pulang. Semua berkas sudah di rapihkan kembali.


"Onty, apa ingin memakan sesuatu?" Gagah.


"Kamu memang keponakan yang mengerti sayang. Onty mau cake dong." Tita.


"Siap Gagah ambilkan." Gagah.


Tita memberikan senyumannya. Ken mengusap lembut perut Tita dan memberikan kecupan di puncak kepala Tita. Tak lama Gagah pun membawakan cake untuk Tita. Saat Tita memakan cake nya Artur datang.


"Maaf Yah. Sedikit macet." Artur.


"Tidak apa. Duduklah." Tuan Ito.


"Kau sudah tau berita BM grup?" Lanjut Tuan Ito.


"Sudah Yah." Artur.


"Kakak tidak ada kerja sama dengan perusahaan itu?" Ken.


"Tidak ada Ken. Hanya saja perusahaan yang bekerja sama dengan Kakak ada yang terlibat dengan perusahaan itu. Dan perusahaan itu termasuk pemilik dana terbesar." Artur.


"Jangan khawatir semua akan baik-baik saja." Ken.


"Besan sudah menemui Kakak Ken dan dia bersedia membantu." Artur.


Aiko menoleh ke arah suaminya tak percaya. Sementara Artur memasang wajah tenang.


"Tita, apa Tanio sudah mengetahuinya?" Tuan Ito.


"Sudah Yah." Tita.


"Maaf Nyonya besar makan malam sudah siap." Ucap Bibi.


"Baiklah." Nyonya Laura.


"Mari semua makan malam dulu. Biarkan saja perusahaan itu." Ajak Nyonya Laura.


Semua pun bangkit dan berjalan menuju ruang makan. Tita melayani Ken, Nyonya Laura melayani Tuan Ito. Ayumi melayani Gagah anak laki-lakinya. Sementara Artur menolak di layani Aiko.


Aiko menunduk malu karena memang dirinya tak pernah melayani suaminya selama di rumah. Tita memperhatikan raut wajah Aiko yang sepertinya sangat malu.


Selesai makan malam Ayumi dan Gagah berpamitan pada semuanya. Artur pun ikut berpamitan di ikuti Aiko. Hanya saja Aiko dan Artur menggunakan mobil masing-masing.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2