
Akhirnya Keina ikut bersama Rehan ke rumah sakit di temani Gladys yang terlihat cemberut karena rencananya untuk tidur lagi gagal karena keinginan Keina. Gladys berjalan di belakang Rehan yang menggendong Keina.
Keina tampak ceria dalam gendongannya Rehan. Dirinya begitu menikmati berada di rumah sakit. Berbeda saat masih di dalam kandungan Tita bahkan mendengar nama rumah sakit atau hal-hal yang berhubungan dengan rumah sakit Tita akan menangis.
"Tata.." Panggil Keina saat melihat Aldi di depannya.
Aldi pun menoleh pada suara yang memanggilnya karena merasa tidak asing baginya.
"Hei,, sayang. Ikut Ayah lagi?" Tanya Aldi yang memang ini bukan kali pertama bagi Keina ikut serta bersama Rehan.
"Ya. A na?" Tanya Keina.
"Duo A tidak ikut Kakak sayang." Aldi.
Terkadang perasaan Aldi merasa mencelos jika Keina memanggilnya Kakak. Anak dari mantan kekasihnya memanggilnya Kakak. Benar-benar tak pernah terlintas di benaknya akan menjadi keponakan dari mantan kekasihnya.
"Kakak Keina ikut Kakak dulu ya. Ayah ada kerjaan." Ajak Aldi yang mengetahui jika Rehan sudah di tunggu di OK.
"No. Eina au tata dys." Keina.
"Hah! Owh! Ada Gladys juga ternyata." Ucap Aldi yang tak melihat Gladys di belakang Rehan.
"Hm..." Jawab Gladys singkat.
"Tata yo gi yo." Ajak Keina.
"Pergi kemana sayang?" Gladys.
"Ain oy." Ajak Keina.
"Hah! Tadi di ajak Kak. Gagah sama Kak.Laras ga mau sekarang malah ajak Kakak ke Mall." Gerutu Gladys.
"Huaaa.... tata atal huaaa..." Tangis Keina pecah dalam gendongan Rehan.
"Eh, Sssttt... Anak Ayah kok nangis." Bujuk Rehan.
"Aduh, eh kok cantiknya Kakak nangis. Kak. Gladys cuma becanda sayang." Bujuk Aldi.
"Iya ayok iya." Ajak Gladys.
Seketika tangis Keina pun berhenti. Keina meminta di turunkan dari gendongan Rehan. Keina menggenggam tangan Gladys dan memintanya untuk cepat jalan.
"Kakak Keina di gendong Kakak Gladys saja ya. Nanti capek." Titah Rehan.
"No Yah. Eina alan dili." Keina.
__ADS_1
"Baiklah. Tapi, kalo capek minta gendong Kakak ya." Rehan.
"Ote Yayah." Keina.
"Jangan lupa transfer ya Yah. Tabungan Glad menipis." Gladys.
"Kau gunakan kartu sakti Onty mu saja." Rehan.
"Ceh, Ayah ga modal banget sih." Gladys.
"Biarin." Rehan.
Aldi hanya menggeleng melihat perdebatan antara anak dan Ayah itu. Semua di beri kartu sakti oleh Tita yang isi nominalnya tak main-main. Hanya saja untuk Gagah dan Gladys Tita selalu menambahkannya setiap sebulan sekali.
Tapi, tidak dengan milik Jessie. Jessie pun tak sering menggunakannya karena dirinya tak enak oleh Aldi suaminya. Akhirnya Jessie mendapatkan fasilitas lain dari Tita. Karena Tita pun menghargai Aldi.
"Al, kamu ada jadwal hari ini?" Rehan.
"Ada Om. Dua jam lagi." Aldi.
"Kalo gitu Om tinggal ke OK ya." Rehan.
"Iya Om. Sukses." Ucap Aldi memberikan semangat pada Om dari istrinya itu.
Sementara Gladys berjalan malas bersama Keina. Angga yang akan menyusul Gladys ke ruangan Rehan pun melihat tunangannya tengah berjalan menuntun Keina. Angga segera menghampirinya.
"Kak, masih di sini?" Gladys.
"Iya dong. Tapi, Kakak belom mandi. Hehehe..." Angga.
"Ih, jorok." Gladys.
"Kan ga bawa ganti Yang. Ke rumah dulu ya. Kakak mau mandi." Ajak Angga.
"Kakak Keina kita ke rumah Kak.Angga dulu ya baru main." Ajak Keina.
"Ote." Jawan Keina singkat.
Angga pun mengambil alih Keina dan menggendongnya menuju parkiran dimana mobil Angga di parkir. Sekilas mereka bagaikan sebuah keluarga kecil. Banyak pasang mata mengagumi mereka bertiga.
"Suster, itu istrinya Dokter Angga ya?"
"Masya Allah istrinya Dokter Angga cantik banget ya."
"Anak mereka juga lucu ya."
__ADS_1
"Duh, pasangan serasi deh."
Begitulah kira-kira bisik-bisik tetangga eh, bisik-bisik orang yang terlewati oleh Angga dan Gladys.
Angga dan Gladys yak pernah mempermasalahkan apapun omongan orang tentang mereka. Keina duduk manis di pangkuan Gladys. Angga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun, di tengah perjalanan Keina tiba-tiba meminta pulang.
"Tata, eina au Mom." Ucapnya sendu.
"Hah! Setelah kita dari rumah Kak.Angga ya." Bujuk Gladys karena hanya tinggal beberapa menit lagi sudah sampai di rumah orang tua Angga.
Keina menganggukkan kepalanya namun dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Gladys berusaha mengalihkan perhatian Keina yang entah mengapa tiba-tiba menginginkan pulang dan bertemu dengan Tita.
Saat tiba di rumah orang tau Angga dengan secepat kilat Angga membersihkan tubuhnya yang semalaman berada di rumah sakit. Untunglah semalam pasien tidak terlalu banyak sehingga dirinya bisa tertidur sebentar di rumah sakit sehingga pagi ini dirinya tidak mengantuk.
Saat menunggu Angga tangis Keina pun pecah karena tak sabar menunggu Angga. Gladys dan Mama Angga kelimpungan terutama Mama Angga yang begitu panik melihat Keina menangis bagaikan tersakiti.
"Sssttt... Iya sayang kita pulang ketemu Mommy ya. Sebentar Kak.Angga mandi dulu sayang." Bujuk Gladys.
"Aduh, mau es krim ngga? Oma punya Es krim." Tawar Mama Angga.
Namun, entah mengapa segala tawaran Mama Angga selalu di tolaknya. Es krim yang biasanya bisa mengalihkan Keina pun gagal. Coklat gagal. Entah kenapa Keina terus meminta Mommy.
Dengan tergesa Angga pun kembali setelah lebih segar dan segera mengeluarkan mobilnya kembali untuk mengantarkan Gladys dan Keina pulang. Dengan tak enak hati Gladys berpamitan pada Mama Angga.
Sepanjang perjalanan Keina terus menangis dan meminta Mommy. Gladys sudah menawarkan untuk menelfon Tita dengan panggilan Vidio tapi Keina tetap menolak. Tak butuh waktu lama mobil yang di kemudikan Angga pun tiba di halaman rumah keluarga Ito.
Terlihat rumah begitu sepi karena hanya ada pasangan Tuan dan Nyonya Ito, Pasangan pengantin baru Gagah dan Laras juga Tita. Gladys dengan tergesa membawa Keina masuk ke dalam di ikuti oleh Angga.
Tita yang mendengar tangisan gadis kecilnya segera menghampiri sumber suara dari arah taman belakang. Dan ternyata benar putri kecilnya tengah menangis tersedu dalam gendongan Gladys.
"Eh, kenapa nangsi kesayangan Mommy?" Tanya Tita mengangkat tangannya.
"My... Huaa... Mu..." Ucap Keina masih menangis.
"Astaga! Kenapa menangis Glad?" Tanya Nyonya Laura yang juga datang mendekati mereka.
"Kau apakan Keina Glad?" Tanya Gagah yang turun bersama Laras karena mendengar tangisan Keina.
"Tidak aku apa-apakan Kak. Keina menangis begitu saja dan meminta bertemu dengan Onty." Jelas Gladys.
"Cup... cup sayang. Sudah menangisnya ya. Ini kan sudah bersama Mommy." Bujuk Tita sambil mengusap lembut kepala dan punggung Keina.
Namun, tanpa di duga Keina malah tertidur dalam pelukan Tita. Mungkin merasakan kenyamanan ketika mendapatkan pelukkan dari Tita bahkan usapan lembut di punggung kecilnya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏