Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Bayi Gembul


__ADS_3

#Maaf telat Up ya sahabat πŸ™ Badan ngedrop abis vaksin ke 3 πŸ₯ΆπŸ₯΅


🌻🌻🌻


Karena kedatangan Ken Keina pun melepaskan sumber kehidupannya dan memilih bermain bersama Daddy nya. Tita malah kembali tertidur di ranjang yang terdapat di kamar Keina. Sementara Ken dan Keina bermain di sampingnya.


Saat pagi Tita membuka matanya perlahan karena terganggu oleh sinar matahari yang menerobos kamar Keina dan pemandangan pertama yang di lihatnya adalah anak dan suaminya yang tertidur dan saling berpelukkan.


Tita bangkit perlahan karena tidak ingin mengganggu tidur keduanya yang sepertinya baru saja tertidur setelah bermain dini hari tadi. Tita bergegas ke kamar untuk mandi dan menyiapkan perlengkapan suaminya.


Setelah dirinya siap Tita pun kembali ke kamar Keina dan menyiapkan perlengkapan mandi Keina dan saat dirinya membuka pintu kamar Keina di lihatnya Keina sudah terbangun dan tengah mengganggu Daddy nya yang masih tertidur.


Keina menggerak-gerakkan tangan kirinya hingga mengenai wajah Ken dan menendang-nendangkan kaki kirinya mengenai perut Ken. Tita yang melihatnya di buat gemas. Tita membiarkan saja apa yang di lakukan Keina. Dirinya fokus menyiapkan mandi untuk Keina terlebih dahulu. Setelah siap barulah menghampiri Keina.


"Hai, sayangnya Mommy. Selamat pagi. Daddy belum bangun juga ya." Ucap Tita menyambut buah hatinya.


Dan seolah mengerti Keina pun menyunggingkan senyuman khasnya menbuat Tita gemas di buatnya. Tita menciumi pipi gembul Keina dan membuat Keina kegelian.


"Dad, bangunlah. Nanti kesiangan ke kantor." Ucap Tita membangunkan Ken dengan menggoyangkan badan Ken perlahan.


"Hm.." Ucap Ken.


"Ayo Dad. Keina saja udah mau mandi nih." Ucao Tita menirukan suara anak kecil sambil membuka baju Keina.


"Hm.. Ya. Cantiknya Daddy udah mau mandi ya." Ucap Ken bangkit dengan suara khas bangun tidurnya.


Ken menghampiri anak dan istrinya kemudian mencium pipi gembul Keina dan juga Tita.


"Daddy juga mau mandi." Ucap Ken sambil berlalu ke luar dari kamar Keina.


Tita menitipkan Keina pada Bibik setelah Keina rapih kemudian Tita menyusul Ken ke kamar untuk membantu Ken merapikan pakaiannya. Tepat saat Tita masuk Ken tengah mengenakan dasinya.


"Sayang, dimana Keina?" Ken.


"Bersama Bibi. Mas sudah selesai?" Tita.


"Tonggal merapihkan dasi ku sayang." Ken.


Tita pun membantu Ken merapihkan dasinya. Saat Tita merapihkan dasi, Ken menjahili Tita dengan mendaratkan ciuman pada dahi Tita dan memegang pinggang Tita untuk merapat pada tubuhnya.


"Mas,,," Protes Tita.


"Kapan puasa Mas selesai sayang?" Ken.


"Tunggu satu minggu lagi ya." Tita.

__ADS_1


"Kenapa semakin bertambah sayang? Bukankah seharusnya hari ini Mas sudah bisa berbuka?" Ucap Ken mengernyitkan dahinya.


"Tita harus berKB dulu Mas." Tita.


"Untuk apa." Ken.


"Mas mau Keina cepat-cepat memiliki adik? Hm?" Tita.


"Bagus dong sayang." Ken.


"Mas, ih.. Ga sayang sama Tita." Ucap Tita mengerucutkan mulutnya.


"Hahaha... Tentu sayang dong kesayangan." Ken.


"Terus kenapa ga bolehin Tita berKB?" Tita.


"Boleh sayang. Kapan kamu mulai?" Ken.


"Hari ini Tita minta antar Kak.Yumi untuk pergi ke dokter." Tita.


"Hm.. Bagaimana Keina?" Ken.


"Masih ada Ibu dan Ayah Mas." Tita.


"Astaga! Mas lupa sayang. Kamu berencana menggunakan apa?" Ken.


"Kau yakin sayang? Jika seperti itu bukankah kamu tak perlu ke dokter?" Ken.


"Tita ingin menanyakan pil apa yang bagus Mas. Karena Tita tidak ingin gemuk dan berjerawat. Nanti Mas malu punya istri jelek." Tita.


"Apapun sayang. Mas dukung kamu." Ken.


"Terima kasih Mas. Tita Ijin siang ini ya." Tita.


"Boleh sayang. Bila perlu bawa saja Keina nanti mampir ke kantor untuk menitipkan Keina pada Mas." Ken.


"Ibu tidak akan mengijinkannya." Tita.


"Kau benar sayang." Ken.


Setelah berdiskusi panjang Ken dan Tita pun keluar menuju meja makan. Tita dengan sangat manja bergelayut di lengan Ken. Ken pun menyambut mesra Tita.


Saat tiba di meja makan Tita dan Ken melihat sudah ada kedua orang tua Ken dan Keina dalam pangkuan Nyonya Laura. Keina terlihat memasukkan jarinya kedalam mulut.


"Bi, titip Keina ya." Ucap Tita.

__ADS_1


Bibi pun membawa Keina dari pangkuan Nyonya Laura. Dan mereka pun menikmati sarapan tanpa Keina. Keina di bawa Bibi ke dalam. Keina anak yang anteng jadi tidak terlalu rewel ketika harus di pisahkan.


"Bu, nanti Anton ke sini buat urus-urus Ibu sama Ayah ke jepang." Ken.


"Iya Nak. Terima kasih. Kamu jagain istri dan anak kamu jangan kerja terus." Nyonya Laura.


"Iya Bu, kalo itu sudah pasti." Ken.


Setelah menyelesaikan makannya Ken pun berpamitan pada semuanya dan Tita beserta Keina pun mengantarkan Ken hingga ke teras rumah.


"Bye Dad. Hati-hati di jalan Dad. Semangat kerja." Ucap Tita menirukan suara anak kecil.


"Bye bidadari-bidadari Daddy. Kesayangan Daddy jangan rewel ya nanti di tinggal Mommy sebentar." Ken.


"Oke Daddy. Keina pasti ga rewel main sama Opa dan Oma." Tita.


Ken pun menciumi pipi gembul Keina dan berpindah pada Tita. Ken masuk kedalam mobilnya dan melajukannya dengan pelan. Setelah mobil Ken keluar barulah Tita membawa Keina masuk. Tapi, baru saja Tita membalikkan badannya mobil Ayumi sudah masuk.


"Loh, Kak. Pagi sekali?" Tanya Tita ketika Ayumu sudah dekat dengannya.


"Ga apa-apa biar bisa main dulu sama Keina." Ayumi.


Ayumi pun mengambil alih gendong Keina dan menimang bayi gembul itu. Semua selalu menyerbu Keina ketika datang ke rumah utama apalagi sekarang Keina bertambah embul.


"Kapan Jessie melahirkan?" Ayumi.


"Menurut perkiraan sih harusnya dua bulan lagi Kak." Tita.


"Kamu nanti ada temannya cantik. Tapi, tetep kamu paling cantik. Muach...Muach..." Ucap Ayumi menciumi pipi gembul Keina.


Keina hanya pasrah mendapatkan serangan dari Tante nya itu. Dan Tita hanya menggelengkan kepalanya karena semua selalu mengatakan Keina lah yang paling cantik jika kedua anak Jessie lahir.


"Bagaimana tidak Keina paling cantik dua bayi di perut Jessie semua berjenis kelamin laki-laki." Batin Tita.


"Tita mengASIhi Keina dulu Kak. Setelah itu baru siap-siap." Pamit Tita nengambil alih Keina.


"Oke. Mimik dulu yang kenyang ya sayang." Ucao Ayumi pada Keina dan di akhiri ciuman di seluruh wajahnya.


Keina pun di bawa oleh Tita untuk di ASIhi. Sementara Ayumi mengahampiri Tuan dan Nyonya Ito yang tengah bersantai di ruang keluarga dengan di temani secangkir teh dan beberapa camilan.


"Ayah sama Ibu jadi ke Jepang?" Ayumi.


"Jadi Nak. Titip Ken, Tita sama Keina ya. Dan mungkin saat Jessie melahirkan Ibu dan Ayah masih di Jepang." Nyonya Laura.


"Loh, tapi kan Jessie dua bulan lagi melahirkan. Emang berapa lama Ayah sama Ibu disana?" Ayumi.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2